Artikel/Pasca Kehamilan/Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya

Kenali Masalah Pencernaan Bayi dan Cara Menanganinya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 08 April 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, atau gumoh kerap dialami bayi. Kenali gejalanya, penyebabnya, dan cara mengatasinya agar pencernaan si Kecil tetap sehat dan perkembangannya optimal.
masalah-pencernaan-bayi-dan-cara-menanganinya

Gangguan pencernaan bayi merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama pada tahun pertama kehidupan.

Sistem pencernaan bayi yang masih berkembang membuatnya lebih sensitif terhadap berbagai perubahan, baik dari makanan, pola makan, maupun faktor lingkungan.

Kondisi ini bisa ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari bayi rewel, muntah, perut kembung, hingga perubahan pola buang air besar.

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk memahami jenis gangguan pencernaan pada bayi serta cara mengatasi gangguan pencernaan pada bayi dengan tepat agar si kecil tetap nyaman dan sehat.

1. Kolik

Kolik adalah salah satu jenis gangguan pencernaan pada bayi yang ditandai dengan tangisan berkepanjangan tanpa sebab yang jelas. Biasanya terjadi pada bayi usia di bawah 3 bulan dan sering muncul pada sore atau malam hari.

Penyebab kolik belum diketahui secara pasti, namun diduga berkaitan dengan sistem pencernaan yang belum matang, sensitivitas terhadap susu, atau adanya gas berlebih di dalam perut.

Mama bisa menggendong bayi sambil mengayun perlahan, melakukan pijatan lembut pada perut, atau memastikan posisi menyusui sudah benar untuk mengurangi udara yang masuk. Selain itu, pastikan bayi bersendawa setelah menyusu.

2. Sembelit (Konstipasi)

Sembelit merupakan salah satu jenis gangguan pencernaan pada bayi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang jarang serta feses yang keras dan sulit dikeluarkan.

Sembelit bisa disebabkan oleh perubahan pola makan, seperti peralihan dari ASI ke susu formula atau mulai MPASI, serta kurangnya asupan cairan.

Berikan cukup cairan, lakukan pijatan lembut pada perut bayi, dan ajak bayi bergerak, misalnya mengayuh kaki seperti bersepeda. Untuk bayi yang sudah MPASI, tambahkan makanan berserat seperti buah dan sayur.

3. Diare

Diare merupakan kondisi ketika bayi buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tekstur cair. Gangguan ini dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, alergi makanan, atau reaksi terhadap susu formula tertentu.

Cara mengatasi gangguan pencernaan pada bayi dengan memastikan si kecil tetap terhidrasi dengan baik, teruskan pemberian ASI, dan segera konsultasikan ke dokter jika diare berlangsung lebih dari 24 jam atau disertai demam dan dehidrasi.

4. Refluks Gastroesofagus (GER)

Refluks terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan, yang sering ditandai dengan bayi muntah atau gumoh setelah menyusu.

Kondisi ini disebabkan oleh katup antara lambung dan kerongkongan yang belum berkembang sempurna. Posisikan bayi tetap tegak selama dan setelah menyusu, hindari memberi makan terlalu banyak sekaligus, serta beri jeda untuk bersendawa.

5. Perut Kembung

Perut kembung membuat bayi merasa tidak nyaman dan sering kali menyebabkan rewel. Biasanya disebabkan oleh udara yang tertelan saat menyusu, pencernaan yang belum matang, atau reaksi terhadap makanan tertentu.

Pastikan posisi menyusui benar, bantu bayi bersendawa setelah makan, dan lakukan pijatan lembut pada perut untuk membantu mengeluarkan gas.

6. Infeksi Saluran Cerna

Infeksi saluran cerna pada bayi bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang masuk melalui makanan atau lingkungan yang tidak higienis.

Kebersihan yang kurang terjaga, botol susu yang tidak steril, atau paparan kuman dari lingkungan sekitar bisa mengakibatkan infeksi saluran cerna pada bayi.

Pastikan Mama dan Papa menjaga kebersihan tangan, alat makan, dan lingkungan bayi. Jika muncul gejala seperti muntah, diare berat, atau demam, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

7. Alergi Susu Sapi atau Makanan

Alergi terhadap protein susu sapi atau makanan tertentu juga termasuk gangguan pencernaan bayi yang cukup sering terjadi.

Sistem imun bayi akan bereaksi terhadap protein tertentu yang dianggap berbahaya, terutama pada susu formula berbasis susu sapi. 

Jika dicurigai alergi, konsultasikan ke dokter untuk mengganti jenis susu atau mengatur pola makan Mama (jika menyusui). Hindari makanan pemicu alergi dan pantau reaksi bayi.

Gangguan pencernaan bayi adalah hal yang umum terjadi karena sistem pencernaan si kecil masih dalam tahap perkembangan. Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kalau Mama masih ingin lebih memahami kondisi si kecil, jangan ragu untuk download aplikasi Hallobumil agar bisa mendapatkan berbagai informasi kesehatan bayi yang terpercaya langsung dari ahlinya.

Mama juga bisa gabung ke komunitas Hallobumil di WhatsApp, tempat berbagi pengalaman dengan sesama orang tua yang mungkin sedang menghadapi masalah serupa.

Menariknya lagi, Mama juga bisa mengikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, sehingga bisa bertanya langsung dan mendapatkan solusi terbaik terkait kesehatan bayi, termasuk gangguan pencernaan bayi.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
1
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image