Metritis pada Ibu Nifas: Gejala, Penyebab & Penanganannya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Q7bGRt_GpQWsWDvVSwi-h/original/7eddzfff0vqh2eudtd2aludhlllkago1.png)
Masa nifas seharusnya menjadi waktu pemulihan tubuh setelah melewati proses persalinan yang panjang.
Namun, beberapa Mama justru mengalami gangguan kesehatan seperti metritis pada ibu nifas, yaitu kondisi infeksi rahim setelah melahirkan yang dapat menyebabkan demam, nyeri, hingga keluarnya cairan berbau tidak sedap.
Penting untuk mengenali gejala, penyebab, dan cara pencegahannya agar Mama terhindar dari risiko serius dan dapat pulih dengan aman.
Artikel lainnya: Ciri Infeksi Jahitan Pasca Melahirkan Normal, Waspada ya Ma!
Apa Itu Metritis pada Ibu Nifas?
Metritis pada ibu nifas adalah kondisi ketika dinding rahim mengalami peradangan akibat infeksi setelah proses persalinan.
Sederhananya, ini adalah salah satu bentuk infeksi rahim setelah melahirkan yang bisa muncul dalam beberapa hari hingga minggu pertama masa pemulihan.
Pada kondisi normal, rahim memang sedang dalam proses kembali ke ukuran semula, tetapi bila bakteri masuk dan berkembang di dalam rahim, muncul peradangan yang disebut metritis pada ibu nifas.
Infeksi ini bisa terjadi baik pada persalinan normal maupun caesar. Namun, pada persalinan caesar, risikonya dapat meningkat karena prosedurnya melibatkan sayatan pada rahim.
Metritis biasanya ditandai oleh munculnya gejala metritis nifas seperti demam, nyeri perut bawah, dan keluarnya cairan nifas yang berbau tidak sedap.
Karena itu, mengenali kondisi ini sejak dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi komplikasi nifas yang lebih serius.
Selain itu, dengan memahami apa itu metritis, Mama bisa lebih waspada terhadap penyebab infeksi rahim pasca melahirkan agar proses pemulihan setelah persalinan berjalan lebih aman.
Penyebab Metritis
Penyebab utama metritis pada ibu nifas adalah masuknya bakteri ke dalam rahim setelah persalinan. Pada dasarnya, setelah melahirkan, rahim masih dalam kondisi terbuka dan sedang mengalami proses penyembuhan.
Kondisi ini membuat rahim lebih rentan mengalami infeksi rahim setelah melahirkan, terutama jika ada faktor yang memicu berkembangnya bakteri. Beberapa penyebab infeksi rahim pasca melahirkan yang sering terjadi antara lain:
- Sisa plasenta yang tertinggal di rahim: Bila ada jaringan yang tidak keluar sempurna, bakteri lebih mudah berkembang biak sehingga memicu peradangan.
- Ketuban pecah terlalu lama: Semakin lama ketuban pecah sebelum persalinan dimulai, semakin besar risiko bakteri masuk ke rahim.
- Proses persalinan yang lama atau banyak tindakan medis: Persalinan yang memerlukan banyak pemeriksaan vagina, penggunaan alat bantu (vakum/forceps), atau tindakan operasi caesar dapat meningkatkan risiko bakteri masuk.
- Infeksi dari vagina yang naik ke rahim: Bakteri alami di vagina bisa masuk dan memicu infeksi bila daya tahan tubuh Mama menurun.
Penyebab-penyebab tersebut dapat menghasilkan berbagai gejala metritis nifas seperti demam setelah melahirkan, nyeri perut bawah, hingga cairan berbau pasca melahirkan.
Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami apa saja yang bisa memicu metritis agar dapat lebih waspada dan segera melakukan pemeriksaan bila muncul tanda-tanda yang mencurigakan.
Artikel lainnya: Cara Merawat Luka Operasi Caesar agar Cepat Sembuh
Faktor Risiko Metritis
Tidak semua ibu nifas akan mengalami metritis, tetapi ada kondisi tertentu yang membuat seorang Mama lebih rentan terkena infeksi rahim setelah melahirkan.
Memahami faktor risiko ini penting agar Mama dapat mengambil langkah pencegahan sejak awal dan lebih waspada terhadap munculnya gejala metritis nifas.
Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain:
- Persalinan caesar: Prosedur operasi membuat rahim terbuka lebih lebar sehingga bakteri lebih mudah masuk. Inilah sebabnya Mama yang melahirkan secara caesar memiliki risiko lebih tinggi mengalami metritis pada ibu nifas dibanding persalinan normal.
