Tanda Ibu Hamil Harus Membatalkan Puasa
:strip_icc():format(webp)/hb-article/WTDpNx5N3aZcbPA-dE79H/original/8zmql4ambs6i18410bp45g416m2rhocq.png)
Puasa Ramadan merupakan ibadah yang membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi banyak orang, termasuk Mama yang sedang hamil.
Namun, karena kebutuhan nutrisi dan cairan meningkat selama kehamilan, Mama perlu memahami tanda ibu hamil harus membatalkan puasa agar kesehatan diri dan janin tetap terjaga.
Dengan mengenali sinyal tubuh sejak awal, Mama dapat menjalani ibadah dengan lebih aman dan tenang tanpa mengabaikan kondisi kesehatan.
1. Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi yang sering terjadi saat puasa, terutama jika Mama kurang minum saat sahur atau aktivitas cukup padat. Tanda dehidrasi bisa berupa mulut terasa sangat kering, bibir pecah-pecah, urine berwarna pekat, hingga jarang buang air kecil.
Kekurangan cairan selama kehamilan dapat memengaruhi keseimbangan tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat memengaruhi volume cairan ketuban. Jika Mama merasa sangat haus, pusing, atau lemas, sebaiknya segera membatalkan puasa dan minum air secara bertahap.
Untuk mencegah dehidrasi, Mama dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur.
Artikel lainnya: Tanda Ibu Hamil Dehidrasi Saat Puasa
2. Muntah
Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.
Namun, jika muntah berlangsung berulang saat berpuasa, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda ibu hamil tidak kuat puasa karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit penting. Hal tersebut dapat memicu dehidrasi dan membuat Mama merasa tidak nyaman saat menjalani aktivitas.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi karena makanan yang dikonsumsi tidak terserap dengan optimal.
Jika muntah terjadi berkali-kali atau disertai lemas dan pusing, Mama sebaiknya tidak memaksakan diri untuk tetap berpuasa. Membatalkan puasa menjadi langkah yang tepat agar kebutuhan cairan dan gizi tetap terpenuhi serta kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.
Artikel lainnya: Mual Muntah Saat Hamil Muda? Ini Penyebab dan Solusinya
3. Mual berlebihan
Mual ringan masih tergolong wajar selama kehamilan. Namun, jika mual terasa mengganggu hingga Mama sulit makan atau minum, kondisi ini perlu diperhatikan dengan baik. Hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda tubuh membutuhkan asupan nutrisi dan cairan lebih cepat.
Puasa dapat membuat perut kosong lebih lama sehingga rasa mual semakin meningkat. Jika kondisi ini muncul, Mama tidak perlu memaksakan diri untuk tetap berpuasa. Segera berbuka dapat membantu tubuh kembali nyaman sekaligus menjaga kebutuhan gizi selama kehamilan.
4. Lemas berkepanjangan
Rasa lemas memang dapat muncul saat puasa karena tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Namun, jika lemas berlangsung lama dan membuat Mama sulit beraktivitas, kondisi ini bisa menjadi tanda tubuh kekurangan energi.
Lemas yang disertai pusing, keringat dingin, atau pandangan berkunang menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan asupan segera.
Jika kondisi ini terjadi, Mama sebaiknya tidak menunda untuk berbuka agar kadar energi kembali stabil. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, kesehatan Mama dan perkembangan janin dapat tetap terjaga.
Artikel lainnya: Pola Makan Sehat bagi Ibu Hamil Selama Puasa Ramadan
5. Pusing atau hampir pingsan
Pusing saat hamil dapat disebabkan oleh tekanan darah rendah, anemia, atau kadar gula darah menurun. Jika Mama merasa hampir pingsan, hal ini perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh yang dapat membahayakan Mama dan janin. Oleh karena itu, segera berbuka, duduk, dan beristirahat agar kondisi tubuh membaik.
6. Hipoglikemia (gula darah rendah)
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah sehingga tubuh kekurangan energi. Gejalanya dapat berupa gemetar, lemas, sulit fokus, pandangan berkunang, hingga jantung berdebar.
Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda hamil tidak boleh puasa, terutama jika muncul berulang atau semakin berat selama menjalankan ibadah.
