Artikel/Pasca Kehamilan/Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Tepat dan Aman

Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Tepat dan Aman

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 11 Mei 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Diare pada anak memang bikin khawatir, tapi bisa diatasi dengan tepat. Simak panduan lengkap mulai dari penyebab, penanganan di rumah, pemberian oralit dan zinc, hingga tanda harus ke dokter di sini.
cara-mengatasi-diare-pada-anak

Diare pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami, terutama pada balita. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan tekstur tinja cair atau lembek.

Diare pada anak 1 tahun maupun diare pada anak 2 tahun sering membuat Mama dan Papa panik karena anak lebih mudah mengalami kekurangan cairan dibanding orang dewasa.

Meski sebagian besar kasus dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, namun tanda diare pada anak yang harus diwaspadai adalah yang disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi.

Untuk itu, penting bagi orang tua memahami penyebab diare pada anak, cara mengatasinya, serta mengenali ciri-ciri diare yang akan sembuh pada anak agar penanganannya tepat.

Cara Mengatasi Diare pada Anak

Cara mengatasi diare pada anak perlu dilakukan dengan tepat agar kondisi tidak semakin parah dan anak terhindar dari dehidrasi.

Penanganan umumnya berfokus pada menjaga kebutuhan cairan tubuh, memberikan nutrisi yang sesuai, serta membantu saluran cerna anak pulih secara bertahap.

Selain itu, Mama juga perlu memperhatikan kondisi anak setiap hari, termasuk frekuensi BAB, tanda dehidrasi, dan ciri-ciri diare akan sembuh pada anak. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus diare pada anak dapat membaik dalam beberapa hari.

1. Memberikan cairan lebih banyak

Cara mengatasi diare pada anak yang paling penting adalah menjaga tubuhnya tetap terhidrasi. Saat diare, tubuh anak kehilangan banyak cairan dan elektrolit sehingga risiko dehidrasi bisa meningkat, terutama pada balita dan bayi.

Pastikan anak minum lebih sering, baik itu air putih, ASI, susu, maupun cairan elektrolit sesuai usia. Berikan sedikit demi sedikit tetapi rutin agar anak tidak muntah.

2. Tetap memberikan ASI

Pada bayi yang masih menyusu, ASI tetap perlu diberikan selama diare berlangsung. ASI mengandung nutrisi dan antibodi yang membantu menjaga daya tahan tubuh anak.

Selain membantu mencegah dehidrasi, ASI juga lebih mudah dicerna oleh saluran cerna bayi yang sedang sensitif akibat diare pada anak 1 tahun maupun usia di bawahnya.

3. Memberikan oralit

Oralit membantu mengganti cairan dan mineral tubuh yang hilang akibat BAB cair berulang. Cairan ini sangat dianjurkan terutama jika anak mulai tampak haus atau lemas.

Berikan oralit sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Hindari memberikan minuman bersoda atau terlalu manis karena bisa memperparah diare.

4. Tetap memberikan makanan

Banyak orang tua khawatir memberi makan saat anak diare, padahal anak tetap membutuhkan energi untuk proses pemulihan. Pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna agar perut anak lebih nyaman.

Nasi, bubur, kentang, pisang, atau sup hangat bisa menjadi pilihan selama diare pada anak 2 tahun maupun usia lainnya. Berikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, ya, Ma!

5. Menghindari makanan berminyak dan terlalu manis

Makanan tinggi lemak dan gula dapat membuat kerja usus menjadi lebih berat. Akibatnya, frekuensi BAB cair bisa bertambah dan perut anak terasa makin tidak nyaman.

Selama masa pemulihan, sebaiknya hindari gorengan, makanan cepat saji, permen, atau minuman kemasan yang terlalu manis. Pilih makanan rumahan yang sederhana dan mudah dicerna.

6. Menjaga kebersihan tangan

Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman penyebab diare pada anak. Virus dan bakteri dapat berpindah dengan mudah melalui tangan yang kotor.

Biasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Orang tua juga perlu menjaga kebersihan tangan saat menyiapkan makanan atau mengganti popok anak.

7. Memberikan zinc sesuai anjuran dokter

Zinc sering direkomendasikan sebagai pendamping penanganan diare pada anak. Mineral ini membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko diare berulang.

Pemberian zinc sebaiknya sesuai dosis dan anjuran tenaga kesehatan. Jangan memberikan suplemen secara sembarangan tanpa mengetahui kebutuhan anak.

8. Menghindari pemberian obat sembarangan

Tidak semua obat diare pada anak aman digunakan, terutama obat antidiare untuk orang dewasa. Penggunaan obat tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping berbahaya.

Jika anak mengalami diare, sebaiknya fokus pada pemberian cairan dan nutrisi terlebih dahulu. Konsultasikan ke dokter sebelum memberikan obat apa pun pada anak.

9. Memastikan anak istirahat cukup

Saat sakit, tubuh anak membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Istirahat yang cukup membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.

Biarkan anak tidur dan beristirahat lebih banyak selama diare berlangsung. Hindari aktivitas yang terlalu melelahkan agar energi anak tidak cepat habis.

10. Memantau ciri-ciri diare akan sembuh pada anak

Orang tua perlu memperhatikan perkembangan kondisi anak setiap hari. Ciri-ciri diare akan sembuh pada anak biasanya ditandai dengan BAB yang mulai berkurang dan tekstur tinja lebih padat.

Selain itu, anak biasanya mulai aktif kembali, nafsu makan membaik, dan tidak rewel seperti sebelumnya. Meski membaik, tetap pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi hingga benar-benar pulih.

Peran Prebiotik dan Bifidogenic Factor untuk Pencernaan Anak

Kesehatan saluran cerna anak dipengaruhi oleh keseimbangan bakteri baik di usus. Salah satu cara menjaga keseimbangan tersebut adalah dengan asupan prebiotik untuk anak dan bifidogenic factor.

Prebiotik merupakan serat khusus yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Sementara itu, bifidogenic factor membantu pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacteria yang berperan menjaga kesehatan pencernaan anak.

Keseimbangan mikrobiota usus yang baik dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung penyerapan nutrisi, dan membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Untuk itu, penting memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang yang mendukung kesehatan saluran cerna.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Diare lebih dari 2 hari
  • Anak sangat lemas
  • Tidak mau minum
  • Muntah terus-menerus
  • Demam tinggi
  • Terdapat darah pada tinja
  • Mulut dan bibir sangat kering
  • Buang air kecil sangat sedikit
  • Mata cekung
  • Kejang atau penurunan kesadaran

Diare pada anak 1 tahun dan balita perlu perhatian lebih karena risiko dehidrasi lebih tinggi dibanding anak yang lebih besar. Penanganan medis yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius.

Ingin lebih siap menghadapi masalah kesehatan anak sehari-hari, termasuk diare pada anak? Yuk daftar di HalloBumil dan download aplikasi HalloBumil untuk mendapatkan informasi tumbuh kembang, tips kesehatan Mama dan anak, hingga berbagai fitur praktis yang membantu parenting jadi lebih tenang.

Jika Mama ingin sharing pengalaman soal kesehatan si kecil bersama sesama orang tua lainnya, coba gabung ke komunitas WhatsApp HalloBumil. Banyak insight parenting dan dukungan yang bisa membantu menghadapi masa tumbuh kembang anak.

Ikuti juga berbagai event menarik dari HalloBumil yang membahas kesehatan Mama, anak, nutrisi, hingga tumbuh kembang si kecil secara interaktif dan seru.

Pertanyaan Populer

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image