Berapa Tekanan Darah Normal Ibu Hamil?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/d6uR3kujB7X95aQKQhucN/original/707week-264-berapa-tekanan-darah-normal-ibu-hamil.jpg)
Menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama masa mengandung adalah hal yang sangat penting. Salah satu indikator kesehatan yang perlu dipantau secara rutin adalah tekanan darah normal ibu hamil.
Dengan melakukan pengecekan tensi secara berkala, risiko gangguan kesehatan pada ibu maupun janin bisa dideteksi lebih awal. Berikut adalah panduan mengenai tekanan darah selama kehamilan yang perlu Mama ketahui.
Kisaran Tekanan Darah Normal pada Ibu Hamil
Tekanan darah diukur dengan dua angka, yaitu sistolik dan diastolik. Berikut adalah penjelasan mengenai kategori tekanan darah selama kehamilan:
1. Rentang normal menurut WHO
Berdasarkan standar tekanan darah normal pada ibu hamil menurut WHO, angka yang sehat berada di bawah 120/80 mmHg. Jika hasil pemeriksaan berada di kisaran ini, artinya aliran darah dalam tubuh Mama masih tergolong aman.
2. Hipotensi (tekanan darah rendah)
Kondisi ini terjadi jika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Gejala yang sering muncul adalah pusing, lemas, hingga pandangan kabur saat berubah posisi secara mendadak.
3. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Menurut panduan tekanan darah normal ibu hamil menurut Kemenkes, Mama perlu waspada jika angka mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi seperti preeklamsia.
Artikel lainnya: Diet Ibu Hamil Preeklampsia, Hindari Makanan Ini
Perubahan Tekanan Darah Berdasarkan Trimester
Selama kehamilan, tekanan darah ibu hamil bisa berubah-ubah. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan pembuluh darah melebar.
Tekanan darah sering kali turun selama trimester pertama dan trimester kedua, lalu kembali naik ke level sebelum hamil saat memasuki trimester ketiga. Itulah pola perubahan tekanan darah normal ibu hamil. Berikut adalah gambaran perubahan yang biasanya terjadi di tiap tahap:
1. Tensi normal ibu hamil trimester 1
Pada awal masa kehamilan, sistem sirkulasi mulai beradaptasi dengan kehadiran janin. Hormon kehamilan mulai memengaruhi pembuluh darah agar lebih fleksibel.
Biasanya, tensi normal ibu hamil trimester 1 akan tetap stabil atau justru sedikit menurun dibandingkan angka sebelum hamil. Mama mungkin sesekali merasa pusing ringan karena perubahan ini.
2. Tensi normal ibu hamil trimester 2
Memasuki usia kandungan ini, tekanan darah sering kali mencapai titik terendahnya. Penurunan tensi normal ibu hamil trimester 2 adalah hal yang wajar.
Tekanan darah turun karena pembuluh darah terus melebar sementara jumlah darah yang dipompa jantung belum mencapai puncaknya. Jika tekanan turun terlalu rendah, Mama disarankan untuk tidak berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau tidur agar tidak merasa limbung.
3. Tensi normal ibu hamil trimester 3
Menjelang persalinan, beban kerja jantung akan meningkat secara alami. Tekanan darah biasanya akan merangkak naik kembali menuju angka normal seperti sebelum masa kehamilan.
Namun, Mama harus sangat waspada agar tensi normal ibu hamil trimester 3 tidak melonjak melewati batas aman. Peningkatan tensi yang drastis di akhir kehamilan bisa menjadi tanda adanya komplikasi kehamilan.
Artikel lainnya: Nifedipine untuk Bumil: Fungsi, Dosis, & Efek Samping
Kapan Perubahan Ini Dikatakan Aman atau Berbahaya?
- Dikatakan aman: Jika kenaikan atau penurunan angka tensi terjadi secara bertahap, masih dalam batas wajar, dan Mama tidak merasakan keluhan fisik yang berat.
- Dikatakan berbahaya: Jika tekanan darah naik sangat tinggi secara mendadak (di atas 140/90 mmHg). Waspadai jika kondisi ini diikuti dengan sakit kepala hebat yang tidak hilang dengan istirahat, penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya, nyeri ulu hati yang kuat, serta bengkak yang tidak wajar pada wajah dan tangan.
Tips Menjaga Tekanan Darah Normal Saat Hamil
Menjaga tekanan darah tetap stabil hingga hari persalinan, bukan hal yang sulit. Kuncinya, Mama harus mengelola stres dan coba lakukan langkah-langkah sederhana berikut ini:
- Kurangi makanan yang terlalu asin atau tinggi garam.
- Rutin olahraga ringan seperti jalan kaki santai.
- Minum air putih yang cukup setiap hari agar tubuh tidak dehidrasi.
- Pastikan waktu istirahat malam cukup.
- Jaga berat badan agar tetap ideal dengan mengontrol konsumsi gula serta makanan berlemak.
- Rutin kontrol ke dokter atau bidan sesuai jadwal.
Artikel lainnya: Eklampsia: Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatannya
Memantau tekanan darah normal ibu hamil secara rutin adalah bentuk kasih sayang untuk diri sendiri dan calon buah hati. Jika Mama merasa ada sesuatu yang tidak nyaman, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri.
Agar perjalanan kehamilan terasa lebih ringan, yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk saling berbagi dukungan dan tips seputar mengasuh si Kecil dengan para Mama lainnya!
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis dan manfaatkan juga health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




Hai Mama, mengenai pusing yang mama alami dapat disebabkan oleh perubahan hormonal selama hamil, mama terlalu capek, pola makan yang kurang tepat, kurang istirahat dan lainnya. :) ^sr
- 0
Hai Mama, standar tekanan darah saat hamil berkisar antara 90/60 hingga 120/80 ya. :) ^sr
- 0
hamil ke tiga banyak banget yang kerasa badan pada nikmat ra tampilkan selengkapnya
- 0
kalau merasa pusing banget , apa lagi kalau lagi solat pas s tampilkan selengkapnya
- 0
Dok kalau di TM3 tapi tekanan darah 130/80 itu masih normal tampilkan selengkapnya
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)