USG Fetomaternal, Pemeriksaan Detail untuk Kehamilan Risiko Tinggi
:strip_icc():format(webp)/hb-article/0wagK2ECMkUfygmaF2vY8/original/2gbgetpn56iggfuhfmdmhrvxq92ehcqc.png)
Di setiap tahap kehamilan, pemeriksaan medis memegang peran penting untuk memastikan Mama dan janin tetap sehat. Salah satu pemeriksaan yang kerap direkomendasikan pada kondisi tertentu adalah USG fetomaternal.
Pemeriksaan ini sering dianggap lebih “lengkap” dibandingkan USG kehamilan biasa karena mampu menilai kondisi janin secara lebih detail. Mari kita bahas secara menyeluruh mengenai apa itu USG fetomaternal, manfaatnya, serta kapan sebaiknya dilakukan.
Apa Itu USG Fetomaternal?
USG fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi khusus pada ibu hamil yang dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fetomaternal.
Mama mungkin bertanya, “USG fetomaternal lewat mana?” Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di rumah sakit, klinik atau pusat layanan kehamilan dan bertujuan untuk menilai kondisi janin dan Mama secara lebih mendalam, terutama pada kehamilan dengan risiko tertentu.
Berbeda dengan USG kehamilan rutin, USG fetomaternal menggunakan teknologi yang lebih detail, seperti USG Doppler, USG 3D, atau USG 4D, sehingga dokter dapat melihat struktur organ janin, aliran darah, hingga fungsi plasenta dengan lebih jelas.
Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi potensi masalah sejak dini agar dapat direncanakan penanganan yang tepat.
Apa Bedanya USG Fetomaternal dan USG Kehamilan Biasa?
Perbedaan utama antara USG kehamilan berisiko tinggi dan USG kehamilan biasa terletak pada tujuan, kedalaman pemeriksaan, dan keahlian dokter yang melakukannya.
USG kehamilan biasa umumnya dilakukan sebagai pemeriksaan rutin kandungan untuk memastikan usia kehamilan, posisi janin, denyut jantung, dan perkiraan berat badan bayi.
Sementara itu, USG fetomaternal fokus pada analisis detail terhadap pertumbuhan, struktur organ, serta aliran darah janin dan plasenta pada kehamilan.
Selain itu, USG fetomaternal biasanya memerlukan waktu pemeriksaan yang lebih lama karena banyak parameter yang harus dinilai. Pemeriksaan janin risiko tinggi ini tidak selalu dilakukan pada setiap kehamilan, melainkan berdasarkan indikasi medis atau rekomendasi dokter.
Artikel lainnya: Mengenal Jenis, Jadwal dan Manfaat Pemeriksaan Kehamilan
Jenis-Jenis USG Fetomaternal
Dalam praktiknya, USG pada ibu hamil berisiko tinggi mencakup beberapa jenis pemeriksaan, tergantung pada kebutuhan Mama dan kondisi kehamilan.
- USG Doppler digunakan untuk menilai aliran darah pada tali pusat, plasenta, dan pembuluh darah janin. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan janin mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.
- USG 3D menampilkan gambar janin dalam bentuk tiga dimensi, sehingga struktur tubuh janin dapat terlihat lebih jelas.
- USG 4D memberikan gambaran janin secara real-time, termasuk gerakan janin di dalam rahim.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan ekokardiografi janin, yaitu pemeriksaan khusus untuk menilai struktur dan fungsi jantung janin secara detail.
Artikel lainnya: Ini Perbedaan USG 2D, 3D, 4D, dan 5D yang Perlu Mama Tahu
Biaya USG Fetomaternal
Biaya USG fetomaternal biasanya beragam, berkisar antara Rp699.000 hingga Rp1.799.000 per sesi USG, biasanya sudah termasuk:
- Konsultasi dokter
- USG 3 dimensi (bahkan 4 dimensi)
- Hasil cetak dan dokumentasi digital USG
Biaya ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Sebaiknya Mama menghubungi rumah sakit/klinik tujuan untuk mendapatkan harga terbaru dan lengkap serta menanyakan apakah biaya sudah termasuk konsultasi dokter, hasil cetak, atau dokumentasi digital USG.
Kapan Ibu Hamil Perlu Menjalani USG Fetomaternal?
Mama mungkin berpikir, “USG Fetomaternal apakah wajib?”, mengingat biayanya tidak murah. Nah, tidak semua ibu hamil perlu menjalani USG kehamilan lanjutan. Pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan bila Mama memiliki kondisi tertentu yang memerlukan pemantauan lebih ketat.
