Artikel/Pasca Kehamilan/Diastasis Recti Ibu Nifas: Gejala, Penyebab & Penanganannya

Diastasis Recti Ibu Nifas: Gejala, Penyebab & Penanganannya

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 25 November 2025
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Diastasis recti adalah kondisi saat rektus abdominis mengalami pemisahan atau meregang terlalu jauh selama atau setelah kehamilan. Yuk ketahui apa saja penyebab dan cara penanganannya.
diastasis-recti-ibu-nifas-gejala-penyebab-penanganannya

Perubahan fisik setelah melahirkan adalah sesuatu yang normal, tetapi ketika perut terasa longgar, tampak menonjol, atau muncul rasa nyeri di bagian tengah tubuh, hal ini bisa jadi tanda diastasis recti. Kondisi yang cukup umum dialami ibu nifas ini terjadi akibat meregangnya otot perut selama kehamilan.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasi diastasis recti pada ibu nifas, Mama dapat mengambil langkah awal untuk memulihkan kekuatan otot inti dan kembali beraktivitas dengan nyaman.

Apa Itu Diastasis Recti pada Ibu Nifas?

Diastasis recti pada ibu nifas adalah kondisi ketika otot perut bagian tengah, tepatnya otot rectus abdominis mengalami pelebaran atau jarak berlebih akibat peregangan selama kehamilan. Dalam bahasa sederhana, kondisi ini disebut sebagai pemisahan otot perut setelah melahirkan.

Selama hamil, rahim yang membesar memberi tekanan terus-menerus pada dinding perut sehingga jaringan penghubung di tengah (linea alba) menjadi menipis dan melemah.

Setelah bayi lahir, sebagian Mama mendapati otot perut tidak langsung kembali rapat, sehingga muncul jarak yang membuat area perut terlihat menonjol atau seperti perut buncit setelah melahirkan.

Kondisi ini umum terjadi, terutama pada Mama yang menjalani kehamilan kembar, bayi besar, usia kehamilan berdekatan, atau mengalami kenaikan berat badan signifikan saat hamil.

Diastasis recti bukan hanya memengaruhi tampilan perut, tetapi juga dapat berdampak pada kestabilan inti tubuh (core), pernapasan, hingga postur.

Untuk mengeceknya secara mandiri, Mama bisa melakukan cara mengecek diastasis recti dengan berbaring, menekuk lutut, lalu mengangkat kepala perlahan sambil menekan jari di garis tengah perut.

Jika terasa ada celah atau ruang yang cukup dalam, kemungkinan diastasis recti memang terjadi.

Pemahaman awal ini penting karena kondisi tersebut dapat ditangani sejak dini melalui latihan untuk diastasis recti atau dibantu dengan fisioterapi diastasis recti bila diperlukan.

Penyebab Diastasis Recti

Beberapa faktor bisa memicu atau memperbesar kemungkinan terjadinya diastasis recti pada ibu nifas. Berikut beberapa penyebab lebih spesifik:

  • Peregangan rahim yang signifikan, misalnya pada kehamilan anak kembar atau bayi besar.
  • Usia Mama yang lebih tua (di atas 35 tahun) atau interval kehamilan yang pendek, keduanya dapat mengurangi elastisitas jaringan.
  • Obesitas atau kenaikan berat badan yang cukup besar selama kehamilan, yang menambah tekanan internal pada otot perut.
  • Aktivitas fisik atau gerakan yang memberikan tekanan kuat ke dinding perut selama kehamilan atau nifas, seperti angkat beban berat, mengejan kuat, atau sit-up dan crunch yang tidak sesuai kondisi.
  • Riwayat operasi perut sebelumnya atau kondisi jaringan penghubung yang lemah.

Artikel lainnya: Penyebab Perut Mama Hitam Setelah Melahirkan & Cara Mengatasinya

Gejala Diastasis Recti yang Wajib Diwaspadai Ibu Nifas

Mengetahui gejalanya lebih awal membantu ibu nifas untuk mengambil tindakan tepat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Perut yang tetap tampak menonjol atau perut buncit setelah melahirkan meski berat badan sudah menurun.
  • Timbulnya celah atau jarak pada otot perut di sekitar pusar (di atas atau bawah pusar) ketika mengangkat kepala atau menegakkan tubuh.
  • Rasa kelemahan atau kosong di area inti tubuh (core) saat mengangkat barang ringan atau saat berdiri lama.
  • Nyeri punggung pasca melahirkan atau nyeri pinggang yang tidak membaik, karena inti tubuh kurang mendukung postur sehingga membuat punggung menjadi beban.
  • Postur tubuh yang membungkuk atau lemah, serta perasaan tidak stabil saat berdiri atau berjalan.

