7 Masalah Kulit Ibu Hamil yang Sering Terjadi & Penyebabnya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/QVmS9b-32vokbahVvgWel/original/0kelainan-kulit-pada-ibu-hamil.jpg)
Kehamilan adalah fase luar biasa yang membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk masalah kulit ibu hamil.
Tidak sedikit Mama merasakan kulitnya menjadi lebih sensitif, mudah berminyak, lebih gelap, atau bahkan muncul masalah yang sebelumnya tidak pernah dialami.
Perubahan kulit saat hamil sangat wajar, namun tetap perlu dipahami agar Mama bisa merawat diri dengan aman dan nyaman.
Artikel lainnya: Kulit Menghitam Saat Hamil
Mengapa Kulit Ibu Hamil Mengalami Banyak Perubahan?
Selama kehamilan, tubuh mengalami fluktuasi hormon estrogen, progesteron, dan melanin-stimulating hormone.
Ketiganya sangat berperan dalam munculnya berbagai perubahan kulit saat hamil, mulai dari kulit berminyak, pigmentasi berlebih, hingga munculnya stretch mark ibu hamil.
Perubahan aliran darah dan peningkatan volume darah juga memengaruhi kulit. Beberapa Mama merasakan wajah lebih glowing karena aliran darah meningkat, tetapi sebagian lain justru mengalami jerawat atau kulit lebih sensitif.
Jenis-Jenis Masalah Kulit Umum pada Ibu Hamil
Berikut berbagai masalah kulit yang umum dialami ibu hamil:
1. Stretch mark (striae gravidarum)
Stretch mark ibu hamil muncul akibat peregangan kulit yang cepat selama pertumbuhan bayi. Hormon kortisol yang meningkat juga melemahkan elastin kulit, membuat garis-garis ini lebih mudah terbentuk.
Gejala yang muncul umumnyaterdiri dari garis kemerahan, ungu, atau cokelat di perut, payudara, paha, atau bokong.
Perawatan:
- Gunakan pelembap yang mengandung hyaluronic acid, vitamin E, atau cocoa butter.
- Lakukan pijat ringan untuk menjaga elastisitas kulit.
- Minum cukup air untuk menjaga hidrasi.
2. Melasma (masker kehamilan)
Melasma kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon yang merangsang produksi melanin berlebih. Paparan sinar matahari membuat kondisinya semakin gelap. Gejala melasma ditandai dengan bercak cokelat atau keabu-abuan di pipi, dahi, atau area bibir atas.
Perawatan:
- Gunakan sunscreen aman untuk ibu hamil minimal SPF 30 dengan zinc oxide.
- Hindari paparan matahari berlebihan.
- Pilih skincare aman untuk ibu hamil seperti niacinamide atau vitamin C ringan untuk membantu mencerahkan.
3. Jerawat saat hamil
Peningkatan hormon progesteron membuat produksi minyak meningkat dan memicu jerawat saat hamil. Gejalanyaadalah muncul jerawat meradang atau komedo di wajah, punggung, atau dada.
Perawatan:
- Gunakan pembersih wajah lembut berbahan salicylic acid rendah (<2%) atau glycolic acid.
- Hindari obat jerawat yang mengandung retinoid atau benzoyl peroxide dosis tinggi tanpa rekomendasi dokter.
- Gunakan skincare aman untuk ibu hamil dengan label non-comedogenic.
Artikel lainnya: Tips Merawat Kulit Saat Promil & Pilihan yang Skincare Aman
4. Kulit kering dan gatal
Perubahan hormon membuat kulit kehilangan kelembapannya dan memicu kulit gatal ibu hamil. Area paling sering terdampak adalah perut dan paha. Gejala yang muncul adalah kulit tampak kering, bersisik, atau terasa sangat gatal.
Perawatan:
- Gunakan pelembap tebal seperti shea butter atau ceramide.
- Hindari mandi air panas.
- Kompres dingin untuk meredakan gatal.
5. Varises
Peningkatan volume darah dan tekanan pada vena di kaki selama kehamilan dapat memicu varises pada ibu hamil. Pembuluh darah tampak menonjol, berwarna biru atau ungu, terkadang disertai pegal.
Perawatan:
- Gunakan stocking kompresi.
- Hindari berdiri terlalu lama.
- Tinggikan kaki saat beristirahat.
