Artikel/Kehamilan/Normalkah Keputihan Saat Hamil? Cek Penyebabnya & Solusinya

Normalkah Keputihan Saat Hamil? Cek Penyebabnya & Solusinya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 27 November 2025
Ditinjau oleh dr. Venny Beauty
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Keputihan saat hamil adalah hal yang normal karena peningkatan produksi cairan di vagina untuk melindungi dari infeksi. Namun, ada beberapa ciri keputihan yang juga harus Mama waspadai.
normalkah-keputihan-saat-hamil

Keputihan saat hamil adalah hal yang umum dialami oleh sebagian besar Mama. Bahkan, banyak calon Mama yang baru menyadari kalau jumlah keputihan meningkat setelah positif hamil.

Kondisi ini sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh untuk melindungi area kewanitaan dari infeksi. Sayangnya, tidak semua keputihan bersifat normal.

Ada pula keputihan abnormal saat hamil yang bisa menjadi tanda infeksi vagina saat hamil, yang tentu perlu mendapatkan perhatian lebih. Memahami perbedaan antara keputihan normal ibu hamil dan yang tidak normal akan membantu Mama menjaga kesehatan diri dan janin.

Keputihan saat Hamil Itu Seperti Apa?

Keputihan saat hamil biasanya meningkat karena pengaruh hormon estrogen dan aliran darah ke area panggul yang semakin besar.

Kondisi ini membuat kelenjar di vagina menghasilkan cairan lebih banyak sebagai bentuk perlindungan alami. Selama warnanya putih susu atau bening, tidak berbau menyengat, dan tidak menimbulkan rasa gatal, biasanya keputihan tersebut normal.

Menurut Healthline, peningkatan keputihan adalah bagian alami dari kehamilan dan berfungsi menjaga keseimbangan bakteri baik di vagina serta mencegah infeksi vagina saat hamil.

Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Aman untuk Ibu Hamil

Keputihan saat hamil sebenarnya merupakan bagian dari proses alami tubuh untuk menjaga vagina tetap bersih dan terlindungi dari infeksi. Karena itulah jumlah cairan bisa meningkat seiring perubahan hormon.

Agar Mama tidak bingung membedakan mana keputihan normal ibu hamil dan mana yang termasuk keputihan abnormal saat hamil, berikut ciri-ciri keputihan yang masih aman dan tidak berbahaya:

  • Warnanya bening atau putih susu, menandakan cairan fisiologis yang umum terjadi selama kehamilan.
  • Tidak memiliki bau menyengat, hanya aroma ringan yang masih tergolong wajar.
  • Teksturnya encer atau sedikit kental, tidak menggumpal atau berbentuk seperti keju.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau perih, sehingga tidak membuat Mama merasa tidak nyaman saat beraktivitas.
  • Jumlahnya dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, selama tidak berubah warna menjadi keputihan hijau/kuning saat hamil.

Menurut Mayo Clinic, keputihan normal selama kehamilan adalah bagian dari mekanisme perlindungan tubuh untuk mencegah infeksi vagina saat hamil.

Tanda-Tanda Keputihan Abnormal yang Perlu Diwaspadai

Meskipun keputihan saat hamil bisa meningkat karena perubahan hormon, Mama tetap perlu waspada jika muncul tanda-tanda yang tidak biasa.

Keputihan abnormal saat hamil sering menjadi sinyal bahwa ada infeksi vagina saat hamil yang perlu segera ditangani. Tanda-tanda keputihan abnormal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Warna berubah menjadi kuning atau hijau, terutama jika tampak lebih pekat atau berbusa. Keputihan hijau/kuning saat hamil sering menandakan adanya infeksi.
  • Aroma amis atau bau sangat menyengat, berbeda dengan aroma ringan yang biasanya muncul pada keputihan normal.
  • Tekstur menggumpal seperti keju, yang sering menjadi tanda infeksi jamur penyebab keputihan gatal saat hamil.
  • Muncul rasa gatal, panas, atau perih, baik di area vagina maupun saat buang air kecil.
  • Disertai nyeri pada panggul atau perdarahan, yang bisa menjadi tanda gangguan lain dan perlu segera diperiksa.

