Artikel/Pasca Kehamilan/Cara Mengatasi Si Kecil Susah Makan saat MPASI

Cara Mengatasi Si Kecil Susah Makan saat MPASI

Tia Reisha | Diterbitkan pada 22 Mei 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Bayi yang menolak makan atau GTM sering membuat orang tua khawatir akan kecukupan gizinya. Pahami ragam penyebab serta panduan cara mengatasi si kecil susah makan saat MPASI dengan aman dan efektif.
cara-mengatasi-si-kecil-susah-makan-saat-mpasi

Gerakan Tutup Mulut atau GTM sering menjadi masalah yang membuat Mama panik. Mama tidak sendirian karena hampir semua orang tua pernah melewati fase bayi susah makan MPASI.

Nah, untuk mengetahui cara mengatasi bayi susah makan, Mama harus tahu dulu penyebab bayi susah makan saat MPASI. Yuk, kupas tuntas strategi menghadapi GTM pada bayi agar waktu makan kembali menjadi momen yang menyenangkan bagi Mama dan Si Kecil.

Penyebab Si Kecil Menolak Makan (GTM) saat MPASI

Ada berbagai alasan medis maupun perilaku yang biasanya menjadi penyebab bayi menolak makan. Berikut adalah penyebab paling umum si kecil GTM saat MPASI.

  • Gusi yang meradang karena tumbuh gigi sering kali membuat Si Kecil merasa nyeri dan tidak nyaman saat mulutnya bersentuhan dengan sendok.
  • Si Kecil bisa merasa jenuh dan kehilangan nafsu makan jika Mama terus memberikan jenis menu atau variasi rasa yang sama setiap harinya.
  • Tekstur makanan yang terlalu halus bisa menjadi pemicu GTM pada bayi karena ia sebenarnya membutuhkan tantangan baru bagi otot rahangnya.
  • Gangguan dari suara televisi atau mainan di sekitar meja makan bisa membuat fokus Si Kecil teralihkan sehingga ia enggan menghabiskan makanannya.
  • Perut yang sudah terlalu kenyang karena minum susu di waktu yang berdekatan dengan jam makan sering menjadi penyebab bayi susah makan saat MPASI.
  • Masalah kesehatan seperti sariawan atau demam secara otomatis akan menurunkan keinginan Si Kecil untuk makan karena kondisi tubuhnya sedang tidak fit.

Cara Mengatasi Bayi Susah Makan saat MPASI

Menghadapi bayi yang sedang mogok makan membutuhkan kesabaran ekstra dan strategi yang cerdas. Berikut adalah beberapa langkah efektif sebagai cara atasi bayi GTM saat MPASI yang bisa Mama coba di rumah:

1. Terapkan jadwal makan yang konsisten

Kedisiplinan waktu sangat berpengaruh pada jam biologis bayi untuk merasakan lapar. Mama sebaiknya mengatur jadwal makan utama dan camilan secara teratur setiap harinya dengan durasi makan maksimal 30 menit.

Hal ini melatih bayi untuk mengenali sinyal lapar dan kenyang pada tubuhnya sendiri sehingga ia lebih siap saat waktu makan tiba.

2. Batasi gangguan atau distraksi di sekitar bayi

Makan sambil menonton televisi atau bermain gawai mungkin terlihat memudahkan, tapi hal ini justru membuat bayi tidak fokus pada makanannya. Matikan semua layar dan simpan mainan agar Si Kecil bisa berkonsentrasi penuh pada rasa, aroma, dan tekstur makanan yang Mama sajikan.

3. Sajikan porsi kecil namun sering

Melihat piring yang penuh dengan makanan terkadang bisa membuat bayi merasa terintimidasi dan akhirnya malas mencoba. Mama bisa memberikan porsi yang sedikit terlebih dahulu namun diberikan dengan frekuensi yang lebih sering jika ia menunjukkan ketertarikan.

