Bolehkah Ibu Hamil Makan Keju?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/rLYcXn_KwPKXKC0GRHDyP/original/689week-232-bolehkah-ibu-hamil-makan-keju.jpg)
Selama kehamilan, Mama tentu ingin memastikan setiap makanan yang dikonsumsi aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang janin. Tak sedikit Mama yang bertanya, “bolehkah ibu hamil makan keju?” Cari tahu jawabannya di artikel ini!
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Keju?
Ibu hamil pada dasarnya boleh mengonsumsi keju, selama jenis keju yang dipilih aman dan diproses dengan cara yang tepat.
Keju merupakan sumber protein, kalsium, dan beberapa vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan tulang Mama dan perkembangan janin. Namun, tidak semua keju memiliki tingkat keamanan yang sama untuk dikonsumsi selama kehamilan.
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah proses pembuatan keju, terutama apakah keju tersebut berasal dari susu pasteurisasi atau tidak.
Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu untuk membunuh bakteri berbahaya, termasuk bakteri Listeria. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi yang berisiko bagi ibu hamil, sehingga pemilihan keju menjadi sangat penting.
Artikel lainnya: 10 Daftar Makanan Kaya Kalsium untuk Ibu Hamil
Jenis Keju yang Aman untuk Ibu Hamil
1. Keju keras (hard cheese)
Keju keras seperti cheddar, parmesan, dan gruyère termasuk jenis keju yang relatif aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Keju jenis ini memiliki kadar air yang rendah, sehingga bakteri berbahaya sulit berkembang.
Bahkan jika dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, risiko keju keras terhadap kontaminasi bakteri cenderung lebih kecil dibandingkan keju lunak.
Keju keras juga kaya akan kalsium dan protein yang dibutuhkan selama kehamilan. Mama dapat mengonsumsinya sebagai tambahan pada menu harian, misalnya sebagai taburan makanan atau camilan dalam porsi yang wajar.
2. Keju semi-keras dan semi-lunak dari susu pasteurisasi
Beberapa keju semi-keras dan semi-lunak yang dibuat dari susu pasteurisasi juga aman untuk ibu hamil. Contohnya antara lain edam, gouda, mozzarella, feta, ricotta, dan paneer. Proses pasteurisasi membantu membunuh bakteri berbahaya sehingga keju lebih aman dikonsumsi.
Meski tergolong aman, Mama tetap disarankan untuk memeriksa label kemasan sebelum membeli. Pastikan terdapat keterangan bahwa keju tersebut berasal dari susu pasteurisasi agar keamanannya lebih terjamin.
3. Keju lunak dari susu pasteurisasi
Keju lunak seperti cream cheese, cottage cheese, dan halloumi dapat dikonsumsi oleh ibu hamil selama dibuat dari susu pasteurisasi. Keju jenis ini sering digunakan sebagai olesan atau campuran makanan, sehingga cukup mudah ditemui dalam menu sehari-hari.
Karena teksturnya yang lebih lembut, keju lunak sebaiknya disimpan dan diolah dengan baik agar tidak terkontaminasi bakteri. Pastikan keju disimpan dalam kondisi dingin dan dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsa.
4. Keju yang dimasak hingga panas
Beberapa jenis keju yang biasanya perlu dihindari sebenarnya dapat dikonsumsi jika dimasak hingga benar-benar panas. Proses pemanasan sampai uap terlihat keluar dapat membantu membunuh bakteri berbahaya yang mungkin terdapat dalam keju.
Contohnya, keju lunak tertentu bisa menjadi lebih aman jika digunakan sebagai bahan masakan panas seperti panggangan atau sup. Meski demikian, Mama tetap perlu berhati-hati dan memastikan keju dimasak dengan suhu yang cukup.
Artikel lainnya: Makanan yang Harus Dihindari Mama di Kehamilan Trimester 3
Jenis Keju yang Harus Dihindari saat Hamil
1. Keju lunak berjamur
Keju lunak berjamur seperti brie, camembert, dan chèvre sebaiknya dihindari selama kehamilan jika dikonsumsi dalam kondisi dingin. Jenis keju ini memiliki kelembapan tinggi yang memungkinkan bakteri Listeria berkembang lebih mudah.
Jika Mama sangat ingin mengonsumsinya, keju ini hanya disarankan jika dimasak hingga benar-benar panas. Namun, tetap lebih aman untuk membatasi konsumsinya selama kehamilan.
2. Keju biru
Keju biru seperti gorgonzola, roquefort, dan danish blue termasuk jenis keju yang memiliki risiko lebih tinggi bagi ibu hamil. Teksturnya yang lembap dan proses fermentasinya membuat keju ini lebih rentan mengandung bakteri berbahaya.
Oleh karena itu, keju biru sebaiknya dihindari selama kehamilan, kecuali jika telah dimasak hingga suhu tinggi dan dikonsumsi dalam kondisi panas.
3. Keju dari susu tidak dipasteurisasi
Keju apa pun yang dibuat dari susu tidak dipasteurisasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap kontaminasi bakteri. Proses pasteurisasi sangat penting untuk membunuh bakteri berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan Mama dan janin.
Karena itu, Mama disarankan untuk selalu membaca label kemasan dan menghindari keju yang tidak mencantumkan keterangan pasteurisasi.
4. Keju segar artisanal tanpa label jelas
Keju segar yang dijual tanpa informasi jelas mengenai proses pembuatannya, seperti keju artisanal di pasar tradisional, sebaiknya dihindari. Tanpa label yang jelas, sulit memastikan apakah keju tersebut aman dan diproduksi sesuai standar keamanan pangan.
Memilih produk dengan label dan informasi yang lengkap akan membantu Mama mengurangi risiko yang tidak diinginkan selama kehamilan.
Tips Aman Mengonsumsi Keju Selama Kehamilan
Agar tetap aman, Mama disarankan untuk selalu:
- Periksa label kemasan sebelum membeli keju agar manfaat keju untuk ibu hamil dapat diperoleh secara optimal.
- Pilih keju yang mencantumkan keterangan susu pasteurisasi dan disimpan sesuai petunjuk.
- Simpan keju dalam suhu yang tepat serta mengonsumsinya sebelum kedaluwarsa.
Selain itu, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika ragu mengenai jenis keju tertentu.
Keju dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama kehamilan jika Mama memilih keju aman untuk ibu hamil dan mengonsumsinya dengan cara yang tepat.
Untuk mendapatkan informasi tepercaya seputar kehamilan, nutrisi, dan gaya hidup sehat, unduh aplikasi Hallobumil sekarang. Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari sesama Mama.
Manfaatkan juga health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang. Jangan ketinggalan, ikuti berbagai acara di Hallobumil bersama para ahli untuk mendapatkan tips makanan yang aman dan relevan selama hamil.
Semua langkah ini bisa menjadi dukungan tambahan agar Mama tetap sehat, nyaman, dan percaya diri menjalani masa kehamilan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