- Ketuban pecah terlalu lama: Ketika ketuban pecah dan persalinan tidak segera berlangsung, risiko bakteri naik ke rahim meningkat.
- Persalinan lama atau sulit: Semakin panjang proses persalinan, semakin sering dilakukan pemeriksaan vagina atau tindakan medis. Hal ini menambah peluang bakteri masuk.
- Sisa plasenta tertinggal: Ini menjadi salah satu penyebab infeksi rahim pasca melahirkan yang cukup umum, karena jaringan yang masih tertinggal menjadi tempat bakteri berkembang.
- Anemia atau daya tahan tubuh menurun: Tubuh yang lemah lebih sulit melawan infeksi, sehingga Mama lebih mudah mengalami komplikasi seperti metritis.
- Riwayat infeksi sebelumnya: Mama yang pernah mengalami infeksi panggul atau endometritis pada kehamilan sebelumnya cenderung memiliki risiko lebih besar.
Mengetahui faktor risiko ini dapat membantu Mama meminimalkan kemungkinan terjadinya metritis.
Gejala Metritis yang Wajib Diwaspadai Ibu Nifas
Gejala metritis dapat muncul dalam beberapa hari hingga minggu pertama setelah melahirkan.
Karena kondisi ini merupakan bentuk infeksi rahim setelah melahirkan, Mama perlu mengenali tanda-tandanya sejak awal agar tidak berkembang menjadi komplikasi nifas yang lebih serius. Berikut beberapa gejala metritis nifas yang harus diperhatikan:
- Demam setelah melahirkan: Demam yang mencapai 38°C atau lebih, terutama bila muncul setelah 24 jam pascapersalinan, merupakan tanda penting adanya infeksi di dalam tubuh.
- Nyeri atau kram pada perut bagian bawah: Nyeri biasanya terasa lebih kuat dari kontraksi nifas normal dan tidak membaik dengan istirahat.
- Cairan berbau pasca melahirkan: Lokia (darah nifas) yang berbau busuk, berubah warna menjadi kuning kehijauan, atau tampak kental dapat menandakan adanya bakteri di dalam rahim.
- Perdarahan lebih banyak dari biasanya: Jika jumlah darah nifas tiba-tiba meningkat dan disertai bau tidak sedap, ini perlu dicurigai sebagai tanda infeksi.
- Tubuh lemas, menggigil, atau jantung berdebar: Ini menandakan tubuh sedang berjuang melawan infeksi.
Gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa terjadi proses peradangan di dalam rahim akibat metritis pada ibu nifas.
Bila Mama mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat sangat membantu mencegah perkembangan infeksi yang lebih berat dan menjaga pemulihan tetap berjalan dengan baik.
Artikel lainnya: Bolehkah Mandi Setelah Melahirkan? Begini Aturannya
Komplikasi Jika Metritis Tidak Ditangani Segera
Metritis bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa berkembang menjadi kondisi berbahaya bila tidak ditangani dengan cepat.
Karena metritis merupakan salah satu bentuk infeksi rahim setelah melahirkan, peradangan yang dibiarkan terus berlanjut dapat memicu berbagai komplikasi nifas yang mengancam kesehatan Mama. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
- Sepsis (infeksi menyebar ke seluruh tubuh): Ini adalah kondisi paling serius, ketika bakteri dari rahim masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi sistemik. Gejalanya meliputi demam tinggi, jantung berdebar cepat, hingga penurunan kesadaran.
- Peritonitis atau infeksi pada rongga perut: Bila infeksi merembet keluar rahim, jaringan di sekitar perut bisa ikut meradang, membuat kondisi semakin berat.
- Abses di rahim atau panggul: Penumpukan nanah akibat infeksi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan nyeri hebat dan memerlukan tindakan medis lebih lanjut.
- Gangguan kesuburan: Peradangan yang berkepanjangan dapat merusak jaringan rahim dan tuba falopi, sehingga meningkatkan risiko infertilitas atau kesulitan hamil di masa depan.
- Perdarahan berat: Infeksi dapat mengganggu proses penyembuhan rahim, menyebabkan perdarahan yang tidak wajar dan berbahaya.
Dengan deteksi dan penanganan yang cepat, sebagian besar kasus metritis bisa sembuh tanpa meninggalkan dampak jangka panjang.
Mama hanya perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasa ada perubahan yang tidak biasa pada tubuh selama masa nifas.
