:strip_icc():format(webp)/hb-article/-4zJS3wh0tMYtTBdsQfG8/original/txg5preicldsrpmye0d5bt4gsqsearje.png)
Si Kecil sering terlihat tidak nyaman setelah menyusu atau mudah gumoh? Salah satu penyebabnya bisa karena masih ada udara yang terperangkap di dalam saluran pencernaannya. Karena itu, penting bagi Mama untuk mengetahui cara menyendawakan Si Kecil yang tepat setelah sesi menyusu.
Meski terlihat sederhana, menyendawakan Si Kecil dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, menurunkan risiko gumoh, dan membuat Si Kecil lebih tenang. Yuk, Ma, pelajari waktu yang tepat dan teknik yang aman untuk membantu Si Kecil sendawa setelah menyusu.
Mengapa Si Kecil Perlu Disendawakan?
Saat menyusu, baik dari payudara maupun botol, Si Kecil bisa ikut menelan udara. Udara yang terperangkap di dalam lambung ini dapat membuat perut terasa penuh, kembung, dan tidak nyaman.
Karena itu, cara menyendawakan Si Kecil setelah menyusu perlu diketahui oleh setiap orang tua. Sendawa membantu mengeluarkan udara yang tertelan sehingga Si Kecil dapat merasa lebih nyaman dan menyusu dengan lebih baik.
Selain itu, menyendawakan Si Kecil juga dapat membantu mengurangi risiko gumoh dan rewel setelah menyusu. Pada beberapa Si Kecil, udara yang terjebak bahkan dapat membuatnya sulit tidur atau lebih mudah menangis.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menyendawakan Si Kecil?
Idealnya, Si Kecil disendawakan setelah selesai menyusu. Namun, jika Si Kecil menyusu dalam jumlah banyak atau terlihat tidak nyaman di tengah sesi menyusu, Mama juga bisa berhenti sejenak untuk membantunya sendawa.
Untuk cara menyendawakan Si Kecil baru lahir, Mama bisa mencoba menyendawakan Si Kecil setiap kali berpindah payudara atau setelah menghabiskan sekitar setengah botol susu.
Lalu bagaimana jika Si Kecil tertidur setelah menyusu? Pada beberapa kondisi, cara menyendawakan Si Kecil saat tidur tetap bisa dilakukan dengan menggendongnya secara perlahan dalam posisi tegak selama beberapa menit.
Jika tidak muncul sendawa tetapi Si Kecil tetap nyaman dan tidak menunjukkan tanda kembung, Mama tidak perlu terlalu khawatir.
Artikel lainnya: Atasi Perut Kembung pada Bayi dengan Cara Ini
Teknik Menyendawakan yang Paling Efektif
Ada beberapa posisi yang bisa Mama coba. Silakan pilih posisi yang paling nyaman bagi Mama dan Si Kecil, ya.
1. Posisi tegak di bahu Mama
Ini merupakan teknik yang paling sering digunakan dan cukup efektif untuk Si Kecil baru lahir.
Caranya:
- Gendong Si Kecil dalam posisi tegak dengan dada menempel di bahu Mama.
- Pastikan kepala dan lehernya tetap tersangga dengan baik.
- Tepuk atau usap punggungnya secara perlahan dari bawah ke atas.
- Tunggu beberapa menit hingga Si Kecil sendawa.
Banyak orang tua mencari cara menepuk Si Kecil agar sendawa, padahal yang terpenting bukan kekuatan tepukannya, melainkan gerakan yang lembut dan ritmis agar udara dapat naik ke atas dengan nyaman.
2. Posisi duduk di pangkuan
Posisi ini cocok jika Mama ingin melihat wajah Si Kecil saat membantunya sendawa.
Caranya:
- Dudukkan Si Kecil di pangkuan menghadap ke samping.
- Topang dagu dan dada Si Kecil menggunakan satu tangan.
- Pastikan leher dan kepala tetap stabil.
- Dengan tangan lainnya, tepuk atau gosok punggung Si Kecil secara perlahan.
Teknik ini sering menjadi pilihan untuk cara menyendawakan Si Kecil newborn karena memberikan kontrol yang baik pada posisi kepala dan leher Si Kecil.
Artikel lainnya: Cara Melatih Si Kecil Duduk Sendiri dengan Aman
3. Posisi tengkurap di pangkuan
Posisi ini juga cukup efektif untuk membantu udara keluar dari lambung.
Caranya:
- Letakkan Si Kecil tengkurap di atas paha Mama.
- Pastikan kepala Si Kecil sedikit lebih tinggi daripada dadanya.
- Topang kepala dan leher dengan aman.
- Tepuk atau usap punggungnya secara perlahan hingga muncul sendawa.
Posisi ini dapat menjadi alternatif jika Si Kecil tidak berhasil sendawa dengan dua teknik sebelumnya.
Artikel lainnya: Kolik pada Bayi: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Jika Bayi Tidak Mau Sendawa?
Tidak semua Si Kecil akan langsung sendawa setiap kali selesai menyusu. Jika Mama sudah mencoba selama beberapa menit tetapi belum berhasil, tidak perlu panik.
Sebagian Si Kecil memang menelan lebih sedikit udara dibandingkan Si Kecil lainnya. Jika Si Kecil tampak nyaman, tidak rewel, dan tidak menunjukkan tanda kembung, kemungkinan tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan.
Yang terpenting, Mama memahami cara membuat Si Kecil sendawa dengan aman dan tidak memaksa Si Kecil jika memang belum berhasil sendawa saat itu.
Memahami cara menyendawakan Si Kecil dapat membantu mengurangi risiko gumoh, perut kembung, dan rasa tidak nyaman setelah menyusu. Dengan memilih posisi yang tepat dan melakukannya secara lembut, Mama dapat membantu Si Kecil merasa lebih nyaman setelah makan.
Jika Mama masih memiliki pertanyaan seputar menyusui, perawatan Si Kecil, atau tumbuh kembang Si Kecil, yuk gabung Komunitas HalloBumil supaya Mama bisa berdiskusi langsung dengan para ahli.
Jangan lupa juga download aplikasi HalloBumil dan daftarkan akun untuk mendapatkan informasi kehamilan dan parenting terlengkap, langsung di genggaman. Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event HalloBumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!




:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
