loading

Si Kecil Sering Kentut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kondisi anak yang sering buang angin kerap dipicu oleh gas berlebih dalam saluran cerna. Pahami penjelasan medis mengenai penyebab serta langkah penanganan yang tepat untuk meredakan ketidaknyamanan.
si-kecil-sering-kentut-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Bayi kentut terus sering kali membuat Mama bertanya-tanya apakah ada masalah pada pencernaan Si Kecil. Padahal, pada banyak kasus, Si Kecil yang sering kentut justru menandakan bahwa gas dalam saluran cerna sedang dikeluarkan secara alami. 

Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diperhatikan, terutama jika disertai rewel, perut kembung, muntah, atau gangguan makan. Agar tidak panik, yuk pahami lebih lanjut kenapa Si Kecil sering kentut, penyebabnya, serta cara mengatasinya.

Artikel lainnya: Hubungan Kesehatan Usus dan Imunitas Anak: 70% Sistem Imun

Apakah Si Kecil Sering Kentut Itu Normal?

Banyak orang tua bertanya, Si Kecil kentut terus apakah normal? Pada dasarnya Si Kecil memang cenderung lebih sering mengeluarkan gas dibandingkan anak yang lebih besar maupun orang dewasa.

Hal ini terjadi karena sistem pencernaannya masih berkembang dan belum bekerja seefisien orang dewasa. Saat menyusu atau minum susu dari botol, Si Kecil dapat menelan udara dalam jumlah tertentu.

Udara yang masuk ke saluran pencernaan tersebut kemudian akan keluar melalui sendawa atau kentut. Selain itu, proses pencernaan makanan dan aktivitas bakteri baik di usus juga menghasilkan gas secara alami.

Selama Si Kecil tetap aktif, mau menyusu dengan baik, berat badannya bertambah sesuai usia, dan tidak menunjukkan tanda sakit, frekuensi kentut yang sering biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Artikel lainnya: Atasi Perut Kembung pada Bayi dengan Cara Ini

Penyebab Si Kecil Sering Kentut

Ada beberapa penyebab Si Kecil sering kentut yang umum terjadi pada masa awal kehidupannya.

1. Menelan udara saat menyusu

Salah satu penyebab paling umum adalah masuknya udara ke saluran cerna ketika Si Kecil menyusu. Posisi pelekatan yang kurang tepat saat menyusu langsung atau penggunaan dot yang kurang sesuai dapat membuat Si Kecil lebih banyak menelan udara.

Udara yang tertelan akan terkumpul di lambung dan usus, lalu keluar dalam bentuk sendawa atau kentut.

2. Sistem pencernaan yang masih belum matang

Saluran cerna Si Kecil masih terus berkembang setelah lahir. Proses pencernaan yang belum sempurna membuat pembentukan gas di dalam usus menjadi lebih sering terjadi.

Untuk itulah, Si Kecil baru lahir hingga usia beberapa bulan biasanya lebih sering kentut dibandingkan Si Kecil yang lebih besar.

Artikel lainnya: Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya

3. Sensitivitas terhadap jenis susu formula

Pada beberapa Si Kecil, kandungan tertentu dalam susu formula dapat memicu pembentukan gas lebih banyak. Misalnya, protein susu sapi atau jenis karbohidrat tertentu yang lebih sulit dicerna.

Jika kentut berlebihan disertai diare, sembelit, ruam kulit, atau rewel berlebihan, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah terdapat intoleransi atau alergi tertentu.

4. Perubahan pola makan dan MPASI

Ketika memasuki masa MPASI, Si Kecil mulai mengenal berbagai jenis makanan baru. Beberapa makanan seperti brokoli, kol, kacang-kacangan, atau buah tertentu dapat meningkatkan produksi gas dalam usus.

Kondisi ini biasanya bersifat sementara hingga sistem pencernaan Si Kecil beradaptasi dengan makanan baru.

5. Aktivitas bakteri baik di dalam usus

Usus Si Kecil mengandung berbagai bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Saat bakteri tersebut memecah makanan, akan terbentuk gas sebagai hasil sampingan proses fermentasi alami.

Oleh karena itu, kentut sebenarnya merupakan bagian normal dari proses kerja sistem pencernaan.

Artikel lainnya: Bifidobacterium: Bakteri Baik Paling Dominan di Usus Si Kecil

6. Sembelit

Saat Si Kecil mengalami sembelit, pergerakan feses dalam usus menjadi lebih lambat. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan gas sehingga Si Kecil lebih sering kentut dan terlihat tidak nyaman.

