Diet Vegan Saat Hamil, Amankah?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/m0U-i8HicD9GXx7-GOL3D/original/546week-265-vegan-diet-saat-hamil-amankah-by-maksim-shmeljov-shutterstock.jpg)
dr. Junita Tarigan
Diet vegan sangat popular di kalangan masyarakat umum dengan alasan yang bervariasi. Mulai dari keengganan untuk melakukan eksploitasi terhadap hewan hingga untuk tujuan kesehatan.
Jika diet ini dilakukan dengan benar, dapat memberikan efek baik untuk kesehatan seperti penurunan lingkar perut dan mengontrol kadar gula darah. Namun, apakah diet vegan boleh dilakukan oleh ibu hamil?
Jenis-Jenis Diet Vegan
Prinsip diet vegan adalah menghindari produk makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, telur, dan susu. Diet vegan memang sehat, namun di sisi lain, keadaan ini memungkinkan terjadinya defisiensi atau kekurangan beberapa nutrisi tertentu.
Diet vegan ini sangat bervariasi, antara lain:
- Whole-Food Vegan Diet
Prinsip diet vegan pada jenis ini adalah menggunakan produk tumbuhan sebagai bahan dari seluruh makanan yang dimasak, seperti buah-buahan, sayur, biji-bijian, dan kacang. - Raw-Food Vegan Diet
Jenis vegan ini menggunakan produk makanan yang sama seperti jenis pertama. Hanya saja, teknik pengolahan makanan dimasak hanya sampai suhu rendah, yaitu 48 derajat Celsius. - 80/10/10
Pada jenis diet vegan ini, 80 persen kalori yang dikonsumsi berasal dari karbohidrat, 10 persen dari protein, dan 10 persen dari lemak. Diet ini juga membatasi jenis tumbuhan yang mengandung lemak tinggi, seperti alpukat dan kacang. - Ekstrak Pati
Jenis ini sama dengan diet 80/10/10, namun berfokus pada makanan tinggi kandungan pati seperti kentang, beras, dan jagung. - Diet Vegan Ketat
Pada jenis ini, seluruh jenis tumbuhan yang dikonsumsi harus dalam keadaan mentah ataupun dimasak dengan temperatur rendah
Diet Vegan Saat Hamil
Apakah Mama adalah seorang vegetarian? Haruskah mengubah pola diet yang selama ini Mama lakukan? Atau, apakah diet ini dapat memenuhi kebutuhan Si Kecil di dalam kandungan? Pertanyaan ini pasti timbul pada diri Mama.
Penelitian menunjukkan bahwa diet vegan yang direncanakan dengan baik tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan buah hati. Berikut bahan makanan berbasis tumbuhan yang bisa Mama konsumsi:
- Kebutuhan Protein
Protein adalah nutrisi yang penting untuk pembentukan sel dan daya tahan tubuh. Ini adalah kandungan protein yang didapatkan dengan mengonsumsi satu mangkok bahan makanan:
- Tempe 31 gr
- Tofu atau kacang-kacangan 23gr
- Buncis atau kacang polong 15 gr
- Gandum dan oats 7-9 gr
- Mentega kacang sebanyak dua sendok 8 gr
- Biji-bijian 1/4 mangkok sebanyak 4-8 gr
Disarankan pada setiap porsi makanan Mama mengonsumsi 25-30 gram protein. - Kandungan Vitamin
Beberapa vitamin seperti B12 sangat penting pada masa kehamilan. Beberapa gangguan seperti preeklamsia atau kelahiran prematur dapat terjadi jika Mama mengalami defisiensi vitamin B12.
Sumber vitamin B12 ini banyak didapatkan dari daging, telur, dan unggas. Untuk seorang vegan, sumber vitamin B12 ini diperoleh dari jamur atau minuman nabati yang diperkaya vitamin B12.
Pada beberapa keadaan, Mama mungkin disarankan untuk mengonsumsi suplemen B12 untuk memenuhi 2.6 mikrogram kebutuhan vitamin B12 setiap harinya. - Kalsium
Untuk pertumbuhan tulang Si Kecil, Mama membutuhkan kalsium 1,000 milligram setiap harinya. Mama dapat mengonsumsi kacang almond, biji-bijian, sayur hijau, ataupun secangkir susu nabati setiap harinya. - Omega-3
Pada trimester kedua, asam lemak omega-3 dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata Si Kecil. Nutrisi ini terkandung pada ikan. Namun, untuk Mama yang menjalani diet vegan, kebutuhan 200-500 milligram omega-3 per harinya bisa didapatkan dari biji-bijian dan buah kenari. - Zat Besi
Sebanyak 27 milligram zat besi dibutuhkan per hari untuk Mama yang sedang mengandung. Untuk mama yang vegan, kebutuhan ini bertambah menjadi 45 milligram untuk mencegah anemia.
Mama disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan zat besi secara bersamaan, agar penyerapan zat besi menjadi maksimal. Selain itu, Mama dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen zat besi.
Diet vegan adalah pola makan yang berfokus pada asupan yang berasal dari sumber nabati. Pada kehamilan, jika diet vegan ini direncanakan dengan baik tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi Mama dan Si Kecil.




Hai Mama, berikut contoh makanan yang tinggi akan zat besi seperti daging merah tanpa lemak, tahu tempe, daging unggas, hati ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jangan lupa untuk selalu konsumsi makanan beragam ya, Ma. :) ^sm
- 0
Hai Mama, konsumsi kimchi untuk ibu hamil sendiri aman ya, Ma selagi masih dalam batas wajar. Selain itu, mengonsumsi kimchi juga harus dilihat dari kebersihan dari produknya. Jangan lupa untuk selalu mecukupi cairan ya, Ma. :) ^sm
- 0
Hai Mama, konsumsi teh untuk ibu hamil tidak disarankan karena mengandung kafein, gula dan pengawet apalagi dikonsumsi setiap hari. Kedua hal tersebut dikhawatirkan dapat menganggu tumbuh kembang janin. :) ^sm
- 0
dok usia kehamilanku kemarin pas USG 24 Minggu posisi janinn tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, tips dari Mima : Lakukan gerakan senam hamil knee-chest position, yaitu posisi bersujud serta menaruh lutut dan dada ke atas matras selama 5-10 menit secara rutin 3 kali dalam sehari, idur dengan posisi miring ke kiri dan Jalan kaki:) ^lm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)