Artikel/Kehamilan/Diet Vegan Saat Hamil, Amankah?

Diet Vegan Saat Hamil, Amankah?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 16 Desember 2020
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ada yang bilang kalau diet vegan tidak sehat untuk ibu hamil. Benarkah demikian? Simak faktanya di sini.
diet-vegan-saat-hamil-amankah

dr. Junita Tarigan

Diet vegan sangat popular di kalangan masyarakat umum dengan alasan yang bervariasi. Mulai dari keengganan untuk melakukan eksploitasi terhadap hewan hingga untuk tujuan kesehatan.

Jika diet ini dilakukan dengan benar, dapat memberikan efek baik untuk kesehatan seperti penurunan lingkar perut dan mengontrol kadar gula darah. Namun, apakah diet vegan boleh dilakukan oleh ibu hamil?

Jenis-Jenis Diet Vegan
Prinsip diet vegan adalah menghindari produk makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, telur, dan susu. Diet vegan memang sehat, namun di sisi lain, keadaan ini memungkinkan terjadinya defisiensi atau kekurangan beberapa nutrisi tertentu.

Diet vegan ini sangat bervariasi, antara lain:

  • Whole-Food Vegan Diet
    Prinsip diet vegan pada jenis ini adalah menggunakan produk tumbuhan sebagai bahan dari seluruh makanan yang dimasak, seperti buah-buahan, sayur, biji-bijian, dan kacang.
  • Raw-Food Vegan Diet
    Jenis vegan ini menggunakan produk makanan yang sama seperti jenis pertama. Hanya saja, teknik pengolahan makanan dimasak hanya sampai suhu rendah, yaitu 48 derajat Celsius.
  • 80/10/10
    Pada jenis diet vegan ini, 80 persen kalori yang dikonsumsi berasal dari karbohidrat, 10 persen dari protein, dan 10 persen dari lemak. Diet ini juga membatasi jenis tumbuhan yang mengandung lemak tinggi, seperti alpukat dan kacang.
  • Ekstrak Pati
    Jenis ini sama dengan diet 80/10/10, namun berfokus pada makanan tinggi kandungan pati seperti kentang, beras, dan jagung.
  • Diet Vegan Ketat
    Pada jenis ini, seluruh jenis tumbuhan yang dikonsumsi harus dalam keadaan mentah ataupun dimasak dengan temperatur rendah

Diet Vegan Saat Hamil
Apakah Mama adalah seorang vegetarian? Haruskah mengubah pola diet yang selama ini Mama lakukan? Atau, apakah diet ini dapat memenuhi kebutuhan Si Kecil di dalam kandungan? Pertanyaan ini pasti timbul pada diri Mama.

Penelitian menunjukkan bahwa diet vegan yang direncanakan dengan baik tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan buah hati. Berikut bahan makanan berbasis tumbuhan yang bisa Mama konsumsi:

  • Kebutuhan Protein
    Protein adalah nutrisi yang penting untuk pembentukan sel dan daya tahan tubuh. Ini adalah kandungan protein yang didapatkan dengan mengonsumsi satu mangkok bahan makanan:
    - Tempe 31 gr
    - Tofu atau kacang-kacangan 23gr
    - Buncis atau kacang polong 15 gr
    - Gandum dan oats 7-9 gr
    - Mentega kacang sebanyak dua sendok 8 gr
    - Biji-bijian 1/4 mangkok sebanyak 4-8 gr

    Disarankan pada setiap porsi makanan Mama mengonsumsi 25-30 gram protein.
  • Kandungan Vitamin
    Beberapa vitamin seperti B12 sangat penting pada masa kehamilan. Beberapa gangguan seperti preeklamsia atau kelahiran prematur dapat terjadi jika Mama mengalami defisiensi vitamin B12.
    Sumber vitamin B12 ini banyak didapatkan dari daging, telur, dan unggas. Untuk seorang vegan, sumber vitamin B12 ini diperoleh dari jamur atau minuman nabati yang diperkaya vitamin B12.
    Pada beberapa keadaan, Mama mungkin disarankan untuk mengonsumsi suplemen B12 untuk memenuhi 2.6 mikrogram kebutuhan vitamin B12 setiap harinya.
  • Kalsium
    Untuk pertumbuhan tulang Si Kecil, Mama membutuhkan kalsium 1,000 milligram setiap harinya. Mama dapat mengonsumsi kacang almond, biji-bijian, sayur hijau, ataupun secangkir susu nabati setiap harinya.
  • Omega-3
    Pada trimester kedua, asam lemak omega-3 dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata Si Kecil. Nutrisi ini terkandung pada ikan. Namun, untuk Mama yang menjalani diet vegan, kebutuhan 200-500 milligram omega-3 per harinya bisa didapatkan dari biji-bijian dan buah kenari.
  • Zat Besi
    Sebanyak 27 milligram zat besi dibutuhkan per hari untuk Mama yang sedang mengandung. Untuk mama yang vegan, kebutuhan ini bertambah menjadi 45 milligram untuk mencegah anemia.
    Mama disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan zat besi secara bersamaan, agar penyerapan zat besi menjadi maksimal. Selain itu, Mama dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Diet vegan adalah pola makan yang berfokus pada asupan yang berasal dari sumber nabati. Pada kehamilan, jika diet vegan ini direncanakan dengan baik tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi Mama dan Si Kecil.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
24
12
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
A

contoh makanan zat besi

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, berikut contoh makanan yang tinggi akan zat besi seperti daging merah tanpa lemak, tahu tempe, daging unggas, hati ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jangan lupa untuk selalu konsumsi makanan beragam ya, Ma. :) ^sm

  • 0
EP

dok hamil 26minggu boleh mengonsumsi kimchi?

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, konsumsi kimchi untuk ibu hamil sendiri aman ya, Ma selagi masih dalam batas wajar. Selain itu, mengonsumsi kimchi juga harus dilihat dari kebersihan dari produknya. Jangan lupa untuk selalu mecukupi cairan ya, Ma. :) ^sm

  • 0
LD

dok aku tiap hari minum teh kotak aman ga

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, konsumsi teh untuk ibu hamil tidak disarankan karena mengandung kafein, gula dan pengawet apalagi dikonsumsi setiap hari. Kedua hal tersebut dikhawatirkan dapat menganggu tumbuh kembang janin. :) ^sm

  • 0
S

dok usia kehamilanku kemarin pas USG 24 Minggu posisi janinn tampilkan selengkapnya

  • 0
Admin MIMA

Hai Mama, tips dari Mima : Lakukan gerakan senam hamil knee-chest position, yaitu posisi bersujud serta menaruh lutut dan dada ke atas matras selama 5-10 menit secara rutin 3 kali dalam sehari, idur dengan posisi miring ke kiri dan Jalan kaki:) ^lm

  • 0
IS

dok ciri2 janin kita udah nyungsang itu apa ya

  • 0
Admin MIMA

Hai Ma, untuk ciri-cirinya: detak jantung janin terasa di atas pusar, sesak napas, munculnya tendangan di perut bagian bawah atau kandung kemih. Sebaiknya periksa ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan :) ^sr

  • 0

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image