Seberapa Sering Ibu Hamil Harus Periksa Kandungan?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/KP38IHx9F0hheGGdBKnG-/original/0seberapa-sering-ibu-hamil-harus-periksa-kandungan.jpg)
Pemeriksaan kandungan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan Mama dan janin selama kehamilan. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya seberapa sering ibu hamil harus periksa kandungan, terutama ketika usia kehamilan terus bertambah.
Melalui pemeriksaan kehamilan rutin, dokter dapat memantau perkembangan janin sekaligus mendeteksi risiko sejak dini. Yuk, Ma, lanjutkan membaca untuk mengetahui jadwal kontrol kehamilan yang dianjurkan di setiap trimester agar Mama dan Si Kecil tetap sehat hingga waktu persalinan tiba.
Artikel lainnya: Mengenal Jenis, Jadwal dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
Mengapa Pemeriksaan Kandungan Rutin Itu Penting?
Pemeriksaan kandungan membantu memantau kondisi kesehatan Mama sekaligus memastikan tumbuh kembang janin berjalan sesuai usia kehamilan. Melalui pemeriksaan kehamilan rutin, dokter atau bidan dapat mendeteksi risiko sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Selain memantau pertumbuhan janin, kontrol kehamilan juga menjadi momen penting bagi Mama untuk berkonsultasi tentang keluhan yang dirasakan. Dengan kontrol teratur, Mama bisa lebih tenang menjalani kehamilan hingga mendekati persalinan.
Jadwal Ideal Periksa Kandungan Selama Kehamilan
Mengetahui jadwal periksa kandungan ibu hamil membantu Mama lebih siap mengatur waktu dan kebutuhan selama kehamilan. Jadwal ini umumnya dibagi berdasarkan trimester karena setiap tahap memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda.
Melalui jadwal yang teratur, tenaga medis dapat memantau perubahan kondisi Mama dan janin secara berkesinambungan. Inilah sebabnya periksa kandungan tiap trimester sangat dianjurkan. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Pemeriksaan kandungan trimester 1
Pada trimester pertama, pemeriksaan bertujuan memastikan kehamilan berkembang dengan baik sejak awal. Dokter biasanya memeriksa usia kehamilan, kondisi rahim, serta risiko awal seperti kehamilan ektopik.
Trimester ini juga menjadi waktu penting untuk mencatat riwayat kesehatan Mama. Informasi ini membantu menentukan frekuensi periksa kehamilan selanjutnya.
Pemeriksaan kandungan trimester 2
Memasuki trimester kedua, fokus pemeriksaan beralih pada pertumbuhan janin dan kondisi organ tubuhnya. Pemeriksaan USG biasanya dilakukan untuk menilai perkembangan fisik dan detak jantung janin.
Pada tahap ini, Mama juga mulai dipantau terkait tekanan darah dan berat badan. Jadwal kontrol yang teratur membantu mendeteksi risiko seperti anemia pada ibu hamil atau gangguan pertumbuhan janin.
Pemeriksaan kandungan trimester 3
Trimester ketiga difokuskan pada persiapan persalinan dan posisi janin. Pemeriksaan dilakukan lebih sering untuk memantau kondisi Mama dan memastikan janin siap lahir.
Dokter juga akan menilai tanda-tanda persalinan serta kemungkinan komplikasi. Oleh karena itu, seberapa sering ibu hamil harus periksa kandungan biasanya meningkat pada trimester ini.
Artikel lainnya: Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat USG Trimester Ketiga
Standar Minimal Pemeriksaan Kehamilan (ANC)
Pemeriksaan kehamilan memiliki standar minimal yang dikenal sebagai Antenatal Care atau ANC. Standar ini menjadi acuan agar kehamilan terpantau dengan baik dari awal hingga persalinan.
Dengan mengikuti jadwal ANC ibu hamil, risiko komplikasi dapat ditekan dan kesehatan Mama serta janin lebih terjaga. Standar ini juga membantu memastikan Mama mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan.
Rekomendasi WHO dan Kemenkes
WHO merekomendasikan minimal enam kali pemeriksaan kehamilan selama masa kehamilan. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menganjurkan pemeriksaan rutin sesuai trimester.
