loading

Keputihan Saat Hamil Trimester 2 & 3: Normal atau Tanda Infeksi?

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Keputihan saat hamil trimester 2 dan 3 dapat terjadi karena perubahan hormon, tetapi juga bisa menandakan infeksi. Kenali ciri normal dan tanda yang perlu Mama waspadai. Simak selengkapnya di sini.
keputihan-saat-hamil-trimester-2-dan-3

Saat hamil, tubuh Mama mengalami berbagai perubahan, termasuk pada area kewanitaan. Keputihan saat hamil trimester 2 maupun keputihan saat hamil trimester 3 dapat menjadi lebih banyak dibandingkan sebelum hamil.

Selama cairannya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak disertai gatal atau nyeri, kondisi ini umumnya merupakan bagian dari perubahan normal selama kehamilan.

Namun, Mama tetap perlu memperhatikan perubahan warna, bau, dan tekstur cairan. Keputihan yang berwarna hijau atau kuning, keputihan berbau tidak sedap, disertai gatal atau rasa sakit saat buang air kecil dapat menjadi tanda infeksi vagina.

Pada trimester ketiga, cairan yang sangat encer dan terus merembes juga perlu dibedakan dari air ketuban.

Artikel lainnya: Normalkah Keputihan Saat Hamil? Cek Penyebabnya & Solusinya

Mengapa Keputihan Bertambah di Trimester 2 dan 3?

Keputihan yang semakin banyak selama kehamilan umumnya berkaitan dengan perubahan fisiologis tubuh.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, peningkatan hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina dapat merangsang produksi cairan vagina sehingga Mama mungkin merasa area kewanitaan lebih lembap. Kondisi ini disebut leukorea atau leukorrhea fisiologis.

Jumlah cairan juga dapat semakin bertambah ketika usia kehamilan mendekati persalinan. Jadi, Mama tidak perlu langsung khawatir hanya karena frekuensi atau jumlah keputihan meningkat. Yang lebih penting adalah memperhatikan apakah ada perubahan yang tidak biasa atau keluhan lain yang menyertainya. 

Berikut beberapa alasan keputihan yang lebih banyak di trimester 2 dan trimester 3:

Peran hormon estrogen dan aliran darah

Selama kehamilan, kadar estrogen meningkat dan aliran darah ke area panggul serta vagina menjadi lebih banyak. Perubahan tersebut dapat membuat jaringan vagina lebih banyak menghasilkan sekret sehingga keputihan saat hamilmenjadi lebih terlihat.

Untuk itu, bertambahnya keputihan tanpa gejala lain biasanya bukan tanda adanya masalah. Keputihan fisiologis justru merupakan salah satu perubahan tubuh yang umum terjadi selama kehamilan.

Fungsi keputihan sebagai perlindungan vagina

Keputihan normal membantu menjaga lingkungan vagina dan dapat membantu mencegah infeksi naik dari vagina menuju rahim. Cairan vagina yang normal biasanya tipis, bening atau putih susu, serta tidak memiliki bau yang tidak menyenangkan.

Jadi, Mama tidak perlu berusaha menghilangkan seluruh cairan vagina. Selama karakteristiknya masih normal dan tidak menimbulkan keluhan, keputihan merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh selama kehamilan.

Artikel lainnya: Perbedaan Keputihan Mau Haid dan Hamil

Keputihan Saat Hamil Trimester 2

Pada trimester kedua, produksi cairan vagina dapat meningkat seiring perubahan hormon. Mama mungkin mendapati pakaian dalam lebih cepat lembap atau melihat cairan vagina lebih sering dibandingkan sebelum hamil. Selama karakteristiknya masih normal, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Ciri Keputihan Normal di Trimester 2

Keputihan normal saat hamil umumnya memiliki ciri-ciri berikut:

  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Teksturnya tipis, licin, atau sedikit lengket.
  • Tidak memiliki bau menyengat atau tidak sedap.
  • Tidak menyebabkan rasa gatal.
  • Tidak menimbulkan rasa terbakar atau perih.
  • Tidak disertai nyeri panggul.

Ciri-ciri tersebut sesuai dengan gambaran keputihan fisiologis selama kehamilan. Bila cairan hanya bertambah banyak tetapi tidak disertai perubahan warna, bau, maupun keluhan lainnya, Mama biasanya tidak perlu terlalu khawatir.

Infeksi jamur paling sering muncul di trimester 2

Kehamilan dapat membuat Mama lebih rentan mengalami infeksi jamur atau thrush. Salah satu gambaran khasnya adalah cairan putih dan kental yang menggumpal seperti keju cottage.

