Artikel/Kehamilan/Oligohidramnion: Kondisi Air Ketuban Sedikit Saat Hamil

Oligohidramnion: Kondisi Air Ketuban Sedikit Saat Hamil

Athika Rahma | Diterbitkan pada 22 Januari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Oligohidramnion terjadi saat jumlah air ketuban lebih sedikit dari normal. Kondisi ini perlu dipantau karena bisa berdampak pada janin. Simak penyebab, ciri, dan cara mengatasinya.
oligohidramnion-kondisi-air-ketuban-sedikit-saat-hamil

Selama kehamilan, air ketuban memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga tumbuh kembang janin di dalam rahim. Namun, pada beberapa kondisi, jumlah air ketuban bisa lebih sedikit dari seharusnya. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah oligohidramnion.

Mendengar diagnosis ini tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, Mama perlu memahami apa itu oligohidramnion, penyebabnya, serta langkah yang bisa dilakukan agar kehamilan tetap terpantau dengan baik.

Apa Itu Oligohidramnion?

Oligohidramnion adalah kondisi medis pada kehamilan ketika jumlah air ketuban berada di bawah batas normal sesuai usia kehamilan. Air ketuban sendiri merupakan cairan bening yang mengelilingi janin di dalam kantung ketuban.

Secara alami, jumlah air ketuban akan bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan dan mencapai puncaknya sekitar trimester ketiga.

Air ketuban membantu melindungi janin dari benturan, menjaga suhu di dalam rahim tetap stabil, serta mendukung perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan janin.

Ketika jumlahnya terlalu sedikit, fungsi-fungsi tersebut dapat terganggu sehingga kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis.

Berapa Jumlah Air Ketuban yang Normal?

Jumlah air ketuban normal berbeda pada setiap tahap kehamilan. Untuk menilai apakah air ketuban mencukupi, dokter biasanya menggunakan pemeriksaan USG dengan dua metode utama, yaitu Amniotic Fluid Index (AFI) dan Maximum Vertical Pocket (MVP).

Secara umum, air ketuban dianggap normal apabila nilai AFI berada di kisaran 5 hingga 25 cm. Jika AFI kurang dari 5 cm atau kantung cairan terdalam kurang dari 2 cm, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai oligohidramnion.

Jumlah air ketuban biasanya meningkat hingga usia kehamilan sekitar 36 minggu, lalu perlahan menurun menjelang persalinan. Oligohidramnio ringan masih bisa dianggap wajar, tetapi jika terlalu rendah (oligohidramnio berat), dokter akan melakukan pemantauan lebih lanjut.

Penyebab Oligohidramnion

Oligohidramnion dapat terjadi karena berbagai faktor, dan dalam beberapa kasus penyebab pastinya tidak selalu dapat ditentukan. Beberapa kondisi yang diketahui dapat meningkatkan risiko oligohidramnion antara lain:

  • Pecahnya ketuban sebelum waktunya, baik disadari maupun tidak, sehingga air ketuban keluar secara perlahan.
  • Gangguan pada plasenta yang menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke janin tidak optimal, sehingga produksi urine janin berkurang.
  • Kelainan pada ginjal atau saluran kemih janin yang menghambat pembentukan urine, terutama setelah trimester kedua.
  • Kehamilan yang melewati perkiraan waktu lahir, karena fungsi plasenta dapat menurun seiring waktu.
  • Kondisi kesehatan Mama, seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia, atau dehidrasi berat.

Penting untuk Mama pahami bahwa oligohidramnion bukanlah kesalahan Mama, dan sering kali terjadi di luar kendali ibu hamil.

Gejala Oligohidramnion

Sebagian besar kasus oligohidramnion tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga baru terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan rutin. Namun, beberapa ciri-ciri air ketuban sedikit yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Ukuran perut yang terasa lebih kecil dibandingkan usia kehamilan.
  • Gerakan janin yang terasa berkurang dari biasanya.
  • Keluar cairan dari vagina yang bisa menandakan adanya kebocoran air ketuban.

Karena gejalanya sering tidak spesifik, pemeriksaan rutin tetap menjadi cara terbaik untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.

