Artikel/Pasca Kehamilan/Bayi Mencret karena Ibu Menyusui Berpuasa, Mitos atau Fakta?

Bayi Mencret karena Ibu Menyusui Berpuasa, Mitos atau Fakta?

Athika Rahma | Diterbitkan pada 23 Februari 2026
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Benarkah puasa ibu menyusui bisa menyebabkan bayi mencret? Simak fakta medis, kemungkinan penyebab diare pada bayi, serta tips menjaga kualitas ASI agar tetap aman selama berpuasa.
bayi-mencret-karena-ibu-menyusui-berpuasa-mitos-atau-fakta-

Puasa sering menimbulkan kekhawatiran bagi Mama yang sedang menyusui, terutama ketika muncul kondisi bayi mencret saat ibu puasa.

Banyak Mama bertanya apakah perubahan pola makan dan hidrasi selama berpuasa dapat memengaruhi kualitas ASI sehingga berdampak pada pencernaan bayi.

Oleh karena itu, penting bagi Mama memahami fakta medis agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan tetap menjalankan ibadah dengan aman sambil menjaga kesehatan serta kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Benarkah Bayi Mencret karena Ibu Menyusui Berpuasa?

Secara umum, puasa tidak secara langsung menyebabkan bayi mencret. ASI memiliki mekanisme alami yang membantu menjaga kualitas dan komposisinya meskipun Mama mengalami perubahan pola makan selama berpuasa.

Oleh karena itu, anggapan bahwa bayi mencret karena ibu puasa tidak sepenuhnya tepat, karena tubuh Mama mampu beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Organisasi kesehatan anak juga menyebutkan bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik, bahkan ketika bayi mengalami diare.

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan bahwa pemberian ASI sebaiknya tetap dilanjutkan karena kandungan antibodi di dalamnya dapat melindungi bayi dari infeksi sekaligus membantu pemulihan sistem pencernaan.

Selain itu, laktosa dalam ASI tidak memperburuk diare, tetapi justru membantu menjaga keseimbangan cairan dan nutrisi bayi.

Meski demikian, kondisi setiap Mama dan bayi dapat berbeda. Jika Mama mengalami dehidrasi, kelelahan, atau asupan nutrisi kurang selama puasa, produksi dan komposisi ASI bisa sedikit berubah sehingga memengaruhi kenyamanan pencernaan bayi.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan hidrasi, pola makan, dan kondisi tubuh agar puasa tetap aman serta kebutuhan bayi tetap terpenuhi.

Penyebab dan Solusi Bayi Mencret Menurut Medis

Agar Mama lebih tenang, penting untuk memahami bahwa tidak semua kondisi diare pada bayi berkaitan langsung dengan puasa.

Banyak faktor lain yang justru lebih sering menjadi penyebab bayi mencret saat ibu puasa, seperti infeksi, sensitivitas makanan, hingga perkembangan sistem pencernaan bayi.

Dengan mengetahui penyebabnya secara medis, Mama dapat menentukan langkah yang tepat serta menjaga kesehatan bayi tanpa perlu merasa khawatir berlebihan.

1. Infeksi virus atau bakteri

Infeksi merupakan penyebab paling umum bayi mengalami diare. Virus seperti rotavirus sering menyerang bayi dan balita, terutama jika kebersihan lingkungan kurang terjaga.

Solusi:

  • Tetap berikan ASI secara rutin.
  • Jaga kebersihan tangan dan alat makan bayi.
  • Segera konsultasi jika bayi tampak lemas atau dehidrasi.

2. Sistem pencernaan yang masih berkembang

Sistem pencernaan bayi belum matang, sehingga feses lebih cair dibandingkan anak yang lebih besar. Hal ini masih tergolong normal pada bayi yang mendapat ASI.

Solusi:

  • Amati perubahan pola BAB.
  • Pastikan bayi tetap aktif dan menyusu.

3. Perubahan pola menyusui

Frekuensi menyusui yang berkurang saat Mama berpuasa dapat memengaruhi pencernaan bayi.

Solusi:

  • Susui bayi lebih sering saat malam.
  • Pompa ASI agar cadangan tetap tersedia.

Artikel lainnya: Frekuensi dan Durasi Menyusui Bayi yang Ideal

4. Sensitivitas terhadap makanan Mama

Makanan tertentu yang dikonsumsi Mama dapat memengaruhi bayi, seperti makanan pedas atau tinggi lemak.

Solusi:

  • Perhatikan reaksi bayi setelah Mama mengonsumsi makanan tertentu.
  • Pilih makanan bergizi dan seimbang.

