loading

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi? Ini Kata Medis

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ibu hamil tetap bisa menikmati kopi dengan memperhatikan asupan kafein harian. Kenali batas konsumsi yang dianjurkan, risiko kafein berlebih, dan tips aman minum kopi selama kehamilan.
4-alasan-ibu-hamil-perlu-hindari-kopi

Bagi Mama yang terbiasa minum kopi setiap hari, muncul pertanyaan apakah ibu hamil boleh minum kopi setelah mengetahui dirinya sedang mengandung.

Kabar baiknya, minum kopi saat hamil tidak harus sepenuhnya dihindari, tetapi jumlah kafein yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa konsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari tidak tampak menjadi faktor utama keguguran atau kelahiran prematur.

Namun, kafein juga terdapat dalam teh, cokelat, minuman bersoda, minuman energi, dan beberapa produk lainnya sehingga total asupan harian perlu diperhitungkan.

Berapa Batas Kafein Harian Saat Hamil?

Secara umum, batas aman kafein ibu hamil adalah maksimal 200 mg per hari. Batas ini merupakan jumlah total kafein dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari, bukan hanya dari kopi.

Mayo Clinic juga menggunakan batas kurang dari 200 mg per hari sebagai anjuran untuk ibu hamil, sementara National Health Service (NHS) menyarankan ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein sehari.

Batas tersebut penting karena kafein dapat melewati plasenta sehingga janin turut terpapar. Tubuh ibu hamil juga memproses kafein lebih lambat dibandingkan sebelum hamil.

Oleh karena itu, jumlah yang tampak kecil dari beberapa sumber berbeda dapat dengan cepat menambah total asupan harian. Perlu diketahui, angka 200 mg bukan berarti konsumsi kafein di bawah angka tersebut dipastikan bebas dari semua risiko.

Menurut ACOG hubungan antara kafein dan kehamilan masih menunjukkan hasil yang beragam, terutama pada konsumsi yang lebih tinggi.

Untuk itu, anjuran 200 mg per hari digunakan sebagai batas pembatasan yang umum dalam pedoman klinis, bukan sebagai jaminan bahwa risiko menjadi nol.

Artikel lainnya: Minum Air Es Saat Hamil Berbahaya bagi Bayi, Mitos atau Fakta?

Cara Menghitung Total Kafein dari Kopi, Teh, dan Lainnya

Saat menghitung kafein, jangan hanya memperhatikan berapa cangkir kopi yang diminum. Mama perlu menjumlahkan seluruh sumber kafein dalam satu hari, termasuk teh, cokelat, minuman bersoda, minuman energi, dan produk tertentu yang mengandung kafein.

Kandungannya juga dapat berbeda berdasarkan ukuran sajian, merek, jenis produk, dan metode pengolahan. Sebagai gambaran, 240 ml kopi seduh mengandung sekitar 96 mg kafein, sedangkan kopi instan dalam jumlah yang sama mengandung sekitar 62 mg.

Teh hitam seduh sekitar 48 mg dan teh hijau seduh sekitar 29 mg. Minuman bersoda jenis cola sekitar 33 mg per 237 ml, sementara kandungan kafein pada minuman energi dapat mencapai sekitar 79 mg atau lebih per 237 ml, tergantung produknya.

Contohnya, Mama minum satu cangkir kopi seduh yang mengandung sekitar 96 mg kafein pada pagi hari. Jika kemudian minum teh hitam sekitar 48 mg dan mengonsumsi cokelat yang mengandung kafein, totalnya bisa mendekati atau melewati 150 mg.

Artinya, masih perlu memperhatikan sumber kafein lain sepanjang hari agar tidak melebihi batas yang dianjurkan. Cara paling praktis adalah melihat label kemasan jika tersedia.

Untuk kopi dari kedai, kandungan kafein biasanya tidak selalu tercantum sehingga Mama dapat menanyakan jumlah espresso atau ukuran sajian yang digunakan.

Jangan menganggap kopi dengan rasa yang lebih ringan otomatis memiliki lebih sedikit kafein karena rasa dan kadar kafein tidak selalu berjalan beriringan.

Artikel lainnya: Pantangan Makanan Ibu Hamil yang Mesti Dihindari

Kandungan Kafein pada Jenis Kopi yang Berbeda

Kandungan kafein pada kopi dapat berbeda cukup jauh meskipun sama-sama disebut kopi. Faktor seperti jenis biji, ukuran sajian, lama penyeduhan, dan metode pembuatan dapat memengaruhi jumlah kafein.

Untuk itu, angka berikut sebaiknya digunakan sebagai perkiraan untuk membantu Mama menghitung total asupan, bukan sebagai angka pasti untuk setiap produk kopi.

