Sungsang: Kondisi Posisi Janin yang Perlu Dipahami Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/PasVPFYrWYWEZg1Rejllw/original/5fsmp0zzmk2ce94np4ot947xj59epq92.png)
Selama masa kehamilan, posisi janin sungsang cukup sering dibicarakan adalah posisi sungsang. Mendengar kata “sungsang” terkadang membuat Mama merasa khawatir, padahal kondisi ini tidak selalu berbahaya, terutama jika masih terdeteksi pada usia kehamilan yang lebih awal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang posisi sungsang, mulai dari pengertian, penyebab, hingga pilihan persalinan yang mungkin dilakukan.
Apa Itu Sungsang?
Posisi sungsang adalah kondisi ketika janin berada di dalam rahim dengan bokong atau kaki mengarah ke bawah, yaitu ke arah jalan lahir, sementara kepala berada di bagian atas rahim.
Idealnya, menjelang persalinan, janin berada dalam posisi kepala di bawah karena posisi ini paling aman dan memudahkan proses persalinan normal.
Pada trimester awal dan pertengahan kehamilan, posisi sungsang merupakan hal yang cukup umum. Janin masih memiliki banyak ruang untuk bergerak dan berputar.
Namun, jika posisi sungsang tetap bertahan hingga mendekati waktu persalinan, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: Ciri-ciri Gerakan Janin Normal & Cara Menghitung Polanya
Jenis-jenis Posisi Sungsang
Kehamilan sungsang tidak hanya satu jenis. Secara medis, terdapat beberapa variasi posisi sungsang yang dibedakan berdasarkan letak bokong dan kaki janin, yaitu:
- Posisi complete breech, yaitu ketika bokong janin berada di bawah dengan lutut tertekuk dan kaki berada di dekat bokong. Pada posisi ini, janin seolah duduk bersila di dalam rahim.
- Posisi frank breech, yang paling sering ditemukan, yaitu bokong berada di bawah sementara kedua kaki lurus ke atas, sejajar dengan tubuh dan mengarah ke kepala.
- Posisi footling breech, yaitu ketika satu atau kedua kaki janin berada di bawah dan lebih dekat ke jalan lahir dibandingkan bokong. Jenis ini biasanya memerlukan perhatian medis lebih ketat.
Kapan Posisi Sungsang Perlu Dikhawatirkan?
Posisi sungsang belum perlu dikhawatirkan jika ditemukan sebelum usia kehamilan 36 minggu. Pada usia ini, janin masih memiliki peluang besar untuk berputar sendiri ke posisi kepala di bawah.
Namun, jika hingga usia kehamilan 36–37 minggu janin masih berada dalam posisi sungsang, dokter atau bidan biasanya akan mulai membicarakan langkah lanjutan.
Hal ini karena semakin mendekati persalinan, ruang di dalam rahim semakin sempit sehingga peluang janin untuk berputar sendiri menjadi lebih kecil.
Artikel lainnya: Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat USG Trimester Ketiga
Penyebab Bayi Sungsang
Tidak selalu ada satu penyebab pasti mengapa janin sungsang. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya posisi ini antara lain:
- Bentuk atau kondisi rahim yang berbeda, misalnya adanya miom atau kelainan bawaan, sehingga ruang gerak janin menjadi terbatas.
- Letak plasenta pada kehamilan yang rendah, sehingga menghalangi janin untuk berputar ke posisi kepala di bawah.
- Jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, yang memengaruhi ruang gerak janin.
- Kehamilan kembar, karena ruang di dalam rahim harus dibagi dengan lebih dari satu janin.
- Kehamilan prematur, di mana janin belum sempat berputar ke posisi ideal.
Perlu Mama pahami bahwa posisi sungsang bukan disebabkan oleh kesalahan Mama dan sering kali terjadi tanpa faktor yang dapat dikendalikan.
Ciri-Ciri Bayi Sungsang
Posisi sungsang biasanya diketahui melalui pemeriksaan kehamilan, terutama USG. Namun, beberapa Mama juga dapat merasakan tanda-tanda tertentu, seperti:
- Gerakan tendangan yang lebih sering terasa di perut bagian bawah.
- Bagian keras yang terasa di perut bagian atas, yang bisa jadi adalah kepala janin.