Menurut Cleveland Clinic, perubahan warna yang signifikan, terutama keputihan berwarna hijau atau kuning, sering kali menjadi gejala infeksi yang memerlukan penanganan medis.

Penyebab Umum Keputihan Abnormal Saat Hamil

Ketika perubahan keputihan mulai terlihat berbeda dari biasanya, baik dari warna, bau, maupun teksturnya sering kali hal ini berkaitan dengan infeksi tertentu.

Infeksi vagina saat hamil rentan terjadi karena perubahan hormon dapat mengganggu keseimbangan bakteri di area kewanitaan. Memahami penyebabnya membantu Mama mengenali kondisi lebih cepat dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

1. Infeksi jamur (kandidiasis vagina)

Infeksi jamur adalah penyebab keputihan gatal saat hamil yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika jamur Candida tumbuh berlebihan akibat perubahan hormon dan kelembapan area intim.

Keputihannya biasanya berwarna putih pekat, menggumpal seperti keju, disertai gatal intens, kemerahan, dan rasa terbakar. Kandidiasis sering muncul pada ibu hamil karena peningkatan estrogen yang membuat jamur lebih mudah berkembang.

2. Vaginosis bakterialis (BV)

Vaginosis Bakterialis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri di vagina terganggu sehingga bakteri jahat lebih mendominasi. Keputihan akibat BV biasanya encer, berwarna abu-abu atau putih tipis, dan memiliki bau amis kuat.

BV merupakan salah satu penyebab keputihan abnormal saat hamil yang perlu diwaspadai, karena jika tidak diobati dapat meningkatkan risiko ketuban pecah dini atau kelahiran prematur.

3. Trikomoniasis atau infeksi menular seksual (IMS)

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan termasuk infeksi menular seksual. Keputihan biasanya berwarna kuning-hijau, berbusa, dan berbau menyengat.

Kondisi tersebut merupakan salah satu penyebab keputihan gatal saat hamil. Trikomoniasis merupakan penyebab keputihan hijau/kuning saat hamil yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan jika tidak segera ditangani.

Dampak Keputihan Abnormal pada Mama dan Janin

Keputihan abnormal saat hamil bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan Mama dan janin jika dibiarkan tanpa penanganan.

Infeksi vagina saat hamil yang tidak diobati bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, terutama jika disertai perubahan warna seperti keputihan hijau/kuning saat hamil, bau menyengat, atau rasa gatal yang berat.

Berikut sejumlah dampak yang dapat terjadi ketika keputihan abnormal tidak segera ditangani:

  • Risiko infeksi menyebar ke saluran kemih, terutama jika penyebabnya adalah bakteri. Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan.
  • Ketuban pecah dini (KPD), terutama pada kondisi seperti vaginosis bakterialis (BV) atau trikomoniasis.
  • Kelahiran prematur, karena infeksi tertentu dapat memicu kontraksi lebih cepat dari waktunya.
  • Berat badan lahir rendah, akibat gangguan perkembangan janin ketika infeksi terjadi dalam jangka panjang.
  • Rasa tidak nyaman yang semakin parah, seperti gatal, nyeri, atau iritasi, yang dapat mengganggu aktivitas harian Mama.

Cara Mengatasi dan Mencegah Keputihan Abnormal Saat Hamil

Ketika Mama mulai merasakan keputihan berbeda dari biasanya, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan area kewanitaan dan mengurangi faktor pemicu iritasi.

Cara mengatasi keputihan ibu hamil tidak selalu harus dengan obat, banyak hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari untuk membantu mencegah infeksi vagina saat hamil dan menjaga pH area intim tetap seimbang.

1. Jaga kebersihan area intim

Menjaga kebersihan vagina adalah langkah paling dasar untuk mencegah keputihan abnormal saat hamil. Cukup cuci area kewanitaan dengan air bersih, keringkan dengan lembut, dan hindari menggosok terlalu kuat.

Mama juga disarankan mengganti celana dalam ketika lembap untuk mencegah pertumbuhan jamur, salah satu penyebab keputihan gatal saat hamil.

2. Hindari pakaian ketat dan bahan sintetis

Pakaian dalam berbahan sintetis atau celana yang terlalu ketat membuat area vagina lebih lembap.

