:strip_icc():format(webp)/hb-article/BBPPrOEKey_JACdWnVz7C/original/lmb84xcgz9k6leal4gl2b9x36l5yterj.png)
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, sehingga tidak heran jika calon Mama mulai memperhatikan berbagai tanda yang muncul. Salah satu hal yang sering membuat penasaran adalah jenis kelamin bayi.
Tidak sedikit yang mencari ciri-ciri hamil anak perempuan dengan melihat bentuk perut, intensitas mual, selera makan, kondisi kulit, hingga detak jantung janin.
Namun, pada awal kehamilan atau trimester pertama, perkembangan genital janin laki-laki maupun perempuan masih terlihat sangat identik. Oleh karena itu, gejala fisik atau sekadar pengamatan luar belum dapat digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi.
Berbagai kepercayaan tersebut memang sudah lama beredar di masyarakat dan menarik untuk diketahui sebagai bagian dari mitos kehamilan. Meski begitu, calon Mama sebaiknya tidak menjadikannya sebagai patokan medis.
Perubahan tubuh selama kehamilan lebih banyak dipengaruhi oleh fluktuasi hormon, pertumbuhan janin, kondisi fisik Mama secara keseluruhan, serta usia kehamilan.
Untuk mengetahui jenis kelamin dengan lebih akurat, pemeriksaan medis seperti USG dapat dilakukan pada waktu yang tepat.
Artikel lainnya: Pemeriksaan USG untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi
Mitos Ciri Hamil Anak Perempuan dan Faktanya
Berikut 10 tanda hamil anak perempuan yang masih sering beredar di masyarakat beserta penjelasan medisnya:
1. Detak jantung janin lebih dari 140 kali per menit
Salah satu ciri-ciri hamil anak perempuan yang paling populer adalah detak jantung janin lebih dari 140 kali per menit.
Kepercayaan ini muncul dari anggapan bahwa jantung janin perempuan berdetak lebih cepat dibandingkan janin laki-laki. Padahal, detak jantung janin dapat berubah-ubah sesuai usia kehamilan dan aktivitas janin.
Secara medis, detak jantung janin tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin. Kisaran detak jantung janin umumnya berada di angka 110–160 kali per menit, dan dapat meningkat atau menurun ketika janin bergerak.
Berdasarkan Cleveland Clinic, 140 berada di tengah rentang normal tersebut dan tidak ada perbedaan bermakna antara detak jantung janin laki-laki dan perempuan.
artikel lainnya: Ini Ciri-Ciri Hamil Muda yang Perlu Diketahui
2. Morning Sickness lebih parah
Mual dan muntah yang lebih berat sering dianggap sebagai tanda Mama sedang mengandung bayi perempuan.
Anggapan ini tidak sepenuhnya muncul tanpa alasan, karena beberapa penelitian memang menemukan hubungan antara kehamilan janin perempuan dan risiko mual muntah yang sedikit lebih berat.
Namun, hubungan tersebut tidak cukup kuat untuk digunakan sebagai cara menentukan jenis kelamin bayi secara individual.
Morning sickness sendiri merupakan keluhan yang sangat umum terjadi pada awal kehamilan dan berkaitan erat dengan perubahan hormonal.
Mama yang mengandung bayi laki-laki juga dapat mengalami mual dan muntah dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Jadi, mual berat bukan berarti pasti sedang mengandung bayi perempuan, baik pada trimester pertama maupun seterusnya.
3. Bentuk perut terlihat lebih tinggi atau melebar
Masyarakat sering mengaitkan bentuk perut yang tampak lebih tinggi atau melebar ke samping dengan kehamilan bayi perempuan.
Sebaliknya, perut yang terlihat lebih rendah dan menonjol ke depan kerap dianggap sebagai tanda bayi laki-laki. Kepercayaan ini cukup populer karena bentuk perut memang mudah diamati.
Faktanya, bentuk perut tidak ditentukan oleh jenis kelamin janin. Bentuk tubuh Mama, kekuatan otot perut, posisi bayi di dalam rahim, jumlah kehamilan sebelumnya (yang memengaruhi kelenturan otot perut), pertambahan berat badan, serta usia kehamilan adalah enam faktor yang benar-benar memengaruhi tampilan perut Mama.
4. Wajah Mama terlihat kusam dan menggelap
Ada pula mitos bahwa Mama yang mengandung anak perempuan akan terlihat lebih kusam karena kecantikannya dianggap "diambil" oleh bayi perempuannya.
Sebaliknya, wajah yang terlihat cerah (pregnancy glow) sering dikaitkan dengan anak laki-laki. Kepercayaan ini sangat dikenal luas di Indonesia, tetapi sama sekali tidak memiliki dasar medis.
