Ciri Darah Putih Naik setelah Melahirkan, Apakah Berbahaya?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/WYT9BQeW_Cokrwor09Fqy/original/sy89ezn8bsrkryiiccitc2tcvzxdil5g.png)
Setelah melahirkan, tubuh Mama membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah melalui proses kehamilan dan persalinan. Pada masa ini, berbagai perubahan dapat terjadi, termasuk peningkatan jumlah sel darah putih sebagai bagian dari respons alami tubuh.
Namun, penting bagi Mama untuk memahami ciri darah putih naik setelah melahirkan agar dapat mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul selama masa pemulihan.
1. Kelelahan Ekstrem
Rasa lelah setelah melahirkan adalah hal yang cukup umum. Tubuh Mama baru saja melalui proses persalinan yang membutuhkan energi besar, sehingga wajar jika tubuh terasa lebih cepat lelah.
Namun, jika kelelahan terasa sangat berat hingga membuat Mama sulit menjalani aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diperhatikan. Pada beberapa kasus, kelelahan yang berlebihan dapat berkaitan dengan proses peradangan atau infeksi di dalam tubuh.
Ketika tubuh melawan infeksi, jumlah sel darah putih naik setelah melahirkan sebagai bentuk respons sistem kekebalan. Kondisi ini dapat memengaruhi stamina dan membuat tubuh terasa lebih lemah dari biasanya.
Artikel lainnya: Ciri Infeksi Jahitan Pasca Melahirkan Normal, Waspada ya Ma!
2. Cairan Nifas (Lokia) Berbau Tidak Sedap
Selama masa nifas, Mama akan mengeluarkan cairan yang disebut lokia. Cairan ini merupakan campuran darah, lendir, dan jaringan yang keluar dari rahim sebagai bagian dari proses pemulihan setelah persalinan.
Pada kondisi normal, lokia memiliki bau yang ringan dan tidak terlalu menyengat. Namun, jika cairan nifas mengeluarkan bau tidak sedap, hal tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi pada rahim atau saluran reproduksi.
Kondisi ini termasuk salah satu gejala darah putih naik setelah melahirkan yang perlu diperhatikan agar Mama dapat segera mendapatkan pemeriksaan medis jika diperlukan.
3. Demam Setelah Melahirkan
Demam merupakan salah satu cara tubuh menunjukkan adanya proses peradangan atau infeksi. Suhu tubuh yang meningkat setelah melahirkan dapat menandakan bahwa sistem kekebalan sedang bekerja melawan bakteri atau kuman tertentu.
Pada kondisi ini, tubuh biasanya meningkatkan produksi sel imun, termasuk leukosit. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sering kali menunjukkan leukosit tinggi setelah melahirkan ketika tubuh sedang merespons infeksi.
Artikel lainnya: Metritis pada Ibu Nifas: Gejala, Penyebab & Penanganannya
4. Nyeri Perut Bagian Bawah
Rasa nyeri di perut bagian bawah dapat terjadi selama masa pemulihan rahim setelah melahirkan. Rahim membutuhkan waktu untuk kembali ke ukuran semula, sehingga kontraksi ringan dapat dirasakan oleh Mama.
Namun, jika nyeri terasa lebih kuat atau berlangsung cukup lama, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya peradangan pada rahim. Nyeri tersebut dapat disertai gejala lain seperti demam atau cairan nifas yang berubah.
Memahami kondisi ini dapat membantu Mama mengenali apa tanda darah putih naik setelah melahirkan yang mungkin muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
5. Perdarahan Nifas yang Berlebihan
Perdarahan nifas biasanya berlangsung secara bertahap dan akan berkurang seiring waktu. Pada awalnya, darah yang keluar berwarna merah terang, kemudian berubah menjadi kecokelatan hingga akhirnya kekuningan.
Namun, jika jumlah perdarahan meningkat secara tiba-tiba atau berlangsung lebih lama dari biasanya, kondisi ini perlu diperhatikan. Perdarahan yang berlebihan dapat menandakan adanya gangguan pada proses pemulihan rahim.
6. Menggigil atau Tubuh Terasa Dingin
Menggigil sering muncul ketika tubuh mengalami demam. Sensasi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang bekerja untuk melawan infeksi.
Pada masa setelah melahirkan, menggigil yang disertai demam dapat menjadi tanda bahwa tubuh Mama sedang merespons bakteri atau kuman tertentu. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan peningkatan aktivitas sistem imun.
Artikel lainnya: Bolehkah Jamu untuk Ibu Melahirkan?
7. Pusing atau Kepala Terasa Berat
Sebagian Mama mungkin merasakan pusing atau kepala terasa berat setelah melahirkan. Hal ini dapat terjadi karena perubahan hormon, kelelahan, atau kurangnya waktu istirahat.
