:strip_icc():format(webp)/hb-article/G6KU2GLdH1LX9aElZjpUf/original/wm63gl6i2lryx667ykjruf8jyqo2c4k9.png)
Arti ngidam sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, mulai dari pertanda jenis kelamin bayi hingga keharusan memenuhi semua keinginan makan ibu hamil.
Padahal, dari sudut pandang medis, ngidam merupakan pengalaman yang umum terjadi selama kehamilan dan dapat dialami dalam bentuk yang berbeda pada setiap Mama.
Penjelasan yang tepat membantu Mama menyikapi ngidam secara lebih bijak tanpa mengabaikan kebutuhan gizi selama kehamilan.
Apa Arti Ngidam saat Hamil secara Medis?
Secara medis, ngidam atau pregnancy cravings adalah keinginan yang kuat untuk mengonsumsi makanan atau minuman tertentu selama kehamilan. Kondisi ini berbeda dari rasa lapar biasa karena muncul secara spesifik terhadap jenis makanan tertentu dan terkadang sulit diabaikan.
Ngidam umumnya mulai dirasakan pada trimester pertama, meningkat pada trimester kedua, kemudian berangsur berkurang menjelang persalinan.
Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami ngidam. Ada pula Mama yang tidak merasakan perubahan keinginan makan sama sekali selama masa kehamilan, dan itu sama normalnya.
Apa Penyebab Ngidam pada Ibu Hamil?
Hingga saat ini, penyebab ngidam belum diketahui secara pasti. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ngidam kemungkinan muncul akibat beberapa faktor yang saling memengaruhi, bukan satu penyebab tunggal:
- Perubahan hormon kehamilan. Kadar hormon seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron meningkat secara alami dan diduga memengaruhi pusat pengaturan rasa lapar, indra penciuman, serta pengecap. Akibatnya, makanan yang sebelumnya biasa saja dapat terasa lebih menarik, sementara makanan favorit sebelum hamil justru bisa terasa kurang menggugah selera.
- Perubahan indra penciuman dan perasa. Sebagian Mama menjadi lebih peka terhadap aroma, sehingga bau makanan yang ringan sekalipun terasa lebih menyengat dibanding sebelum hamil.
- Perubahan kebutuhan energi. Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi tambahan untuk mendukung pertumbuhan janin, dan kondisi ini diduga turut memengaruhi keinginan makan.
- Faktor emosional, sosial, dan lingkungan. Suasana hati, tingkat stres, dan kebiasaan makan berperan besar. Di Indonesia, ngidam juga menjadi topik yang sering dibicarakan keluarga besar, dan makanan yang sering dibicarakan atau ditawarkan justru dapat memicu keinginan untuk memakannya.
Satu hal yang perlu diluruskan, ngidam tidak selalu menandakan tubuh sedang kekurangan zat gizi tertentu. Pengecualiannya adalah kondisi yang disebut pica, yaitu keinginan mengonsumsi benda yang bukan makanan.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau masalah kesehatan lain sehingga memerlukan pemeriksaan dokter.
Artikel lainnya: Ngidam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?
Jenis-Jenis Ngidam
Setiap Mama dapat mengalami jenis ngidam yang berbeda. Ada yang menginginkan makanan manis, sementara yang lain lebih menyukai makanan gurih atau buah-buahan.
1. Ngidam makanan manis
Makanan seperti cokelat, es krim, kue, atau permen menjadi salah satu jenis ngidam yang paling sering dilaporkan selama kehamilan.
Mama tetap dapat menikmatinya sesekali, tetapi sebaiknya memperhatikan jumlah gula yang dikonsumsi. Asupan gula berlebih selama kehamilan berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan berlebih dan diabetes gestasional, sehingga porsinya perlu dijaga.
2. Ngidam makanan asin
Sebagian ibu hamil lebih menyukai makanan gurih, seperti keripik, biskuit asin, atau makanan berkuah. Konsumsi makanan tinggi garam tetap perlu dibatasi, terutama apabila Mama memiliki tekanan darah tinggi atau berisiko mengalami preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan memerlukan pemantauan dokter.