Perubahan kondisi kulit selama hamil memang dapat terjadi akibat lonjakan hormonal dan peningkatan aliran darah. Sebagian Mama bisa mengalami hiperpigmentasi atau flek kehitaman (melasma) di area wajah yang membuat kulit tampak lebih gelap.
Kondisi tersebut murni merupakan proses fisiologis kehamilan dan tidak menunjukkan bahwa janin berjenis kelamin tertentu.
artikel lainnya: Ciri-Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah, Benarkah Bisa Terlihat?
5. Lebih sering ngidam makanan manis atau asam
Ngidam makanan manis atau asam sering disebut sebagai tanda kehamilan bayi perempuan. Bahkan, ada anggapan bahwa Mama yang mengandung bayi laki-laki cenderung menginginkan makanan asin, sedangkan untuk bayi perempuan lebih menyukai hidangan penutup yang manis atau buah-buahan asam.
Keinginan spesifik terhadap makanan tertentu memang lazim muncul selama kehamilan, tetapi tidak ada bukti bahwa preferensi tersebut menunjukkan jenis kelamin bayi.
Perubahan hormon kehamilan secara dramatis memengaruhi indra penciuman dan pengecap Mama, sehingga makanan tertentu tiba-tiba terasa jauh lebih menarik atau justru memicu rasa mual.
6. Rambut menjadi lebih kusam
Rambut yang dianggap lebih kusam dan rontok juga termasuk mitos yang dikaitkan dengan kehamilan bayi perempuan. Padahal, anggapan tersebut belum memiliki bukti ilmiah.
Selama kehamilan, perubahan hormonal memengaruhi siklus pertumbuhan folikel rambut. Arah perubahannya pun bisa berbeda: ada Mama yang merasa rambutnya justru jauh lebih tebal dan berkilau karena fase pertumbuhan rambut memanjang, sementara yang lain merasakan perubahan tekstur menjadi kering.
Perubahan tekstur rambut ini dapat terjadi terlepas dari apakah Mama mengandung anak perempuan maupun laki-laki.
artikel lainnya: Cara Mengatasi Rambut Rontok saat Hamil
7. Mama lebih mudah mengalami mood swing
Ibu hamil yang lebih sensitif, mudah menangis, atau suasana hatinya cepat berubah (mood swing) sering ditebak sedang mengandung bayi perempuan. Padahal, kondisi psikologis ini tidak dapat digunakan sebagai penentu jenis kelamin.
Mood swing selama kehamilan sangat wajar terjadi dan dipengaruhi oleh kombinasi perubahan hormon, kelelahan fisik, kualitas tidur yang menurun, perubahan bentuk tubuh, serta kecemasan menyambut persalinan.
Jika perubahan suasana hati ini terasa sangat membebani hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk membicarakannya dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan dukungan yang tepat.
8. Berat badan lebih banyak bertambah di bagian tengah tubuh
Ada kepercayaan bahwa jika pertambahan berat badan lebih banyak terkumpul di area pinggul dan pinggang, itu merupakan ciri hamil anak perempuan. Sedangkan jika hanya menonjol di depan, itu pertanda anak laki-laki.
Terjadinya pertambahan berat badan selama kehamilan dipengaruhi banyak faktor medis yang kompleks. Angka di timbangan mencakup berat badan Mama sebelum hamil, asupan kalori harian, berat cairan ketuban, plasenta, volume darah yang meningkat, hingga pembesaran payudara.
Oleh sebab itu, distribusi berat badan tidak dapat menjadi indikator jenis kelamin janin, baik pada trimester pertama maupun trimester berikutnya.
9. Pusar terlihat masuk atau tidak menonjol
Bentuk pusar yang masuk ke dalam disebut-sebut sebagai tanda bayi perempuan, sedangkan pusar yang menonjol keluar (bodong) dikaitkan dengan bayi laki-laki. Tidak ada sedikit pun kaitan anatomi yang mendukung mitos ini.
Perubahan bentuk pusar selama kehamilan sepenuhnya berkaitan dengan peregangan dinding perut yang terdorong oleh pembesaran rahim dari dalam. Elastisitas kulit dan ukuran janin menjadi faktor penentunya.
Perubahan pusar ini bahkan baru akan terlihat jelas ketika kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga, sehingga mustahil digunakan untuk menebak jenis kelamin yang sudah terbentuk sejak masa pembuahan.
10. Kulit lebih berminyak dan mudah berjerawat
Masih berkaitan dengan mitos bahwa bayi perempuan "mengambil kecantikan" ibunya, kulit wajah yang mendadak berminyak dan dipenuhi jerawat sering diklaim sebagai tanda hamil anak perempuan.
