Bayi Sering Muntah, Penyebab dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/Rgwd1YomYeWyec_TPBTfY/original/765week-23-day-4-bayi-sering-muntah-penyebab-dan-cara-mengatasinya.jpg)
Bayi sering muntah adalah kondisi yang cukup sering membuat orang tua khawatir, terutama pada masa awal kehidupan bayi.
Tidak sedikit Mama dan Papa yang bertanya-tanya, kenapa bayi sering muntah, apakah hal tersebut normal, atau justru menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu?
Pada kenyataannya, muntah pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi yang masih tergolong wajar hingga masalah medis yang perlu perhatian khusus.
Oleh karena itu, memahami penyebab bayi sering muntah dan cara mengatasinya menjadi langkah penting agar Mama dan Papa bisa memberikan perawatan yang tepat dan tidak panik berlebihan. Yuk, cari tahu selengkapnya dengan membaca artikel ini sampai habis.
Artikel lainnya: Bayi Muntah setelah Makan MPASI, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penyebab Bayi Sering Muntah
Bayi sering muntah bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi yang masih tergolong normal hingga gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab bayi sering muntah:
1. Sistem pencernaan bayi belum matang
Salah satu penyebab paling umum bayi sering muntah adalah sistem pencernaannya yang masih berkembang.
Katup antara kerongkongan dan lambung bayi belum bekerja optimal sehingga ASI atau susu formula mudah naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai gumoh dan biasanya berkurang seiring bertambahnya usia bayi.
Artikel lainnya: Si Kecil Sering Gumoh, Normal atau Tidak ?
2. Terlalu banyak minum susu
Bayi yang minum susu terlalu banyak atau terlalu cepat minum susu dapat mengalami muntah karena lambungnya belum mampu menampung volume susu yang besar.
Tekanan di dalam lambung meningkat dan akhirnya susu keluar kembali. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang menyusu dengan botol.
3. Posisi menyusu yang kurang tepat
Posisi menyusu yang tidak tepat dapat membuat bayi menelan terlalu banyak udara. Udara yang terperangkap di lambung akan mendorong susu keluar dan menyebabkan muntah. Posisi kepala bayi yang sejajar atau lebih rendah dari perut juga meningkatkan risiko ini.
4. Refluks gastroesofagus (GER)
Refluks gastroesofagus adalah kondisi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Ini merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi dan biasanya tidak berbahaya.
Namun, refluks yang terjadi terlalu sering dapat menyebabkan si kecil rewel dan berat badan sulit naik.
5. Alergi susu sapi
Alergi protein susu sapi juga bisa menjadi jawaban atas pertanyaan kenapa bayi sering muntah. Bayi dengan alergi ini biasanya muntah disertai diare, ruam kulit, atau rewel berlebihan. Kondisi ini perlu evaluasi dokter untuk memastikan diagnosisnya.
Artikel lainnya: Si Kecil Yang Alergi, Lebih Lama Tumbuh Gigi ?
6. Infeksi saluran pencernaan
Infeksi virus atau bakteri pada saluran cerna dapat menyebabkan muntah pada bayi. Biasanya muntah disertai gejala lain seperti demam, diare, dan bayi tampak lemas. Infeksi ini membutuhkan perhatian medis karena berisiko menyebabkan dehidrasi.
7. Masuk angin atau perut kembung
Penumpukan gas di perut bayi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan memicu muntah. Bayi biasanya terlihat sering menggeliat, rewel, dan perut terasa keras saat disentuh.
8. Tersedak atau batuk saat menyusu
Bayi yang tersedak atau batuk ketika menyusu dapat memicu refleks muntah. Hal ini sering terjadi bila aliran susu terlalu deras atau dot botol tidak sesuai dengan usia bayi.
Artikel lainnya: Bayi Menolak Menyusu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah
Setelah memahami penyebabnya, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara mengatasi bayi sering muntah yang tepat dan aman. Penanganan yang sesuai dapat membantu mengurangi frekuensi muntah sekaligus membuat bayi merasa lebih nyaman.
Atur posisi menyusu yang benar
Salah satu cara mengatasi bayi sering muntah adalah memastikan posisi menyusu yang tepat. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu, baik ASI maupun susu formula. Cara ini membantu mencegah susu naik kembali ke kerongkongan.
Berikan susu dengan porsi kecil tapi sering
Memberikan susu dalam jumlah sedikit namun lebih sering dapat mengurangi tekanan di lambung bayi. Cara ini cukup efektif untuk mencegah muntah akibat lambung yang terlalu penuh.
Sendawakan bayi setelah menyusu
Menyendawakan bayi setelah menyusu membantu mengeluarkan udara yang tertelan. Dengan begitu, risiko muntah akibat gas berlebih di perut bisa berkurang.
Hindari langsung membaringkan bayi
Setelah menyusu, sebaiknya bayi tidak langsung dibaringkan. Tahan bayi dalam posisi tegak selama 20–30 menit agar susu turun dengan baik ke lambung.
Perhatikan jenis susu yang diberikan
Jika bayi sering muntah dan dicurigai mengalami alergi susu sapi, konsultasikan dengan dokter untuk mengganti jenis susu yang lebih sesuai. Penggantian susu sebaiknya tidak dilakukan tanpa rekomendasi tenaga medis.
Artikel lainnya: Kebutuhan Susu Anak setelah MPASI
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus bayi sering muntah bersifat normal, ada kondisi tertentu yang mengharuskan orang tua segera membawa bayi ke dokter.
Misalnya, muntah terjadi terus-menerus, disertai demam tinggi, bayi tampak lemas, berat badan tidak bertambah, atau muntah berwarna hijau dan bercampur darah.
Selain itu, muntah yang menyemprot kuat juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan serius pada saluran cerna.
Sebagai orang tua, memahami kondisi bayi sering muntah memang penting, tetapi akan jauh lebih membantu jika didukung dengan informasi kesehatan yang terpercaya dan mudah diakses.
Untuk itu, Mama bisa download aplikasi Hallobumil agar lebih praktis memantau kesehatan Mama dan bayi, membaca artikel edukatif, serta mendapatkan tips parenting yang relevan sesuai tahap tumbuh kembang si kecil.
Mama juga bisa gabung ke komunitas Hallobumil untuk berdiskusi langsung dengan sesama orang tua, berbagi pengalaman seputar cara mengatasi bayi sering muntah.
Jangan ketinggalan, ikuti juga berbagai event Hallobumil yang menghadirkan pembahasan seputar kesehatan Mama dan anak bersama tenaga medis dan pakar terpercaya.




anak saya asi x sufor. waktu pake sufor SGM sapi dia sering tampilkan selengkapnya
- 0
Hai Mama, Si Kecil sering gumoh diakibatkan beberapa hal seperti volume lambung terisi penuh, jarak antara minum ASI atau susu berdekatan, daya tahan sedang menurun atau ada gangguan pencernaan. Jika gumoh berlanjut bisa segera konsultasi ke dokter. :)^sm
- 0

:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)