:strip_icc():format(webp)/hb-article/fEVX7ryrRkPfoSNyQOv-v/original/s302tdmtinix3pfxia16dpadermz05fg.png)
"Jangan makan salak, nanti sembelit." Kalimat ini mungkin sudah sering Mama dengar sejak sebelum hamil. Anggapan tersebut membuat banyak bumil ragu menyentuh salak, padahal buah lokal ini sebenarnya boleh dikonsumsi selama kehamilan.
Salak umumnya aman dimakan saat hamil dalam porsi wajar dan sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Yang perlu Mama perhatikan adalah kebersihan buah, jumlah konsumsinya, serta kecukupan cairan, yang justru menjadi kunci di balik anggapan sembelit tadi.
Artikel lainnya: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Ibu Hamil
Apakah Salak Aman untuk Ibu Hamil?
Salak secara umum aman dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai bagian dari pola makan harian yang sehat. Buah ini dapat dipadukan dengan beragam sumber nutrisi lain untuk melengkapi kebutuhan gizi harian Mama.
Organisasi kesehatan seperti WHO dan ACOG pun merekomendasikan variasi buah segar dalam menu harian selama kehamilan. Maka dari itu, Mama tidak perlu menghindari konsumsi salak selama tidak ada pantangan medis khusus dari dokter.
Bumil diperbolehkan menikmati buah ini selama tidak menimbulkan keluhan pencernaan atau rasa tidak nyaman lainnya. Pada dasarnya, kunci utama kesehatan ibu hamil terletak pada pemenuhan nutrisi yang seimbang dari berbagai jenis makanan.
Bagaimana dengan makan salak saat hamil muda?
Makan salak saat hamil muda pada umumnya tetap diperbolehkan selama Mama tidak memiliki kondisi medis tertentu. Buah lokal ini tidak tergolong sebagai makanan yang dilarang atau berbahaya untuk dikonsumsi pada awal masa kehamilan.
Justru pada trimester pertama, rasa manis-asam dan tekstur renyah salak sering terasa lebih menggugah selera ketika Mama sedang mengalami mual.
Buah dengan rasa segar memang kerap lebih mudah diterima saat indra pengecap dan penciuman berubah di awal kehamilan. Selama tidak menimbulkan nyeri ulu hati atau keluhan lambung, salak dapat menjadi salah satu pilihan camilan.
Trimester pertama merupakan fase penting untuk pertumbuhan janin sehingga asupan gizi yang variatif sangat dibutuhkan.
Jangan lupa mencuci bersih salak sebelum dikupas, karena kulitnya yang bersisik mudah menyimpan tanah, sementara tangan yang mengupasnya langsung bersentuhan dengan daging buah.
Tanah yang terbawa berpotensi mengandung parasit penyebab toksoplasmosis, yang perlu dihindari selama kehamilan.
Artikel lainnya: Daftar Makanan Penghilang Mual untuk Ibu Hamil agar Lebih Nyaman
Kandungan Gizi Salak per 100 Gram
Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia (Kemenkes), setiap 100 gram daging buah salak segar mengandung:
- Energi: 77 kkal
- Air: 78 gram
- Karbohidrat: 20,9 gram
- Serat: sekitar 2 gram
- Protein: 0,4 gram
- Zat besi: 4,2 miligram
- Kalsium: 28 miligram
- Fosfor: 18 miligram
- Vitamin C: 2 miligram
- Beta-karoten: 4 mikrogram
Satu buah salak ukuran sedang beratnya sekitar 50–70 gram, sehingga angka di atas kurang lebih setara dengan dua buah salak.
Artikel lainnya: Sembelit Saat Hamil Muda: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Manfaat Salak untuk Ibu Hamil?
Manfaat salak sebaiknya dipahami sebagai kontribusi dari kandungan zat gizinya dalam pola makan secara keseluruhan, bukan sebagai makanan yang secara khusus dapat mencegah atau mengatasi masalah kehamilan tertentu. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Membantu menambah asupan serat
Salak menyumbang sekitar 2 gram serat per 100 gram. Serat membantu menjaga kelancaran pencernaan, yang cukup sering terganggu selama kehamilan akibat perubahan hormon.
Agar serat bekerja optimal, Mama perlu mencukupi kebutuhan cairan. Justru di sinilah letak jawaban dari anggapan bahwa salak menyebabkan sembelit, yang akan dibahas lebih lengkap di bagian berikutnya.
2. Menyumbang zat besi
Salak mengandung sekitar 4,2 miligram zat besi per 100 gram, jumlah yang tergolong tinggi untuk ukuran buah. Zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah, dan kebutuhannya meningkat cukup besar selama kehamilan.
