Artikel/Kehamilan/Kenaikan Berat Badan Selama Hamil yang Normal

Kenaikan Berat Badan Selama Hamil yang Normal

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 03 Maret 2026
Ditinjau oleh dr. Melyarna Putri
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Berat badan ibu hamil akan bertambah seiring perkembangan janin. Pelajari kisaran kenaikan berat badan yang normal berdasarkan IMT, serta cara menjaga agar Mama tetap sehat selama kehamilan.
kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal

Momen melihat angka timbangan naik saat hamil sering kali memunculkan perasaan campur aduk, antara senang, terkejut, dan kadang sedikit khawatir. Padahal, kenaikan berat badan adalah bagian alami dari proses tumbuh kembang si kecil di dalam rahim.

Memahami kenaikan berat badan normal ibu hamil akan membantu Mama menikmati setiap perubahan tubuh dengan lebih tenang dan percaya diri.

Alih-alih fokus pada angka semata, penting untuk mengetahui apakah berat badan naik saat hamil masih berada dalam batas sehat.

Dengan informasi yang tepat, Mama bisa menjaga pola makan, tetap aktif bergerak, dan memastikan kenaikan BB normal ibu hamil berjalan sesuai kebutuhan tubuh dan janin.

Berapa normalnya kenaikan berat badan saat hamil?

Secara umum, kenaikan berat badan selama kehamilan ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil.

Rekomendasi ini banyak digunakan oleh tenaga medis untuk menentukan target kenaikan yang aman. Menurut panduan CDC, Mama dengan IMT normal (18,5–24,9) dianjurkan mengalami kenaikan sekitar 11,5–16 kg selama kehamilan.

Jika sebelum hamil Mama tergolong kurus (IMT <18,5), maka total kenaikan berat badan yang dianjurkan lebih tinggi, yaitu sekitar 12,5–18 kg.

Sebaliknya, jika Mama memiliki berat badan berlebih (IMT 25–29,9), maka kenaikan yang dianjurkan lebih rendah, yakni sekitar 7–11,5 kg. Pada Mama dengan obesitas (IMT ≥30), kenaikan yang disarankan berkisar 5–9 kg saja.

Pada trimester pertama, berat badan biasanya hanya bertambah sekitar 0,5–2 kg. Hal ini karena janin masih sangat kecil dan beberapa Mama justru mengalami mual muntah hebat yang membuat nafsu makan menurun.

Memasuki trimester kedua dan trimester ketiga, pertambahan berat badan cenderung lebih stabil, sekitar 0,3–0,5 kg per minggu pada Mama dengan IMT normal.

Di fase inilah janin tumbuh pesat, volume darah meningkat, cairan ketuban bertambah, serta payudara dan jaringan lemak berkembang sebagai persiapan menyusui.Penting untuk dipahami bahwa kenaikan bb normal ibu hamil bukan hanya berasal dari berat janin.

Rata-rata, distribusi berat tersebut terdiri dari berat bayi (sekitar 3–3,5 kg), plasenta, cairan ketuban, peningkatan volume darah, cairan tubuh, serta cadangan lemak untuk energi selama menyusui.

Agar berat badan naik saat hamil tetap terkontrol, Mama dianjurkan menjaga pola makan seimbang. Tambahan kalori memang dibutuhkan, tetapi bukan berarti makan dua porsi sekaligus.

Pada trimester kedua, tambahan sekitar 340 kalori per hari sudah cukup, sedangkan trimester ketiga sekitar 450 kalori per hari.

Selain asupan makanan, aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, yoga prenatal, atau senam hamil juga membantu menjaga kenaikan berat badan tetap ideal sekaligus meningkatkan kebugaran.

Tanda bahaya yang harus diwaspadai

Meskipun kenaikan berat badan adalah bagian alami dari kehamilan, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Berikut beberapa hal yang perlu Mama perhatikan:

1. Kenaikan berat badan terlalu cepat

Jika berat badan meningkat drastis dalam waktu singkat, terutama disertai pembengkakan pada wajah dan tangan, hal ini bisa menjadi tanda preeklamsia. Kondisi ini berbahaya karena berkaitan dengan tekanan darah tinggi dalam kehamilan.