Bagaimana Cara Mengatasi Diastasis Recti?

Mengatasi diastasis recti pada ibu nifas tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi dengan langkah yang tepat, otot perut bisa kembali kuat dan stabil. Kuncinya adalah memulihkan fungsi otot inti secara bertahap, bukan sekadar membuat perut terlihat rata.

1. Latihan penguatan otot inti

Latihan untuk diastasis recti harus dilakukan dengan teknik yang benar dan bertahap. Jenis latihannya bukan sit-up atau crunch yang justru dapat memperlebar celah, melainkan gerakan lembut yang mengaktifkan otot dalam (deep core).

Contohnya adalah pernapasan diafragma, tarik-pusar ke tulang belakang (abdominal drawing-in), dan gerakan bridge dengan kontrol napas.

Gerakan ini membantu otot perut bekerja kembali secara harmonis sehingga jarak antar otot bisa mengecil. Bila konsisten, latihan ringan namun terarah ini bisa memperbaiki postur, mengurangi nyeri punggung, dan mengencangkan perut secara alami.

Mama juga perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari. Hindari mengangkat beban berat, jangan mengejan berlebihan, dan perhatikan cara bangun dari posisi tidur agar tekanan pada inti tidak memburuk.

2. Fisioterapi

Jika celah otot terasa lebar atau Mama mengalami gejala yang mengganggu, fisioterapi diastasis recti adalah pilihan yang sangat membantu.

Terapis akan mengajarkan teknik pernapasan, latihan inti yang lebih spesifik, memperbaiki postur, dan memberikan panduan aktivitas yang aman untuk mencegah pelebaran lebih lanjut.

Beberapa fisioterapis juga menggunakan alat seperti biofeedback atau stimulasi listrik ringan untuk membantu otot kembali aktif.

Fisioterapi sangat bermanfaat bagi Mama yang merasa inti tubuhnya sangat lemah, sulit mengangkat bayi, atau mengalami nyeri punggung pasca melahirkan yang tidak kunjung hilang. Dengan pendampingan profesional, pemulihan nifas biasanya lebih cepat dan aman.

3. Operasi

Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir ketika pemisahan otot cukup besar atau tidak membaik setelah latihan dan fisioterapi dalam jangka waktu tertentu.

Pada prosedur ini, dokter akan memperkuat kembali jaringan linea alba sehingga otot perut dapat rapat seperti semula.

Opsi ini paling sering dipertimbangkan pada kasus yang disertai hernia, jarak otot sangat lebar, atau keluhan fungsional yang berat.

Sebelum memilih tindakan ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter bedah dan mempertimbangkan rencana kehamilan selanjutnya, karena kehamilan baru bisa kembali meregangkan otot perut.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun banyak kondisi diastasis recti bisa diatasi dengan latihan dan fisioterapi, ada tanda-peringatan yang menunjukkan Mama harus segera menemui dokter, yaitu:

  • Jika jarak pemisahan masih sangat besar setelah 8–12 minggu pasca melahirkan dan disertai nyeri punggung parah, kesulitan bergerak atau aktivitas harian terganggu.
  • Bila muncul benjolan atau tonjolan yang menonjol di bagian tengah perut, terutama di pusar, yang bisa mengindikasikan hernia.
  • Jika muncul gejala seperti inkontinensia urin atau feses, nyeri panggul yang terus-menerus, atau perubahan fungsi otot inti yang signifikan.
  • Bila merasa tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari karena kelemahan inti tubuh, atau mengalami perubahan posture drastis yang tak kunjung membaik, maka pemeriksaan profesional sangat dianjurkan.

Ingat, tahap nifas adalah masa pemulihan yang penting, tubuh Mama layak mendapatkan perhatian baik agar bisa kembali kuat dan sehat. Jangan lewatkan kesempatan ikut webinar Hallobumil bersama para ahli kesehatan.

Yuk, download aplikasi Hallobumil hari ini dan gabung juga ke komunitas Hallobumil di WhatsApp untuk saling berbagi pengalaman dengan Mama lainnya yang menghadapi kondisi serupa sehingga Mama merasa tidak sendiri.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image