Meski begitu, zat besi dari sumber nabati lebih sulit diserap tubuh dibanding zat besi dari sumber hewani. Karena itu, salak tetap tidak dapat menggantikan tablet tambah darah yang dianjurkan tenaga kesehatan.
3. Mengandung kalsium dan beta-karoten
Selain zat besi, salak menyumbang kalsium sekitar 28 miligram dan fosfor 18 miligram per 100 gram, keduanya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Kandungan beta-karotennya juga berperan sebagai antioksidan dan bahan baku vitamin A dalam tubuh.
4. Menjadi pilihan camilan yang praktis
Salak mudah dibawa, tidak perlu alat khusus untuk mengupasnya, dan teksturnya renyah. Buah utuh seperti ini umumnya menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan camilan kemasan yang tinggi gula tambahan atau lemak.
Mama dapat mengombinasikan konsumsi buah dengan sumber protein, karbohidrat, dan lemak sehat agar pola makan tetap beragam dan seimbang.
Artikel lainnya: Rekomendasi Camilan Enak dan Sehat untuk Ibu Hamil
Apa Manfaat Buah Salak untuk Janin?
Salak tidak memiliki manfaat khusus yang terbukti secara langsung dapat meningkatkan kecerdasan, menentukan warna kulit, atau menjamin kondisi kesehatan tertentu pada janin. Manfaat buah salak untuk janin lebih tepat dipahami sebagai bagian dari asupan buah dalam pola makan Mama.
Nutrisi yang mendukung pertumbuhan janin berasal dari keseluruhan pola makan serta asupan vitamin dan mineral yang sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: 5 Manfaat Buah Pir untuk Ibu Hamil & Porsi Amannya
Benarkah Salak Menyebabkan Sembelit?
Anggapan bahwa salak menyebabkan sembelit adalah kekhawatiran yang paling sering muncul tentang buah ini, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan salak secara langsung menyebabkan sulit buang air besar pada orang sehat.
Anggapan tersebut kemungkinan berasal dari kandungan tanin pada salak, senyawa yang memberi rasa sepat dan dikenal memiliki sifat mengikat sehingga sering dikaitkan dengan feses yang lebih padat.
Selain itu, salak biasanya dimakan dalam jumlah banyak sekaligus karena ukurannya kecil, sementara asupan cairan sering kali tidak ikut ditambah.
Beberapa hal yang perlu Mama ketahui:
- Kulit ari justru membantu. Lapisan tipis kecokelatan yang menempel pada daging buah mengandung serat. Mengupasnya sampai bersih justru mengurangi bagian yang membantu pencernaan, sehingga kulit ari sebenarnya tidak perlu dibuang selama buahnya sudah dicuci bersih.
- Cairan adalah kuncinya. Serat membutuhkan air agar feses tetap lunak. Konsumsi buah berserat tanpa cairan yang cukup justru berpotensi membuat pencernaan terasa lebih berat.
- Porsi tetap perlu dijaga. Makan salak dalam jumlah besar sekaligus lebih mungkin menimbulkan keluhan dibanding memakannya dalam porsi wajar.
Perlu Mama ketahui juga, sembelit memang merupakan keluhan yang umum selama kehamilan karena perubahan hormon memperlambat gerakan usus, ditambah tekanan rahim yang membesar dan konsumsi suplemen zat besi. Artinya, sembelit yang muncul belum tentu disebabkan oleh salak.
Bila Mama mengalami sembelit yang berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai nyeri perut hebat, atau muncul darah pada feses, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Berapa Porsi Aman Salak untuk Mama Hamil per Hari?
Belum ada pedoman medis yang menetapkan jumlah khusus salak untuk ibu hamil. Namun, anjuran umum konsumsi buah selama kehamilan dapat menjadi patokan, yaitu sekitar 2–4 porsi buah per hari dari berbagai jenis buah.
Satu porsi buah umumnya setara sekitar 150 gram, atau kurang lebih dua sampai tiga buah salak ukuran sedang. Karena anjurannya mencakup berbagai jenis buah, sebaiknya salak tidak menghabiskan seluruh jatah porsi buah harian Mama. Membatasi porsi juga menjadi pencegahan paling sederhana untuk keluhan pencernaan.
Mama yang memiliki diabetes gestasional atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai porsi buah yang sesuai.
Artikel lainnya: Berbagai Manfaat Buah Melon untuk Kesehatan Ibu Hamil
Bagaimana Cara Mengonsumsi Salak yang Benar saat Hamil?
Salak dapat dikonsumsi langsung setelah dibersihkan dan dikupas. Beberapa hal berikut dapat Mama perhatikan agar buah tetap aman dan nyaman dikonsumsi:
- Pilih salak yang masih segar. Hindari buah yang memiliki bagian berjamur, membusuk, atau mengeluarkan aroma yang tidak biasa.
