Diet Ibu Hamil Preeklampsia, Hindari Makanan Ini
:strip_icc():format(webp)/hb-article/iMTQCjfsvC06r8RGAcTuK/original/unab4f7uym9tdufoqxiq3iugjgv1rufu.png)
Setiap ibu hamil membutuhkan nutrisi yang cukup, tetapi bagi Mama yang mengalami preeklampsia, kebutuhan ini menjadi lebih spesifik.
Mengatur makanan bukan sekadar menjaga energi, tetapi juga membantu mengontrol tekanan darah, menjaga kesehatan plasenta, dan mencegah komplikasi.
Dengan menjalankan diet ibu hamil preeklampsia yang sesuai anjuran medis, risiko komplikasi dapat ditekan dan kesehatan Mama maupun janin bisa lebih terjaga sampai waktu persalinan tiba.
Artikel lainnya: Panduan Diet untuk Ibu Hamil yang Mengalami Obesitas
Tujuan Diet untuk Ibu Hamil dengan Preeklampsia
Tujuan utama menjalani diet ibu hamil preeklampsia adalah membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, melancarkan aliran darah ke plasenta, dan mengurangi beban kerja organ seperti ginjal serta hati.
Dengan mengatur pola makan yang tepat, Mama dapat mendukung kesehatan pembuluh darah, menurunkan risiko komplikasi, serta memastikan janin tetap mendapatkan nutrisi optimal.
Melalui pola makan preeklampsia yang terarah, mulai dari memilih makanan untuk preeklampsia ibu hamil hingga menghindari pantangan preeklampsia seperti makanan tinggi garam, diet ini membantu mengurangi inflamasi dan menjaga fungsi tubuh tetap seimbang.
Pengaturan nutrisi yang benar juga berperan dalam mencegah preeklampsia dengan diet, terutama dengan memilih makanan kaya protein berkualitas, serat, mineral, dan lemak sehat yang mendukung regulasi tekanan darah.
Artikel lainnya: Berapa Tekanan Darah Normal Ibu Hamil?
Nutrisi yang Perlu Diprioritaskan dalam Diet Preeklampsia
Dalam kondisi preeklampsia, tubuh Mama membutuhkan nutrisi tertentu yang berperan besar dalam menjaga tekanan darah, kesehatan pembuluh darah, serta fungsi organ vital.
Oleh karena itu, pemilihan makanan tidak bisa sembarangan. Berikut sederet nutrisi ibu hamil tekanan darah tinggi:
1. Protein tinggi (protein hewani & nabati)
Protein adalah fondasi penting bagi perkembangan janin sekaligus membantu memperbaiki jaringan tubuh Mama. Asupan protein untuk preeklampsia juga berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mendukung fungsi pembuluh darah.
Pilih sumber protein berkualitas seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan yogurt. Asupan protein yang cukup membantu mencegah pembengkakan berlebih dan mendukung kesehatan metabolik secara keseluruhan.
2. Kalsium dan magnesium
Dua mineral ini memegang peranan besar dalam mengatur kontraksi otot dan menjaga tekanan darah. Kalsium membantu menurunkan risiko preeklampsia pada Mama dengan asupan rendah, sedangkan magnesium berperan dalam relaksasi pembuluh darah.
Dalam pola makan preeklampsia, sumber terbaiknya antara lain susu rendah lemak, yogurt, keju, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, serta beberapa jenis ikan.
Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan magnesium membantu menjaga stabilitas tekanan darah dan menekan risiko komplikasi.
3. Serat dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh
Serat penting untuk menjaga pencernaan, menurunkan inflamasi, dan membantu mengontrol tekanan darah, semua hal yang sangat dibutuhkan ibu hamil dengan preeklampsia.
Asupan serat tinggi juga mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko lonjakan gula darah. Sumber serat terbaik adalah buah segar, sayuran berwarna, oatmeal, roti gandum, oat, quinoa, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Memperbanyak serat dalam makanan untuk preeklampsia ibu hamil dapat membantu menjaga energi agar tetap stabil sepanjang hari.
Artikel lainnya: Diet Vegan Saat Hamil, Amankah?
