Artikel/Kehamilan/Apakah Penderita Lupus Bisa Hamil? Cek Persiapan Khususnya

Apakah Penderita Lupus Bisa Hamil? Cek Persiapan Khususnya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 02 Desember 2025
Ditinjau oleh dr. Jessica Florencia
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Jika Mama adalah penderita lupus, Mama tetap bisa hamil dan memiliki anak yang sehat, asalkan terkontrol dengan baik dan kehamilan direncanakan dengan cermat melalui pengawasan medis yang ketat.
apakah-penderita-lupus-bisa-hamil

Banyak perempuan dengan lupus bertanya-tanya, apakah penderita lupus bisa hamil dengan aman?Lupus adalah penyakit autoimun yang bisa memengaruhi berbagai organ tubuh, sehingga wajar jika kehamilan perlu dipersiapkan dengan lebih matang.

Namun kabar baiknya, penderita lupus tetap bisa hamil, bahkan memiliki kehamilan yang sehat, asal dilakukan dengan perencanaan yang tepat, pemantauan intensif, serta penggunaan obat lupus aman untuk ibu hamil. Mari kita bahas secara lengkap mengenai hamil dengan lupus lewat artikel berikut ini.

Sekilas tentang Lupus?

Lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi dari infeksi, justru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Akibatnya, penderita dapat mengalami peradangan pada kulit, sendi, ginjal, darah, hingga organ dalam lainnya. Kondisi ini bisa muncul dalam fase aktif yang disebut flare serta fase tenang atau remisi.

Karena lupus lebih banyak dialami oleh perempuan usia subur, wajar jika muncul banyak pertanyaan seputar penyakit autoimun dan kehamilan, terutama apakah penyakit ini bisa menghambat rencana memiliki keturunan.

Bisakah Penderita Lupus Hamil?

Kabar baiknya, banyak perempuan dengan lupus yang berhasil menjalani kehamilan sehat dan melahirkan bayi yang kuat. Kuncinya adalah memastikan lupus dalam keadaan terkontrol sebelum hamil dan tetap menjaga kestabilan kondisi selama kehamilan.

Pemantauan rutin oleh dokter kandungan dan dokter reumatologi sangat membantu menekan risiko kehamilan penderita lupus seperti flare atau komplikasi lainnya.

Selain itu, beberapa obat lupus aman untuk ibu hamil, seperti hydroxychloroquine justru dianjurkan untuk tetap diminum agar kondisi tetap stabil selama kehamilan.

Kapan Penderita Lupus Direkomendasikan untuk Hamil?

Perencanaan kehamilan lupus sangat penting agar risiko selama kehamilan dapat ditekan sekecil mungkin.

Dokter umumnya menyarankan untuk hamil ketika lupus sudah berada dalam fase remisi minimal enam bulan, tekanan darah normal, fungsi ginjal stabil, dan tidak ada gejala flare yang aktif.

Merencanakan kehamilan pada saat lupus sedang kambuh dapat meningkatkan risiko seperti kelahiran prematur, preeklampsia, hingga gangguan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, berdiskusi dengan dokter sebelum mulai program hamil sangat dianjurkan agar perjalanan kehamilan lebih aman dan nyaman.

Risiko Kehamilan pada Ibu Penderita Lupus & Janinnya

Kehamilan pada perempuan dengan lupus memang memungkinkan, tetapi tetap memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tanpa penyakit autoimun.

Perubahan hormon dan kondisi tubuh selama kehamilan dapat memicu gangguan perkembangan bayi, seperti:

1. Peningkatan risiko flare (kekambuhan penyakit)

Saat hamil dengan lupus, perubahan imun dan hormonal bisa membuat penyakit lebih mudah kambuh. Flare dapat muncul dalam bentuk nyeri sendi, ruam kulit, kelelahan ekstrem, atau bahkan gangguan ginjal seperti nefritis lupus.

Kondisi ini sering terjadi jika Mama menghentikan obat lupus aman untuk ibu hamil tanpa pengawasan dokter. Karena itu, menjaga kestabilan penyakit dan rutin kontrol adalah cara terbaik menekan risiko kambuh selama kehamilan.

2. Komplikasi kehamilan (preeklampsia, tekanan darah tinggi)

Penderita lupus memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami komplikasi seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, gangguan ginjal, hingga pembekuan darah.

Preeklampsia adalah kondisi serius yang ditandai tekanan darah sangat tinggi dan kerusakan organ, dan dapat membahayakan Mama maupun janin jika tidak ditangani segera. Risiko ini meningkat terutama pada Mama yang memiliki riwayat nefritis lupus atau lupus aktif sebelum hamil.

3. Kelahiran prematur dan berat lahir rendah

Risiko kehamilan penderita lupus lainnya adalah kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Ketika lupus memengaruhi aliran darah ke plasenta, bayi dapat mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan dengan tekanan darah tinggi atau lupus yang belum sepenuhnya stabil saat hamil. Pemantauan pertumbuhan janin secara rutin menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ini.

