Apa Itu MPASI: Pengertian dan Aturan Pemberiannya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/3yAqW6W0cfYYfi1CN0_Mi/original/93cwlwkhcedyofm91pthmiiqnhjvbfj6.png)
Memasuki usia enam bulan, ASI tetap menjadi asupan makanan utama bayi, tetapi tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi harian.
Inilah mengapa MPASI atau Makanan Pendamping ASI menjadi bagian penting dalam perjalanan tumbuh kembang si kecil. Agar prosesnya berjalan lancar dan aman, Mama perlu memahami apa yang dimaksud dengan MPASI dengan tepat.
Apa Itu MPASI
MPASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi mulai usia enam bulan hingga sekitar dua tahun. MPASI berfungsi sebagai pelengkap ASI untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang semakin meningkat.
Walaupun namanya makanan pendamping, peran MPASI sangat besar karena membantu mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini.
Pengertian MPASI bukan berarti menghentikan pemberian ASI. ASI tetap dianjurkan hingga usia dua tahun atau lebih, sementara MPASI hadir sebagai pendamping yang melengkapi kebutuhan gizi bayi.
Artikel lainnya: Perkembangan Bayi 0–12 Bulan Bulan demi Bulan
Kapan MPASI Diberikan?
MPASI dianjurkan mulai diberikan saat bayi berusia enam bulan. Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah lebih matang, kemampuan mengunyah mulai berkembang, dan refleks mendorong makanan keluar dari mulut (tongue thrust reflex) mulai berkurang.
Selain faktor usia, Mama juga bisa memperhatikan tanda kesiapan bayi, seperti mampu duduk dengan bantuan, dapat mengontrol kepala dan leher, serta menunjukkan ketertarikan pada makanan.
Pemberian MPASI terlalu dini berisiko mengganggu pencernaan, sementara pemberian yang terlambat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting.
Artikel lainnya: 4 Tanda Si Kecil Siap diberikan MPASI, yang Wajib Mama Tau!
Mengapa MPASI Penting?
MPASI berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang bayi. Di usia enam bulan ke atas, kebutuhan energi dan zat gizi seperti zat besi, seng, dan protein meningkat pesat. Jika hanya mengandalkan ASI, kebutuhan tersebut bisa saja tidak terpenuhi secara optimal.
Selain itu, MPASI juga menjadi sarana belajar bagi bayi untuk mengenal berbagai rasa, tekstur, dan aroma makanan. Proses ini membantu perkembangan kemampuan makan, koordinasi tangan dan mulut, serta membentuk kebiasaan makan yang baik hingga dewasa kelak.
Prinsip Dasar Pemberian MPASI
Agar manfaat MPASI bisa diperoleh secara maksimal, pemberiannya perlu mengikuti prinsip dasar yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
Tepat waktu
MPASI harus diberikan saat bayi benar-benar membutuhkannya, yaitu mulai usia enam bulan. Di usia ini, ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi harian bayi. Pemberian MPASI yang tepat waktu membantu mencegah kekurangan gizi dan mendukung pertumbuhan optimal.
Mama juga perlu menyesuaikan peningkatan jenis dan jumlah MPASI seiring bertambahnya usia bayi, agar kebutuhan gizinya selalu terpenuhi.
Adekuat
MPASI harus mengandung zat gizi yang cukup dan seimbang. Makanan yang diberikan perlu memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral penting. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta lemak sehat sangat dianjurkan.
MPASI yang adekuat tidak hanya dilihat dari variasi bahan, tetapi juga dari jumlah yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi.
Aman
Keamanan makanan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. MPASI harus disiapkan dengan kebersihan yang baik, mulai dari mencuci tangan, membersihkan bahan makanan, hingga memastikan peralatan makan bersih.
Makanan perlu dimasak hingga matang dan disimpan dengan benar. Hindari memberikan makanan yang berisiko menyebabkan tersedak, seperti potongan besar atau tekstur yang terlalu keras untuk usia bayi.
Responsif
Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara responsif, yaitu dengan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang dari bayi. Mama dianjurkan menyuapi dengan sabar, tanpa paksaan, dan tetap memberikan suasana makan yang nyaman.
Pendekatan responsif membantu bayi membangun hubungan positif dengan makanan serta mengenali rasa lapar dan kenyang sejak dini.
Artikel lainnya: Mengenal MPASI Menu Lengkap
Hal Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain prinsip utama MPASI, ada beberapa hal teknis yang juga perlu menjadi perhatian Mama agar proses makan si kecil berjalan optimal.
Tekstur
Tekstur MPASI harus disesuaikan dengan kemampuan makan bayi. Pada awal pemberian, makanan diberikan dalam bentuk lumat atau halus. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan mengunyah, tekstur bisa ditingkatkan menjadi lebih kasar atau bertekstur.
Peningkatan tekstur secara bertahap membantu melatih otot mulut dan keterampilan makan bayi, sekaligus mencegah risiko kesulitan makan di kemudian hari.
Artikel lainnya: Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi
Frekuensi dan porsi
Frekuensi dan porsi MPASI perlu disesuaikan dengan usia bayi. Pada usia enam hingga delapan bulan, MPASI diberikan dua hingga tiga kali sehari.
Usia sembilan hingga sebelas bulan dapat ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali sehari. Setelah satu tahun, bayi bisa makan tiga kali sehari dengan tambahan camilan sehat.
Porsi MPASI dimulai dari jumlah kecil, seperti beberapa sendok makan, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan nafsu makan bayi.
Artikel lainnya: Panduan MPASI Sesuai Usia dan Tahapan Bayi
Nutrisi
MPASI sebaiknya mengandung gizi seimbang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, protein mendukung pertumbuhan jaringan tubuh, lemak membantu perkembangan otak, dan vitamin serta mineral mendukung sistem imun.
Protein hewani, seperti daging, ayam, ikan, dan telur, penting untuk mencukupi kebutuhan zat besi. Sayur dan buah memberikan vitamin serta serat yang mendukung kesehatan pencernaan bayi.
MPASI adalah tahap penting dalam perjalanan tumbuh kembang si kecil. Dengan pemberian MPASI yang tepat waktu, adekuat, aman, dan responsif, Mama telah membantu meletakkan dasar kesehatan dan kebiasaan makan yang baik untuk masa depan buah hati.
Setiap bayi memiliki kebutuhan dan perkembangan yang berbeda. Jika Mama memiliki pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman seputar MPASI, jangan ragu untuk mencari dukungan.
Yuk, unduh aplikasi Hallobumil sekarang dan bergabung dengan komunitas Hallobumil! Di sana, Mama bisa mendapatkan informasi tepercaya seputar MPASI hingga inspirasi menu MPASI harian!
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut webinar tumbuh kembang anak di Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya! Semua mudah hanya dalam satu genggaman Mama!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