4. Asam folat
Asam folat dikenal sebagai nutrisi penting untuk perkembangan saraf janin. Namun pada preeklampsia, folat juga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan fungsi plasenta.
Sayuran hijau gelap seperti bayam, brokoli, asparagus, kacang-kacangan, dan biji-bijian merupakan sumber alami yang baik.
5. Lemak sehat
Lemak sehat, terutama omega-3, memiliki efek antiinflamasi dan membantu menjaga elastisitas pembuluh darah.
Lemak tak jenuh tunggal dan ganda dari ikan berlemak (salmon, sarden), alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan biji chia dapat membantu menstabilkan tekanan darah.
Memiliki cukup lemak sehat dalam diet adalah bagian penting dalam nutrisi ibu hamil tekanan darah tinggi, karena membantu kerja jantung dan mendukung pertumbuhan otak janin.
Makanan yang Perlu Dibatasi atau Dihindari
Selain memilih makanan yang mendukung kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah, ibu hamil dengan preeklampsia juga perlu mengenali jenis-jenis makanan yang justru bisa memperburuk kondisi.
Beberapa bahan makanan dapat meningkatkan tekanan darah, memicu retensi cairan, atau memperberat kerja organ. Ini dia pantangan preeklampsia yang perlu diperhatikan:
1. Makanan tinggi garam dan natrium
Garam dan natrium berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat. Bagi Mama dengan preeklampsia, hal ini bisa memicu gejala semakin parah.
Batasi konsumsi makanan asin seperti keripik, makanan kemasan, mie instan, saus botolan, makanan kaleng, atau lauk olahan yang sangat gurih. Mengurangi garam adalah langkah besar dalam menjaga stabilitas tekanan darah pada pola makan preeklampsia.
2. Makanan olahan dan cepat saji
Makanan olahan biasanya mengandung natrium, gula tambahan, dan lemak yang tidak baik untuk kesehatan ibu hamil preeklampsia.
Produk seperti sosis, nugget, burger, ayam goreng cepat saji, makanan beku, atau makanan instan dapat memperburuk tekanan darah dan menambah inflamasi.
Menghindari jenis makanan ini sangat penting dalam menjalani diet ibu hamil preeklampsia, karena tubuh memerlukan makanan yang segar dan minim bahan tambahan.
Artikel lainnya: 8 Jenis Makanan Sehat untuk Ibu Hamil yang Dianjurkan Medis
3. Lemak jenuh dan trans
Lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan merusak kesehatan pembuluh darah. Keduanya sering ditemukan pada gorengan, margarin, makanan cepat saji, krimer, pastry, dan camilan kemasan.
Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi Mama dengan tekanan darah tinggi. Sebagai gantinya, pilih lemak sehat yang mendukung nutrisi ibu hamil tekanan darah tinggi dan membantu menjaga sistem kardiovaskular tetap stabil.
4. Kafein dan alkohol (wajib dihindari)
Kafein dapat memengaruhi tekanan darah dan kualitas tidur, sementara alkohol benar-benar harus dihindari selama kehamilan karena dapat membahayakan perkembangan janin.
Bagi Mama dengan preeklampsia, keduanya dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko masalah pada pembuluh darah.
Batasi kopi, teh pekat, minuman berenergi, dan hindari alkohol sepenuhnya. Ini merupakan langkah penting dalam mencegah preeklampsia dengan diet dan menjaga kesehatan Mama serta janin.
Mengatur pola makan preeklampsia akan terasa lebih mudah jika Mama punya akses informasi yang tepat. Coba mulai dengan bergabung ke komunitas WhatsApp hallobumil, di mana Mama bisa bertanya langsung kepada sesama Mama maupun konselor.
Ikuti event seru dari Hallobumil, mulai dari kelas online sampai gathering bumil! Temukan ilmu bermanfaat dan teman baru di sini.
Supaya pemantauan kehamilan praktis, jangan lupa download aplikasi hallobumil untuk mengakses Health Tools Kalkulator HPL (Hari Perkiraan Lahir) agar Mama lebih siap menyambut kelahiran si kecil.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
