loading

Ciri-ciri Diare pada Si Kecil yang Harus Mama Waspadai

Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kondisi diare pada anak berisiko tinggi memicu komplikasi dehidrasi yang berbahaya. Pahami penjelasan medis mengenai gejala awal yang patut diwaspadai agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
ciri-ciri-diare-pada-si-kecil-yang-harus-mama-waspadai

Memahami ciri-ciri diare pada Si Kecil sangat penting karena kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan cairan dengan cepat, terutama pada Si Kecil berusia di bawah 1 tahun.

Dibandingkan orang dewasa, tubuh Si Kecil lebih rentan mengalami dehidrasi sehingga orang tua perlu mengenali perubahan pola buang air besar dan kondisi fisiknya.

Pada Si Kecil yang mendapatkan ASI eksklusif, feses memang cenderung lunak, sehingga penilaian diare sebaiknya melihat perubahan dari pola biasanya, bukan hanya teksturnya saja.

Artikel lainnya: Penyebab Diare pada Si Kecil dan Cara Tepat Mengatasinya

1. Frekuensi BAB Meningkat Drastis

Salah satu tanda Si Kecil diare yang paling mudah dikenali adalah frekuensi buang air besar pada anak yang meningkat secara tiba-tiba. Misalnya, Si Kecil yang biasanya BAB 1–2 kali sehari mendadak BAB hingga 5 kali atau lebih dalam waktu singkat dengan konsistensi yang lebih encer.

Meski demikian, penting untuk membandingkan dengan pola BAB normal Si Kecil. Bayi yang mendapat ASI eksklusif memang dapat BAB lebih sering daripada Si Kecil yang mengonsumsi susu formula, sehingga perubahan dari kebiasaan sehari-hari menjadi acuan utama dalam mengenali gejala diare.

2. Feses Sangat Cair atau Berair

Pada diare, feses Si Kecil umumnya menjadi sangat cair dan hampir tidak memiliki bentuk. Cairan dapat langsung meresap ke popok sehingga teksturnya berbeda dari feses lunak yang masih dianggap normal pada Si Kecil.

Perubahan ini biasanya disebabkan oleh penyerapan air di usus yang terganggu akibat infeksi atau iritasi saluran pencernaan. Jika kondisi berlangsung berulang dalam satu hari, Mama perlu memantau tanda dehidrasi dan segera berkonsultasi ke dokter bila diperlukan.

Artikel lainnya: BAB Si Kecil Cair? Kenali Penyebab dan Penanganannya

3. BAB Keluar dalam Jumlah Banyak

Selain lebih sering, volume feses yang dikeluarkan saat diare juga dapat meningkat. Popok mungkin menjadi penuh lebih cepat karena tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui saluran pencernaan.

Kehilangan cairan yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama pada Si Kecil berusia di bawah enam bulan. Oleh karena itu, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan asupan ASI atau cairan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

4. Warna Feses Berubah Tidak Seperti Biasanya

Perubahan warna feses dapat menjadi salah satu petunjuk adanya gangguan pencernaan. Saat diare, feses Si Kecil dapat tampak kehijauan atau mengalami perubahan warna lain yang berbeda dari kondisi normalnya. 

Namun, warna feses sebaiknya tidak dinilai secara terpisah. Mama perlu memperhatikan apakah perubahan tersebut disertai BAB yang lebih encer, frekuensi meningkat, atau gejala lain seperti demam dan muntah.

Artikel lainnya: 6 Warna Feses Bayi dan Artinya agar Mama Tidak Panik

5. Bau Feses Lebih Menyengat

Feses Si Kecil umumnya memiliki aroma yang tidak terlalu tajam, terutama pada Si Kecil yang mendapat ASI eksklusif. Ketika mengalami diare, baunya dapat menjadi lebih menyengat karena perubahan proses pencernaan atau adanya infeksi.