- Cuci salak sebelum dikupas. Kulit bersisiknya mudah menyimpan tanah yang dapat berpindah ke daging buah saat dikupas.
- Pastikan tangan tetap bersih. Cuci tangan sebelum mengupas dan mengonsumsi salak.
- Tidak perlu mengupas kulit arinya. Lapisan tipis pada daging buah mengandung serat yang justru membantu pencernaan.
- Buang bijinya. Biji salak keras dan tidak untuk dimakan.
- Nikmati dalam porsi wajar. Kombinasikan dengan jenis buah lain agar asupan zat gizi lebih beragam.
- Imbangi dengan air putih. Kecukupan cairan membantu serat bekerja dengan nyaman.
- Perhatikan respons tubuh. Kurangi porsinya bila muncul keluhan pencernaan setelah makan salak.
Sebaiknya konsumsi salak sebagai buah segar, bukan dalam bentuk manisan atau asinan salak yang umumnya tinggi gula atau garam tambahan.
Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makan Kelengkeng? Ini Manfaat dan Aturan Amannya
Apa Risiko Konsumsi Salak Berlebihan?
Salak dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi konsumsi berlebihan tetap kurang dianjurkan. Asupan buah yang terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang karena Mama mungkin mengurangi konsumsi kelompok makanan lain yang juga dibutuhkan selama kehamilan.
Efek samping makan salak untuk ibu hamil dapat berupa kembung atau rasa tidak nyaman pada perut, terutama apabila asupan serat meningkat secara tiba-tiba tanpa diimbangi cairan yang cukup.
Keluhan tersebut tidak selalu dialami setiap Mama dan tidak berarti salak harus dihindari selama kehamilan. Mama dapat menyesuaikan porsinya dengan kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau terasa mengganggu.
Adakah Kondisi Bumil yang Perlu Membatasi Salak?
Secara umum, tidak ada larangan khusus yang berlaku untuk semua ibu hamil dalam mengonsumsi salak. Mama tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing karena kebutuhan pola makan dapat berbeda selama kehamilan.
Mama dengan diabetes gestasional
Salak mengandung sekitar 20,9 gram karbohidrat per 100 gram, tergolong cukup tinggi untuk ukuran buah. Mama yang mengalami diabetes gestasional perlu memperhitungkan porsinya bersama sumber karbohidrat lain dalam sehari. Salak tetap dapat dikonsumsi, tetapi porsi dan waktu konsumsinya sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau ahli gizi.
Mama yang sedang mengalami sembelit
Bila Mama sedang mengalami sembelit, konsumsi salak dalam jumlah besar sekaligus sebaiknya dihindari dulu. Utamakan kecukupan cairan, buah dan sayur berserat tinggi, serta aktivitas fisik ringan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Mama dengan keluhan lambung
Mama yang memiliki riwayat gangguan lambung atau sering mengalami nyeri ulu hati sebaiknya memperhatikan respons tubuh, terutama bila mengonsumsi salak yang belum benar-benar matang karena rasanya lebih sepat dan asam. Kurangi porsinya bila muncul keluhan.
Artikel lainnya: 8 Manfaat Buah Mangga untuk Ibu Hamil dan Janin
Tips Menjaga Pola Makan Sehat selama Hamil
Salak dapat menjadi salah satu pilihan buah, tetapi pola makan Mama sebaiknya tetap terdiri atas beragam sumber zat gizi. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga pola makan selama kehamilan:
- Konsumsi berbagai jenis buah dan sayuran setiap hari.
- Pilih sumber protein yang sesuai dengan kebutuhan kehamilan.
- Penuhi kebutuhan cairan, terutama melalui air putih.
- Pilih makanan yang diolah dan disimpan secara higienis.
- Batasi makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi.
- Konsumsi suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter.
- Konsultasikan kebutuhan nutrisi khusus kepada dokter atau ahli gizi.
Salak umumnya aman dikonsumsi saat hamil dalam porsi wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Anggapan bahwa salak menyebabkan sembelit tidak sepenuhnya tepat, selama Mama menjaga porsinya dan mencukupi kebutuhan cairan.
Jika memiliki kondisi medis seperti diabetes gestasional atau mengalami keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan konsumsi salak dengan dokter atau ahli gizi.
Artikel lainnya: 8 Jenis Makanan Sehat untuk Ibu Hamil yang Dianjurkan Medis
Unduh aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun Mama untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan, nutrisi, dan perkembangan janin sesuai tahap kehamilan Mama. Mama juga bisa memanfaatkan Kalender HPL untuk memperkirakan hari lahir si kecil.
Mama juga dapat bergabung dengan komunitas HalloBumil dan mengikuti berbagai event edukatif untuk berbagi pengalaman serta mendapatkan informasi bermanfaat.






:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