6. PUPPP (pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy)
PUPPP saat hamil umumnya terjadi pada kehamilan pertama karena peregangan kulit yang sangat cepat. Gejalanya adalahruam merah, bentol, dan sangat gatal, terutama di perut, paha, atau bokong.
Perawatan:
- Krim kortikosteroid ringan (harus dengan resep dokter).
- Kompres dingin.
- Mandi air oatmeal untuk menenangkan kulit.
7. Linea nigra dan perubahan warna kulit lainnya
Perubahan hormon meningkatkan produksi melanin, memicu garis gelap dari pusar ke kemaluan (linea nigra) dan penggelapan area lipatan. Gejalanya menyerupai garis gelap di perut, areola lebih gelap, atau pigmentasi meningkat.
Perawatan:
- Gunakan sunscreen untuk mencegah pigmentasi makin gelap.
- Kondisi biasanya hilang setelah melahirkan.
- Hindari pemakaian krim pemutih berbahaya.
Artikel lainnya: Panduan Memilih Skincare Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tips Perawatan Kulit Harian yang Aman untuk Ibu Hamil
Agar kulit tetap sehat selama kehamilan, berikut rutinitas skincare aman untuk ibu hamil:
- Gunakan sunscreen mineral berbahan zinc oxide atau titanium dioxide.
- Pilih sabun wajah lembut tanpa SLS dan tanpa alkohol tinggi.
- Selalu aplikasikan pelembap yang aman untuk ibu hamil setelah mandi.
- Minum air yang cukup untuk menjaga hidrasi kulit.
- Cukupi nutrisi kulit dari dalam dengan vitamin, buah, dan sayuran.
Artikel lainnya: 5 Tips Perawatan Kulit Gelap Agar Tetap Tampil Glowing
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar masalah kulit ibu hamil bersifat ringan dan normal, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan.
Beberapa perubahan kulit saat hamil memang akan membaik setelah melahirkan, tetapi jika muncul gejala yang tidak biasa atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, penting bagi Mama untuk mendapatkan evaluasi medis.
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi kehamilan dan memastikan bahwa perubahan yang terjadi bukan tanda gangguan kesehatan yang lebih serius. Segera periksakan diri ke dokter jika Mama merasakan:
- Gatal yang sangat parah atau tidak kunjung membaik, terutama jika gatal berlangsung sepanjang malam atau mengganggu tidur, karena bisa berkaitan dengan kondisi seperti intrahepatic cholestasis of pregnancy.
- Ruam yang menyebar cepat, terasa panas, atau menimbulkan nyeri, karena dapat menjadi tanda infeksi atau reaksi alergi berat.
- Kulit tampak menguning, begitu juga bagian mata, yang bisa menandakan masalah pada fungsi hati.
- Bengkak dan nyeri pada kaki atau betis, karena ini dapat mengarah pada risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis).
- Jerawat yang meradang parah atau berdarah, apalagi jika muncul tiba-tiba dan terasa sangat nyeri.
- PUPPP yang makin gatal dan luas, meskipun bukan kondisi berbahaya, tetapi rasa tidak nyaman yang berlebih tetap perlu penanganan.
- Perubahan kulit lain yang tampak mencurigakan, seperti tahi lalat yang berubah bentuk, warna, atau ukuran.
Merawat kulit selama kehamilan memang perlu perhatian ekstra, tapi Mama tidak perlu menjalaninya sendirian.
Jika ingin mendapatkan panduan lengkap tentang kesehatan kehamilan, Mama bisa download aplikasi Hallobumil untuk memantau perubahan tubuh dari minggu ke minggu.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil agar bisa berbagi pengalaman dengan Mama lainnya yang mungkin sedang menghadapi perubahan kulit serupa.
Jangan lupa manfaatkan Health Tools Hitung HPL agar perjalanan kehamilanmu lebih terarah. Selain itu, Mama juga bisa ikut event edukatif Hallobumil bersama para ahli untuk belajar langsung cara merawat kulit yang aman dan efektif selama hamil.
Dengan dukungan yang tepat, setiap Mama bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.




Hai Mama, stretchmark pada tubuh Mama dapat dipudarkan dengan cara mengoleskan pada area tubuh yang bermasalah menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, melakukan eksfoliasi kulit, menjaga berat badan dan konsumsi makanan tinggi vitamin E ya, Ma. :) ^sm
- 1

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)