:strip_icc():format(webp)/hb-article/--HpS7uIgKM1_S3ZwGX1P/original/ti7iym7l49uchtp5edq9u1cbiia9phyt.png)
Bifidobacterium merupakan salah satu bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan manusia, terutama di usus besar.
Pada bayi dan anak, keberadaan bifidobacterium sangat penting karena membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung sistem imun, dan membantu proses pencernaan.
Bahkan, bifidobacterium untuk bayi diketahui mulai berkembang sejak awal kehidupan, terutama pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.
Untuk itu, menjaga jumlah bakteri baik ini tetap optimal menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Artikel lainnya: Mikrobiota Usus Bayi: Pondasi Imunitas Seumur Hidup
Apa Itu Bifidobacterium?
Bifidobacterium adalah kelompok bakteri probiotik alami yang banyak ditemukan di saluran cerna manusia.
Bakteri ini termasuk mikroorganisme baik yang membantu menjaga kesehatan usus dengan cara melawan pertumbuhan bakteri jahat, membantu memecah makanan, dan menghasilkan zat yang bermanfaat bagi tubuh.
Pada bayi, jumlah bifidobacterium biasanya lebih tinggi dibanding orang dewasa karena usus bayi masih berkembang dan membutuhkan perlindungan tambahan dari bakteri baik.
Bifidobacterium untuk bayi juga berkaitan erat dengan pemberian ASI. Mama perlu tahu bahwa ASI mengandung prebiotik alami yang disebut Human Milk Oligosaccharides (HMO), yaitu nutrisi khusus yang membantu pertumbuhan bifidobacterium di usus bayi.
Itulah sebabnya bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki komposisi bakteri usus yang lebih sehat.Selain pada bayi, bifidobacterium juga tetap penting hingga anak bertambah besar.
Keseimbangan bakteri baik di usus diketahui dapat memengaruhi sistem imun, kualitas tidur, kesehatan kulit, bahkan suasana hati anak.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna tidak hanya berkaitan dengan pencernaan saja, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Artikel lainnya: Mengenal Bifidogenic Factor: Kunci Pencernaan Sehat Si Kecil
Manfaat Bifidobacterium untuk Kesehatan Si Kecil
Salah satu manfaat bifidobacterium yang paling dikenal adalah membantu menjaga kesehatan pencernaan. Bakteri baik ini membantu proses pemecahan makanan sehingga nutrisi dapat diserap tubuh dengan lebih optimal.
Selain itu, bifidobacterium juga membantu mengurangi risiko sembelit, diare, dan gangguan pencernaan lainnya pada anak.
Manfaat bifidobacterium lainnya adalah mendukung daya tahan tubuh Si Kecil. Sebagian besar sistem imun tubuh berada di saluran cerna, sehingga keseimbangan bakteri baik sangat berpengaruh terhadap kemampuan tubuh melawan infeksi.
Anak dengan mikrobiota usus yang sehat cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami infeksi saluran cerna maupun gangguan alergi tertentu.
Bifidobacterium juga diketahui membantu mengurangi peradangan di usus. Hal ini penting terutama pada anak yang memiliki saluran pencernaan sensitif atau sering mengalami masalah perut kembung dan tidak nyaman setelah makan.
Dengan kondisi usus yang sehat, anak akan lebih nyaman beraktivitas dan nafsu makan pun dapat terjaga dengan baik.
Harvard Health Publishingjuga menunjukkan bahwa bakteri baik seperti bifidobacterium dapat membantu mendukung perkembangan otak melalui hubungan antara usus dan otak atau gut-brain axis.
Meski masih terus diteliti, kesehatan usus diketahui memiliki hubungan dengan kualitas tidur, suasana hati, dan kemampuan belajar anak.
Jenis-Jenis Bifidobacterium yang Penting untuk Si Kecil
Ada beberapa jenis bifidobacterium yang umum ditemukan pada saluran pencernaan bayi dan anak. Masing-masing memiliki manfaat yang berbeda untuk kesehatan tubuh.
