Artikel/Kehamilan/Naik Pesawat saat Hamil, Apakah Diperbolehkan?

Naik Pesawat saat Hamil, Apakah Diperbolehkan?

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 26 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ibu hamil boleh naik pesawat dengan syarat tertentu. Simak aturan berdasarkan usia kehamilan, risiko seperti pembekuan darah, serta tips aman agar perjalanan udara tetap nyaman dan sehat.
naik-pesawat-saat-hamil-apakah-diperbolehkan

Naik pesawat sering kali menjadi pilihan transportasi yang praktis, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Namun, tidak sedikit Mama yang merasa ragu atau cemas ketika harus naik pesawat saat hamil.

Pertanyaan seperti kapan bolehkah naik pesawat saat hamil, kapan naik pesawat saat hamil yang aman, hingga apa saja syarat ibu hamil naik pesawat kerap muncul sebelum memutuskan bepergian.

Pada dasarnya, ibu hamil yang sehat dan tidak memiliki komplikasi tertentu tetap diperbolehkan terbang. Meski begitu, ada beberapa risiko, aturan maskapai, serta tata cara ibu hamil naik pesawatyang perlu dipahami agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Menurut Mayo Clinic, perjalanan udara selama kehamilan yang tidak berisiko tinggi umumnya aman hingga usia kehamilan tertentu, dengan catatan Mama dalam kondisi sehat dan sudah berkonsultasi dengan dokter.

Risiko yang Mungkin Terjadi saat Bumil Naik Pesawat

Meski tergolong aman, tetap ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan naik pesawat saat hamil. Berikut beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi:

1. Perubahan tekanan udara

Di dalam kabin pesawat, tekanan udara lebih rendah dibandingkan permukaan tanah. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kadar oksigen ringan dalam darah.

Pada ibu hamil sehat, perubahan ini umumnya tidak berbahaya bagi janin. Namun, jika Mama memiliki anemia berat atau gangguan paru, risiko ini bisa meningkat.

2. Risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis/DVT)

Duduk terlalu lama selama penerbangan juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di kaki atau DVT.

Risiko ini memang lebih tinggi pada kehamilan karena adanya perubahan hormon dan tekanan rahim pada pembuluh darah. Umumnya,ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami DVT, terutama saat perjalanan panjang lebih dari 4 jam.

3. Ketidaknyamanan fisik

Perubahan tekanan dan posisi duduk lama dapat memperparah keluhan umum kehamilan seperti kaki bengkak dan nyeri pinggang.

Terlebih lagi, kursi sempit dan ruang gerak yang terbatas juga dapat membuat bumil cepat lelah. Selain itu, keluhan mual, muntah, perut kembung, serta nyeri punggung, juga bisa terasa lebih berat saat berada di pesawat.

4. Risiko persalinan mendadak

Pada usia kehamilan mendekati HPL, risiko kontraksi atau pecah ketuban saat penerbangan tentu menjadi pertimbangan besar. Karena itu, maskapai biasanya memiliki batasan usia kehamilan tertentu.

Mayo Clinic menyarankan untuk menghindari perjalanan udara setelah usia kehamilan 36 minggu (untuk kehamilan tunggal).

Usia Kehamilan yang Aman untuk Naik Pesawat

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, boleh naik pesawat saat hamil berapa bulan? Secara umum, trimester kedua (minggu ke-14 hingga ke-28) dianggap sebagai waktu paling aman untuk bepergian dengan pesawat. 

Pada trimester pertama, risiko mual berat dan keguguran masih cukup tinggi. Sedangkan di trimester ketiga, risiko persalinan prematur meningkat.

Berdasarkan penuturan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perjalanan udara relatif aman hingga usia kehamilan 36 minggu pada kehamilan tanpa komplikasi.

Namun, beberapa maskapai di Indonesia biasanya membatasi penerbangan hingga usia kehamilan 32–34 minggu, tergantung kebijakan masing-masing maskapai.

Syarat Ibu Hamil Bepergian Naik Pesawat

Sebelum terbang, penting memahami syarat ibu hamil naik pesawat yang berlaku secara medis maupun dari maskapai. Berikut yang perlu Mama perhatikan:

1. Surat keterangan dokter

Sebagian besar maskapai mewajibkan surat keterangan dokter, terutama jika usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Surat ini biasanya menyatakan usia kehamilan, kondisi kesehatan Mama, serta perkiraan tanggal persalinan. Surat keterangan dokter penting untuk memastikan Mama dalam kondisi layak terbang.

2. Batas usia kehamilan

Maskapai umumnya memiliki aturan berbeda, tetapi rata-rata membolehkan penerbangan hingga usia 36 minggu untuk kehamilan tunggal dan 32 minggu untuk kehamilan kembar, dengan persyaratan tambahan. Oleh karena itu, penting untuk mengecek kebijakan maskapai sebelum membeli tiket.

3. Tidak memiliki komplikasi kehamilan

Mama dengan riwayat perdarahan, preeklamsia, plasenta previa, atau risiko persalinan prematur biasanya tidak disarankan bepergian jauh.

Konsultasi dokter menjadi bagian penting dalam tata cara ibu hamil naik pesawat agar tidak menimbulkan risiko serius. Pada kehamilan risiko tinggi, dianjurkan untuk menghindari perjalanan udara jarak jauh.

Tips Lainnya agar Bumil Aman saat Naik Pesawat

Agar perjalanan tetap nyaman dan minim risiko, berikut beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:

  • Pilih kursi dekat lorong agar mudah berdiri dan berjalan.
  • Gunakan sabuk pengaman di bawah perut, tepat di panggul.
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Lakukan peregangan kaki setiap 1–2 jam.
  • Gunakan stocking kompresi bila perjalanan lebih dari 4 jam.
  • Hindari makanan terlalu asin untuk mencegah bengkak.
  • Bawa camilan sehat untuk menjaga kadar gula darah.
  • Simpan dokumen medis di tas kabin agar mudah diakses.

Selain itu, berjalan singkat di lorong pesawat setiap satu hingga dua jam dapat membantu mencegah pembekuan darah.

Secara umum, naik pesawat saat hamil aman dilakukan jika Mama dalam kondisi sehat dan tidak memiliki komplikasi kehamilan.

Waktu paling ideal adalah trimester kedua. Konsultasi dengan dokter sebelum berangkat adalah langkah terbaik untuk meminimalkan risiko.

Jika Bumil sedang merencanakan perjalanan dan ingin memastikan usia kehamilan sudah tepat, jangan lupa manfaatkan health tools Hallobumil untuk hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) agar perjalanan lebih terencana dan tenang.

Mama juga bisa download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan panduan kehamilan lengkap, mulai dari tips perjalanan hingga informasi trimester demi trimester yang terpercaya.

Ingin berbagi pengalaman atau bertanya langsung dengan sesama ibu hamil? Gabung ke komunitas Hallobumil supaya tidak merasa sendirian saat merencanakan perjalanan.

Jangan lewatkan berbagai event menarik dari Hallobumil yang sering menghadirkan edukasi kehamilan bersama para ahli. Karena perjalanan aman bukan hanya soal tiket dan koper, tetapi juga soal persiapan dan pengetahuan yang matang.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image