loading

Apakah Bumil Boleh Makan Jengkol? Ini Penjelasan Medisnya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Jengkol mengandung nutrisi tetapi juga memiliki risiko asam jengkolat yang dapat memengaruhi ginjal. Pahami penjelasan medis mengenai keamanan konsumsinya bagi ibu hamil secara tepat.
apakah-bumil-boleh-makan-jengkol-ini-penjelasan-medisnya

Selama masa kehamilan, Mama perlu lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan kesehatan janin terjaga.

Namun, tidak jarang ibu hamil mengalami ngidam terhadap makanan tertentu, termasuk makanan dengan aroma khas seperti jengkol. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah bumil boleh makan jengkol atau justru perlu dihindari selama kehamilan.

Pada dasarnya, jengkol bukan termasuk makanan yang sepenuhnya dilarang untuk ibu hamil. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Selain jumlahnya, cara pengolahan juga perlu diperhatikan agar jengkol lebih aman dikonsumsi.

Artikel lainnya: 8 Jenis Makanan Sehat untuk Ibu Hamil yang Dianjurkan Medis

Apakah Bumil Boleh Makan Jengkol?

Banyak Mama bertanya, bolehkah ibu hamil makan jengkol? Jawabannya adalah boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak terlalu sering.

Menurut Kementerian Kesehatan RI Jengkol memiliki beberapa kandungan nutrisi seperti protein, serat, kalsium, dan zat besi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi Mama selama kehamilan.

Tabel Kandungan Gizi Jengkol Segar (per 100g BDD)

Komponen Gizi

Jumlah

Satuan

Air

52,7

gram (g)

Energi

192

Kalori (Kal)

Protein

5,4

gram (g)

Lemak

0,3

gram (g)

Karbohidrat

40,7

gram (g)

Serat

1,5

gram (g)

Abu

0,9

gram (g)

Kalsium (Ca)

4

miligram (mg)

Fosfor (P)

150

miligram (mg)

Besi (Fe)

0,7

miligram (mg)

Natrium (Na)

60

miligram (mg)

Kalium (K)

241

miligram (mg)

Tembaga (Cu)

0,30

miligram (mg)

Seng (Zn)

0,6

miligram (mg)

Thiamin (Vit. B1)

0,05

miligram (mg)

Riboflavin (Vit. B2)

0,20

miligram (mg)

Niasin (Vit. B3)

0,5

miligram (mg)

Vitamin C

31

miligram (mg)

Meski begitu, ibu hamil perlu memahami bahwa jengkol bukan makanan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil.

Konsumsi jengkol sebaiknya hanya sebagai makanan pelengkap, bukan pengganti sumber protein atau sayuran lain yang lebih kaya nutrisi.

Selain memperhatikan porsinya, jengkol juga harus diolah dengan baik sebelum dikonsumsi.

Pastikan jengkol dimasak hingga matang sempurna dan berasal dari bahan yang bersih untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan maupun paparan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan Mama dan janin.

Artikel lainnya: Yuk, Ketahui Makanan yang Seharusnya Dihindari di Kehamilan Trimester 1

Apa Kandungan Gizi dalam Jengkol bagi Ibu Hamil?

Jengkol dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki rasa unik dan cukup digemari. Selain rasanya yang khas, jengkol juga mengandung beberapa zat gizi yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Beberapa kandungan tersebut membuat jengkol memiliki potensi sebagai salah satu pilihan makanan pendamping selama kehamilan, selama dikonsumsi dengan porsi yang tepat.

Berikut beberapa kandungan gizi dalam jengkol yang dapat mendukung kesehatan ibu hamil:

  • Protein. Protein berperan penting dalam membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Selama kehamilan, protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan jaringan janin, plasenta, serta peningkatan volume darah Mama.
  • Serat. Kandungan serat dalam jengkol dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar dan dapat membantu mengurangi risiko sembelit yang cukup sering dialami ibu hamil.
  • Kalsium. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pembentukan tulang dan gigi janin. Selain itu, mineral ini juga berperan dalam menjaga kesehatan tulang Mama selama kehamilan.
  • Zat besi. Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan karena Mama harus mendukung pertumbuhan janin sekaligus peningkatan jumlah darah.

Meski memiliki beberapa kandungan nutrisi, manfaat jengkol untuk kesehatan tetap perlu dilihat secara seimbang. Jengkol tidak dapat menggantikan makanan bergizi lain seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, sayur, dan buah yang lebih lengkap kandungan nutrisinya.

Artikel lainnya: 7 Pantangan Makanan Ibu Hamil yang Mesti Dihindari

Apa Risiko Makan Jengkol Berlebihan saat Hamil?

Meskipun jengkol masih boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah terbatas, konsumsi yang terlalu banyak dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan asam jengkolat dalam jengkol. Senyawa ini dapat mengendap di saluran kemih dan berpotensi menyebabkan gangguan apabila jumlahnya terlalu tinggi di dalam tubuh.

Berikut beberapa efek jengkol bagi ibu hamil yang perlu diwaspadai jika dikonsumsi secara berlebihan:

Gangguan pada saluran kemih

Asam jengkolat yang menumpuk dapat membentuk kristal di saluran kemih sehingga menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil, sulit buang air kecil, hingga munculnya darah dalam urine. Kondisi ini dikenal sebagai kejengkolan atau keracunan asam jengkolat.

Pada ibu hamil, gangguan saluran kemih perlu lebih diperhatikan karena perubahan hormon selama kehamilan memang sudah dapat memengaruhi sistem perkemihan.

Jika muncul keluhan seperti nyeri saat buang air kecil atau urine berwarna tidak normal, Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Artikel lainnya: ISK pada Ibu Hamil: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasi

banner

Risiko gangguan ginjal

Salah satu alasan bahaya asam jengkolat saat hamil perlu diperhatikan adalah karena senyawa ini dapat memberikan beban tambahan pada ginjal.