USG fetomaternal dapat dianjurkan pada Mama dengan kehamilan berisiko tinggi, seperti memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.
Pemeriksaan ini juga sering disarankan bila terdapat riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya, atau bila pertumbuhan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan.
Selain itu, Mama yang mengandung bayi kembar, terutama kembar identik, juga kerap memerlukan USG Fetomaternal trimester 2 atau trimester lainnya untuk mendeteksi komplikasi tertentu sejak dini.
Bila hasil pemeriksaan USG rutin menunjukkan adanya kemungkinan kelainan, dokter biasanya akan merujuk Mama untuk pemeriksaan fetomaternal lanjutan.
Manfaat USG Fetomaternal untuk Mama dan Janin
USG fetomaternal memberikan banyak manfaat penting bagi Mama dan janin.
- Mendeteksi kelainan sejak dini: USG fetomaternal membantu mendeteksi kelainan struktur atau organ janin sejak awal, sehingga dokter bisa merencanakan pemantauan atau tindakan lanjutan dengan lebih tepat.
- Memantau pertumbuhan janin: Pemeriksaan ini berguna untuk memantau pertumbuhan janin, memastikan ukuran dan perkembangan sesuai usia kehamilan.
- Memantau kondisi plasenta dan aliran darah: USG fetomaternal juga memeriksa kondisi plasenta dan aliran darah yang berpengaruh pada kesehatan bayi.
- Mendeteksi risiko komplikasi pada Mama: Bagi Mama, pemeriksaan ini membantu dokter mengenali risiko komplikasi kehamilan lebih awal, sehingga kehamilan dapat dijalani lebih terencana dan aman.
- Menentukan rencana persalinan yang tepat: USG ini membantu dokter menentukan rencana persalinan yang sesuai, terutama bila ditemukan kondisi tertentu yang memerlukan penanganan khusus setelah bayi lahir.
Apakah USG Fetomaternal Aman untuk Janin?
Banyak Mama yang bertanya-tanya mengenai keamanan USG fetomaternal. Secara umum, pemeriksaan ini aman untuk Mama dan janin karena menggunakan gelombang suara, bukan radiasi.
USG fetomaternal dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan hanya bila terdapat indikasi medis yang jelas. Dengan demikian, manfaat pemeriksaan ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Mama tidak perlu merasa khawatir selama pemeriksaan dilakukan sesuai rekomendasi dokter.
Artikel lainnya: Rutin Periksa USG Berbahaya bagi Janin? Ini Faktanya
Prosedur USG Fetomaternal
Prosedur USG fetomaternal pada dasarnya mirip dengan USG kehamilan biasa, namun dilakukan dengan pemeriksaan yang lebih detail. Mama akan diminta berbaring dengan nyaman, lalu dokter atau tenaga medis akan mengoleskan gel khusus pada perut.
Alat transduser kemudian digerakkan di atas perut untuk menangkap gambar janin dan organ terkait. Pada beberapa jenis pemeriksaan, dokter akan fokus lebih lama pada area tertentu, seperti jantung janin atau aliran darah plasenta.
Pemeriksaan ini dapat berlangsung lebih lama dibandingkan USG rutin, tergantung kondisi yang dinilai. Setelah pemeriksaan selesai, dokter biasanya akan menjelaskan hasilnya secara langsung dan memberikan rekomendasi lanjutan bila diperlukan.
Artikel lainnya: Biar Nggak Bingung, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan!
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Mama sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter kandungan bila merasakan perubahan yang tidak biasa selama kehamilan, seperti:
- Berkurangnya gerakan janin.
- Muncul keluhan tertentu.
- Bila hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan hal yang perlu dipantau lebih lanjut.
Dokter juga dapat merekomendasikan USG fetomaternal sebagai bagian dari pemantauan rutin pada kehamilan berisiko. Konsultasi yang tepat waktu membantu Mama mendapatkan informasi yang jelas dan dukungan medis yang sesuai sepanjang kehamilan.
USG fetomaternal merupakan salah satu bentuk perhatian ekstra dalam menjaga kesehatan Mama dan janin.
Agar Mama semakin siap menjalani setiap fase kehamilan, jangan ragu untuk mencari informasi terpercaya dan dukungan dari sesama Mama.
Unduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan panduan kehamilan, tips kesehatan, serta informasi medis yang disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil, tempat berbagi cerita, pengalaman, dan dukungan bersama Mama lainnya! Karena setiap perjalanan kehamilan itu istimewa, dan Mama tidak perlu menjalaninya sendirian.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
