Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Jeroan Ayam?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/W6eW3Qc10cxav9BZY2day/original/c8vh2uhce1sft32ffs7uatzonm2ng1sb.png)
Selama masa kehamilan, pilihan makanan menjadi hal yang sangat diperhatikan. Tidak sedikit Mama bertanya-tanya, apakah ibu hamil boleh makan jeroan ayam?
Di satu sisi, jeroan dikenal kaya nutrisi, tetapi di sisi lain juga sering dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi.
Lalu, bagaimana sebenarnya keamanan dan manfaat jeroan ayam untuk ibu hamil? Mari kita bahas secara lengkap kandungan gizinya, potensi manfaat jeroan ayam untuk ibu hamil, hingga tips konsumsi yang aman agar tetap menyehatkan bagi Mama dan janin.
Artikel lainnya: Aturan Makan Ikan yang Aman untuk Ibu Hamil
Kandungan Jeroan Ayam dan Efeknya pada Ibu Hamil
Pada dasarnya, jeroan ayam mencakup hati, ampela, usus, dan bagian organ dalam lainnya. Bagian yang paling sering dikonsumsi adalah hati ayam. Secara umum, jeroan termasuk sumber protein hewani yang padat nutrisi. Berikut sederet efek makan jeroan ayam untuk ibu hamil:
1. Kaya zat besi, cegah anemia
Salah satu manfaat jeroan ayam untuk ibu hamil adalah kandungan zat besinya yang tinggi, terutama pada hati ayam. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin.
Kekurangan zat besi saat hamil dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil, yang berisiko menyebabkan kelelahan, pusing, bahkan komplikasi persalinan.
Perlu Mama ketahui, kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan karena volume darah Mama bertambah untuk mendukung pertumbuhan janin. Asupan zat besi yang cukup membantu mencegah anemia defisiensi besi pada ibu hamil.
2. Tinggi protein untuk pertumbuhan janin
Protein dalam jeroan ayam berperan dalam pembentukan jaringan tubuh janin, termasuk otot dan organ vital. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan sebelum hamil.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), nutrisi seperti protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan.
3. Sumber vitamin A yang tinggi (perlu hati-hati)
Hati ayam mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi. Vitamin A memang penting untuk perkembangan mata, sistem imun, dan organ janin. Namun, konsumsi vitamin A berlebihan dalam bentuk retinol (vitamin A hewani) dapat meningkatkan risiko cacat lahir.
Sayangnya, batas asupan vitamin A untuk ibu hamil perlu diperhatikan karena kelebihan retinol dapat berdampak negatif pada perkembangan janin. Inilah alasan mengapa konsumsi jeroan ayam untuk ibu hamil sebaiknya tidak berlebihan.
Artikel lainnya: Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?
4. Kolesterol dan lemak jenuh
Jeroan ayam juga mengandung kolesterol cukup tinggi. Meski kolesterol dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu, namun konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kesehatan jantung, terutama jika Mama memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Ibu hamil tetap perlu menjaga asupan lemak dan kolesterol agar tidak meningkatkan risiko gangguan metabolik selama kehamilan.
5. Risiko infeksi jika tidak matang
Jeroan yang tidak dimasak hingga matang sempurna berisiko mengandung bakteri seperti Salmonella atau Toxoplasma, yang dapat membahayakan janin.
Mengingat bahwa ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi makanan dan disarankan memastikan daging serta organ dalam dimasak sampai matang sempurna.
Tips Konsumsi Jeroan Ayam untuk Ibu Hamil
Agar tetap aman dan mendapatkan manfaat jeroan ayam untuk ibu hamil, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya:
1. Batasi porsi konsumsi
Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi hati ayam terlalu sering. Idealnya, cukup 1 porsi kecil (sekitar 30–50 gram hati ayam) dan tidak lebih dari 1 kali dalam seminggu. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah kelebihan vitamin A dalam bentuk retinol.
2. Pastikan dimasak hingga matang sempurna
Jeroan harus dimasak hingga benar-benar matang, tidak setengah matang atau masih berwarna kemerahan di bagian dalamnya. Proses memasak yang tepat membantu membunuh bakteri berbahaya.
Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi MSG (Micin)?
3. Hindari menggoreng berlebihan
Mengolah jeroan dengan cara digoreng dalam minyak banyak dapat meningkatkan kadar lemak jenuh. Oleh karenanya, cara pengolahan makanan berpengaruh terhadap kandungan lemak dan dampaknya bagi kesehatan jantung.
Sebaiknya pilih metode memasak seperti direbus, dikukus, atau ditumis dengan sedikit minyak, ya, Ma!
4. Perhatikan kondisi kesehatan pribadi
Jika Mama memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, atau gangguan metabolik, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jeroan ayam untuk ibu hamil secara rutin.
5. Kombinasikan dengan sayur dan buah
Agar lebih seimbang, konsumsi jeroan sebaiknya disertai sayuran tinggi serat dan buah yang kaya vitamin C. Vitamin C membantu penyerapan zat besi secara optimal.
Manfaat kombinasi zat besi dan vitamin C juga dijelaskan oleh KlikDokter dalam pembahasan mengenai anemia pada ibu hamil.
Yuk, gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk berbagi pengalaman seputar kehamilan, termasuk diskusi soal makanan seperti jeroan ayam untuk ibu hamil.
Jangan lupa juga manfaatkan health tools seperti fitur hitung HPL agar Mama bisa memperkirakan hari perkiraan lahir dengan lebih akurat. Informasi ini penting untuk membantu mengatur pola makan dan nutrisi sejak awal kehamilan.
Ikuti juga berbagai event edukatif dari Hallobumil yang rutin membahas topik kehamilan, nutrisi, hingga persiapan persalinan. Langsung download aplikasi Hallobumil sekarang juga ya, Ma!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