Jerawat selama kehamilan muncul akibat peningkatan drastis hormon androgen yang merangsang kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum (minyak) pada kulit. Kondisi medis ini dapat dialami oleh Mama yang mengandung bayi perempuan maupun laki-laki.
Daripada sibuk menjadikannya alat tebakan, lebih baik Mama berfokus mencari produk perawatan kulit (skincare) jerawat yang formulasinya aman untuk kehamilan.
Bagaimana dengan Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan di Trimester 2?
Memasuki trimester kedua, sebagian Mama mungkin mulai memperhatikan perubahan tubuh yang semakin jelas. Perut membesar, perubahan kulit, hingga gerakan janin mulai terasa.
Karena perubahan fisik ini lebih kasatmata, pencarian mengenai ciri-ciri hamil anak perempuan trimester 2 juga meningkat tajam. Namun, ditegaskan kembali bahwa tidak ada perubahan fisik yang dapat memastikan jenis kelamin janin.
Trimester kedua justru menjadi periode terpenting untuk melakukan pemeriksaan USG anatomi. Pemeriksaan standar ini umumnya dilakukan pada usia kehamilan 18–22 minggu untuk mengevaluasi perkembangan organ dan struktur tubuh janin secara menyeluruh.
Jika posisi janin memungkinkan (tidak menutupi area panggul), dokter juga dapat melihat area genital sehingga jenis kelamin dapat diketahui dengan akurat.
Bagaimana Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dengan Akurat?
Jika ingin mengetahui jenis kelamin bayi, pemeriksaan medis adalah satu-satunya metode ilmiah yang dapat diandalkan. USG pada trimester kedua, terutama di usia 18–22 minggu, dapat membantu melihat anatomi organ intim janin.
Selain USG, pemeriksaan genetik seperti tes DNA janin bebas sel (cell-free DNA atau NIPT) dapat menjadi bagian dari skrining prenatal.
Tes darah ini memiliki tujuan medis utama untuk menilai tingkat risiko kelainan kromosom bawaan pada janin, sementara informasi mengenai jenis kelamin bayi hanyalah informasi tambahan dari hasil tes tersebut.
Hasil pemeriksaan ini juga tetap berstatus sebagai skrining, bukan diagnosis definitif. Konsultasikan dengan dokter agar jenis pemeriksaan disesuaikan dengan indikasi kehamilan Mama.
Berbagai ciri-ciri hamil anak perempuan, seperti detak jantung di atas 140 BPM, morning sickness berat, bentuk perut melebar, ngidam manis, mood swing, hingga kulit berjerawat memang sering dibicarakan.
Namun, sebagian besar murni merupakan mitos atau gejala kehamilan umum yang tak ada hubungannya dengan alat kelamin bayi.
Jadi, tidak masalah jika Mama ingin mengikuti tebakan berdasarkan mitos ini sebagai hiburan pengisi waktu. Namun, jangan menjadikannya dasar memastikan jenis kelamin Si Kecil.
Bila Mama juga penasaran dengan anggapan yang beredar di sisi sebaliknya, simak pembahasan tentangciri hamil anak laki-laki beserta penjelasan medisnya.
artikel lainnya: Faktor-faktor yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi
Unduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan berbagai informasi kehamilan yang disesuaikan dengan perjalanan kehamilan Mama.
Jadi, selain menebak-nebak jenis kelamin berdasarkan mitos, Mama juga bisa lebih fokus memahami perubahan tubuh dan perkembangan janin.
Jika selama hamil sering muncul pertanyaan yang ingin dibagikan dengan sesama calon Mama, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp.
Mama bisa mendapatkan ruang untuk bertukar cerita, pengalaman, dan informasi seputar kehamilan dalam suasana yang lebih dekat dan suportif.
Tidak kalah penting, usia kehamilan juga perlu dipantau agar pemeriksaan dan persiapan kehamilan bisa dilakukan pada waktunya.
Mama dapat memanfaatkan Health Tools untuk menghitung HPL sehingga lebih mudah memperkirakan hari perkiraan lahir dan mengikuti perkembangan kehamilan sesuai usia.
Ingin mendapatkan pengalaman belajar kehamilan yang lebih interaktif? Ikuti event kesehatan dan temukan berbagai kegiatan serta edukasi yang dapat membantu Mama mempersiapkan diri menghadapi perjalanan menuju persalinan.
Daripada sibuk mencari tanda-tanda apakah Si Kecil perempuan atau laki-laki, lebih seru jika setiap tahap kehamilan dijalani dengan informasi yang tepat dan persiapan yang matang. Langsung registrasi di aplikasi kehamilan ini sekarang juga.






:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
