Manfaat Pijat Bayi untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang
:strip_icc():format(webp)/hb-article/-ILfNdV5_QHXNkBlA_NxK/original/3635-manfaat-pijat-bayi-by-szefei-shutterstock.jpg)
Pijat bayi sering menjadi momen penuh kehangatan antara orang tua dan si Kecil. Di balik sentuhan lembut tersebut, terdapat berbagai manfaat pijat bayi yang berperan penting dalam mendukung kesehatan serta proses tumbuh kembangnya.
Agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal, pijat bayi perlu dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat. Yuk, Ma, lanjutkan membaca untuk mengetahui waktu yang tepat untuk pijat bayi serta panduan aman agar si Kecil merasa nyaman dan rileks.
Apa Itu Pijat Bayi?
Pijat bayi adalah rangkaian sentuhan lembut dan terarah pada tubuh bayi yang dilakukan secara perlahan untuk membantu relaksasi, kesehatan, serta tumbuh kembangnya. Sentuhan ini bukan sekadar mengusap, tetapi memiliki teknik tertentu yang aman untuk bayi.
Pijat sudah bisa diberikan sejak bayi baru lahir, asalkan kondisi bayi sehat dan dilakukan dengan cara yang tepat. Pada praktiknya, pijat bayi usia 0–12 bulan disesuaikan dengan tahap perkembangan bayi, mulai dari tekanan yang sangat ringan hingga gerakan yang lebih terstruktur seiring bertambahnya usia.
Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Orang Tua Tahu
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat pijat bayi tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga emosional. Berikut manfaat yang bisa dirasakan Si Kecil jika pijat dilakukan dengan benar.
1. Membuat bayi lebih tenang
Sentuhan lembut saat pijat membantu menurunkan hormon stres pada bayi. Hal ini membuat bayi lebih rileks dan tidak mudah rewel, terutama setelah aktivitas yang cukup padat.
2. Membantu tidur lebih nyenyak
Pijat membantu tubuh bayi memasuki fase relaksasi. Tidak heran jika banyak orang tua memilih melakukan pijat bayi sebelum tidur agar kualitas tidur Si Kecil menjadi lebih baik.
3. Melancarkan pencernaan bayi
Gerakan pijat di area perut dapat membantu merangsang kerja saluran cerna. Ini termasuk salah satu manfaat pijat bayi secara rutin yang sering dirasakan oleh orang tua.
Artikel lainnya: Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya
4. Meredakan kembung dan kolik
Pijat dengan teknik yang tepat dapat membantu mengeluarkan gas berlebih di perut bayi, sehingga rasa tidak nyaman akibat kolik bisa berkurang.
5. Mendukung kekuatan otot bayi
Gerakan pijat membantu merangsang otot dan sendi bayi. Ini bermanfaat untuk mendukung kesiapan bayi saat mulai tengkurap, duduk, hingga merangkak.
6. Merangsang perkembangan sensorik
Sentuhan saat pijat merangsang saraf sensorik bayi. Hal ini membantu bayi lebih peka terhadap sentuhan, suhu, dan gerakan di sekitarnya.
7. Mendukung daya tahan tubuh
Salah satu manfaat pijat bayi untuk kesehatan adalah membantu memperlancar sirkulasi limfa, yang berperan penting dalam sistem imun bayi.
8. Menjaga sirkulasi darah
Pijat membantu aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan sirkulasi yang baik, oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan ke seluruh tubuh bayi secara optimal.
9. Mempererat ikatan orang tua dan bayi
Pijat bayi oleh orang tua menciptakan momen kedekatan yang penuh kehangatan. Kontak mata dan sentuhan lembut membantu memperkuat ikatan emosional antara Mama dan Si Kecil.
10. Menjaga mood bayi tetap stabil
Bayi yang rutin dipijat cenderung lebih nyaman dan jarang rewel. Hal ini juga menjadi salah satu manfaat pijat bayi oleh bidan yang sering disampaikan dalam edukasi kesehatan Mama dan anak.
Artikel lainnya: Apakah Tinja Bayi Saya Normal?
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Pijat Bayi?
Waktu yang tepat untuk pijat bayi adalah saat bayi dalam kondisi tenang, tidak lapar, dan tidak mengantuk berat. Biasanya pijat dilakukan setelah mandi sore atau sebelum waktu tidur malam.
Piijat bayi menurut WHO sebaiknya dilakukan saat bayi siap menerima stimulasi, bukan saat sedang rewel atau sakit. Mama juga bisa menyesuaikan waktu pijat dengan rutinitas harian Si Kecil agar manfaatnya lebih optimal.
Cara Pijat Bayi yang Aman dan Benar
Pastikan tangan Mama bersih dan hangat sebelum memulai pijat. Gunakan minyak khusus bayi agar gerakan lebih lembut di kulit. Lakukan pijatan dengan tekanan ringan, mengikuti arah tertentu, dan selalu perhatikan respons bayi.
Jika bayi terlihat tidak nyaman, sebaiknya hentikan pijat dan coba lagi di lain waktu. Konsistensi lebih penting dibanding durasi, terutama jika Mama ingin mendapatkan manfaat maksimal dari pijat.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Pijat Bayi
Saat akan memijat Si Kecil, pastikan kondisinya sedang sehat dan nyaman. Pijat bayi sebaiknya ditunda jika bayi sedang demam, diare, atau mengalami ruam pada kulit.
Mama juga tidak dianjurkan memijat area tubuh yang sedang terluka, bengkak, atau tampak sensitif agar bayi tetap merasa aman selama pijatan.
Selain kondisi kesehatan, perhatikan juga tekanan tangan saat memijat. Hindari tekanan berlebihan karena tubuh bayi masih sangat sensitif. Mama pun tidak perlu memaksakan jadwal pijat, karena setiap bayi memiliki tingkat kesiapan yang berbeda terhadap stimulasi sentuhan.
Artikel lainnya: Anak Mogok Menyusu, Mungkinkah Karena Rasa ASI Berubah?
Kapan Harus Konsultasi ke Tenaga Kesehatan?
Jika Mama ragu mengenai teknik pijat atau kondisi kesehatan bayi, sebaiknya berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Hal ini juga membantu menentukan pijat bayi berapa kali sebulan yang sesuai dengan usia dan kondisi Si Kecil.
Dapatkan berbagai tips dan informasi seputar kehamilan, menyusui, serta tumbuh kembang Si Kecil langsung dari Mama lainnya dengan bergabung di Komunitas Hallobumil.
Jangan lupa unduh aplikasi Hallobumil agar Mama dapat memantau tumbuh kembang Si Kecil, membaca artikel kesehatan terbaru, serta mendapatkan tips menarik lainnya.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




Artikel sangat menarik dan sangat memberi idukasi untuk ibu2 tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, terima kasih ya semoga sehat selalu Mama :) ^sr
- 0
Betul bun, anak ku juga setiap sebelum mandi selalu aku pija tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, terima kasih atas sharingnya. Salam hangat untuk Si Kecil :) ^sr
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)