Mengenal MPASI Menu Lengkap
:strip_icc():format(webp)/hb-article/i4mzCLfdjuMb2DhhnvQfT/original/423mengenal-mpasi-4-bintang-by-ivanko80-shutterstock.jpg)
dr. Indria Sari
Ketika Si Kecil berusia 6 bulan, pemberian ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk bayi berusia 6 bulan hingga usia 2 tahun. Masih ingat kan Ma, dengan 4 panduan MPASI dari WHO dan IDAI seperti yang dibahas pada artikel ‘Memulai MPASI pada Bayi’? Ya, Mama benar. Panduan tersebut menyebutkan bahwa MPASI harus diberikan tepat waktu, adekuat (cukup), aman dan higienis, serta diberikan dengan cara yang benar.
Kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang salah satu panduan tersebut, yaitu adekuat. Pemberian MPASI yang adekuat berarti MPASI yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak baik makronutrien (karbohidrat, lemak, protein) maupun mikronutrien (zat besi, seng, vitamin A, dll). Menurut WHO, untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut maka MPASI harus mengandung setidaknya 4 dari 7 kelompok makanan berikut: karbohidrat (gandum, umbi-umbian, akar-akaran), protein nabati (kacang-kacangan), produk susu dan turunannya (keju, yoghurt, mentega), protein hewani (daging, ayam, ikan), telur, sayur, dan buah yang kaya vitamin A, serta sayur dan buah lain.
Agar lebih mudah diingat dan dipahami, para ahli menggunakan istilah MPASI Menu Lengkap sebagai panduan dalam pemberian MPASI yang adekuat. MPASI Menu Lengkap berarti bahwa setiap porsi MPASI mengandung setidaknya satu dari setiap kelompok makanan sumber karbohidrat, sumber protein, sumber lemak, dan buah atau sayur. Selanjutnya dikatakan pula bahwa protein hewani lebih diutamakan karena protein hewani adalah sumber asam amino esensial lengkap yang penting untuk pencegahan stunting (perawakan pendek). Pada umumnya protein hewani juga mengandung lemak namun jumlahnya tidak mencukupi. Padahal lemak mengandung asam lemak esensial untuk membantu penyerapan vitamin larut lemak, meningkatkan kualitas sensorik serta meningkatkan kalori makanan. Oleh karena itu, perlu ditambahkan lemak lain seperti minyak, butter, atau santan yang dapat digunakan baik untuk menggoreng atau menumis, maupun ditambahkan ke MPASI yang sudah matang sebanyak 1 sdt. Sedangkan untuk buah atau sayur sebagai sumber vitamin A tidak perlu terlalu banyak sebab serat yang terkandung di dalamnya dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti kalsium, zat besi, magnesium, seng, dll.
Lalu bagaimana dengan proporsi dari masing-masing kelompok bahan makanannya? Menurut WHO, komposisi MPASI yang optimal sebisa mungkin mengikuti komposisi ASI, yaitu karbohidrat 35-55%, lemak 35-60%, dan protein 15-20%. Dari komposisi ini ternyata berbeda dengan opini pada umumnya (untuk orang dewasa), lemak pada anak usia hingga 2 tahun memiliki porsi yang cukup besar untuk dipenuhi. Jadi jangan sampai salah ya Ma, anak bukan miniatur orang dewasa sehingga tidak bisa disamakan pula kebutuhannya.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)