Jenis kopi

Ukuran acuan

Perkiraan kafein

Perkiraan kontribusi terhadap batas 200 mg/hari

Kopi seduh/brewed coffee

237 ml

±96 mg

±48%

Kopi instan

237 ml

±62 mg

±31%

Espresso

30 ml

±63 mg

±32%

Kopi decaf

237 ml

±1 mg

<1%

Espresso decaf

30 ml

±1 mg

<1%

Latte 1 shot espresso

±30 ml espresso + susu

±63 mg*

±32%*

Cappuccino 1 shot espresso

±30 ml espresso + susu

±63 mg*

±32%*

Kandungan pada latte dan cappuccino bergantung pada jumlah shot espresso yang digunakan. Susu tidak menjadi sumber kafein utama. Jika menggunakan dua shot espresso, jumlah kafeinnya dapat menjadi sekitar dua kali lipat.

Jadi, batas aman bukan berarti Mama boleh minum hingga dua atau tiga jenis kopi sekaligus selama masing-masing jenis terlihat kecil.

Batas 200 mg berlaku untuk total kafein dalam sehari. Misalnya, dua shot espresso dapat menyumbang sekitar 126 mg kafein sehingga masih perlu menghitung kafein dari teh, cokelat, atau minuman lainnya.

Artikel lainnya: Jus Sehat dan Aman yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil

banner

Apa Risiko Jika Kafein Dikonsumsi Berlebihan Saat Hamil?

Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi menjadi perhatian selama kehamilan karena beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara asupan kafein yang lebih tinggi dengan sejumlah hasil kehamilan yang kurang baik.

Namun, penelitian mengenai hubungan tersebut tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang sama, sehingga jumlah konsumsi dan konteks kesehatan Mama tetap perlu dipertimbangkan. 

Beberapa risiko kopi untuk ibu hamil dan efek kafein yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Keguguran: sejumlah penelitian menemukan hubungan antara asupan kafein yang lebih tinggi dan peningkatan risiko keguguran, meski hasil penelitian secara keseluruhan tidak sepenuhnya konsisten. ACOG menyebut konsumsi kurang dari 200 mg per hari tidak tampak sebagai faktor utama keguguran. 
  • Berat badan lahir rendah: beberapa penelitian observasional dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam National Institute of Health (NIH) menemukan hubungan antara konsumsi kafein yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Pertumbuhan janin: hubungan antara kafein dan hambatan pertumbuhan janin masih belum sepenuhnya jelas. ACOG menyatakan bukti mengenai hubungan tersebut masih belum menentukan.
  • Gangguan tidur dan keluhan pada Mama: kafein dapat menyebabkan sulit tidur, sakit kepala, jantung berdebar, lebih sering buang air kecil, hingga rasa gelisah pada sebagian orang.
  • Heartburn atau refluks: kopi berkafein dapat memperburuk gejala heartburn pada sebagian orang. Keluhan ini juga cukup umum selama kehamilan.

Mengingat bukti mengenai dampak kafein masih terus diteliti, Mama tidak perlu langsung panik jika sesekali mengonsumsi kopi.

Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah total kafein dan membicarakannya dengan dokter bila Mama memiliki kondisi kehamilan tertentu atau membutuhkan pembatasan khusus.

Artikel lainnya: Cara Aman Meredakan Heartburn Saat Hamil agar Mama Lebih Nyaman

Bagaimana Cara Tetap Menikmati Kopi dengan Lebih Aman Saat Hamil?

Jika kopi merupakan bagian dari rutinitas Mama, pembatasan kafein tidak selalu berarti harus berhenti total. Mama dapat mengatur ukuran dan jenis kopi sekaligus memperhatikan sumber kafein lainnya agar konsumsi harian tetap terkendali.

Beberapa cara yang dapat dicoba:

  • Perhatikan total kafein, bukan hanya jumlah cangkir. Satu cangkir kopi belum tentu sama dengan satu cangkir kopi lainnya karena kandungan kafein bisa berbeda.
  • Pilih ukuran kopi yang lebih kecil. Mengurangi ukuran sajian dapat membantu menurunkan jumlah kafein yang masuk dalam sehari.
  • Pertimbangkan kopi decaf. Kopi decaf tetap dapat mengandung sedikit kafein, tetapi jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan kopi biasa.
  • Batasi sumber kafein lainnya. Jangan lupa menghitung teh, cokelat, cola, minuman energi, dan produk lain yang mengandung kafein.
  • Hindari menjadikan minuman energi sebagai pengganti kopi. Selain kafein, beberapa minuman energi mengandung bahan stimulan lain sehingga bukan pilihan yang ideal selama kehamilan.
  • Perhatikan respons tubuh. Jika kopi membuat Mama sulit tidur, berdebar, gelisah, atau memperburuk heartburn, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghindarinya.
  • Kurangi secara bertahap jika terbiasa minum banyak kopi. Mengurangi konsumsi secara perlahan dapat membantu mengurangi keluhan seperti sakit kepala yang bisa muncul ketika asupan kafein diturunkan mendadak. 

Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Minum Larutan Cap Kaki Tiga? Cek Faktanya

Minuman Pengganti Kopi yang Sehat untuk Ibu Hamil

Jika Mama ingin mengurangi kafein, ada banyak minuman pengganti kopi ibu hamil yang bisa menjadi pilihan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Mama juga dapat memilih susu pasteurisasi atau minuman berbasis susu tanpa tambahan gula berlebihan. Air hangat dengan irisan lemon atau jeruk juga dapat menjadi pilihan sederhana jika Mama menginginkan minuman yang terasa lebih segar.

Sementara itu, minuman herbal sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan selama kehamilan karena keamanan setiap jenis herbal dapat berbeda dan sebagian belum memiliki cukup bukti mengenai keamanannya bagi janin.

Bila Mama tetap ingin sensasi minum kopi tanpa banyak kafein, kopi decaf dapat menjadi alternatif. Namun, perlu diingat bahwa istilah decaf bukan berarti benar-benar bebas kafein.

Kandungannya tetap perlu diperhitungkan apabila Mama juga mengonsumsi sumber kafein lain pada hari yang sama. Jadi, apakah ibu hamil boleh minum kopi? Boleh, tetapi jumlah kafeinnya perlu dibatasi.

Batas yang umum digunakan adalah maksimal 200 mg kafein per hari dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman lainnya. Mengingat kadar kafein setiap produk dapat berbeda, Mama sebaiknya memperhatikan ukuran sajian dan label produk bila tersedia.

Menjalani kehamilan bukan berarti Mama harus menghilangkan semua hal yang disukai. Dengan memahami kafein dan kehamilan, Mama bisa membuat pilihan yang lebih bijak sambil tetap menikmati rutinitas kecil yang membuat hari terasa menyenangkan.

Jika memiliki kondisi medis tertentu atau mendapatkan anjuran khusus dari dokter, ikuti batas konsumsi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Masih banyak hal yang ingin Mama pahami selama kehamilan, mulai dari makanan dan minuman hingga perkembangan Si Kecil setiap minggunya.

Yuk, temani perjalanan Mama dengan mengunduh aplikasi Hallobumil yang menyediakan informasi kehamilan, fitur tanya ahli, dan berbagai fitur pendamping kehamilan lainnya.

Kalau Mama masih punya pertanyaan seperti “Boleh nggak ya minum ini saat hamil?”, Mama nggak harus mencari jawabannya sendirian.

Bergabunglah dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi cerita, pengalaman, dan berdiskusi dengan Mama lainnya dari berbagai fase kehamilan. 

Selain menjaga asupan selama hamil, jangan lupa mencatat perjalanan kehamilan dari waktu ke waktu.

Mama bisa menggunakan health tools Hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir)di Hallobumil untuk membantu memperkirakan waktu kelahiran Si Kecil dan mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak dini. 

Punya banyak pertanyaan seputar kehamilan dan ingin belajar langsung dari ahlinya? Mama juga bisa mengikuti event kesehatan yang menghadirkan berbagai topik kesehatan dan parenting bersama tenaga ahli. Jangan sampai ketinggalan, langsung registrasi data diri Mama sekarang juga, ya!

banner
Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
10
22
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
EN
Enten Nur Rahmadani Image 1 tahun

kalao teh gimana

1
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Ma, boleh saja asal tidak berlebihan ya Ma. Karena meski tidak sebanyak kopi, teh memiliki kandungan kafein yang tinggi. Kelebihan kafein saat hamil meningkatkan risiko terjadinya komplikasi saat kehamilan. :) ^sr

1
LS
Liya sri ayu Image 2 tahun

tpi aku sering minum teh

1
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Ma, boleh saja asal tidak berlebihan ya Ma. Karena meski tidak sebanyak kopi, teh memiliki kandungan kafein yang tinggi. Kelebihan kafein saat hamil meningkatkan risiko terjadinya komplikasi saat kehamilan. :) ^sr

0
CE
Cici Ermawati Image 1 tahun

Baru aja minum kopi karna pengen banget🤣 eh muncul artikel tampilkan selengkapnya

1
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Ma, Ibu hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi kopi dengan batasan yang wajar dan tidak berlebihan ya Ma. :) ^sr

2
EN
Elvia Nanda Febi Fantrisya Image 2 tahun

semenjak hamil saya suka kopi,gimana??

1
Admin MIMA
Admin MIMA Image 1 tahun

Hai Mama, mengenai konsumsi kopi saat hamil, boleh saja Ma, selama tidak berlebihan dan terlalu sering (maksimal 2 cangkir per hari). Semoga membantu :) ^sr

1
Mah Isti
Mah Isti Image 1 minggu

muncul notif ini pas aku lagi makan permen kopiko karena abi tampilkan selengkapnya

0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image