Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/BKBlt3bEt-jifJ7w6ZaGP/original/583week-213-memahami-infeksi-saluran-kemih-pada-ibu-hamil.jpg)
Apakah Mama sering merasa ingin buang air kecil terus-menerus selama masa kehamilan? Hati-hati ya Ma, jangan sampai tertukar antara keinginan pipis karena janin yang membesar dengan gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil.
Kondisi infeksi saluran kemih saat hamil cukup sering terjadi karena adanya perubahan anatomi dan fungsi saluran kemih Mama. Agar tetap nyaman dan janin tetap aman, yuk kenali lebih dalam mengenai kondisi ini!
Artikel lainnya: Sering Buang Air Kecil Saat Hamil, Normalkah?
Penyebab Infeksi Saluran Kemih saat Hamil
Saat hamil, tubuh Mama memproduksi hormon progesteron dalam jumlah besar. Hormon ini membuat otot-otot di saluran kemih menjadi lebih rileks, sehingga aliran urine melambat.
Selain itu, rahim yang membesar bisa menekan kandung kemih, membuat urine tertahan dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi ini biasanya mulai sering terjadi saat usia kehamilan memasuki minggu ke-6 sampai ke-24.
Di rentang waktu ini, perubahan posisi rahim sedang sangat berpengaruh pada saluran kemih Mama. Jadi, Mama perlu ekstra waspada di trimester pertama dan kedua.
Artikel lainnya: Anyang-anyangan Saat Hamil? Ini Penyebab dan Solusinya
Berikut adalah beberapa penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil yang paling umum:
- Bakteri E. coli: Sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri dari area anus yang masuk ke uretra.
- Perubahan hormonal: Membuat bakteri lebih mudah menempel dan berkembang di saluran kemih.
- Urine yang mengandung gula: Saat hamil, urine terkadang mengandung lebih banyak gula, protein, dan hormon yang "disukai" bakteri.
- Panjang uretra wanita:Infeksi saluran kemih pada ibu hamil juga dipengaruhi oleh panjang uretra wanita yang hanya sekitar 3–4 cm, lebih pendek dibandingkan uretra pria.
- Kebiasaan menahan pipis: Risiko terkena ISK bisa meningkat jika Mama sering menahan pipis.
Ciri-Ciri ibu Hamil Terkena ISK
Mama harus peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh. Gejala ISK pada ibu hamil terkadang mirip dengan keluhan hamil biasa, namun ada beberapa tanda spesifik yang terasa tidak wajar.
Berikut adalah ciri-ciri ibu hamil terkena infeksi saluran kemih yang bisa Mama perhatikan:
- Sering buang air kecil: Merasa kebelet terus-menerus padahal baru saja dari toilet.
- Nyeri saat buang air kecil: Muncul rasa tidak nyaman atau perih saat urine keluar.
- Sensasi terbakar atau perih: Rasanya seperti tersengat atau panas (anyang-anyangan) di area saluran kencing.
- Kram perut bagian bawah: Rasa nyeri atau tekanan di area perut bawah.
- Kram di punggung bawah: Rasa pegal atau kaku yang tidak kunjung hilang di punggung.
- Urine keruh atau berbau menyengat: Warna urine tidak jernih dan aromanya lebih tajam dari biasanya.
- Demam dan menggigil: Tanda bahwa tubuh Mama sedang berjuang melawan infeksi yang mulai serius.
- Sakit pinggang: Biasanya dirasakan jika infeksi sudah mulai menjalar hingga ke ginjal.
- Mual dan muntah: Rasa tidak enak badan yang seringkali disertai lemas.
- Nyeri punggung: Rasa sakit yang menusuk atau pegal berlebih di area belakang tubuh.
Artikel lainnya: Inkontinensia Urine Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah ISK pada Ibu Hamil Berbahaya?
Jangan disepelekan ya, Ma! Jika tidak segera ditangani, infeksi saluran kemih pada ibu hamil ini bisa naik ke ginjal dan menyebabkan masalah serius bagi Mama dan si Kecil. Bakteri yang dibiarkan tanpa pengobatan berisiko memicu masalah kesehatan yang lebih besar.
Berikut adalah risiko ISK pada ibu hamil yang mungkin terjadi:
- Kelahiran prematur: Infeksi dapat memicu kontraksi rahim sebelum waktunya.