- Bentuk perut yang terasa berbeda dari biasanya, meskipun hal ini tidak selalu dapat dijadikan patokan.
Meski demikian, ciri-ciri ini tidak dapat memastikan posisi janin secara akurat. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap menjadi cara terbaik untuk mengetahui posisi janin.
Artikel lainnya: Mengenal Pola Gerakan Janin dan Cara Menstimulasinya
Apakah Bayi Sungsang Bisa Berputar Sendiri?
Mama mungkin bertanya, “apakah bayi sungsang bisa normal?” Ya, bayi sungsang masih bisa berputar sendiri, terutama jika usia kehamilan masih di bawah 36 minggu. Pada periode ini, janin masih aktif bergerak dan memiliki cukup ruang untuk berubah posisi.
Namun, setelah memasuki usia kehamilan akhir, peluang janin untuk berputar sendiri akan semakin kecil. Oleh karena itu, pemantauan posisi janin pada trimester ketigamenjadi sangat penting agar langkah selanjutnya dapat dipersiapkan dengan baik.
Cara Mengatasi atau Membantu Janin Berputar
Jika posisi sungsang masih terdeteksi mendekati persalinan, ada beberapa cara mengatasi bayi sungsang yang dapat dipertimbangkan bersama tenaga kesehatan.
Salah satu metode medis yang cukup dikenal adalah External Cephalic Version (ECV). Prosedur ini dilakukan oleh dokter dengan cara memutar posisi janin dari luar perut Mama, biasanya pada usia kehamilan 36–37 minggu. ECV dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pemantauan ketat terhadap kondisi Mama dan janin.
Selain itu, dokter atau bidan juga dapat menyarankan posisi tubuh atau latihan tertentu yang bertujuan membantu memberi ruang agar janin bisa berputar sendiri, seperti:
- Cat-Cow (kucing-sapi): Merangkak, lengkungkan dan turunkan punggung, 1–2 menit.
- Side-lying (miring): Tidur miring kiri 10–15 menit, 2–3x sehari.
- Pelvic tilt/bridge: Berbaring, angkat panggul 5–10 detik, ulang 8–10 kali.
- Forward-leaning inversion: Duduk di tepi sofa, turunkan kepala lebih rendah dari panggul 30–60 detik.
- Pelvic rocks: Duduk di bola yoga/kursi, gerakkan panggul maju-mundur 2–3 menit.
- Knee-chest: Berlutut, dada ke lantai, tahan 30–60 detik.
Jangan dilakukan sendiri ya, Ma! Mama perlu konsultasi dan pengawasan tenaga kesehatan untuk melakukannya.
Persalinan pada Kondisi Sungsang
Jika janin tetap berada dalam posisi sungsang hingga waktu persalinan, tenaga kesehatan akan mempertimbangkan metode persalinan sungsang yang paling aman.
Apakah bayi sungsang harus caesar (sesar)? Dalam banyak kasus, persalinan sesar menjadi pilihan utama karena dinilai dapat menurunkan risiko komplikasi.
Namun, pada kondisi tertentu dan dengan pertimbangan yang sangat ketat, persalinan normal pada bayi sungsang masih dapat dilakukan, terutama jika tenaga medis berpengalaman dan kondisi Mama serta bayi mendukung.
Artikel lainnya: Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil untuk Operasi Caesar
Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter?
Mama disarankan segera berkonsultasi ke dokter atau bidan apabila:
- Usia kehamilan bayi sungsang sudah memasuki 36 minggu dan posisi janin belum diketahui secara pasti.
- Mama merasakan perubahan gerakan janin yang tidak biasa.
- Mengalami keluhan seperti nyeri perut hebat, perdarahan, atau air ketuban keluar sebelum waktunya.
- Memiliki kekhawatiran terkait posisi janin atau rencana persalinan.
- Pemeriksaan yang tepat waktu dapat membantu Mama merasa lebih tenang dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Posisi sungsang memang memerlukan perhatian khusus, tetapi dengan pemantauan rutin dan pendampingan tenaga kesehatan, Mama tetap dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan aman.
Yuk, unduh aplikasi Hallobumil! Di sini, Mama bisa mendapatkan artikel terpercaya, memantau perkembangan kehamilan, serta bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan dengan Mama lainnya.
Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan. Semua mudah hanya dalam satu genggaman.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
