Si Kecil Susah BAB Setelah MPASI? Ini Penyebab & Solusinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/FMywfe2s7V69EjcD6et0Q/original/rnbmfzzd16mxyvq5z75a5qx9zikizczt.png)
Masa Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah fase penting untuk mengenalkan Si Kecil pada berbagai rasa, tekstur, dan variasi makanan yang mendukung tumbuh kembangnya. Pada periode ini, tidak jarang Mama menghadapi tantangan seperti sembelit, karena pencernaan bayi sedang beradaptasi dengan makanan padat.
Agar Mama lebih siap, mari kita bahas penyebab, tanda-tanda, frekuensi normal BAB, serta cara mengatasi anak sembelit saat MPASI, lengkap dengan daftar makanan yang baik untuk membantu kelancaran pencernaan.
Artikel Lainnya: Pup Bayi Saat MPASI
Penyebab Anak Sembelit Saat MPASI
Sembelit saat MPASI biasanya terjadi karena sistem pencernaan Si Kecil belum terbiasa dengan makanan padat. Berikut beberapa penyebab sembelit saat MPASI yang umum:
- Adaptasi pencernaan terhadap makanan padat: Usus bayi yang sebelumnya hanya mencerna ASI atau susu formula memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan makanan yang lebih padat dan berserat.
- Kurang asupan cairan: Selain ASI atau susu formula, Si Kecil juga membutuhkan tambahan cairan seperti air putih dalam jumlah yang sesuai usianya. Kekurangan cairan dapat membuat tinja menjadi keras.
- Pemberian MPASI terlalu cepat atau terlalu banyak: MPASI bisa jadi penyebab sembelit jika pemberiannya terlalu cepat atau banyak. Perubahan tekstur yang terlalu cepat, misalnya langsung dari bubur halus ke potongan makanan, bisa membuat pencernaan belum siap.
- Kurang serat dalam menu harian: Jika makanan yang diberikan terlalu monoton atau rendah serat, kerja usus akan lebih lambat sehingga feses sulit dikeluarkan.
Artikel Lainnya: Panduan MPASI Sesuai Usia dan Tahapan Bayi
Tanda-tanda Anak Sembelit Saat MPASI
Mama bisa mengenali sembelit dari beberapa tanda berikut:
- Frekuensi BAB berkurang secara signifikan dibanding sebelumnya.
- Tekstur tinja keras dan berbentuk kecil seperti butiran.
- Proses BAB terlihat sulit. Si Kecil mungkin mendorong kuat, menangis, atau tampak tidak nyaman.
- Perut terasa kaku saat diraba.
- Kadang terdapat sedikit bercak darah pada tinja karena feses yang keras.
Frekuensi Normal BAB Si Kecil
Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda, sehingga yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dan kenyamanannya.
- Setelah MPASI, sebagian besar bayi buang air besar 1–2 kali per hari.
- Ada juga yang BAB setiap 2–3 hari sekali atau hingga 3 kali sehari, dan itu masih dapat dikatakan normal jika tinja lunak dan bayi tidak kesakitan.
- Perubahan pola BAB biasanya terjadi saat jenis dan tekstur makanan bertambah.
Cara Mengatasi Anak Sembelit Saat MPASI
Jika bayi sulit BAB setelah MPASI, Mama bisa mencoba beberapa langkah berikut untuk membantunya merasa lebih nyaman.
1. Perbanyak asupan cairan
Pastikan Si Kecil terhidrasi dengan baik melalui ASI, air putih, dan makanan sesuai usianya. Selain ASI, Mama bisa memberikan air putih (dengan takaran sesuai usia) dan menu MPASI yang berkuah (seperti kuah sup ayam) jika Si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas. Cairan membantu melembutkan tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan.
2. Berikan makanan kaya serat
Berikan Si Kecil makanan-makanan tambahan yang memiliki kandungan serat dan cairan yang tinggi, selain untuk memudahkan proses pencernaan, juga untuk mengurangi kemungkinan dehidrasi pada bayi. Masukkan sayuran, buah, dan biji-bijian ke dalam menu harian.
3. Perkenalkan tekstur makanan secara bertahap
Mulai dari halus, lalu tingkatkan ke tekstur MPASI yang lebih kasar sesuai kemampuan mengunyah Si Kecil.
4. Pijat perut dengan lembut
Lakukan gerakan melingkar searah jarum jam pada perut bayi sebagai salah satu cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan. Lakukan gerakan ini dengan lembut dari tengah dada menuju pusar. Mama bisa menggunakan tekhnik pijat ILU dengan gerakan seperti huruf I, L, dan U terbalik di area dada dan perut Si Kecil untuk membantu pergerakan usus.
5. Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda
Cara mengatasi sembelit berikutnya adalah dengan mengajak Si Kecil bergerak lebih aktif. Tujuannya merangsang gerakan ususnya sehingga bisa mendorong feses keluar lebih lancar.
Jika Si Kecil belum bisa merangkak atau berjalan, Mama bisa membaringkannya di atas Kasur sambil pegang kaki Si Kecil dan gerakkan kakinya mengikuti gerakan mengayuh sepeda. Melakukan langkah ini dapat membantu fungsi usus dan meringankan gejala sembelit.
Artikel Lainnya: 4 Tanda Si Kecil Siap diberikan MPASI, yang Wajib Mama Tau!
6. Tengkurapkan Si Kecil
Memposisikan Si Kecil tengkurap juga dapat menjadi cara ampuh mengatasi bayi sembelit. Posisi yang dikenal sebagai aktivitas tummy time ini dapat menstimulasi gerakan otot-otot ususnya bergerak mengeluarkan feses menjadi lebih lancar.
7. Mandi air hangat
Memandikan dengan air hangat juga menjadi cara mengatasi Si Kecil sembelit yang bisa dicoba. Suhu hangatnya tidak hanya membuat Si Kecil lebih tenang dan nyaman, tapi juga merilekskan otot-otot perut yang tegang serta meredakan sensasi perut kram dan kembung saat sembelit.
8. Variasikan menu MPASI
Sajikan berbagai jenis makanan agar pencernaan tidak bekerja secara monoton dan nutrisi lebih seimbang.
9. Konsultasikan ke dokter jika perlu
Jika sembelit berlangsung lebih dari 5 hari atau disertai keluhan lain seperti perut kembung dan Si Kecil tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya Mama berkonsultasi ke tenaga medis.
Artikel Lainnya: Kebutuhan Susu Anak setelah MPASI
Bahan Makanan yang Baik untuk Mengatasi Si Kecil Sembelit Saat MPASI
Makanan yang kaya serat dan nutrisi tertentu dapat membantu mengatasi sembelit. Mama bisa coba beberapa makanan untuk melancarkan BAB anak:
Makanan | Kandungan & Manfaat untuk Pencernaan |
Apel | Mengandung pektin yang baik untuk pencernaan |
Pisang | Pilih yang matang sempurna untuk membantu melancarkan BAB |
Pir | Kaya serat larut dan tidak larut yang membantu mengatur gerakan usus |
Brokoli | Mengandung serat, vitamin C, dan senyawa yang baik untuk usus |
Wortel | Seratnya dapat melembutkan tinja |
Labu | Mudah dicerna dan mengandung banyak serat |
Kentang | Memberi energi sekaligus membantu menambah asupan serat |
Alpukat | Sumber lemak sehat dan serat yang baik untuk pencernaan |
Oatmeal | Mengandung serat larut yang membantu melembutkan tinja |
Gandum utuh | Baik untuk menambah variasi karbohidrat dan serat dalam menu |
Mama dapat mengolah bahan-bahan ini menjadi bubur, puree, atau potongan kecil sesuai kemampuan makan Si Kecil. Mama mungkin bertanya-tanya, “Berapa lama bayi sembuh sembelit setelah MPASI?”
Biasanya, sembelit pada bayi setelah MPASI membaik dalam 2–7 hari jika pola makan dan cairan diperbaiki. Jika lebih dari 5 hari belum membaik atau ada keluhan lain, sebaiknya konsultasi ke dokter.
Sembelit saat MPASI memang dapat membuat Mama khawatir, tetapi kondisi ini umumnya bisa diatasi dengan perubahan kecil pada pola makan dan asupan cairan. Dengan memilih makanan bergizi dan memastikan asupan cairan cukup, Mama sudah membantu pencernaan Si Kecil tetap sehat di masa MPASI.
Untuk dukungan yang lebih optimal, Mama juga bisa melengkapinya dengan nutrisi dari Morinaga Chil-Kid Platinum yang diformulasikan untuk membantu pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna! Cek info lengkapnya di sini, ya, Ma.
Lagi cari teman curhat soal MPASI atau jadwal makan bayi? Gabung ke grup WhatsApp HalloBumil sesuai usia anak kamu. Bisa tanya-tanya dan saling support! Mama juga bisa ikutan webinar dari HalloBumil. Gratis dan seru banget, lho! Biar Mama makin pede, download aplikasi HalloBumil yuk! Banyak info MPASI lengkap sesuai usia bayi, tinggal buka dari genggaman.