:strip_icc():format(webp)/hb-article/-kNTm0xa9RN4tXUcZ6ShJ/original/wc8ifbmxaw2ewxmo75ebzqft7ex3natp.png)
Bentuk ari-ari bayi sering menjadi pertanyaan yang muncul setelah persalinan maupun saat Mama menjalani pemeriksaan kehamilan. Ari-ari atau plasenta merupakan organ penting yang berperan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin selama berada di dalam kandungan.
Mengetahui bentuk plasenta yang normal maupun variasinya membantu Mama memahami hasil pemeriksaan dokter dengan lebih baik.
Artikel lainnya: Inilah Fungsi Plasenta pada Kehamilan & Tips Menjaganya
Seperti Apa Bentuk Ari-Ari Bayi yang Normal?
Secara umum, plasenta yang normal memiliki bentuk bulat atau sedikit oval (discoid). Bentuk tersebut memungkinkan permukaan plasenta menempel dengan baik pada dinding rahim sehingga pertukaran oksigen dan nutrisi dapat berlangsung secara optimal.
Apabila Mama bertanya “bagaimana bentuk ari-ari bayi?”, gambaran yang paling umum adalah organ berbentuk seperti cakram dengan dua permukaan yang berbeda.
Permukaan yang menghadap ke arah janin tampak halus, licin, dan mengilap karena dilapisi oleh selaput amnion. Pada bagian ini, tali pusat biasanya melekat di bagian tengah atau sedikit bergeser dari tengah.
Sebaliknya, permukaan yang menempel pada dinding rahim terlihat lebih kasar dan terdiri atas beberapa bagian yang disebut kotiledon. Tampilan tersebut merupakan kondisi yang normal dan menunjukkan tempat plasenta melekat selama kehamilan.
Saat kehamilan mencapai cukup bulan, plasenta umumnya memiliki diameter sekitar 15–25 sentimeter, ketebalan sekitar 2–4 sentimeter, serta berat sekitar 500–600 gram. Ukuran tersebut dapat sedikit berbeda pada setiap Mama tanpa selalu menunjukkan adanya masalah.
Banyak orang juga penasaran mengenai bentuk ari-ari bayi baru lahir setelah proses persalinan selesai. Setelah bayi lahir, dokter atau bidan biasanya akan memeriksa plasenta untuk memastikan seluruh bagiannya telah keluar secara utuh. Pemeriksaan ini penting untuk membantu mengurangi risiko jaringan plasenta yang tertinggal di dalam rahim.
Artikel lainnya: Apa Itu Lotus Birth? Pahami Proses, Manfaat & Risikonya
Apa Saja Variasi Bentuk Ari-Ari yang Masih Tergolong Wajar?
Tidak semua bentuk plasenta yang berbeda dari gambaran umum merupakan tanda adanya gangguan kehamilan. Beberapa variasi anatomi masih tergolong normal dan sering kali baru diketahui melalui pemeriksaan USG.
1. Plasenta bilobus (bilobed placenta)
Plasenta bilobus terdiri atas dua bagian utama yang ukurannya hampir sama. Kedua lobus tersebut tetap terhubung oleh pembuluh darah.
Sebagian besar kehamilan dengan plasenta bilobus dapat berlangsung dengan baik. Dokter biasanya hanya akan melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat pembuluh darah yang melintang di dekat jalan lahir.
2. Plasenta dengan lobus tambahan (succenturiate placenta)
Pada kondisi ini, plasenta memiliki satu atau lebih lobus kecil yang terpisah dari bagian utama. Lobus tambahan tersebut tetap terhubung melalui pembuluh darah.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan plasenta dapat keluar sempurna setelah persalinan serta tidak terdapat komplikasi lain selama kehamilan.
3. Bentuk oval atau sedikit tidak simetris
Sebagian plasenta memiliki bentuk yang tidak benar-benar bulat sempurna. Bentuk yang sedikit oval atau tidak simetris masih dapat dijumpai pada kehamilan normal selama fungsi plasenta tetap baik.
Istilah jenis ari-ari bayi sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan berbagai variasi bentuk plasenta tersebut. Dari sudut pandang medis, variasi anatomi tidak selalu menunjukkan adanya kelainan sehingga penilaiannya tetap memerlukan pemeriksaan dokter melalui USG.
Artikel lainnya: IUFD: Kondisi Janin Meninggal dalam Kandungan
Bagaimana Ciri Ari-Ari Bayi yang Tidak Normal?
Sebagian besar plasenta berkembang dan berfungsi dengan baik selama kehamilan. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memengaruhi bentuk maupun fungsi plasenta sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut oleh dokter. Pemeriksaan USG rutin menjadi cara utama untuk mengenali perubahan tersebut sejak dini.
1. Plasenta sirkumvalata (circumvallate placenta)
Plasenta sirkumvalata merupakan kondisi ketika selaput plasenta melipat ke arah dalam sehingga bagian tepinya tampak berbeda dari plasenta normal. Keadaan ini terjadi karena lempeng korion lebih kecil dibandingkan dasar plasenta.
Kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan meningkatnya risiko perdarahan selama kehamilan, ketuban pecah sebelum waktunya, persalinan prematur, atau solusio plasenta. Meski demikian, tidak semua Mama yang mengalami plasenta sirkumvalata akan mengalami komplikasi.