Dalam bahasa sehari-hari, teksturnya terkadang disamakan dengan ampas tahu. Biasanya, kondisi ini juga disertai gatal dan iritasi di sekitar vagina.

Jadi, keputihan menggumpal saat hamil tua atau sejak trimester kedua sebaiknya tidak hanya dinilai dari bentuk cairannya.

Jika disertai gatal, kemerahan, rasa perih, atau sakit saat buang air kecil, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk memastikan apakah penyebabnya memang infeksi jamur.

Mama juga sebaiknya tidak membeli dan menggunakan obat keputihan sendiri selama hamil. National Health Service (NHS) menyarankan ibu hamil berkonsultasi dengan dokter atau bidan sebelum menggunakan obat untuk thrush karena tidak semua obat antijamur cocok digunakan selama kehamilan.

Dokter mungkin akan meresepkan obat Flagystatin, yang mengandung metronidazole dan nystatin. Namun, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan hanya berdasarkan gejala atau rekomendasi orang lain, karena tidak semua keputihan membutuhkan pengobatan yang sama.

Selama hamil, penggunaan Flagystatin maupun obat keputihan lainnya harus mengikuti resep dan petunjuk dokter. Mama sebaiknya tidak mengubah dosis, lama penggunaan, menghentikan obat, atau menggantinya dengan obat lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu, ya!

Gambar keputihan trimester 2: normal vs waspada

keputihan saat hamil trimester 2 dan 3

Mama mungkin mencari gambar keputihan saat hamil untuk mengetahui apakah cairan yang keluar tergolong normal. Namun, foto saja tidak dapat memastikan penyebab keputihan karena beberapa kondisi dapat memiliki tampilan yang mirip.

Diagnosis infeksi biasanya membutuhkan penilaian gejala dan, bila diperlukan, pemeriksaan cairan vagina.

Sebagai gambaran, cairan yang bening atau putih susu, tipis, dan tidak berbau menyengat lebih sesuai dengan keputihan normal.

Sementara itu, cairan yang berubah menjadi hijau, kuning, berbusa, abu-abu, sangat menggumpal, atau disertai bau dan gatal perlu diperiksakan.

Artikel lainnya: 15 Keluhan Ibu Hamil pada Trimester Kedua

Keputihan Saat Hamil Trimester 3

Pada trimester ketiga, keputihandapat semakin banyak. Hal ini masih bisa dikategorikan dalam perubahan normal, terutama jika cairannya tetap bening atau putih susu dan tidak menimbulkan keluhan.

Namun, trimester ketiga membutuhkan perhatian lebih karena cairan dari vagina dapat berasal dari beberapa kondisi berbeda, termasuk keputihan, lendir serviks, urine, atau air ketuban.

Jika cairannya terasa sangat encer dan terus keluar, Mama sebaiknya segera menghubungi tenaga kesehatan, ya.

Ciri keputihan normal di trimester 3

Keputihan normal pada trimester ketiga umumnya tetap memiliki karakter yang sama, yaitu bening atau putih susu, relatif tipis, dan tidak berbau tidak sedap. Jumlahnya dapat meningkat menjelang persalinan.

Jika cairan berubah menjadi kuning atau hijau, memiliki bau menyengat, terasa gatal, atau menyebabkan nyeri saat buang air kecil, Mama sebaiknya berkonsultasi. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi vagina.

Lendir bertambah menjelang persalinan

Menjelang persalinan, Mama mungkin melihat lendir yang lebih kental dan menyerupaI gel keluar dari vagina.

Lendir tersebut dapat berwarna bening atau putih, tetapi terkadang terdapat sedikit garis darah sehingga terlihat merah muda atau kecokelatan. Kondisi ini dikenal sebagai show dan terjadi ketika sumbat lendir pada leher rahim mulai keluar.

Keluarnya lendir tersebut merupakan salah satu tanda bahwa tubuh mulai mempersiapkan persalinan, tetapi bukan berarti persalinan pasti dimulai dalam beberapa jam. Waktu munculnya persalinan setelah show dapat berbeda-beda pada setiap Mama.

Keputihan di trimester 3 yang perlu diwaspadai

Warna keputihan tidak normal saat hamil antara lain hijau, kuning, atau abu-abu, terutama jika disertai bau yang kuat, gatal, rasa terbakar, atau nyeri. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda infeksi vagina sehingga perlu diperiksa.

banner

Salah satu contohnya adalah bacterial vaginosis (BV). Kondisi BV dapat menyebabkan cairan vagina berwarna putih atau abu-abu dan memiliki bau seperti amis.

Pada ibu hamil, BV yang bergejala perlu diperiksa dan ditangani karena berkaitan dengan peningkatan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah.