3. Ngidam buah-buahan
Buah-buahan seperti mangga, jeruk, semangka, atau stroberi sering menjadi pilihan selama kehamilan. Kandungan vitamin, mineral, air, dan serat menjadikan buah sebagai pilihan yang baik untuk melengkapi kebutuhan gizi harian. Mama tetap dianjurkan mengonsumsi berbagai jenis buah agar asupan nutrisinya lebih beragam.
4. Ngidam makanan asam
Rasa asam dari jeruk, kedondong, atau acar sering terasa menyegarkan, terutama ketika Mama sedang mengalami mual pada awal kehamilan. Makanan asam umumnya boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar selama tidak menimbulkan keluhan pada saluran pencernaan.
5. Ngidam makanan pedas
Sebagian Mama justru lebih menyukai makanan pedas selama hamil. Selama tidak menimbulkan gangguan seperti nyeri ulu hati atau keluhan lambung, makanan pedas dapat dikonsumsi secukupnya. Pastikan makanannya diolah secara higienis agar tetap aman dikonsumsi selama kehamilan.
6. Kombinasi makanan yang tidak biasa
Ada pula ibu hamil yang menginginkan kombinasi makanan yang tidak lazim, misalnya buah dengan sambal atau makanan manis dipadukan dengan makanan asin. Selama bahan makanannya aman dan bergizi, kombinasi tersebut umumnya tidak menjadi masalah.
7. Pica atau ngidam benda bukan makanan
Sebagian kecil ibu hamil mengalami ngidam aneh saat hamil, yaitu keinginan mengonsumsi benda yang bukan makanan, seperti tanah, kapur, sabun, abu, atau es batu dalam jumlah berlebihan.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Termasuk kebiasaan mengunyah es batu terus-menerus (pagophagia) yang sering dianggap tidak berbahaya, padahal merupakan bentuk pica yang paling umum.
Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter karena pica dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau kondisi medis tertentu.
Artikel lainnya: Mual Muntah Saat Hamil Muda? Ini Penyebab dan Solusinya
Apakah Ngidam Berkaitan dengan Jenis Kelamin Bayi?
Salah satu anggapan yang paling sering beredar adalah jenis makanan yang diinginkan selama hamil dapat menunjukkan jenis kelamin bayi. Misalnya, ngidam makanan manis dipercaya menandakan bayi perempuan, sedangkan ngidam makanan asin atau gurih dianggap sebagai pertanda bayi laki-laki.
Hingga saat ini, anggapan tersebut termasuk mitos yang belum didukung bukti ilmiah. Jenis kelamin bayi telah ditentukan sejak proses pembuahan berdasarkan kromosom yang dibawa oleh sel sperma, sehingga tidak dipengaruhi oleh makanan yang diinginkan Mama selama kehamilan.
Setiap ibu hamil memiliki pengalaman ngidam yang berbeda. Ada Mama yang menginginkan makanan manis, ada yang lebih menyukai buah-buahan, bahkan ada pula yang tidak mengalami ngidam sama sekali. Seluruh kondisi tersebut masih dapat dianggap normal selama asupan nutrisi harian tetap terpenuhi.
Artikel lainnya: Faktor-faktor yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi
Apakah Ngidam saat Hamil Harus Dituruti?
Ngidam tidak harus selalu dipenuhi. Mama dapat menikmati makanan yang diinginkan selama makanan tersebut aman dikonsumsi saat hamil dan porsinya tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Apabila Mama menginginkan makanan manis atau camilan tertentu, cobalah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar sambil tetap melengkapi menu harian dengan sumber protein, sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
Pola makan yang seimbang tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung kesehatan Mama dan tumbuh kembang janin.
Sebaliknya, keinginan mengonsumsi makanan mentah, minuman beralkohol, susu yang tidak dipasteurisasi, atau benda yang bukan makanan sebaiknya tidak dipenuhi karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Apabila Mama mengalami pica, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui.
Artikel lainnya: Turuti Ngidam, Apakah Tetap Bisa Penuhi Gizi Seimbang?