Artikel lainnya: Masalah Menyusui yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya

5. Alergi protein

Beberapa bayi sensitif terhadap protein dalam makanan Mama, seperti susu sapi.

Solusi:

  • Konsultasi dengan tenaga kesehatan.
  • Hindari makanan pemicu alergi.

6. Ketidakseimbangan ASI awal dan akhir

ASI awal mengandung lebih banyak cairan, sedangkan ASI akhir lebih tinggi lemak. Jika bayi terlalu banyak mendapat ASI awal, feses bisa lebih cair.

Solusi:

  • Pastikan bayi menyusu hingga payudara terasa kosong.

7. Efek imunisasi

Setelah imunisasi, bayi bisa mengalami diare ringan sebagai reaksi tubuh.

Solusi:

  • Tetap berikan ASI.
  • Pantau kondisi bayi

8. Perubahan lingkungan

Cuaca panas dan perubahan aktivitas dapat memengaruhi kesehatan bayi.

Solusi:

  • Jaga kebersihan dan kenyamanan bayi.

9. Pengenalan MPASI

Jika bayi sudah mulai MPASI, makanan baru dapat memicu diare sementara.

Solusi:

  • Perkenalkan makanan satu per satu.
  • Amati respons bayi.

10. Kurang cairan

Bayi yang kurang menyusu berisiko mengalami dehidrasi.

Solusi:

  • Pastikan frekuensi menyusui cukup.

11. Infeksi saluran pencernaan

Infeksi dapat menyebabkan muntah dan diare dalam waktu singkat.

Solusi:

  • Segera periksa ke dokter jika gejala berat.

12. Kondisi medis tertentu

Beberapa penyakit seperti intoleransi laktosa jarang terjadi, tetapi bisa menjadi penyebab diare.

Solusi:

  • Pemeriksaan medis diperlukan.

Artikel lainnya: Cara Sehat Melancarkan ASI Saat Puasa yang Harus Mama Tahu

Kapan Mama Perlu Waspada?

Meskipun sebagian besar kasus mencret pada bayi tidak berbahaya, Mama tetap perlu memperhatikan tanda-tanda tertentu yang dapat menunjukkan kondisi lebih serius.

Pemantauan sejak awal penting dilakukan agar Mama dapat segera mengambil langkah yang tepat jika terjadi perubahan pada kesehatan bayi. Dengan mengenali gejala yang perlu diwaspadai, Mama dapat menjaga kondisi Si Kecil tetap aman dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

  • Bayi tampak lemas.
  • Frekuensi buang air kecil menurun.
  • Demam tinggi.
  • Muntah berulang.
  • Feses bercampur darah.

Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga kesehatan. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan bayi.

Tips Aman Puasa untuk Mama Menyusui

Agar puasa tetap nyaman dan produksi ASI tetap optimal, Mama perlu mempersiapkan tubuh dengan asupan nutrisi dan cairan yang cukup. Perencanaan pola makan saat sahur dan berbuka sangat berperan dalam menjaga stamina serta kualitas ASI selama berpuasa.

Dengan langkah yang tepat dan pemantauan kondisi tubuh secara berkala, Mama dapat menjalani puasa dengan lebih tenang tanpa mengganggu kebutuhan Si Kecil.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Pilih sumber protein dan lemak sehat.
  • Hindari makanan tinggi gula.
  • Istirahat cukup.
  • Kelola stres.
  • Menyusui atau memompa ASI secara rutin.
  • Pantau kondisi tubuh dan bayi.
  • Segera berbuka jika merasa tidak kuat.

Dengan persiapan yang baik, puasa dapat berjalan lebih lancar tanpa mengganggu kesehatan Mama maupun bayi.

Bayi mencret tidak selalu terjadi karena ibu menyusui berpuasa, sebab sebagian besar kasus lebih sering berkaitan dengan infeksi atau proses perkembangan sistem pencernaan bayi.

Kekhawatiran tentang bayi mencret karena Mama puasa sebaiknya disikapi dengan tenang, karena ASI tetap menjadi nutrisi terbaik yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Jika Mama ingin tetap berpuasa, pastikan kondisi tubuh dan bayi terpantau dengan baik serta konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan keputusan yang paling sesuai.

Mama tidak perlu menjalani masa menyusui sendirian. Unduh aplikasi Hallobumil untuk mendapatkan edukasi, fitur pemantauan kesehatan, serta kesempatan bergabung dalam komunitas dan event menarik agar perjalanan menyusui terasa lebih nyaman dan penuh dukungan.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image