Untuk itu, keputihan gatal dan berbau saat hamil sebaiknya tidak dianggap sebagai keputihan biasa. Mama sebaiknya tidak mencoba mengatasi penyebabnya sendiri tanpa mengetahui apakah keluhannya disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, atau kondisi lainnya.

Keputihan, Air Ketuban, atau Lendir Persalinan? Cara Membedakannya

Memasuki trimester ketiga, membedakan keputihan dengan air ketuban memang tidak selalu mudah. Keputihan biasanya lebih kental, sedangkan air ketuban cenderung berupa cairan yang encer.

Air ketuban dapat keluar sebagai rembesan kecil yang terus-menerus atau tiba-tiba terasa seperti semburan. Untuk itu, perbedaan keputihan dan air ketuban sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan warna atau jumlah cairan.

Jika Mama merasa cairan terus merembes dan membuat pakaian dalam atau pembalut terus basah, hubungi dokter, bidan, atau fasilitas persalinan untuk memastikan apakah ketuban sudah pecah.

Kondisi

Ciri yang Umum

Yang Perlu Mama Lakukan

Keputihan normal

Bening/putih susu, relatif tipis, tidak berbau menyengat

Pantau dan jaga kebersihan

Infeksi vagina

Warna atau tekstur berubah, bau tidak sedap, gatal atau perih

Konsultasikan dengan dokter/bidan

Lendir persalinan

Kental, lengket seperti gel, dapat disertai sedikit darah

Perhatikan tanda persalinan dan usia kehamilan

Air ketuban

Sangat encer, dapat merembes terus atau keluar seperti semburan

Segera hubungi tenaga kesehatan

Perlu diingat, tabel ini hanya memberikan gambaran, bukan alat diagnosis. Jika Mama tidak yakin dengan cairan yang keluar, pemeriksaan langsung lebih aman daripada mencoba memastikan sendiri di rumah.

Tanda yang harus segera ke IGD

Segera cari pertolongan medis jika Mama mengalami cairan sangat encer yang terus merembes atau keluar seperti semburan, terutama bila usia kehamilan belum 37 minggu.

Ketuban yang pecah sebelum 37 minggu disebut preterm prelabor rupture of membranes dan membutuhkan evaluasi medis. 

Mama juga perlu segera diperiksa jika muncul perdarahan dari vagina selama kehamilan, kontraksi teratur, nyeri perut atau punggung yang kuat, atau cairan vagina yang berwarna tidak biasa.

Perdarahan selama kehamilan perlu dilaporkan kepada tenaga kesehatan, terutama bila jumlahnya banyak atau disertai keluhan lain.

Artikel lainnya: Perbedaan Keputihan yang Normal dan yang Tidak Normal

Tabel Ringkas: Normal vs Waspada per Trimester

Secara umum, bertambahnya jumlah keputihan selama kehamilan dapat merupakan hal normal. Namun, perubahan warna, bau, tekstur, atau munculnya keluhan lain perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi yang membutuhkan pemeriksaan.

Trimester

Cenderung Normal

Perlu Diwaspadai

Trimester 2

Bening/putih susu, tipis, tidak berbau dan tidak gatal.

Hijau, kuning, abu-abu, berbau, menggumpal disertai gatal atau nyeri.

Trimester 3

Cairan lebih banyak, bening/putih, tidak berbau menyengat.

Cairan sangat encer dan terus merembes, perdarahan, bau tidak sedap, gatal, nyeri atau kontraksi.

Menjelang persalinan

Lendir lebih kental seperti gel, dapat sedikit merah muda.

Lendir keluar sebelum 37 minggu disertai kontraksi atau perdarahan.

Risiko Bila Keputihan Abnormal Dibiarkan

Keputihan abnormal bukanlah satu penyakit tertentu. Penyebabnya bisa bermacam-macam, sehingga risikonya juga berbeda.

Infeksi jamur, misalnya, umumnya tidak membahayakan bayi yang belum lahir, tetapi tetap perlu ditangani dengan pilihan obat yang sesuai untuk kehamilan.

Sebaliknya, beberapa infeksi seperti bacterial vaginosis dapat berkaitan dengan komplikasi kehamilan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa ibu hamil dengan BV memiliki kemungkinan lebih tinggi melahirkan prematur atau melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, sehingga BV yang bergejala perlu diperiksa dan ditangani. 

Jadi, istilah bahaya keputihan bagi janin tidak berarti semua keputihan akan membahayakan Si Kecil.

Risikonya bergantung pada penyebab dan kondisi yang mendasarinya. Yang terpenting, Mama tidak mengabaikan keputihan yang berubah atau disertai gejala lain.

