Artikel/Kehamilan/Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Jeroan Sapi?

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Jeroan Sapi?

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 26 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Jeroan sapi kaya zat besi yang baik untuk mencegah anemia, namun juga tinggi kolesterol dan vitamin A. Ketahui apakah aman untuk ibu hamil, risikonya, serta tips konsumsi yang tepat.
apakah-ibu-hamil-boleh-makan-jeroan-sapi

Kehamilan sering kali membuat Mama lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah, apakah ibu hamil boleh makan jeroan sapi?

Di satu sisi, jeroan seperti hati, babat, paru, dan limpa dikenal kaya nutrisi. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran terkait kadar kolesterol, purin, hingga vitamin A yang tinggi.

Agar tidak salah langkah, penting bagi Mama memahami kandungan gizi jeroan sapi untuk bumil serta batas aman konsumsinya. Dengan informasi yang tepat, Mama bisa tetap menikmati makanan favorit tanpa mengorbankan kesehatan diri dan buah hati.

Kandungan Jeroan Sapi dan Efeknya pada Ibu Hamil

Jeroan sapi terdiri dari berbagai bagian organ dalam, seperti hati (liver), ginjal, paru, babat, hingga usus. Masing-masing memiliki kandungan nutrisi berbeda, tetapi secara umum kaya akan zat besi, vitamin B12, protein, dan beberapa mineral penting. Ini dia efek makan jeroan sapi:

1. Kaya zat besi dan vitamin B12

Salah satu manfaat jeroan sapi untuk ibu hamil adalah kandungan zat besinya yang tinggi, terutama pada hati sapi.

Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin untuk mencegah anemia selama kehamilan. Anemia pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah

Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan selama kehamilan karena volume darah meningkat signifikan. Selain itu, vitamin B12 dalam jeroan membantu perkembangan sistem saraf janin dan pembentukan sel darah merah.

Kekurangan vitamin B12 saat hamil dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan saraf pada bayi. Oleh karena itu, jeroan sapi untuk bumil sebenarnya memiliki nilai gizi yang bermanfaat jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

2. Tinggi vitamin A (perlu hati-hati)

Meski kaya nutrisi, hati sapi mengandung vitamin A dalam bentuk retinol yang sangat tinggi. Konsumsi vitamin A berlebihan saat hamil berisiko menyebabkan cacat lahir.

Menurut NIH (National Institutes of Health), asupan vitamin A yang berlebihan, terutama dari sumber hewani seperti liver, dapat meningkatkan risiko teratogenik atau gangguan perkembangan janin. Oleh sebab itu, penting untuk membatasi asupan vitamin A dosis tinggi selama kehamilan.

3. Kandungan kolesterol dan purin

Jeroan juga dikenal tinggi kolesterol dan purin. Bagi Mama dengan riwayat kolesterol tinggi atau asam urat, konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi tersebut.

Untuk itu, konsumsi jeroan sebaiknya dibatasi karena kadar kolesterolnya cukup tinggi dibandingkan daging biasa. Selain itu, purin yang tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat.

Bagi ibu hamil tanpa masalah kesehatan tertentu, konsumsi sesekali dalam jumlah kecil umumnya masih aman. Namun bagi Mama yang memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Tips Konsumsi Jeroan Sapi untuk Ibu Hamil

Agar tetap aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi jeroan sapi untuk bumil. Berikut tipsnya:

1. Batasi porsi dan frekuensi

Mengingat kandungan vitamin A dan kolesterol yang tinggi, Mama sebaiknya tidak mengonsumsi jeroan terlalu sering. Idealnya, hati sapi cukup dikonsumsi dalam porsi kecil dan tidak lebih dari 1–2 kali dalam sebulan.

Mengontrol porsi membantu Mama mendapatkan manfaat jeroan sapi untuk ibu hamil tanpa meningkatkan risiko efek samping.

2. Pastikan jeroan matang sempurna

Jeroan harus dimasak hingga benar-benar matang untuk mencegah infeksi bakteri seperti Salmonella atau Toxoplasma. Infeksi makanan selama kehamilan bisa berdampak serius pada janin.

Apalagi, ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi dari makanan mentah atau kurang matang. Pastikan jeroan tidak berwarna kemerahan di bagian dalam dan dimasak dengan suhu tinggi yang cukup.

3. Pilih sumber yang bersih dan terpercaya

Pastikan jeroan dibeli dari tempat yang higienis dan segar. Hindari jeroan yang berbau menyengat atau berubah warna. Tempat penyimpanan juga penting untuk diperhatikan. Mama bisa menyimpan di suhu dingin dan masak dalam waktu singkat setelah pembelian.

Memerhatikan keamanan makanan selama kehamilan sangat penting untuk mencegah infeksi yang berisiko pada janin.

4. Perhatikan kondisi kesehatan 

Jika Mama memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes gestasional, atau asam urat, konsultasikan dulu sebelum mengonsumsi jeroan.

Setiap kehamilan memiliki kondisi unik yang perlu dipertimbangkan secara individual. Dokter dapat membantu menentukan apakah konsumsi jeroan sapi untuk bumil masih aman sesuai kondisi kesehatan Mama.

5. Seimbangkan dengan makanan bergizi lain

Meski jeroan kaya zat besi, Mama tetap perlu mengonsumsi sumber nutrisi lain seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, telur, dan daging tanpa lemak. Pola makan seimbang lebih penting daripada fokus pada satu jenis makanan saja.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pola makan ibu hamil harus beragam dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin optimal.

Nah, dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa makan jeroan saat hamil diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan dan harus memperhatikan cara pengolahan serta kondisi kesehatan Mama.

Jika masih ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya.

Masih punya pertanyaan seputar makanan selama hamil atau ingin tahu panduan nutrisi yang lebih personal?

Yuk download aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi terpercaya langsung dari ahlinya dan gabung ke komunitas Hallobumil supaya bisa sharing pengalaman dengan sesama bumil dan dapat update edukasi kesehatan yang relevan setiap harinya.

Ingin tahu perkiraan hari lahir si kecil? Coba gunakan health tools Hitung HPL agar Mama bisa lebih siap mempersiapkan persalinan.

Jangan lewatkan juga berbagai event edukatif Hallobumil, mulai dari webinar kehamilan hingga kelas persiapan persalinan yang bisa bantu Mama lebih percaya diri menjalani masa kehamilan dengan tenang dan bahagia.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image