Kondisi ini menjadi lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Pilih pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan lebih ramah untuk kulit sensitif ibu hamil.

3. Hindari penggunaan pembersih vagina beraroma

Sabun atau pembersih vagina beraroma kuat dapat mengubah keseimbangan bakteri baik di vagina. Penggunaan jangka panjang malah bisa memicu infeksi seperti BV atau kandidiasis.

Jika ingin membersihkan area intim, cukup gunakan air atau produk yang pH-nya lembut dan tidak mengandung parfum.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian keputihan saat hamil masih tergolong normal, Mama sebaiknya tidak menunda untuk memeriksakan diri jika muncul tanda-tanda yang tidak biasa.

Segera hubungi dokter bila keputihan berubah warna menjadi kuning atau hijau, berbau tajam, muncul rasa gatal atau perih yang membuat tidak nyaman, keluar darah, atau disertai nyeri pada perut bagian bawah.

Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi vagina saat hamil yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan medis agar tidak menimbulkan risiko bagi Mama maupun janin.

Jika keluhan tidak membaik setelah melakukan perawatan dasar di rumah, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan untuk memastikan keamanan kehamilan.

Agar Mama bisa lebih tenang dalam memantau kesehatan selama hamil, jangan ragu untuk memanfaatkan berbagai dukungan yang tersedia.

Mama dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk bertukar pengalaman dengan sesama calon Mama, sekaligus mendapatkan insight langsung dari para ahli.

Selain itu, Mama juga bisa mengikuti webinar Hallobumil yang rutin menghadirkan dokter kandungan dan konselor laktasi untuk membahas berbagai topik penting seputar kehamilan.

Jangan lupa mengunduh aplikasi Hallobumil agar Mama lebih mudah memantau perkembangan kehamilan harian hingga mendapat rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi.

Bila Mama ingin mempersiapkan persalinan dengan lebih matang, manfaatkan juga health tools seperti kalkulator HPL yang membantu memperkirakan tanggal lahir si kecil. Semua fitur ini membantu Mama menjalani kehamilan dengan lebih percaya diri dan nyaman.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
33
57
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
D

aku hamil 12 minggu masih mual muntah

  • 8
Admin MIMA

Hai Mama, hal ini tergolong normal ya karena adanya perubahan hormonal saat hamil. Untuk mengatasinya, Mama bisa perbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi, makan makanan yang mengandung cairan dan istirahat yang cukup ya Ma :) ^aw

  • 0
M

ada gak sih yg hamil 12 minggu bb turun terus padahal makan tampilkan selengkapnya

  • 6
Admin MIMA

Hai Ma, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti asupan nutrisi, faktor aktifitas dan kesehatan. Agar kebutuhan nutrisi Mama terpenuhi, terapkan pola makan yang baik yaitu makan utama 3 kali sehari dan diselingan ya Ma. :) ^sr

  • 0
AD

bun ada gak yang hamil 12minggu masih mual aja

  • 5
Admin MIMA

Hai Mama, untuk mual saat hamil masih tergolong wajar ya karena disebabkan adanya perubahan hormonal saat hamil. Cara untuk mengatasinya yaitu Mama bisa makan sedikit-sedikit asalkan sering dan makan makanan yang mengandung banyak cairan :) ^aw

  • 1
CH

Alhamdulillah aku Uda ga mual cuma ulu ati suka sakit knpa y tampilkan selengkapnya

  • 4
Admin MIMA

Hai Mama, untuk ulu hati yang nyeri ini dapat disebabkan karena naiknya asam lambung. Untuk mencegah hal ini yaitu hindari perut kosong, kurangi makanan pedas dan asam, dan istirahat yang cukup ya Ma :) ^aw

  • 0
DP

12 minggu ulu hati sering sakit kenapa ya

  • 3
Admin MIMA

Hai Mama, nyeri pada ulu hati dapat disebabkan karena naiknya asam lambung. Cara untuk mencegah hal ini yaitu hindari perut kosong, hindari makanan pedas dan asam, hindari stress, atur jadwal makan dengan pola porsi kecil dan frekuensi lebih sering :) ^aw

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image