- Berat badan lahir rendah (BBLR): Gangguan kesehatan pada Mama bisa memengaruhi nutrisi yang diterima janin.
- Preeklamsia: Beberapa kasus infeksi berat dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi tekanan darah tinggi saat hamil.
Artikel lainnya: Infeksi Kehamilan yang Perlu Mama Waspadai
Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil
Jika Mama merasakan gejala di atas, jangan mencoba minum obat sembarangan tanpa resep, ya. Berikut cara mengatasi infeksi saluran kemih pada ibu hamilyang tepat dan efektif:
1. Konsumsi antibiotik dari dokter
Dokter biasanya akan memberikan jenis antibiotik yang 100% aman untuk perkembangan janin. Pastikan dihabiskan sampai tuntas meskipun Mama sudah merasa baikan, agar bakteri benar-benar mati dan tidak balik lagi.
2. Perbanyak cairan tubuh
Minum air putih adalah cara alami paling ampuh untuk membantu membilas bakteri keluar dari saluran kemih melalui urine. Targetkan minum minimal 8-10 gelas sehari agar aliran urine tetap lancar dan bakteri tidak sempat "nongkrong" di kandung kemih.
3. Hindari kebiasaan menahan pipis
Jangan pernah menahan kencing ya, Ma! Segera ke toilet begitu terasa ingin buang air kecil. Menahan pipis hanya akan memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak lebih banyak.
Pencegahan ISK pada Ibu Hamil
Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Mama bisa melakukan beberapa kebiasaan sederhana setiap hari untuk menjaga area pribadi tetap sehat:
- Basuh dari depan ke belakang: Selalu bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke uretra.
- Gunakan pakaian dalam katun: Bahan ini membantu area pribadi tetap kering, tidak lembap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Pipis setelah berhubungan seks: Cara ampuh untuk langsung membuang bakteri yang mungkin terdorong masuk selama aktivitas intim.
- Hindari sabun pembersih wangi: Jangan gunakan pembersih kewanitaan yang mengandung parfum karena bisa merusak keseimbangan bakteri baik.
Menjaga kebersihan adalah kunci utama untuk menghindari risiko infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Jika Mama merasa ada yang tidak beres dengan tubuh, jangan ragu untuk langsung periksa ke dokter agar Mama dan bayi tetap sehat sampai hari persalinan nanti.
Mau tahu lebih banyak tips seputar kehamilan dan kesehatan untuk ibu hamil? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil dan temukan berbagai cerita seru serta dukungan dari Mama lainnya.
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis.
Selain dapat berbagai panduan kesehatan yang lengkap dan terpercaya, Mama juga bisa bertukar cerita, mencoba kalkulator kehamilan online, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




Saya bumil 21 minggu , dan udah satu minggu lebih mengalami tampilkan selengkapnya
- 8
Hai Mama, kalau memang nggak terjadi terus menerus, yang mama alami hanya keputihan aja, selama gak berwarna kuning kehijauan, gak berlebihan, berbau, dan gatal mama nggak perlu khawatir ya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon kehamilan :) ^sr
- 0
hallo Admin mau tanya nih....saya bumil 21 minggu kenapa ya tampilkan selengkapnya
- 4
Hai Ma, perut kencang dapat disebabkan oleh terlalu banyak duduk/berdiri, setelah bepergian jauh, dan semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin besar juga ukuran rahim dan janin yang akan menekan bagian bawah tubuh Mama. :) ^sr
- 0
Hai Mama, terima kasih atas tanggapannya ya. Semoga Mama sehat selalu dan jangan lupa untuk membaca artikel Hallobumil yang lainnya ya Ma. :) ^sr
- 0
hallo admin mima,knpa d trimester 2 ini ak mrsa sring skit p tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Mama, apabila sakit perut dan kembung ini berlangsung lama, lalu disertai gejala lain. Maka segera konsultasikan ke dokter ya Ma, hal ini agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehat selalu ya :) ^aw
- 1
hallo Mima saya bumil 21 minggu, kenapa ya perut saya kadang tampilkan selengkapnya
- 1
Hai Ma, perut kencang dapat disebabkan oleh terlalu banyak duduk/berdiri, setelah bepergian jauh, dan semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin besar juga ukuran rahim dan janin yang akan menekan bagian bawah tubuh Mama. :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)