Namun, jika pusing muncul bersamaan dengan gejala lain seperti demam atau tubuh terasa lemah, kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda adanya infeksi dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan perubahan yang dirasakan.
8. Denyut Jantung Terasa Lebih Cepat
Ketika tubuh mengalami infeksi atau peradangan, jantung dapat berdetak lebih cepat dari biasanya. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk mendukung kerja sistem kekebalan.
Perubahan pada denyut jantung sering kali disertai gejala lain seperti demam, kelelahan, atau rasa tidak nyaman pada tubuh.
9. Nyeri Saat Buang Air Kecil
Rasa perih atau nyeri saat buang air kecil dapat terjadi pada sebagian Mama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan iritasi pada saluran kemih atau adanya infeksi.
Infeksi saluran kemih merupakan salah satu kondisi yang cukup sering terjadi pada masa nifas. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi tersebut dapat memicu respons sistem imun yang menyebabkan peningkatan jumlah leukosit.
10. Nafsu Makan Menurun
Selama masa pemulihan setelah persalinan, tubuh Mama membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk membantu proses penyembuhan. Namun, pada beberapa kondisi, infeksi dapat membuat nafsu makan menurun.
Ketika tubuh sedang melawan infeksi, energi akan difokuskan untuk mendukung sistem kekebalan. Hal ini dapat membuat Mama merasa kurang berselera makan atau mudah merasa kenyang.
Artikel lainnya: 9 Cemilan untuk Ibu Setelah Melahirkan, Enak & Bergizi
11. Luka Jahitan Terasa Nyeri atau Bengkak
Jika Mama menjalani persalinan normal dengan episiotomi atau operasi caesar, luka jahitan memerlukan waktu untuk sembuh sepenuhnya. Dalam proses penyembuhan, luka biasanya terasa sedikit nyeri atau sensitif.
Namun, jika luka terlihat bengkak, kemerahan, atau mengeluarkan cairan, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya infeksi pada area luka.
12. Payudara Bengkak dan Terasa Panas
Perubahan pada payudara juga dapat terjadi selama masa menyusui. Payudara yang terasa penuh atau sedikit tegang merupakan hal yang umum ketika produksi ASI meningkat.
Namun, jika payudara terasa panas, nyeri, dan disertai kemerahan, kondisi ini dapat menjadi tanda mastitis atau infeksi pada jaringan payudara.
13. Pembengkakan pada Wajah, Tangan, atau Kaki
Pembengkakan ringan pada kaki dapat terjadi setelah melahirkan karena perubahan sirkulasi cairan dalam tubuh. Namun, jika pembengkakan terjadi pada beberapa bagian tubuh sekaligus dan terasa tidak nyaman, Mama sebaiknya memerhatikan kondisi ini.
Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan tekanan darah atau gangguan kesehatan lainnya yang perlu dipantau.
14. Sesak Napas
Sesak napas setelah melahirkan bukanlah kondisi yang umum terjadi. Jika Mama merasakan kesulitan bernapas atau napas terasa lebih pendek dari biasanya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk gangguan pada sistem pernapasan atau peredaran darah.
15. Perubahan Suasana Hati yang Sangat Ekstrem
Setelah melahirkan, perubahan hormon dapat memengaruhi emosi Mama. Perasaan mudah terharu atau sensitif merupakan hal yang cukup umum pada masa ini.
Namun, jika perubahan suasana hati terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama, Mama dapat mencari dukungan dari keluarga maupun tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: Gangguan Psikologis setelah Melahirkan, Waspadai Tandanya
16. Tubuh Terasa Sangat Lemah
Pada beberapa kondisi, tubuh dapat terasa sangat lemah ketika sistem kekebalan sedang bekerja melawan infeksi. Tubuh membutuhkan energi yang cukup untuk mendukung proses pemulihan.
Jika kelemahan ini muncul bersamaan dengan gejala lain seperti demam atau nyeri, pemeriksaan kesehatan dapat membantu memastikan kondisi tubuh Mama.
Masa pemulihan setelah melahirkan merupakan periode penting bagi tubuh Mama untuk kembali beradaptasi. Berbagai perubahan yang terjadi selama masa nifas sering kali merupakan bagian dari proses penyembuhan alami tubuh.
Dengan mengenali berbagai tanda yang muncul, Mama dapat lebih memahami kondisi tubuh serta mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan selama masa pemulihan.
Unduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan informasi kesehatan terpercaya seputar kehamilan, persalinan, dan parenting. Mama juga dapat bergabung dengan komunitas Hallobumil untuk berbagi pengalaman serta mengikuti berbagai event edukatif bersama sesama Mama.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
