IUFD: Kondisi Janin Meninggal dalam Kandungan
:strip_icc():format(webp)/hb-article/zgD1VULau5_VKwbs6JiQ_/original/1otl5dejk1vhxcodpydl4l6vrqfjhwps.png)
Dalam beberapa kondisi medis tertentu, kehamilan dapat mengalami komplikasi yang tidak diharapkan, salah satunya adalah IUFD. Artikel ini dibuat untuk membantu Mama memahami apa itu IUFD, bagaimana cara mengenalinya, hingga langkah penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan.
Apa Itu IUFD?
IUFD adalah singkatan dariIntrauterine Fetal Death, yaitu kondisi medis ketika janin meninggal dunia di dalam kandungan setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. Dalam literatur medis, IUFD juga sering disebut sebagai stillbirth.
Kematian janin dalam kandungan ini berbeda dengan keguguran. Perbedaan utamanya terletak pada usia kehamilan saat janin meninggal.
Keguguran umumnya terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu, sedangkan IUFD terjadi setelah usia kehamilan tersebut. Pada usia ini, janin biasanya sudah terbentuk dengan cukup sempurna dan kehamilan telah memasuki fase lanjutan.
Penting untuk dipahami bahwa IUFD adalah kondisi medis yang dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang atau upaya yang telah dilakukan selama kehamilan. Banyak kasus IUFD terjadi tanpa tanda yang jelas sebelumnya.
Pada Usia Kehamilan Berapa IUFD Bisa Terjadi?
Mama mungkin penasaran, “IUFD terjadi pada usia kehamilan berapa?”. IUFD pada kehamilan terjadi mulai usia kehamilan 20 minggu hingga menjelang persalinan. Secara medis, IUFD sering dibagi berdasarkan usia kehamilan saat kejadian, antara lain:
- IUFD awal, yang terjadi pada usia kehamilan sekitar 20–27 minggu.
- IUFD lanjut, yang terjadi pada usia kehamilan 28–36 minggu.
- IUFD cukup bulan, yang terjadi pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih.
Meski demikian, pembagian ini lebih banyak digunakan untuk kepentingan medis dan penanganan klinis. Bagi Mama, yang terpenting adalah tetap melakukan pemantauan kehamilan secara rutin sejak awal hingga mendekati persalinan.
Artikel lainnya: Cara Menghitung Usia Kehamilan, Gampang dan Akurat
Penyebab IUFD yang Perlu Diketahui
Penyebab janin meninggal dalam kandungan sangat beragam dan pada sebagian kasus tidak dapat ditentukan secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risikonya, antara lain:
- Masalah pada plasenta atau tali pusat, seperti aliran darah yang tidak optimal, plasenta lepas sebagian, atau tali pusat terjepit. Kondisi ini dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
- Kelainan pada janin, termasuk gangguan kromosom atau cacat bawaan yang berat, yang memengaruhi kemampuan janin untuk bertahan hidup.
- Kondisi kesehatan pada Mama, seperti tekanan darah tinggi, diabetes yang tidak terkontrol, gangguan pembekuan darah, atau infeksi tertentu selama kehamilan.
- Faktor risiko IUFD dari kehamilan, seperti kehamilan kembar, usia Mama yang sangat muda atau di atas 35 tahun, serta gaya hidup yang perlu mendapat perhatian lebih.
Perlu Mama ketahui bahwa tidak semua IUFD disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian. Dalam banyak kasus, IUFD terjadi meskipun Mama telah menjalani kehamilan dengan penuh perhatian.
Tanda dan Gejala IUFD
IUFD kehamilan tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas. Namun, ada beberapa gejala IUFD yang dapat Mama perhatikan, di antaranya:
- Gerakan janin yang berkurang secara signifikan atau tidak terasa sama sekali
- Tidak terdengarnya detak jantung janin saat pemeriksaan kehamilan.
- Perubahan ukuran atau bentuk perut yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.
- Pada sebagian kasus, dapat disertai perdarahan atau nyeri perut.