2. Kenaikan berat badan terlalu sedikit

Kenaikan yang kurang dari rekomendasi dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Bayi dengan berat lahir rendah lebih rentan mengalami gangguan pernapasan dan infeksi.

3. Berat badan tidak bertambah di trimester kedua atau ketiga

Jika setelah trimester pertama berat badan stagnan atau bahkan turun, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bisa terkait dengan gangguan nutrisi atau kondisi medis tertentu.

4. Disertai gejala lain yang mengkhawatirkan

Kenaikan berat badan yang diiringi sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri perut hebat, atau bengkak ekstrem memerlukan evaluasi medis segera. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala tersebut muncul.

Perlu Mama ingat, berat badan naik saat hamil adalah hal yang wajar, tetapi tetap perlu dikontrol secara bijak. Konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan adalah langkah terbaik untuk memastikan kenaikan bb normal ibu hamil berjalan sesuai anjuran.

Untuk membantu memantau kehamilan lebih praktis, Bumil bisa download aplikasi Hallobumil dan mendapatkan panduan kehamilan harian yang mudah dipahami.

Ingin berbagi pengalaman dan saling menguatkan? Yuk, gabung ke komunitas WhatsApp Hallobumil dan temukan support system yang hangat selama masa kehamilan.

Mama juga bisa memanfaatkan health tools untuk menghitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) agar lebih siap menyambut si kecil.

Jangan lewatkan juga berbagai event edukatif dari Hallobumil yang membahas nutrisi, persalinan, hingga persiapan menyusui agar perjalanan kehamilan makin percaya diri dan terarah.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
131
39
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
HM

knp ya tiap hamil BB ngak pernah naik 🥹 malah makin turun s tampilkan selengkapnya

  • 3
Admin MIMA

Hai Ma, penyebabnya ada beberapa faktor seperti asupan nutrisi, faktor aktifitas dan kesehatan. Tips: terapkan pola makan yang baik, makan utama 3 kali sehari dan selingan, hindari aktifitas fisik yang berlebih, dan istirahat yang cukup. Semangat Mama ^sr

  • 0
VP

aku mah pas tadi siang USG kantung rahim enya ada tapi janin tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Ma, normalnya kantung janin sudah dapat terlihat pada usia kehamilan 4-5 minggu Ma, namun janin sendiri umumnnya baru terlihat secara sempurna pada usia kehamilan 9-12 minggu. Semangat Mama. :) ^sr

  • 0
IS

awal BB belum hamil 55 sekrng hamil 9 Minggu udah 58

  • 1
Admin MIMA

Hai Ma, berikut standar kenaikan berat badan per trimester ya: Trimester I : 1-2,5 kg/3 bulan, Trimester II : pertambahan berat badan rata-rata 0,35 – 0,4 kg/minggu, Trimester III: pertambahan BB 1 kg/bulan. Semangat Mama. :) ^sr

  • 0
R

mkanan atw minuman pengganti susu apa y dok ....karna saya g tampilkan selengkapnya

  • 1
Admin MIMA

Hai Mama, selama hamil nggak wajib kok minum susu Ma, yang penting asupan makan Mama sudah tercukupi dari makanan yang terdiri dari karbohidrat (nasi,oat, jagung), protein (ikan,telur, daging), lemak (alpukat, minyak), sayuran dan buah. :) ^lm

  • 3
N

aku berat badan malah turun 🥲

  • 0
Admin MIMA

Hai Ma, penyebabnya ada beberapa faktor seperti asupan nutrisi, faktor aktifitas dan kesehatan. Tips: terapkan pola makan yang baik, makan utama 3 kali sehari dan selingan, hindari aktifitas fisik yang berlebih, dan istirahat yang cukup. Semangat Mama ^sr

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image