Tips Merawat Tali Pusat dan Pusar Si Kecil yang Baru Lahir
:strip_icc():format(webp)/hb-article/ChPpok6Emta1W4NzmtH_I/original/ib72yk2jll5v8g79ysqfadecaq13mcry.jpg)
Kehadiran bayi baru lahir membawa kebahagiaan sekaligus tanggung jawab baru bagi Mama, termasuk memahami cara merawat tali pusat bayi baru lahir yang masih sensitif dan rentan iritasi.
Dengan menjaga kebersihan serta memastikan area tetap kering, tali pusat umumnya dapat mengering dan terlepas secara alami dalam waktu 1–3 minggu tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Perawatan yang tepat dan konsisten di rumah menjadi kunci agar proses penyembuhan berjalan optimal.
1. Jaga Tetap Kering
Menjaga area tali pusat tetap kering merupakan langkah paling penting dalam perawatannya. Kondisi lembap dapat memperlambat proses pengeringan dan meningkatkan risiko iritasi.
Oleh karena itu, Mama dianjurkan membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat mengering secara alami sebagai bagian dari cara merawat tali pusat agar cepat kering yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Setelah mandi atau jika area tersebut terkena air, keringkan dengan lembut menggunakan kain bersih. Hindari menutup tali pusat dengan perban atau kain tebal kecuali atas anjuran tenaga kesehatan. Sirkulasi udara yang baik membantu mempercepat proses pelepasan tali pusat.
Artikel lainnya: Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar
2. Bersihkan dengan Air
Saat membersihkan area sekitar tali pusat, Mama cukup menggunakan air bersih atau air hangat. Tidak perlu menggunakan sabun secara langsung pada pangkal tali pusat, kecuali bila terdapat kotoran yang menempel dan sulit dibersihkan.
Jika tali pusat terkena urine atau feses, bersihkan dengan hati-hati menggunakan air bersih, kemudian keringkan secara perlahan. Hindari menggosok terlalu kuat karena kulit bayi masih sangat halus dan sensitif.
3. Hindari Menarik Tali Pusat
Meskipun tali pusat tampak hampir lepas, Mama sebaiknya tidak menariknya secara paksa. Biarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya. Menariknya sebelum waktunya dapat menyebabkan perdarahan ringan atau iritasi.
Proses pelepasan alami adalah bagian dari penyembuhan normal. Sedikit bercak darah saat tali pusat hampir lepas masih tergolong wajar, selama tidak disertai tanda infeksi.
Artikel lainnya: Inilah Fungsi Plasenta pada Kehamilan & Tips Menjaganya
4. Pilih Popok yang Tidak Menutupi Tali Pusat
Penggunaan popok yang tepat dapat membantu menjaga area tetap kering. Lipat bagian depan popok agar tidak menutupi tali pusat. Saat ini juga tersedia popok khusus bayi baru lahir yang memiliki potongan di bagian depan untuk melindungi tali pusat.
Dengan cara ini, gesekan dan kelembapan akibat urine dapat diminimalkan. Selain itu, sirkulasi udara tetap terjaga sehingga proses pengeringan berjalan optimal.
5. Gunakan Pakaian Longgar
Pakaian bayi sebaiknya tidak terlalu ketat di area perut. Pakaian yang longgar memungkinkan udara mengalir dengan baik dan mencegah gesekan pada tali pusat.
Mama dapat memilih bahan yang lembut dan mudah menyerap keringat agar bayi tetap nyaman sepanjang hari. Kenyamanan bayi juga membantu mengurangi risiko iritasi pada kulitnya.
Artikel lainnya: 6 Tips Praktis Membeli Baju untuk Si Kecil
6. Ganti Popok Secara Teratur
Mengganti popok secara rutin adalah langkah penting dalam menjaga kebersihan tali pusat. Popok yang terlalu lama dipakai dapat membuat area sekitar lembap dan meningkatkan risiko iritasi.