Dampak Oligohidramnion bagi Janin dan Mama

Dampak oligohidramnion pada janin dan Mama dapat berbeda-beda, tergantung pada usia kehamilan saat kondisi ini terjadi dan seberapa rendah jumlah air ketuban.

Untuk janin

Pada janin, air ketuban yang terlalu sedikit dapat membatasi ruang gerak, sehingga berisiko menghambat perkembangan otot dan tulang. Jika terjadi pada trimester kedua, oligohidramnion juga dapat memengaruhi perkembangan paru-paru janin.

Selain itu, saat persalinan, rendahnya air ketuban dapat meningkatkan risiko tali pusat tertekan, yang bisa mengganggu suplai oksigen ke bayi.

Untuk Mama

Bagi Mama, dampak langsung biasanya berkaitan dengan proses persalinan, seperti meningkatnya kemungkinan tindakan medis tertentu atau persalinan sesar. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dipantau secara cermat.

Diagnosis Oligohidramnion

Diagnosis oligohidramnion umumnya dilakukan melalui pemeriksaan USG. Dokter akan mengukur jumlah air ketuban menggunakan metode AFI atau MVP untuk memastikan apakah cairan berada di bawah batas normal.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari kemungkinan penyebab air ketuban sedikit saat trimester 3, 2 bahkan 1, seperti kondisi plasenta, kesehatan janin, atau memastikan apakah terdapat kebocoran ketuban. Diagnosis yang tepat membantu menentukan langkah pemantauan dan penanganan yang sesuai.

Apakah Oligohidramnion Berbahaya?

Bahaya oligohidramnion bisa saja terjadi, tetapi tingkat bahayanya sangat bergantung pada kondisi masing-masing kehamilan. Jika terjadi ringan dan pada usia kehamilan yang sudah mendekati persalinan, risiko sering kali dapat dikelola dengan pemantauan yang baik.

Namun, jika terjadi lebih awal atau disertai kondisi medis lain, risiko komplikasi dapat meningkat. Kabar baiknya, banyak ibu hamil dengan oligohidramnion yang tetap melahirkan bayi sehat berkat pemantauan dan penanganan yang tepat dari tenaga kesehatan.

Cara Mengatasi Oligohidramnion

Penanganan oligohidramnion disesuaikan dengan usia kehamilan, penyebab, dan kondisi Mama serta janin. Beberapa cara mengatasi air ketuban sedikit yang umum dilakukan antara lain:

  • Pemantauan lebih sering melalui USG dan pemeriksaan denyut jantung janin.
  • Anjuran untuk meningkatkan asupan cairan, baik melalui minum air putih yang cukup maupun terapi cairan bila diperlukan.
  • Istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat jika disarankan dokter.
  • Perencanaan persalinan lebih awal apabila kondisi dinilai berisiko untuk dilanjutkan hingga cukup bulan.

Semua langkah ini akan diputuskan berdasarkan pertimbangan medis demi keselamatan Mama dan si kecil.

Pencegahan Oligohidramnion

Tidak semua kasus oligohidramnion dapat dicegah. Namun, beberapa upaya dapat membantu menurunkan risikonya, seperti:

  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal.
  • Menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup setiap hari.
  • Mengelola kondisi medis yang sudah ada sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari kebiasaan yang dapat berdampak buruk pada kehamilan.

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan kehamilan secara keseluruhan.

Kapan Ibu Hamil Harus Segera ke Dokter?

Mama disarankan segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami:

  • Keluar cairan dari vagina yang dicurigai sebagai air ketuban.
  • Penurunan gerakan janin yang signifikan.
  • Nyeri perut hebat, perdarahan, atau keluhan lain yang terasa tidak biasa.
  • Kekhawatiran mengenai perkembangan kehamilan atau hasil pemeriksaan sebelumnya.

Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah komplikasi dan memberikan rasa tenang bagi Mama.Oligohidramnion memang memerlukan perhatian khusus, tetapi dengan pemantauan rutin dan pendampingan tenaga kesehatan, kehamilan tetap dapat berjalan dengan aman.

Setiap kehamilan memiliki perjalanan yang unik, dan Mama berhak mendapatkan informasi yang tepat serta dukungan yang memadai.

Yuk, unduh Hallobumil untuk membaca artikel edukasi kehamilan, memantau perkembangan kehamilan, dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama lewat komunitasnya!

Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.

Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image