Janin membutuhkan energi yang cukup dari nutrisi yang Mama konsumsi setiap hari. Jika kadar gula darah menurun drastis, suplai energi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat terganggu.
Oleh karena itu, Mama disarankan segera membatalkan puasa, beristirahat, dan memenuhi kebutuhan nutrisi agar kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.
7. Gerakan janin berkurang
Mulai trimester kedua, Mama biasanya dapat merasakan gerakan bayi secara rutin. Jika selama puasa gerakan janin terasa lebih sedikit dari biasanya, Mama perlu memperhatikan kondisi tubuh.
Kurangnya aktivitas janin dapat menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan asupan energi. Setelah Mama makan dan minum, gerakan biasanya kembali normal. Jika tidak, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: Penyebab Gerakan Janin Berkurang yang Perlu Diperhatikan
8. Nyeri perut
Nyeri perut selama kehamilan dapat terjadi karena berbagai faktor. Namun, jika nyeri terasa terus-menerus atau semakin kuat, Mama perlu berhenti berpuasa.
Asupan nutrisi dan cairan dapat membantu tubuh kembali stabil. Jika nyeri disertai keluhan lain, sebaiknya Mama segera memeriksakan diri agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel lainnya: Kram Perut Saat Hamil? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya
9. Mimisan
Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan mimisan. Meski sering tidak berbahaya, mimisan saat puasa bisa membuat Mama merasa tidak nyaman.
Jika mimisan terjadi bersama pusing atau lemas, Mama dianjurkan untuk membatalkan puasa. Hal ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
10. Kontraksi atau tanda persalinan
Pada trimester akhir, kontraksi dapat muncul sebagai tanda persiapan persalinan yang wajar terjadi. Namun, jika kontraksi terasa teratur, semakin kuat, atau disertai nyeri yang menjalar, kondisi ini bisa menjadi tanda bahaya puasa saat hamil yang perlu diperhatikan.
Mama sebaiknya tidak memaksakan diri untuk tetap berpuasa agar tubuh mendapatkan asupan yang cukup. Tubuh membutuhkan energi dan cairan yang memadai untuk mempersiapkan proses persalinan.
Dengan segera berbuka, Mama dapat menjaga stamina, kestabilan kondisi tubuh, serta kenyamanan selama masa akhir kehamilan.
Jika kontraksi berlangsung lebih sering atau disertai keluhan lain, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kehamilan tetap aman dan terpantau.
11. Kehamilan risiko tinggi
Mama dengan kondisi tertentu seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau riwayat komplikasi kehamilan perlu berkonsultasi sebelum berpuasa. Jika selama puasa muncul keluhan, Mama tidak perlu ragu untuk menghentikan puasa. Keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
12. Berat badan tidak stabil
Pertambahan berat badan selama kehamilan menjadi salah satu indikator terpenuhinya kebutuhan nutrisi. Jika berat badan tidak bertambah atau justru menurun, Mama perlu mengevaluasi pola makan.
Puasa mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu Mama menjalani puasa dengan aman.
Artikel lainnya: Tips Puasa Sehat untuk Ibu Hamil agar Tetap Bugar dan Kuat
Puasa saat hamil merupakan perjalanan yang unik karena setiap kondisi kehamilan berbeda, sehingga Mama perlu peka terhadap sinyal tubuh, termasuk mengenali tanda ibu hamil harus segera buka puasa.
Dengan memahami kondisi diri, Mama dapat menjalani puasa dengan lebih tenang dan tetap menjaga kesehatan. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta sesama ibu hamil juga membantu Mama mengambil keputusan terbaik demi keselamatan diri dan janin.
Agar Mama mendapatkan informasi kehamilan yang lengkap dan terpercaya, Mama dapat mengunduh aplikasi Hallobumil untuk memantau perkembangan janin, membaca edukasi kesehatan, serta mengikuti berbagai event dan diskusi persiapan kehamilan hingga persalinan.
Yuk, unduh aplikasi Hallobumil sekarang dan bergabung dengan komunitasnya agar perjalanan kehamilan Mama terasa lebih nyaman, terarah, dan penuh dukungan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