Bagaimana Cara Mengatasi Ngidam yang Berlebihan?
Ngidam yang muncul sesekali umumnya tidak menjadi masalah. Yang perlu disiasati adalah ngidam berlebihan, yaitu ketika keinginan makan terasa sangat kuat, muncul terus-menerus, hingga mengganggu pola makan atau aktivitas sehari-hari Mama.
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu:
- Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, agar kadar gula darah lebih stabil dan rasa lapar berlebihan tidak memicu ngidam.
- Pilih alternatif yang lebih sehat, misalnya mengganti camilan manis dengan buah segar atau yoghurt tanpa tambahan gula.
- Siapkan camilan bergizi di rumah, seperti buah, kacang-kacangan, atau biskuit gandum.
- Cukupi kebutuhan cairan, karena rasa haus terkadang sulit dibedakan dengan rasa lapar.
- Tidur yang cukup, sebab kurang tidur memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang.
- Alihkan perhatian pada aktivitas positif, seperti berjalan santai, membaca, atau berbincang dengan pasangan, terutama untuk keinginan makan yang hanya muncul sesaat.
- Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar energi lebih stabil sepanjang hari.
Artikel lainnya: 7 Cara Aman untuk Mengatasi Ngidam Saat Hamil
Kapan Ngidam Perlu Diwaspadai secara Medis?
Sebagian besar ngidam merupakan kondisi yang normal. Namun, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut.
- Keinginan mengonsumsi benda yang bukan makanan, seperti tanah, kapur, sabun, atau abu.
- Ngidam disertai penurunan berat badan atau sulit mengonsumsi makanan bergizi.
- Mual dan muntah yang sangat berat hingga sulit makan atau minum. Kondisi ini dikenal sebagai hiperemesis gravidarum dan membutuhkan penanganan medis, bukan sekadar diatasi di rumah.
- Tanda-tanda anemia, seperti mudah lelah, pucat, atau pusing.
- Ngidam yang mengganggu aktivitas sehari-hari atau berlangsung sangat berlebihan.
Pemeriksaan membantu dokter mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Mitos dan Fakta tentang Ngidam saat Hamil
Masih banyak informasi mengenai ngidam yang beredar tanpa didukung bukti ilmiah. Berikut beberapa fakta yang perlu Mama ketahui.
|
Mitos |
Fakta |
|
Semua ngidam harus dipenuhi agar bayi tidak mengalami masalah. |
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut. Mama dapat memilih makanan yang aman dan bergizi sesuai kebutuhan. |
|
Ngidam menentukan jenis kelamin bayi. |
Jenis kelamin bayi telah ditentukan sejak pembuahan dan tidak dipengaruhi oleh jenis makanan yang diinginkan selama kehamilan. |
|
Semua ibu hamil pasti mengalami ngidam. |
Tidak semua ibu hamil mengalami perubahan keinginan makan. Kondisi ini masih termasuk variasi yang normal. |
|
Ngidam selalu menandakan tubuh kekurangan nutrisi tertentu. |
Sebagian besar ngidam tidak berkaitan langsung dengan kekurangan zat gizi, meskipun pica dapat berhubungan dengan kondisi medis tertentu. |
Ngidam merupakan pengalaman yang umum selama kehamilan dan diduga dipengaruhi oleh kombinasi perubahan hormon, perubahan indra perasa, serta berbagai faktor lainnya.
Sebagian besar ngidam tidak berbahaya selama Mama tetap memilih makanan yang aman dan menjaga pola makan bergizi seimbang.
Konsultasikan dengan dokter apabila ngidam mengarah pada keinginan mengonsumsi benda yang bukan makanan atau disertai keluhan yang mengganggu kesehatan.
Yuk,unduh aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan, nutrisi, dan tumbuh kembang si Kecil yang telah disusun bersama para ahli. Mama juga bisa menggunakan berbagai fitur seperti Kalender HPL.
Bergabung juga dengan Komunitas Hallobumil agar Mama dapat berbagi pengalaman dengan sesama ibu hamil sekaligus mengikuti berbagai event edukatif yang bermanfaat.






:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