Pencegahan & Penanganan Metritis
Pada masa nifas, menjaga kesehatan rahim merupakan langkah penting agar Mama terhindar dari metritis pada ibu nifas.
Pencegahan dan penanganan yang tepat tidak hanya membantu mempercepat pemulihan, tetapi juga mencegah terjadinya komplikasi nifas yang bisa membahayakan.
Pencegahan metritis
Mencegah metritis lebih mudah dilakukan jika Mama memahami faktor risikonya dan menjaga kebersihan selama masa pemulihan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menjaga kebersihan area kewanitaan: Membersihkan area intim dengan cara yang benar membantu mengurangi risiko infeksi rahim setelah melahirkan.
- Menggunakan pembalut nifas yang bersih dan rutin diganti:Pembalut nifas yang lembap terlalu lama dapat memicu pertumbuhan bakteri.
- Menghindari pemeriksaan vagina yang tidak perlu saat persalinan: Semakin sering pemeriksaan dilakukan, semakin tinggi risiko bakteri masuk ke rahim.
- Mendapatkan antibiotik profilaksis sebelum operasi caesar: Ini adalah langkah penting untuk menurunkan risiko penyebab infeksi rahim pasca melahirkan.
- Kontrol ke dokter setelah melahirkan: Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi dini jika muncul gejala metritis nifas seperti demam atau lokia yang berbau tidak sedap.
Penanganan metritis
Jika Mama sudah mengalami tanda-tanda metritis, penanganan harus segera dilakukan agar infeksi tidak meluas. Beberapa metode yang biasanya diberikan dokter adalah:
- Pemberian antibiotik: Ini adalah pengobatan utama untuk mengatasi infeksi rahim setelah melahirkan. Antibiotik dapat diberikan melalui infus (IV) untuk kasus yang cukup berat.
- Mengeluarkan sisa plasenta bila masih tertinggal: Bila penyebabnya adalah jaringan yang tidak keluar sempurna, dokter perlu membersihkannya untuk mencegah bakteri berkembang.
- Obat pereda nyeri dan pengontrol demam: Obat ini membantu meredakan demam setelah melahirkan dan membuat Mama lebih nyaman selama pemulihan.
- Rawat inap bila kondisi cukup parah: Pada metritis yang menimbulkan cairan berbau pasca melahirkan, demam tinggi, atau tanda sepsis, Mama mungkin perlu menjalani perawatan lebih intensif.
Penanganan yang cepat biasanya memberikan hasil yang sangat baik dan membantu memulihkan kondisi Mama tanpa meninggalkan risiko jangka panjang.
Artikel lainnya: Meringankan Perasaan Tidak Berdaya Saat Masa Nifas
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Ibu nifas perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami tanda-tanda yang mengarah pada gejala metritis nifas atau kondisi infeksi yang semakin berat. Beberapa tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan antara lain:
- Demam setelah melahirkan mencapai 38°C atau lebih yang tidak membaik dengan obat penurun panas.
- Nyeri hebat pada perut bagian bawah yang semakin memburuk atau terasa berbeda dari kontraksi nifas biasa.
- Cairan berbau pasca melahirkan (lokia) yang busuk, berubah warna menjadi kekuningan/kehijauan, atau keluar dalam jumlah yang tidak wajar.
- Perdarahan berlebihan atau gumpalan besar yang keluar secara terus-menerus.
- Menggigil, jantung berdebar, tubuh sangat lemas, atau tampak seperti akan pingsan.
Tanda-tanda tersebut mengarah pada kemungkinan infeksi rahim setelah melahirkan yang memerlukan penanganan medis segera.
Semakin cepat Mama mendapatkan pertolongan, semakin kecil risiko terjadinya komplikasi nifas seperti sepsis atau infeksi yang menyebar ke organ lain.
Untuk membantu Mama lebih siap menghadapi masa nifas dan memahami risiko metritis pada ibu nifas.
Mama bisa bergabung ke komunitas Hallobumil agar selalu mendapatkan dukungan, pengalaman, dan edukasi langsung dari para Mama lain dan tenaga kesehatan.
Jangan lupa ikuti webinar Hallobumil untuk membahas tuntas segala hal tentang infeksi rahim setelah melahirkan dan pencegahannya.
Supaya lebih mudah mengakses artikel kesehatan, fitur komunitas, dan panduan lengkap masa nifas, Mama bisa download aplikasi Hallobumil langsung dari ponsel dan rasakan manfaatnya dalam perjalanan menjaga kesehatan Mama dan Si Kecil.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
