Artikel/Kehamilan/Hindari Traveling Saat Hamil Muda, Ini Alasannya!

Hindari Traveling Saat Hamil Muda, Ini Alasannya!

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Penting bagi Mama untuk mengetahui usia kehamilan yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Dengan begitu, traveling saat hamil akan terasa lebih nyaman.
hindari-traveling-saat-hamil-muda-ini-alasannya

dr. Indria Sari

Traveling memang menyenangkan sekaligus menyehatkan untuk fisik dan mental.

Bagi Mama yang sedang mengandung, mungkin berencana untuk melakukan perjalanan karena sedang bosan atau sekadar ingin menghirup udara segar sebelum kelahiran Si Kecil.

Namun, apakah boleh traveling saat hamil, terutama pada trimester pertama?

Kapan Traveling Diperbolehkan Saat Hamil?
Biasanya, ibu hamil akan dilarang untuk melakukan perjalanan jarak jauh saat kehamilan memasuki trimester awal dan trimester ketiga, atau 12 minggu pertama dan di atas 36 minggu.

Hal ini dikarenakan Mama akan sering merasa mual dan kelelahan di awal kehamilan. Risiko keguguran di awal kehamilan juga masih tinggi. Akan sangat berbahaya bagi Si Kecil jika Mama melakukan perjalanan jauh di usia kehamilan ini.

Sementara pada akhir kehamilan, Mama akan lebih sulit bergerak dan perlu duduk dalam waktu yang relatif lebih lama karena kelelahan.

Traveling sebaiknya baru dilakukan saat kehamilan berusia 14 hingga 28 minggu. Jika kehamilan Mama sehat, tidak mengalami masalah atau komplikasi apa pun, mungkin melakukan perjalanan kapan saja tidak menjadi masalah selama segalanya dipersiapkan dengan baik.

Namun, akan lebih baik jika Mama berkonsultasi kepada dokter kandungan sebelum melakukan traveling, sehingga dokter dapat menyarankan keperluan apa saja yang Mama butuhkan selama perjalanan.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Traveling?
Sebelum traveling saat hamil, sebaiknya Mama memperhatikan poin-poin di bawah ini:

1. Menentukan Destinasi Tujuan
Sebelum menuju ke tempat wisata, sebaiknya Mama mencari tahu segala hal mengenai tempat tersebut, baik dari segi kebersihan, keamanan, dan kesehatan lingkungan sekitar.

Hindari mengunjungi daerah-daerah yang terjangkit virus yang dapat membahayakan Si Kecil. Mama dapat menggali informasi ini dari internet, maupun dari saudara dan teman yang sudah pernah berkunjung ke daerah tersebut.

2. Lokasi Menginap Dekat dengan Pusat Kesehatan
Banyak hal tidak terduga yang dapat terjadi selama melakukan perjalanan wisata. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya Mama memilih penginapan yang dekat dengan rumah sakit.

3. Perhatikan Asupan Gizi
Saat traveling, bukan berarti Mama dapat mengonsumsi sembarang makanan. Mama tetap harus memakan makanan yang bergizi serta minum air yang cukup. Sebaiknya Mama membawa camilan dan minuman ke mana pun Mama pergi.

4. Traveling bersama Keluarga
Ajak pasangan, keluarga, atau orang terdekat untuk menemani Mama di saat traveling. Mama membutuhkan seseorang untuk mengawasi Mama agar selalu tetap dalam kondisi aman di saat hamil.

5. Buat Perjalanan Senyaman Mungkin
Saat traveling, pastikan untuk membawa barang-barang yang dapat membuat Mama nyaman, seperti bantal kecil, obat-obatan, dan pakaian longgar. Hal ini akan membantu Mama untuk menciptakan pengalaman babymoon yang menyenangkan.

6. Konsultasikan ke Dokter
Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dengan begitu, dokter dapat memutuskan apakah perjalanan Mama aman bagi Si Kecil atau tidak. Dokter juga dapat memberikan anjuran yang harus dilakukan sebelum traveling ke daerah tertentu, misalnya vaksinasi.

Kehamilan yang Tidak Diizinkan untuk Melakukan Traveling
Jika kehamilan Mama normal, tidak mengalami masalah atau komplikasi apa pun, Mama biasanya diperbolehkan oleh dokter kandungan untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat menghalangi ibu hamil untuk traveling, seperti:

  • Berusia di atas 35 tahun dan merupakan kehamilan pertama
  • Pendarahan vagina
  • Kehamilan kembar
  • Diabetes gestasional
  • Preeklampsia
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah pada serviks
  • Masalah pada plasenta
  • Pernah keguguran
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik
  • Pernah melahirkan secara prematur

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
40
32
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Nurul Umaira

kenapa hamil 9 minggu selalu nyeri tulang belakang dan nyeri tampilkan selengkapnya

  • 5
RI

kalo mudik pulang kampung lg hamil 9week spa boleh ka?

  • 2
EN

terimakasih untuk informasinya,ini sangat bermanfaat sekali๏ฟฝ tampilkan selengkapnya

  • 2
Admin MIMA

Hai Mama, terima kasih kembali ya. Semoga informasinya bermanfaat ya Ma dan jangan lupa untuk membaca artikel Hallobumil yang lainnya juga ya Ma. :) ^sr

  • 0
R

naik motor saat usia 9minggu mau buat jalan" agak jauh b tampilkan selengkapnya

  • 2
Admin MIMA

Hai Mama, boleh saja Ma, selama jaraknya tidak terlalu jauh, motornya tidak dikendarai dengan kencang, berhati-hati ketika melalui jalan yang berlubang atau bergelombang, serta posisi duduk Mama nyaman ๐Ÿ˜Š ^ak

  • 2
EF

tempat wisata seperti karimunjawa amankah untuk bumil TM 2 a tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Ma, kondisi tubuh saat hamil berbeda dari sebelum hamil, misalnya kulit yang lebih sensitif atau bahkan suhu tubuh yang lebih cepat naik. Oleh karena itu, agar berlibur ke pantai tetap dapat dinikmati Mama perlu lebih berhati-hati ya. :) ^sr

  • 1

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image