4. Berikan variasi menu dan rasa setiap hari

Seperti orang dewasa, bayi juga bisa merasa bosan jika terus-menerus diberikan menu yang itu-itu saja. Karena itu, penting untuk memvariasikan sumber protein, sayuran, dan rasa alami dari rempah tanpa tambahan gula atau garam berlebih agar nafsu makan Si Kecil tetap terjaga.

5. Sesuaikan tekstur makanan dengan usia bayi

Mama perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk menaikkan tekstur makanan bayi sesuai tahap perkembangannya.

Pemberian tekstur yang bertahap tidak hanya mencegah bayi bosan atau menolak makan, tetapi juga membantu melatih kekuatan otot rahang serta mendukung perkembangan kemampuan bicaranya di kemudian hari.

6. Ciptakan suasana makan yang ceria dan tenang

Kondisi emosional Mama saat menyuapi sangat memengaruhi suasana hati Si Kecil di meja makan. Dengan tetap tenang, tersenyum, dan berkomunikasi secara lembut, bayi akan merasa lebih aman dan nyaman sehingga waktu makan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

7. Hindari pemberian susu atau camilan terlalu dekat jam makan

Sering kali bayi tidak mau makan karena perutnya sudah terasa penuh oleh susu formula atau ASI. Mama sebaiknya memberikan jeda setidaknya 1,5 hingga 2 jam antara pemberian susu dengan jam makan utamanya.

Pastikan ia berada dalam kondisi perut yang kosong agar motivasinya untuk mencoba makanan padat menjadi lebih tinggi.

8. Biarkan bayi belajar makan sendiri (Self-Feeding)

Memberikan finger food atau potongan makanan yang bisa digenggam dapat melatih kemandirian Si Kecil sejak dini. Meski akan sedikit berantakan, membiarkan bayi makan sendiri membantu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus melatih koordinasi tangan dan matanya.

9. Ajak Si Kecil makan bersama anggota keluarga lain

Melihat orang lain makan dengan lahap dapat memicu rasa ingin tahu dan keinginan Si Kecil untuk ikut mencoba. Dengan menempatkannya di kursi makan dekat meja keluarga saat waktu makan, ia akan lebih mudah membangun persepsi positif terhadap makanan melalui suasana makan yang hangat dan sosial.

10. Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanan

Memaksa atau mencekokkan makanan saat bayi menolak justru dapat membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan. Lebih baik menghargai tanda kenyang Si Kecil dan fokus pada kualitas nutrisi yang ia terima daripada memaksakan porsi harus selalu habis.

Hal yang Harus Dihindari agar GTM Tidak Makin Parah

Selain menerapkan berbagai tips di atas, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena dapat memperpanjang fase sulit makan pada bayi.

Menyuapi sambil berjalan atau menggendong memang bisa membantu sesaat, tetapi tidak membangun kebiasaan makan yang baik karena Si Kecil jadi tidak fokus pada makanannya.

Hindari juga menjadikan makanan manis atau camilan sebagai imbalan, serta jangan mengganti jam makan utama dengan susu secara terus-menerus karena bayi tetap membutuhkan nutrisi dari makanan padat untuk tumbuh kembang optimal.

Kapan Mama Perlu Membawa Si Kecil ke Dokter?

Meskipun susah makan adalah fase yang umum pada bayi, Mama tetap perlu waspada jika disertai tanda-tanda yang tidak biasa. Jika berat badan Si Kecil menurun drastis atau tidak naik dalam dua bulan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak.

Dokter dapat membantu mencari penyebabnya seperti anemia defisiensi besi, infeksi, atau gangguan pencernaan yang memengaruhi nafsu makan. Dengan begitu, Si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Menghadapi bayi susah makan MPASI memang membutuhkan napas panjang dan kesabaran yang tidak putus. Tetaplah konsisten memberikan yang terbaik dan percayalah bahwa fase ini akan terlewati dengan baik seiring berjalannya waktu.

Mama sedang mencari inspirasi resep yang anti-GTM atau ingin berbagi keluh kesah dengan Mama lainnya? Yuk, segera gabung Komunitas HalloBumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli.

Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image