Tanda Ibu Hamil Dehidrasi Saat Puasa
:strip_icc():format(webp)/hb-article/dE72r2A1O2cBHWzbHk7te/original/9yadfpmhysf8ebdz93bhcl7uvvfoci8i.png)
Puasa di bulan Ramadan menjadi momen yang penuh makna bagi banyak Mama, tetapi selama kehamilan tubuh membutuhkan cairan lebih banyak untuk mendukung kesehatan Mama dan perkembangan janin.
Ketika asupan cairan tidak terpenuhi dengan baik, risiko dehidrasi dapat meningkat, sehingga penting bagi Mama memahami tanda ibu hamil dehidrasi saat puasa, terutama jika aktivitas tetap padat atau cuaca cukup panas.
Gejala dehidrasi sering muncul secara bertahap dan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, sehingga mengenalinya sejak awal dapat membantu Mama mengambil langkah tepat agar puasa tetap aman dan nyaman.
1. Pusing
Pusing menjadi salah satu gejala yang sering dirasakan ibu hamil saat kekurangan cairan dan termasuk ciri-ciri ibu hamil dehidrasi saat puasa yang cukup umum. Kondisi ini terjadi karena volume darah dalam tubuh berkurang, sehingga aliran oksigen ke otak tidak optimal.
Pusing dapat muncul saat Mama berdiri terlalu lama, berjalan jauh, atau berubah posisi secara tiba-tiba. Selain itu, pusing juga dapat disertai rasa melayang atau berkunang-kunang sehingga aktivitas harian menjadi kurang nyaman.
Artikel lainnya: Sakit Kepala Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Mulut terasa kering
Mulut yang terasa kering dan lengket merupakan tanda umum tubuh kekurangan cairan. Produksi air liur akan menurun ketika tubuh berusaha mempertahankan cairan untuk fungsi vital lainnya. Kondisi ini juga dapat membuat bibir lebih mudah pecah dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat berbicara atau menelan.
Mama dapat mengurangi keluhan ini dengan minum air secara bertahap setelah berbuka hingga menjelang sahur. Mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka atau melon, juga dapat membantu menjaga kelembapan tubuh.
3. Rasa haus berlebihan
Rasa haus merupakan sinyal alami tubuh bahwa kebutuhan cairan belum terpenuhi. Pada ibu hamil, rasa haus bisa terasa lebih kuat karena kebutuhan cairan meningkat seiring perkembangan janin.
Jika rasa haus terus muncul bahkan setelah berbuka, hal ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh masih membutuhkan lebih banyak cairan.
Mama disarankan membagi waktu minum, misalnya menggunakan pola dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu menjaga hidrasi sepanjang hari.
Artikel lainnya: Penyebab Sering Haus Saat Hamil dan Cara Mengatasinya
4. Urine berwarna gelap atau jarang buang air kecil
Perubahan warna urine menjadi kuning pekat atau frekuensi buang air kecil yang berkurang dapat menunjukkan bahwa tubuh sedang menahan cairan. Urine yang sehat umumnya berwarna kuning pucat. Jika Mama melihat perubahan ini, penting untuk meningkatkan asupan cairan.
Memantau warna urine menjadi cara sederhana untuk menilai kondisi hidrasi. Mama juga dapat mencatat frekuensi buang air kecil selama berpuasa sebagai langkah pencegahan.
Artikel lainnya: Inkontinensia Urine Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya
5. Kelelahan dan lemas
Kekurangan cairan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan membuat Mama lebih cepat merasa lelah. Energi yang menurun dapat menyebabkan aktivitas terasa lebih berat, bahkan untuk kegiatan ringan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi konsentrasi dan suasana hati.
Istirahat cukup, mengatur aktivitas, serta menjaga asupan nutrisi dapat membantu mengurangi keluhan ini. Mama juga dianjurkan memilih makanan sahur yang mengandung karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.
6. Pusing ringan atau rasa melayang
Selain pusing, Mama mungkin juga merasakan sensasi melayang atau hampir pingsan. Hal ini dapat terjadi karena tekanan darah menurun akibat kekurangan cairan. Sensasi ini biasanya muncul saat Mama berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
Untuk mencegahnya, Mama dapat bangun secara perlahan dan menghindari berdiri terlalu lama. Jika gejala sering muncul, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kondisi tetap aman.
7. Sembelit dan gangguan pencernaan
Dehidrasi dapat memperlambat gerakan usus sehingga menyebabkan sembelit. Kondisi ini membuat tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Sembelit juga dapat memicu rasa tidak nyaman, kembung, dan perut terasa penuh.
Mama dapat mencegah sembelit dengan mengonsumsi serat dari buah, sayur, serta biji-bijian. Minum cukup air saat tidak berpuasa juga membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Artikel lainnya: Sembelit pada Ibu Hamil Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
8. Detak jantung lebih cepat
Saat tubuh kekurangan cairan, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung terasa lebih cepat atau tidak nyaman.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika Mama melakukan aktivitas. Jika Mama merasakan detak jantung lebih cepat, beristirahat dapat membantu menenangkan tubuh.
9. Kulit kering dan kurang elastis
Kulit dapat menjadi kering dan kurang elastis saat tubuh kekurangan cairan. Mama mungkin merasa kulit lebih kasar atau mudah iritasi.
Salah satu cara sederhana untuk mengecek elastisitas kulit adalah dengan mencubit ringan kulit tangan. Mengonsumsi cukup cairan dan nutrisi akan membantu menjaga kesehatan kulit.
Artikel lainnya: 7 Masalah Kulit Ibu Hamil yang Sering Terjadi & Penyebabnya
10. Bau mulut dan selaput lendir kering
Dehidrasi juga dapat menyebabkan bau mulut karena produksi air liur berkurang. Selain itu, selaput lendir di hidung dan mata bisa terasa lebih kering. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman selama berpuasa. Mama dapat mengatasinya dengan menjaga kebersihan mulut serta mengonsumsi cukup cairan saat tidak berpuasa.
Menjalani puasa saat hamil membutuhkan perhatian lebih terhadap kebutuhan cairan karena pusing, mulut kering, urine berwarna gelap, dan kelelahan bisa menjadi gejala dehidrasi saat hamil yang menandakan tubuh memerlukan hidrasi tambahan.
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut sejak awal, Mama dapat mengambil langkah pencegahan agar tetap sehat dan nyaman selama Ramadan.
Mengingat setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda, Mama disarankan untuk mendengarkan sinyal tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar puasa tetap dapat dijalani secara aman dan penuh makna.
Agar Mama semakin siap menjalani kehamilan, unduh aplikasi Hallobumil untuk menggunakan kalkulator HPL, mendapatkan tips harian, serta mengikuti berbagai event edukasi.
Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung selama masa kehamilan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