Pada kondisi tertentu, penumpukan asam jengkolat dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan penurunan kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa dari tubuh.

Ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan ginjal perlu lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi makanan tertentu, termasuk jengkol. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan makanan yang aman sesuai kondisi kesehatan Mama.

Gangguan pencernaan

Jengkol termasuk makanan yang mengandung serat dan senyawa tertentu yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pencernaan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami perut kembung, begah, atau rasa tidak nyaman setelah makan jengkol.

Keluhan pencernaan sebenarnya cukup umum terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormon yang memperlambat proses pencernaan.

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi jengkol dan menghindari konsumsi berlebihan.

Seberapa Banyak Jengkol yang Aman bagi Bumil?

Belum ada aturan khusus mengenai jumlah jengkol yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, prinsip yang dapat diterapkan adalah mengonsumsi dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering.

Ibu hamil sebaiknya tidak menjadikan jengkol sebagai lauk utama setiap hari, melainkan hanya sebagai variasi makanan sesekali.

Jika ingin makan jengkol, pilih porsi yang wajar, pastikan jengkol sudah matang sempurna, dan imbangi dengan makanan bergizi lain seperti sayuran, buah, sumber protein, serta cukup minum air putih.

Pola makan seimbang tetap menjadi hal utama untuk mendukung kesehatan Mama dan perkembangan janin. Selain jumlah konsumsi, kondisi kesehatan Mama juga perlu menjadi pertimbangan.

Ibu hamil yang memiliki gangguan ginjal, riwayat batu ginjal, atau pernah mengalami keluhan setelah makan jengkol sebaiknya lebih berhati-hati dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Mengonsumsi makanan beragam selama kehamilan akan membantu Mama mendapatkan lebih banyak jenis nutrisi.

Jadi, meskipun jawaban atas pertanyaan apakah bumil boleh makan jengkol adalah boleh, tetap penting untuk mengutamakan keseimbangan nutrisi dan tidak berlebihan.

Artikel lainnya: Asupan Nutrisi untuk Ibu Hamil Agar Janin Cerdas dan Sehat

Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Menghindari Jengkol?

Walaupun sebagian ibu hamil dapat mengonsumsi jengkol dalam jumlah terbatas, ada kondisi tertentu yang membuat makanan ini sebaiknya dihindari.

Terutama jika Mama memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan ginjal atau saluran kemih, karena kandungan asam jengkolat berpotensi memperburuk kondisi tersebut.

Mama juga sebaiknya tidak mengonsumsi jengkol apabila pernah mengalami keluhan setelah makan jengkol, seperti nyeri pinggang, sulit buang air kecil, nyeri saat berkemih, atau urine berubah warna. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan akibat penumpukan asam jengkolat. 

Selain itu, ibu hamil yang mengalami mual berat, gangguan pencernaan, atau lebih sensitif terhadap aroma makanan tertentu juga dapat memilih untuk menghindari jengkol. Bau khas jengkol yang kuat dapat memperburuk rasa mual, terutama pada trimester awal ketika gejala morning sickness masih sering terjadi.

Apabila Mama merasa ragu mengenai makanan tertentu selama kehamilan, termasuk jengkol, sebaiknya diskusikan dengan dokter kandungan.

Dokter dapat memberikan saran berdasarkan kondisi kesehatan Mama, usia kehamilan, serta kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.

Menjaga kesehatan selama kehamilan tidak hanya tentang memilih makanan yang aman, tetapi juga memahami kebutuhan tubuh di setiap tahapnya.

Yuk, pantau perjalanan kehamilan dengan mengunduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi kehamilan terpercaya, tips nutrisi, serta berbagai fitur yang membantu Mama menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman.

Setiap Mama memiliki pengalaman kehamilan yang berbeda, termasuk dalam memilih makanan sehari-hari.

Agar tidak merasa sendiri dalam perjalanan ini, bergabunglah dengan komunitas Hallobumil di WhatsApp dan temukan ruang berbagi bersama ibu hamil lainnya, mulai dari cerita kehamilan hingga tips menjaga kesehatan Mama dan janin.

Manfaatkan juga health tools hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) untuk membantu Mama mempersiapkan kelahiran si Kecil.

Jangan lewatkan berbagai event kesehatan yang menghadirkan edukasi seputar kehamilan, nutrisi, dan kesehatan Mama bersama para ahli. Langsung registrasi di Hallobumil sekarang juga!

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
4
7
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
E
Elis Image 1 bulan

TM2 aman aja makan jengkol asal gak sering 2minggu sekali la tampilkan selengkapnya

0
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 minggu

Hai Mama, betul Ma. Konsumsi jengkol saat hamil boleh saja selama tidak berlebihan dan terlalu sering ya Ma :) ^ak

0
HR
halmi rosyatul azhari Image 11 bulan

aku abis tadi 😭😭😭

0
Admin MIMA
Admin MIMA Image 11 bulan

Hai Mama, boleh saja konsumsi jengkol saat hamil namun pastikan tidak berlebihan dan bisa mengikuti tips Mima seperti yang sudah diinformasikan ya. Jangan lupa untuk cukupi kebutuhan cairan harian Mama minimal 8-12 gelas per hari ya :) ^sm

0
R
Roaida Image 3 bulan

di trimester ini apa masih aman makan jengkol ?

0
R
Roaida Image 3 bulan

pengalaman waktu hamil pertama,pas deket HPL makan jengkol l tampilkan selengkapnya

0
DM
Dwi Maharani Image 10 bulan

aku 2 hari makan jengkol terus baru tau bisa berdampak buruk tampilkan selengkapnya

0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image