Bifidobacterium longum
Bifidobacteriumlongum untuk anak merupakan salah satu jenis probiotik yang cukup banyak diteliti. Bakteri ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung sistem imun.
Selain itu, bifidobacteriumlongum juga membantu mengurangi pertumbuhan bakteri jahat di saluran cerna.
Bifidobacterium breve
Jenis bifidobacterium ini banyak ditemukan pada bayi yang mendapatkan ASI. Bifidobacterium breve membantu mencerna karbohidrat kompleks dan mendukung kesehatan usus bayi sejak dini. Tak jarang, jenis bifidobacterium ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko alergi pada anak.
Bifidobacterium bifidum
Bifidobacterium bifidum berperan membantu melindungi dinding usus dan mendukung sistem imun tubuh. Jenis ini juga membantu proses pencernaan makanan sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh anak.
Bifidobacterium infantis
Jenis bifidobacterium ini sangat penting pada masa awal kehidupan bayi karena mampu memanfaatkan HMO dari ASI sebagai sumber nutrisi. Oleh karena itu, bifidobacterium infantis sering dikaitkan dengan kesehatan usus bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.
Artikel lainnya: Metabolic Programming: Bagaimana Nutrisi Awal Menentukan Kesehatan Anak di Masa Depan
Tanda Bifidobacterium Si Kecil Berkurang
Jumlah bifidobacterium di usus dapat menurun akibat beberapa faktor, seperti pola makan kurang sehat, penggunaan antibiotik, kurang konsumsi serat, atau infeksi tertentu.
Ketika keseimbangan bakteri usus terganggu, anak bisa mengalami beberapa keluhan pencernaan. Salah satu tanda bifidobacterium berkurang adalah anak lebih sering mengalami sembelit, diare, atau perut kembung.
Kondisi ini terjadi karena keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di usus menjadi tidak optimal. Selain gangguan pencernaan, daya tahan tubuh anak juga bisa ikut terpengaruh.
Anak mungkin menjadi lebih mudah sakit, terutama infeksi saluran cerna atau flu berulang. Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan mikrobiota usus juga dapat memengaruhi nafsu makan dan kualitas tidur anak.
Artikel lainnya: Makanan Sumber Prebiotik Alami untuk Dukung Pencernaan Si Kecil
Cara Mendukung Pertumbuhan Bifidobacterium Secara Alami
Salah satu cara terbaik bagi Mama untuk mendukung pertumbuhan bifidobacterium untuk bayi adalah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.
Kandungan HMO dalam ASI menjadi makanan alami bagi bakteri baik di usus bayi sehingga membantu pertumbuhannya tetap optimal.
Ketika anak mulai MPASI, orang tua dapat memberikan makanan tinggi serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Serat berfungsi sebagai prebiotik yang membantu pertumbuhan bakteri baik di usus.
Makanan fermentasi seperti yogurt juga dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus karena mengandung probiotik alami. Namun, pastikan memilih produk yang sesuai usia anak dan rendah tambahan gula.
Selain itu, penggunaan antibiotik sebaiknya sesuai anjuran dokter. Antibiotik memang penting untuk melawan infeksi bakteri, tetapi penggunaannya yang tidak tepat dapat mengurangi jumlah bakteri baik di usus, termasuk bifidobacterium.
Ingin lebih mudah memantau kesehatan Mama dan Si Kecil setiap hari? Yuk, download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan berbagai tips parenting, informasi tumbuh kembang anak, hingga artikel kesehatan terpercaya yang mudah dipahami. Pastikan Mama registrasi di aplikasi kehamilan ini terlebih dahulu.
Supaya perjalanan parenting terasa lebih seru dan tidak sendirian, Mama juga bisa bergabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil dan berbagi pengalaman bersama orang tua lainnya tentang nutrisi, kesehatan pencernaan, hingga tumbuh kembang Si Kecil.
Jangan lewatkan juga berbagai event menarik dari HalloBumil yang membahas kesehatan Mama dan anak bersama para ahli, mulai dari MPASI, kesehatan pencernaan anak, hingga tips menjaga daya tahan tubuh keluarga




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