Biasanya sembelit juga disertai feses yang keras, sulit dikeluarkan, atau frekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya.

Artikel lainnya: Si Kecil Susah BAB Setelah MPASI? Ini Penyebab & Solusinya

Si Kecil Kentut Terus Tapi Tidak Sendawa, Apa yang Harus Mama Lakukan?

Sebagian Mama mungkin pernah mengalami kondisi Si Kecil tidak sendawa tapi kentut terus. Situasi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.

Gas yang tertelan saat menyusu tidak selalu keluar melalui mulut sebagai sendawa. Pada beberapa Si Kecil, gas justru bergerak ke saluran cerna bagian bawah dan keluar sebagai kentut.

Jika Si Kecil terlihat nyaman, tidak rewel berlebihan, tidak muntah, dan tetap menyusu dengan baik, Mama tidak perlu terlalu khawatir. Namun, Mama tetap dapat membantu Si Kecil dengan mencoba menyendawakannya setelah menyusu.

Gendong Si Kecil dalam posisi tegak selama beberapa menit sambil mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut. Selain membantu mengeluarkan udara, cara ini juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat perut kembung.

Artikel lainnya: Cara Menyendawakan Si Kecil dengan Benar

Cara Mengurangi Kentut Berlebih pada Si Kecil

Meskipun kentut pada Si Kecil sering kali normal, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gas berlebih pada Si Kecil.

Perbaiki posisi menyusu

Pastikan pelekatan saat menyusu sudah tepat sehingga Si Kecil tidak terlalu banyak menelan udara. Jika menggunakan botol, pilih dot yang sesuai dengan usia dan kemampuan hisap Si Kecil.

Posisi menyusu yang benar yang tepat dapat membantu mengurangi jumlah udara yang masuk ke saluran cerna.

Artikel lainnya: Makanan Sumber Prebiotik Alami untuk Dukung Pencernaan Si Kecil

Sendawakan bayi setelah menyusu

Biasakan menyendawakan Si Kecil setelah sesi menyusu selesai. Cara sederhana ini dapat membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di lambung sebelum berpindah ke usus.

Semakin sedikit udara yang tertahan, semakin kecil kemungkinan Si Kecil mengalami perut kembung dan kentut berlebihan.

Lakukan pijatan lembut pada perut

Pijatan lembut searah jarum jam pada area perut dapat membantu pergerakan gas di dalam usus menjadi lebih lancar. Selain membantu mengurangi ketidaknyamanan, pijatan juga dapat membuat Si Kecil lebih rileks.

Artikel lainnya: Manfaat Pijat Bayi untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang

Ajak bayi bergerak

Gerakan seperti mengayuh sepeda dengan kedua kaki Si Kecil secara perlahan dapat membantu mengeluarkan gas yang terjebak di usus. Aktivitas sederhana ini sering digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung pada Si Kecil.

Evaluasi jenis susu atau MPASI

Jika kentut berlebihan muncul setelah mengganti susu formula atau memperkenalkan makanan tertentu, perhatikan apakah ada hubungan dengan jenis makanan tersebut.

Mama dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk menentukan pilihan susu atau pola makan yang lebih sesuai bagi Si Kecil.

Jaga kesehatan pencernaan bayi

Pencernaan yang sehat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat gas berlebih. Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi sesuai usianya.

Pada Si Kecil yang sudah memasuki masa MPASI, berikan makanan bergizi seimbang secara bertahap agar sistem pencernaan dapat beradaptasi dengan baik.

Kapan Kondisi Sering Kentut Perlu Diwaspadai?

Meskipun umumnya normal, ada beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Segera konsultasikan ke dokter jika Si Kecil sering kentut disertai gejala berikut:

  • Perut tampak sangat kembung atau keras.
  • Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
  • Muntah berulang.
  • Diare berat atau BAB berdarah.
  • Sembelit berkepanjangan.
  • Demam.
  • Tidak mau menyusu.
  • Berat badan sulit naik atau justru menurun.

Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan pencernaan atau kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Masih punya pertanyaan seputar tumbuh kembang dan kesehatan Si Kecil? Mama bisa mengunduh aplikasi HalloBumil dan daftar di aplikasi kehamilan ini untuk mendapatkan berbagai informasi terpercaya yang praktis diakses kapan saja.

Bergabung juga ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan temukan banyak cerita, tips, serta dukungan dari para Mama lainnya.

Agar tidak ketinggalan berbagai edukasi menarik, webinar, dan kegiatan seru untuk keluarga, Mama juga bisa mengikuti event HalloBumil yang rutin diselenggarakan bersama para ahli kesehatan

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image