4. Lupus neonatal (kondisi langka pada bayi)

Salah satu risiko yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah lupus neonatal, yaitu kondisi langka yang dapat terjadi pada bayi akibat antibodi tertentu (anti-Ro/SSA atau anti-La/SSB) dari Mama.

Meski terdengar menakutkan, lupus neonatal umumnya bersifat sementara dan akan hilang saat bayi berusia beberapa bulan.

Namun pada sebagian kecil kasus, antibodi tersebut dapat menyebabkan gangguan irama jantung (congenital heart block), sehingga ibu hamil dengan lupus perlu pemantauan ketat selama kehamilan.

5. Keguguran atau kematian janin

Pada sebagian kasus, terutama pada Mama dengan antibodi antiphospholipid, terdapat risiko keguguran, plasenta tidak berkembang optimal, atau kematian janin bisa meningkat.

Hal ini terjadi karena adanya gangguan pembekuan darah yang memengaruhi suplai oksigen dan nutrisi ke janin. Untuk menekan risiko ini, dokter biasanya memberikan terapi pencegahan seperti aspirin dosis rendah atau pengencer darah sesuai kondisi Mama.

Dengan pemantauan yang tepat, banyak Mama dengan kondisi ini tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat dan aman.

Tips Menjalani Kehamilan Bagi Penderita Lupus

Setelah memahami risiko yang mungkin muncul, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara menjalani kehamilan dengan lebih aman.

Kabar baiknya, banyak Mama yang berhasil melewati kehamilan dengan kondisi lupus tanpa komplikasi besar, terutama jika melakukan perencanaan kehamilan lupus dengan matang.

Kuncinya adalah kontrol yang ketat, gaya hidup sehat, serta kepatuhan terhadap obat lupus aman untuk ibu hamil yang diresepkan dokter.

  • Pertama, rutin kontrol ke dokter menjadi hal paling penting. Mama perlu dipantau oleh dokter kandungan dan dokter reumatologi secara berkala untuk melihat perkembangan janin serta mendeteksi perubahan kondisi lupus sedini mungkin. Termasuk di dalamnya pemantauan tekanan darah, fungsi ginjal, hingga hasil laboratorium untuk melihat kemungkinan flare.
  • Kedua, jangan menghentikan atau mengganti obat lupus tanpa seizin dokter. Banyak Mama khawatir obat lupus berbahaya bagi janin, padahal beberapa justru penting untuk menjaga penyakit tetap stabil. Hydroxychloroquine misalnya, terbukti aman untuk kehamilan dan membantu mencegah flare selama hamil dengan lupus.
  • Ketiga, jaga pola hidup sehat. Istirahat cukup, makan makanan bergizi, menjaga hidrasi, serta menghindari stres berlebihan dapat membantu menekan risiko flare. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau prenatal yoga juga bisa membantu tubuh tetap fit selama kehamilan.
  • Keempat, pantau tanda-tanda preeklampsia dan komplikasi lain. Jika Mama mengalami sakit kepala hebat, bengkak mendadak, nyeri perut atas, atau tekanan darah meningkat, segera periksakan diri karena kondisi tersebut dapat mengindikasikan komplikasi serius pada wanita dengan lupus.

Dengan langkah-langkah tersebut, peluang untuk menjalani kehamilan yang aman dan nyaman akan jauh lebih besar, meskipun memiliki penyakit autoimun seperti lupus.

Buat Mama yang sedang merencanakan hamil dengan lupus atau ingin memastikan kehamilan berjalan aman, ada banyak cara untuk mendapatkan dukungan tambahan.

Mama bisa mengikuti webinar Hallobumil untuk belajar langsung dari para ahli mengenai lupus, kehamilan, nutrisi, dan pencegahan komplikasi. Selain itu, download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan tips harian yang relevan dengan kondisi tubuhmu.

Jangan lupa juga bergabung dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp, tempat Mama berbagi pengalaman dan saling menguatkan dalam perjalanan kehamilan yang penuh tantangan.

Terakhir, manfaatkan Health Tools Hallobumil seperti kalkulator HPL agar Mama bisa memantau perkiraan persalinan dengan lebih teratur. Semua ini akan membuat perencanaan kehamilan lupus terasa lebih ringan dan penuh dukungan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
26
2
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
NF

saya tidak muntah tetapi mual saja, apakah normal ?

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, wajar ya, karena adanya perubahan hormonal selama hamil. Jadi mama bisa mengalami mual, muntah, sering pusing, dll. Tips: usahakan makan dikit tapi sering, konsumsi buah, minum air jahe hangat, dan kunyah permen karet yang bebas gula. :) ^sr

  • 0
A

mengapa ada ibu hamil yg merokok masih aman ya

  • 0
Admin MIMA

Hai Ma, tidak dapat dipastikan ya. Hasil USG tidak bisa menilai apakah kondisi baik-baik saja hingga ke tingkat seluler dan hormonal. Merokok atau sering terpapar asap rokok saat hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit bawaan dan keguguran ^sr

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image