2. Plasenta previa
Plasenta previa terjadi ketika plasenta menempel terlalu rendah hingga menutupi sebagian atau seluruh leher rahim. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi risikonya lebih tinggi pada Mama yang memiliki riwayat operasi sesar, kehamilan ganda, atau usia kehamilan yang lebih matang.
Kondisi ini dapat menimbulkan perdarahan pada trimester kedua atau ketiga sehingga memerlukan pemantauan ketat. Dokter akan menentukan metode persalinan yang paling aman sesuai kondisi Mama dan janin.
3. Plasenta akreta spektrum
Plasenta akreta spektrum terjadi ketika jaringan plasenta melekat terlalu dalam pada dinding rahim sehingga sulit terlepas setelah persalinan. Risiko kondisi ini meningkat pada Mama yang pernah menjalani operasi sesar atau tindakan operasi pada rahim.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, plasenta akreta dapat menyebabkan perdarahan hebat setelah persalinan. Oleh karena itu, dokter biasanya telah menyusun rencana persalinan sejak kehamilan apabila kondisi ini terdeteksi melalui pemeriksaan.
4. Insufisiensi plasenta
Insufisiensi plasenta adalah kondisi ketika plasenta tidak mampu menyalurkan oksigen dan nutrisi secara optimal kepada janin. Gangguan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, atau gangguan pada pembuluh darah plasenta.
Akibatnya, pertumbuhan janin dapat terhambat sehingga diperlukan pemantauan berkala melalui pemeriksaan kehamilan. Perlu diketahui bahwa seperti apa bentuk ari-ari bayi tidak selalu dapat dinilai hanya dari tampilannya setelah persalinan.
Fungsi plasenta selama kehamilan justru lebih penting dan umumnya dievaluasi melalui pemeriksaan USG serta kondisi pertumbuhan janin.
Artikel lainnya: Bayi Terlilit Tali Pusar, Berbahayakah?
Bagaimana Dokter Menilai Kondisi Ari-Ari?
Dokter dapat menilai kondisi plasenta melalui beberapa pemeriksaan selama masa kehamilan. Tujuannya adalah memastikan plasenta tumbuh dengan baik dan mampu mendukung perkembangan janin hingga waktu persalinan.
1. Pemeriksaan USG
USG menjadi pemeriksaan utama untuk melihat letak, bentuk, ukuran, ketebalan, serta perlekatan plasenta. Pemeriksaan ini juga membantu mendeteksi berbagai kelainan, seperti plasenta previa atau variasi bentuk plasenta.
2. USG doppler bila diperlukan
Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan USG Doppler untuk menilai aliran darah dari plasenta menuju janin. Pemeriksaan ini membantu mengetahui apakah janin memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup.
3. Pemeriksaan setelah persalinan
Setelah bayi lahir, dokter atau bidan akan memeriksa plasenta secara menyeluruh untuk memastikan seluruh bagiannya telah keluar dari rahim. Langkah ini penting untuk membantu mencegah komplikasi akibat jaringan plasenta yang tertinggal.
Mama mungkin pernah mendengar istilah bentuk ari-ari keguguran. Sebenarnya, tidak ada bentuk plasenta yang secara khusus menandakan keguguran.
Tampilan jaringan plasenta dapat berbeda-beda, bergantung pada usia kehamilan saat keguguran terjadi maupun penyebab yang mendasarinya. Oleh sebab itu, penilaian kondisi plasenta tetap harus dilakukan oleh tenaga medis.
Artikel lainnya: 11 Cara Merawat Tali Pusat dan Pusar Bayi Baru Lahir
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Pemeriksaan kehamilan secara rutin merupakan cara terbaik untuk memantau kondisi plasenta. Selain mengikuti jadwal kontrol yang telah ditentukan, segera konsultasikan kepada dokter apabila Mama mengalami kondisi berikut.
- Perdarahan dari jalan lahir selama kehamilan.
- Nyeri perut yang hebat atau menetap.
- Gerakan janin terasa berkurang dibandingkan biasanya.
- Ketuban pecah sebelum waktu persalinan.
- Hasil USG menunjukkan adanya kelainan pada plasenta.
- Memiliki riwayat gangguan plasenta pada kehamilan sebelumnya.
Penanganan sejak dini membantu dokter menentukan langkah pemantauan maupun terapi yang sesuai sehingga kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.
Ari-ari atau plasenta merupakan organ penting yang mendukung pertumbuhan janin selama kehamilan melalui penyaluran oksigen, nutrisi, dan hormon.
Sebagian variasi bentuk plasenta masih tergolong normal, sedangkan beberapa kondisi tertentu memerlukan pemantauan lebih lanjut oleh dokter. Pemeriksaan kehamilan secara rutin membantu memastikan plasenta berfungsi dengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung secara optimal.
Yuk, unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan, persalinan, dan tumbuh kembang Si Kecil yang telah disusun bersama para ahli. Mama bisa mencooba akses Health Tools hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) dengan lebih mudah.
Bergabung juga dengan Komunitas Hallobumil agar Mama dapat berbagi pengalaman dengan sesama ibu hamil sekaligus mengikuti berbagai event edukatif yang bermanfaat.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