Beberapa risiko yang dapat berkaitan dengan infeksi tertentu antara lain:

  • Peningkatan risiko persalinan prematur pada beberapa jenis infeksi.
  • Risiko berat lahir rendah pada kondisi tertentu seperti BV.
  • Infeksi pada Mama yang dapat membutuhkan pengobatan.
  • Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkaitan dengan pecahnya ketuban sebelum waktunya.

Cara Menjaga Kenyamanan Area Kewanitaan

Mama tidak perlu menggunakan berbagai produk pembersih khusus secara berlebihan. Menjaga area kewanitaan tetap bersih dan kering, mengganti pakaian dalam ketika lembap, serta menghindari produk berpewangi dapat membantu mengurangi iritasi. 

Beberapa kebiasaan sederhana menjaga kebersihan area kewanitaan yang bisa Mama lakukan:

  • Ganti pakaian dalam ketika terasa lembap atau basah.
  • Pilih pakaian dalam yang nyaman dan memungkinkan sirkulasi udara.
  • Hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi.
  • Jangan melakukan vaginal douching atau menyemprotkan cairan ke dalam vagina.
  • Keringkan area kewanitaan setelah buang air kecil, buang air besar, atau mandi.
  • Jangan menggaruk area yang terasa gatal.
  • Jangan menggunakan obat keputihan tanpa berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Jika keputihan tiba-tiba berubah warna, bau, atau teksturnya, Mama sebaiknya tidak hanya berusaha membersihkannya lebih sering. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari tahu penyebabnya sehingga pengobatan yang diberikan benar-benar sesuai. 

Artikel lainnya: 10 Rekomendasi Obat Keputihan untuk Ibu Hamil yang Aman

Kapan Harus ke Dokter?

Mama sebaiknya berkonsultasi jika keputihan berubah menjadi hijau, kuning, abu-abu, atau memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan. Gatal, rasa perih, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul juga merupakan alasan untuk memeriksakan diri.

Flek keputihan saat hamil juga perlu diperhatikan. Lendir yang sedikit berwarna merah muda atau mengandung sedikit darah dapat terjadi sebagai show menjelang persalinan.

Namun, perdarahan yang banyak bukan kondisi yang sebaiknya ditunggu di rumah dan perlu segera mendapatkan penilaian medis.

Terutama pada trimester ketiga, segera hubungi tenaga kesehatan jika cairan terasa sangat encer dan terus merembes atau keluar seperti semburan.

Tidak selalu mudah membedakan air ketuban dari urine atau cairan vagina hanya berdasarkan sensasinya, sehingga pemeriksaan diperlukan bila Mama merasa ragu.

Keputihan saat hamil trimester 2 dan keputihan saat hamil trimester 3 dapat menjadi bagian normal dari perubahan tubuh Mama.

Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu, relatif tipis, dan tidak menimbulkan bau menyengat, gatal, maupun rasa perih.

Namun, Mama tetap perlu mengenali ciri keputihan tanda infeksi, seperti perubahan warna menjadi hijau, kuning, atau abu-abu, bau yang tidak sedap, tekstur yang tidak biasa, serta rasa gatal atau nyeri.

Bila cairan sangat encer dan terus merembes, terutama pada trimester ketiga, jangan lupa mempertimbangkan kemungkinan air ketuban dan segera periksakan diri.

Perjalanan kehamilan memang penuh dengan perubahan kecil yang kadang membuat Mama bertanya-tanya.

Untuk menemani Mama memahami perubahan tubuh dan perkembangan Si Kecil, Mama bisa mengunduh aplikasi Hallobumil dan mendapatkan berbagai informasi kehamilan dalam satu tempat.

Pastikan Mama registrasi di aplikasi kehamilan ini untuk mendapatkan berbagai informasi kehamilan dan kesehatan janin dalam satu tempat.

Kalau Mama sedang ingin bertanya, berbagi pengalaman, atau sekadar menemukan teman seperjalanan, Mama juga bisa bergabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil.

Berbagi cerita dengan sesama Mama bisa menjadi salah satu cara untuk menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan merasa tidak sendirian.

Untuk Mama yang sedang menghitung usia kehamilan dan memperkirakan kapan Si Kecil akan lahir, Health Tools Hitung HPL juga bisa dimanfaatkan secara praktis.

Mama dapat menggunakannya untuk mendapatkan perkiraan hari lahir sekaligus membantu memantau perjalanan kehamilan.

Dan kalau Mama ingin mendapatkan informasi kehamilan langsung dari para ahli dalam suasana yang lebih interaktif, Mama juga bisa mengikuti event kesehatan kehamilan.

Dari obrolan seputar kehamilan sampai persiapan persalinan dan menyusui, acara seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk menambah bekal sekaligus bertemu dengan Mama lainnya.

banner
Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image