Rekomendasi ini dibuat berdasarkan pertimbangan medis untuk memantau kondisi Mama dan janin secara optimal. Dengan mengikuti anjuran tersebut, Mama tidak perlu bingung mengenai kontrol kehamilan berapa kali yang ideal.
Perbedaan kontrol ke bidan dan dokter kandungan
Kontrol kehamilan dapat dilakukan ke bidan maupun dokter kandungan sesuai kebutuhan. Bidan umumnya menangani kehamilan normal dan pemeriksaan rutin.
Sementara itu, dokter kandungan berperan menangani kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan atau risiko tertentu. Keduanya sama-sama penting dalam mendukung pemeriksaan kehamilan rutin.
Apa Saja yang Diperiksa Saat Kontrol Kehamilan?
Saat kontrol kehamilan, tenaga medis akan memeriksa kondisi fisik Mama seperti tekanan darah, berat badan, dan tinggi fundus rahim. Pemeriksaan ini membantu menilai kesehatan Mama dan pertumbuhan janin.
Selain itu, pemeriksaan penunjang seperti USG dan tes laboratorium juga dilakukan sesuai kebutuhan. Semua pemeriksaan ini bertujuan menjaga kehamilan tetap sehat hingga persalinan.
Kondisi Ibu Hamil yang Perlu Kontrol Lebih Sering
Beberapa kondisi membuat ibu hamil perlu kontrol lebih sering dari jadwal umum. Contohnya adalah kehamilan dengan riwayat penyakit tertentu atau kehamilan berisiko tinggi.
Dalam kondisi ini, dokter akan menyesuaikan frekuensi periksa kehamilan sesuai kebutuhan medis. Kontrol yang lebih intensif membantu mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
Artikel lainnya: Ini Perbedaan USG 2D, 3D, 4D, dan 5D yang Perlu Mama Tahu
Tips Agar Jadwal Periksa Kandungan Lebih Teratur
Agar jadwal kontrol tidak terlewat, Mama bisa mencatat tanggal pemeriksaan sejak awal kehamilan. Mengatur pengingat di ponsel juga membantu menjaga konsistensi kontrol.
Selain itu, pahami pentingnya pemeriksaan agar Mama lebih termotivasi untuk hadir sesuai jadwal. Dengan kontrol teratur, Mama tidak perlu ragu lagi mengenai jadwal periksa kandungan ibu hamil yang dianjurkan.
Agar Mama bisa mendapatkan lebih banyak informasi tepercaya seputar kehamilan, menyusui, dan tumbuh kembang anak, jangan ragu untuk bergabung dengan Komunitas Hallobumil. Di sana, Mama bisa berbagi pengalaman, bertanya langsung, dan saling mendukung dengan sesama Mama.
Selain itu, Mama juga bisa mengunduh aplikasi Hallobumil untuk memantau kehamilan, mendapatkan artikel kesehatan terbaru, serta tips praktis yang disesuaikan dengan fase kehamilan Mama setiap harinya, akses juga health tools Hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir).
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya! Semua mudah hanya dalam satu genggaman!




di semester pertama ini sering merasa seperti kembung kenapa tampilkan selengkapnya
- 3
dok...sayadiusiakandungan8minggu,kenapayaasukanyeriperutbagi tampilkan selengkapnya
- 1
๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ 7 ๐ฎ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฑ๐ข๐จ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๏ฟฝ tampilkan selengkapnya
- 1
Saya hamil 7 minggu pagi malam mual muntah, dan meludah teru tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, jika mual muntah terjadi 3x dalam sehari sampai tidak ada asupan yang masuk sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ya Ma. :) ^sr
- 0
Saya hamil 8 minggu,tapi jarang mual dan munrah apakah norma tampilkan selengkapnya
- 0
Hallo Mama, mengenai kondisi yang Mama alami, tergolong normal ya, karena gak semua bumil ngalamin mual muntah. Justru mama beruntung karena bisa jalanin masa kehamilan dengan lebih nyaman โค ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)