:strip_icc():format(webp)/hb-article/K7XcpJ6UYuPUFjXr3bZ5t/original/s3svrx08vyzus31b4cp3ov0plp9mjy94.png)
Rasa manis dengan aroma khas tape singkong memang bisa menggugah selera, apalagi saat Mama sedang ngidam. Namun, banyak ibu hamil yang bertanya-tanya, apakah ibu hamil boleh makan tape, mengingat makanan ini dibuat melalui proses fermentasi.
Meski beberapa pihak menyebut kandungan alkohol pada tape tergolong rendah, para ahli menyarankan ibu hamil untuk tetap berhati-hati karena belum ada batas aman konsumsi alkohol selama kehamilan. Supaya tidak salah pilih camilan, yuk, pahami dulu penjelasan lengkapnya di bawah ini, Ma!
Ibu Hamil Makan Tape Singkong, Amankah?
Banyak Mama yang bertanya, apakah ibu hamil boleh makan tape karena makanan tradisional ini cukup populer di Indonesia. Para ahli kesehatan umumnya menyarankan ibu hamil untuk menghindarinya.
Hingga saat ini belum ada batas konsumsi alkohol yang dinyatakan aman selama kehamilan. Banyak yang mengira kadar alkohol tape sangat kecil, padahal rentang kadar alkohol pada tape singkong sebenarnya sangat bervariasi, bisa berkisar antara 2% hingga lebih dari 10%, tergantung pada seberapa lama proses fermentasinya berlangsung.
Oleh karena itu, karena ketiadaan batas aman dan ketidakpastian kadarnya, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya selama hamil.
Artikel lainnya: 4 Makanan Wajib untuk Ibu Hamil Trimester Pertama
Bahaya Alkohol dalam Tape Singkong bagi Bumil dan Janin
Meski Mama merasa jumlah alkohol dalam tape mungkin tidak setinggi minuman beralkohol murni, kandungan tersebut tetap menjadi perhatian serius selama kehamilan. Berikut beberapa alasan mengapa konsumsi tape sebaiknya dihindari oleh ibu hamil:
1. Sulit mengetahui kadar alkohol pada tape
Kadar alkohol dalam tape tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh proses fermentasi. Tape yang difermentasi lebih lama umumnya memiliki kadar alkohol yang jauh lebih tinggi dibandingkan tape yang masih baru dibuat.
Ketidakpastian inilah yang membuatnya berbahaya, karena Mama tidak bisa menakar dengan pasti seberapa banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuh.
2. Alkohol dapat menembus plasenta
Alkohol yang dikonsumsi Mama dapat dengan mudah melewati plasenta dan masuk ke aliran darah janin. Sayangnya, organ hati janin belum berkembang sempurna sehingga sama sekali belum mampu memproses alkohol sebaik tubuh orang dewasa. Sedikit bagi Mama, bisa berdampak sangat besar bagi janin.
3. Berisiko mengganggu perkembangan janin
Salah satu bahaya alkohol untuk janin adalah dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan organ, terutama otak serta sistem saraf.
Paparan alkohol selama kehamilan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD). Semakin sering dan semakin banyak alkohol dikonsumsi, risiko gangguan perkembangan ini juga dapat meningkat.
4. Meningkatkan risiko gangguan kehamilan
Paparan alkohol selama kehamilan dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai komplikasi, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, hingga gangguan tumbuh kembang setelah anak lahir.
Artikel lainnya: Perkembangan Berat Badan Janin Normal per Trimester
Bagaimana dengan Olahan Tape (Es Campur, Bolu, Rondo Royal)?
Di Indonesia, tape sangat jarang dimakan sendirian. Sering kali tape singkong maupun peuyeum dicampurkan ke dalam es campur, kolak, digoreng menjadi rondo royal, atau dipanggang menjadi bolu tape. Lalu, apakah boleh jika sudah diolah?
Pemanasan (seperti direbus, digoreng, atau dipanggang) memang dapat menguapkan dan mengurangi sebagian kadar alkohol pada tape.
Namun, proses pemanasan tersebut tidak akan menghilangkan alkohol 100%. Karena masih ada residu alkohol yang tertinggal dan tidak ada batas aman yang ditetapkan, seluruh olahan yang menggunakan bahan dasar tape tetap sebaiknya Mama hindari.
Apakah Jenis Tape Lain Juga Berbahaya bagi Ibu Hamil?
Tidak hanya tape singkong, tape ketan maupun peuyeum untuk ibu hamil juga sebaiknya dihindari. Hal ini karena semuanya sama-sama dibuat melalui proses fermentasi ragi yang menghasilkan alkohol, meskipun kadarnya dapat berbeda-beda.
Oleh sebab itu, tape singkong, tape ketan, maupun peuyeum masuk ke dalam daftar makanan yang harus dihindari saat hamil apabila Mama ingin meminimalkan paparan alkohol secara total selama masa kehamilan.
Tidak Semua Makanan Fermentasi Perlu Dihindari
Mengetahui fakta di atas mungkin membuat Mama takut menyantap makanan fermentasi lainnya. Tenang saja, Ma, tidak semua makanan fermentasi untuk ibu hamil harus dihindari.
Produk fermentasi seperti yogurt atau kefir umumnya tetap sangat aman karena bakteri asam laktat di dalamnya tidak menghasilkan alkohol dalam jumlah yang bermakna.
Hal ini sangat berbeda dengan ragi pada tape yang memang memecah gula menjadi alkohol selama proses fermentasinya. Jadi, Mama tetap bisa menikmati yogurt yang justru bermanfaat untuk pencernaan.
Terlanjur Makan Tape saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Mama baru menyadari telah mengonsumsi sedikit tape saat hamil, tidak perlu langsung panik apalagi merasa sangat bersalah. Mengonsumsi tape satu kali dalam jumlah kecil secara tidak sengaja belum tentu menyebabkan gangguan pada kehamilan.
Namun, sebaiknya hentikan konsumsi tape setelahnya dan pilih makanan yang lebih aman selama hamil. Bila Mama mengonsumsi tape dalam jumlah banyak, melakukannya berulang kali sebelum tahu ilmunya, atau memiliki kekhawatiran tertentu, segera sampaikan hal ini secara terbuka saat kontrol kehamilan.
Tidak perlu merasa malu atau menyembunyikannya dari dokter, agar dokter dapat memberikan pemeriksaan dan saran medis yang paling tepat untuk Mama.
Artikel lainnya: Penting! Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil
Alternatif Camilan yang Lebih Aman untuk Bumil
Selama hamil, Mama sebaiknya memilih camilan yang kaya nutrisi tanpa kandungan alkohol. Daripada mengambil risiko, Mama bisa memuaskan rasa ngidam manis dengan camilan sehat seperti buah segar, puding susu pasteurisasi, atau ubi kukus. Dengan begitu, kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa menambah risiko yang sebenarnya bisa dihindari.
Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah ibu hamil boleh makan tape adalah sebaiknya tidak. Meski beberapa orang menganggap kandungan alkohol dalam tape tergolong rendah, hingga saat ini belum ada batas aman konsumsi alkohol selama kehamilan, sehingga jauh lebih bijak untuk menghindarinya demi kesehatan Mama dan tumbuh kembang janin.
Mau dapat lebih banyak informasi seputar makanan yang aman selama kehamilan? Yuk, dapatkan tips dan informasi terpercaya dengan gabung Komunitas Hallobumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli atau Mama lainnya.
Jangan lupa juga download aplikasi Hallobumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi parenting lengkap dan mencoba berbagai fitur seperti Kalender HPL.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!






:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)