Karena tidak semua tanda-tanda IUFD dapat dirasakan secara langsung, pemeriksaan kehamilan rutin menjadi sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini sedini mungkin.
Artikel lainnya: Mengenal Jenis, Jadwal dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
Bagaimana Cara Mengetahui IUFD?
Diagnosis IUFD dilakukan oleh tenaga medis melalui beberapa tahap pemeriksaan. Dokter akan menanyakan keluhan yang Mama rasakan, terutama terkait pergerakan janin. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik untuk menilai pertumbuhan rahim.
Pemeriksaan utama untuk memastikan IUFD adalah USG, yang digunakan untuk melihat kondisi janin secara langsung dan memastikan ada atau tidaknya detak jantung. USG merupakan metode paling akurat dan menjadi standar dalam menegakkan diagnosis IUFD.
Artikel lainnya: Ini Perbedaan USG 2D, 3D, 4D, dan 5D yang Perlu Mama Tahu
Penanganan IUFD yang Umumnya Dilakukan
Setelah IUFD terdiagnosis, langkah medis akan difokuskan pada keselamatan dan kesehatan Mama. Penanganan umumnya dilakukan dengan mengeluarkan janin dari dalam rahim, karena mempertahankan janin terlalu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi pada Mama.
Penanganan yang dilakukan bisa berupa induksi persalinan dengan obat-obatan untuk merangsang kontraksi. Pada kondisi tertentu, metode lain dapat dipertimbangkan sesuai usia kehamilan dan kondisi kesehatan Mama.
Tenaga medis biasanya akan memberikan penjelasan secara menyeluruh, termasuk dukungan emosional, serta mendampingi Mama dan keluarga dalam proses yang tidak mudah ini.
Langkah Pencegahan IUFD
Mama tidak bisa selalu mencegah IUFD, tetapi ada beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risikonya, antara lain:
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal untuk memantau pertumbuhan janin dan kondisi Mama.
- Mengelola penyakit yang sudah ada sebelum atau selama kehamilan, seperti diabetes atau hipertensi, dengan pengawasan dokter.
- Menjaga pola hidup sehat, termasuk asupan nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan menghindari paparan zat berbahaya.
- Memperhatikan pergerakan janin, terutama pada trimester akhir, dan segera berkonsultasi jika Mama merasakan perubahan yang tidak biasa.
Artikel lainnya: 9 Cara Mencegah Terjadinya Stillbirth
Apakah Masih Bisa Hamil Lagi Setelah IUFD?
Banyak Mama yang bertanya apakah masih bisa hamil lagi setelah mengalami IUFD. Jawabannya adalah ya, peluang untuk hamil kembali tetap ada. Banyak Mama yang berhasil menjalani kehamilan sehat setelah mengalami kehilangan sebelumnya.
Sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mencari kemungkinan penyebab IUFD dan memastikan kondisi kesehatan Mama sudah siap. Dengan pendampingan medis yang tepat, kehamilan selanjutnya dapat direncanakan dengan lebih aman dan terkontrol.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Mama disarankan untuk segera ke dokter atau fasilitas kesehatan apabila:
- Tidak merasakan gerakan janin atau gerakannya berkurang drastis.
- Mengalami perdarahan dari jalan lahir.
- Mengalami nyeri perut hebat atau keluhan yang terasa tidak biasa.
- Merasa khawatir terhadap kondisi kehamilan, meskipun belum yakin penyebabnya.
Tidak ada keluhan yang dianggap sepele dalam kehamilan. Lebih baik memeriksakan diri lebih awal demi ketenangan dan keselamatan.
IUFD adalah kondisi medis yang berat, tetapi pemahaman yang baik dapat membantu Mama menjalani kehamilan dengan lebih waspada dan terinformasi.
Untuk menemani Mama dalam setiap fase kehamilan, mulai dari perencanaan hingga persalinan, unduh aplikasi Hallobumil sekarang! Gabung juga dengan komunitas Hallobumil untuk saling berbagi cerita dan dukungan dengan Mama lainnya.
Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan. Semua mudah hanya dalam satu genggaman!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