Walaupun bau saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis diare, namun perubahan ini dapat menjadi petunjuk tambahan apabila disertai perubahan konsistensi dan frekuensi BAB.

6. Bayi Tampak Rewel dan Tidak Nyaman

Gangguan pada saluran cerna dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman sehingga menjadi lebih sering menangis, sulit tidur, atau tampak gelisah tanpa sebab yang jelas. Rasa tidak nyaman tersebut dapat disebabkan oleh kram perut atau meningkatnya aktivitas usus.

banner

Jika kerewelan muncul bersamaan dengan BAB encer dan sering, orang tua perlu mempertimbangkan kemungkinan diare.

Artikel lainnya: Bayi Suka Merengek, Bagaimana Mengatasinya?

7. Muntah yang Menyertai Diare

Sebagian Si Kecil mengalami muntah bersamaan dengan diare, terutama jika penyebabnya adalah infeksi virus pada saluran pencernaan. Kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Apabila muntah terjadi berulang hingga Si Kecil sulit menyusu atau minum, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis agar kebutuhan cairannya tetap terjaga.

8. Demam

Demam merupakan salah satu gejala diare pada Si Kecil yang dapat muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi. Suhu tubuh yang meningkat menandakan adanya respons sistem imun terhadap penyebab penyakit.

Jika demam disertai diare berat, Si Kecil tampak lesu, atau suhu tubuh terus meningkat, orang tua sebaiknya tidak menunda untuk membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Tepat dan Aman

9. Nafsu Minum atau Menyusu Menurun

Saat merasa tidak nyaman, Si Kecil mungkin menjadi malas menyusu atau menolak minum susu seperti biasanya. Penurunan asupan cairan ini perlu diwaspadai karena dapat memperburuk kondisi tubuh saat diare.

Terus tawarkan ASI atau susu sesuai kebutuhan Si Kecil. Bila Si Kecil tetap menolak minum dan tampak lemas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel lainnya: Panduan Oralit untuk Anak, Dosis, dan Cara Pemberiannya

10. Muncul Tanda-Tanda Dehidrasi

Dehidrasi merupakan komplikasi yang paling sering dikhawatirkan pada Si Kecil yang mengalami diare. Tanda dehidrasi bisa meliputi mulut kering, mata cekung, popok yang jarang basah, menangis tanpa air mata, hingga Si Kecil tampak sangat lemas.

Kondisi ini memerlukan perhatian segera karena dapat berkembang dengan cepat. Semakin dini dehidrasi dikenali dan ditangani, semakin besar peluang Si Kecil pulih tanpa mengalami komplikasi serius.

Artikel lainnya: Mengenali Dehidrasi Saat Si Kecil Diare

Tidak semua diare memerlukan perawatan di rumah sakit, tetapi ada beberapa kondisi yang membutuhkan evaluasi medis. Misalnya, diare yang berlangsung lebih dari 24 jam, disertai darah pada feses, muntah terus-menerus, atau demam tinggi.

Selain itu, segera cari pertolongan medis apabila Si Kecil menunjukkan tanda dehidrasi atau tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

Setelah memahami cara mengenali diare pada Si Kecil, jangan lupa lengkapi informasi seputar tumbuh kembang Si Kecil dengan mengunduh aplikasi HalloBumil.

Berbagai artikel kesehatan, panduan kehamilan, hingga tips merawat Si Kecil tersedia dalam satu aplikasi yang praktis digunakan setiap hari.

Agar tidak merasa sendirian, Mama bisa bergabung dengan komunitas WhatsApp HalloBumil untuk berbagi cerita, mendapatkan edukasi, dan berdiskusi bersama sesama orang tua.

Pastikan juga untuk mengikuti berbagai event kesehatan yang menghadirkan edukasi dari para ahli, sesi interaktif, dan informasi bermanfaat untuk mendampingi perjalanan menjadi orang tua. Yuk, langsung daftar di HalloBumil sekarang juga!

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image