Setiap kali mengganti popok, Mama dapat memeriksa kondisi tali pusat untuk memastikan tidak ada perubahan yang mencurigakan.
Pemeriksaan sederhana ini membantu Mama mendeteksi lebih awal bila ada tanda yang perlu diperhatikan dan menjadi bagian penting dari cara perawatan tali pusat yang benar di rumah.
7. Perhatikan Tanda Iritasi atau Infeksi
Mama perlu waspada terhadap beberapa tanda seperti kemerahan yang meluas, bengkak, keluar cairan kekuningan atau berbau tidak sedap, serta demam pada bayi. Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Pemantauan rutin membantu memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik. Pada umumnya, tali pusat yang sehat akan mengering, berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman, lalu terlepas tanpa keluhan berarti.
8. Hindari Olesan Alkohol Tanpa Anjuran Medis
Beberapa praktik lama menyarankan penggunaan alkohol untuk membersihkan tali pusat. Namun, saat ini banyak tenaga kesehatan menganjurkan metode perawatan kering tanpa alkohol, kecuali terdapat indikasi khusus.
Penggunaan cairan tertentu tanpa anjuran medis dapat mengiritasi kulit bayi. Oleh karena itu, Mama sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau bidan yang menangani persalinan.
Artikel lainnya: Tips Cerdik Memilih Perlengkapan Bayi Baru Lahir
9. Bersihkan dengan Lembut Setelah BAB
Jika area tali pusat terkena kotoran saat bayi buang air besar, bersihkan dengan lembut menggunakan air hangat. Pastikan tidak ada sisa kotoran yang tertinggal di sekitar pangkal tali pusat.
Setelah dibersihkan, keringkan dengan kain bersih dan lembut. Hindari penggunaan tisu basah beralkohol di area tersebut, kecuali produk tersebut memang aman untuk bayi baru lahir.
10. Biarkan Lepas Secara Alami
Setiap bayi memiliki waktu pelepasan tali pusat yang berbeda. Ada yang lepas dalam waktu satu minggu, ada pula yang membutuhkan waktu hingga tiga minggu. Selama tidak ada tanda infeksi, Mama dapat menunggu proses ini berlangsung secara alami.
Setelah tali pusat lepas, area tersebut mungkin tampak sedikit lembap atau mengeluarkan cairan jernih dalam jumlah kecil.
Dalam tahap ini, penting bagi Mama memahami cara merawat tali pusat yang sudah lepas, yaitu dengan tetap menjaga kebersihan area pusar dan memastikan kulit di sekitarnya benar-benar kering sempurna.
Artikel lainnya: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Aman dan Benar
11. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Perawatan
Kebersihan tangan sangat penting sebelum menyentuh area tali pusat. Mama dianjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melakukan perawatan.
Langkah sederhana ini membantu mencegah masuknya bakteri ke area yang masih sensitif. Kebiasaan menjaga kebersihan tangan juga baik diterapkan dalam setiap aktivitas merawat bayi.
Perawatan tali pusat bayi baru lahir sebenarnya tidak rumit, asalkan Mama memahami prinsip dasarnya: menjaga kebersihan dan memastikan area tetap kering.
Dengan perhatian yang konsisten, tali pusat akan mengering dan terlepas secara alami tanpa menimbulkan masalah berarti. Ketelitian Mama dalam merawat Si Kecil adalah bentuk kasih sayang yang membantu mendukung kesehatannya sejak hari pertama kehidupan.
Mama dapat mengunduh aplikasi Hallobumil untuk memperoleh informasi lengkap seputar perawatan bayi baru lahir, tumbuh kembang anak, dan kesehatan Mama.
Di dalamnya tersedia artikel edukatif, fitur kalkulator kehamilan, komunitas suportif, serta berbagai event menarik yang membantu perjalanan menjadi orang tua terasa lebih siap dan menyenangkan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)