Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil
:strip_icc():format(webp)/hb-article/EorMAkUZatm75KgJhshSQ/original/781week-57-day-4-daftar-imunisasi-penting-dan-wajib-untuk-si-kecil.jpg)
Imunisasi wajib bayi merupakan salah satu langkah paling penting dalam menjaga kesehatan anak sejak awal kehidupan.
Melalui imunisasi, bayi mendapatkan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.
Sayangnya, masih ada orang tua yang ragu atau menunda pemberian vaksin, padahal mengikuti urutan imunisasi bayi sesuai rekomendasi medis sangat krusial untuk membangun sistem kekebalan tubuh secara optimal.
Oleh karena itu, memahami daftar imunisasi bayi, jadwal pemberian, manfaat, serta risiko jika dilewatkan menjadi bekal penting bagi setiap orang tua. Berikut sederet daftar imunisasi yang perlu diberikan untuk bayi:
Artikel lainnya: Panduan Imunisasi Bayi: Jadwal, Jenis, dan Manfaatnya
1. Vaksin Hepatitis B
Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, vaksin Hepatitis B diberikan segera setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu 24 jam pertama, kemudian dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
Manfaat vaksin ini adalah melindungi bayi dari infeksi virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati. Jika vaksin ini dilewatkan, risiko penularan dari Mama atau lingkungan sekitar menjadi jauh lebih tinggi.
2. Vaksin Polio
Vaksin Polio diberikan dalam bentuk tetes (OPV) dan suntik (IPV) sejak bayi baru lahir hingga usia 18 bulan. Polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Tanpa imunisasi, bayi sangat rentan tertular virus polio yang masih berisiko muncul kembali.
3. Vaksin BCG
Vaksin BCG biasanya diberikan saat bayi berusia 0–1 bulan. Vaksin ini berfungsi melindungi bayi dari tuberkulosis (TBC) berat, seperti TBC meningitis. Jika imunisasi BCG tidak diberikan, risiko bayi mengalami komplikasi TBC yang serius akan meningkat.
4. Vaksin DPT
Vaksin DPT diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudian booster pada 18 bulan dan usia sekolah. Vaksin ini melindungi dari difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Melewatkan vaksin DPT dapat menyebabkan bayi rentan terkena infeksi yang berpotensi fatal.
5. Vaksin Hib
Vaksin Hib diberikan bersamaan dengan DPT. Manfaatnya adalah mencegah infeksi Haemophilus influenzae tipe b yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia. Tanpa vaksin ini, risiko infeksi serius pada otak dan paru-paru meningkat.
Artikel lainnya: New Born, Perlu atau Tidak di Imunisasi?
6. Vaksin PCV
PCV diberikan mulai usia 2 bulan. Vaksin ini melindungi dari infeksi pneumokokus yang dapat menyebabkan radang paru, infeksi telinga, dan meningitis. Jika dilewatkan, bayi lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan berat.
7. Vaksin Rotavirus
Vaksin Rotavirus diberikan pada usia 2 dan 4 bulan. Fungsinya mencegah diare berat akibat rotavirus yang dapat menyebabkan dehidrasi parah. Melewatkan vaksin ini meningkatkan risiko rawat inap akibat diare.
8. Vaksin Campak
Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan. Campak sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan radang otak. Tanpa imunisasi, risiko wabah campak meningkat.
9. Vaksin MR
Vaksin MR melindungi dari campak dan rubella, diberikan pada usia 9 bulan dan booster di usia selanjutnya. Rubella sangat berbahaya jika menular pada ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.
10. Vaksin MMR
Vaksin MMR diberikan pada usia 15–18 bulan untuk melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. Gondongan pada anak dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pendengaran.
11. Vaksin Influenza
Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. Manfaatnya mencegah flu berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi.
12. Vaksin Hepatitis A
Vaksin ini diberikan saat si kecil mulai menginjak usia 12 bulan. Hepatitis A menyerang hati dan mudah menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
13. Vaksin Varisela
Vaksin varisela alias cacar air dapat diberikan pada bayi usia 12–18 bulan. Cacar air dapat menimbulkan komplikasi berat jika terjadi pada bayi.
Artikel lainnya: Ketahui Manfaat dan Jadwal Vaksin Cacar Air pada Anak
14. Vaksin Tifoid
Vaksin tifoid untuk mencegah tifus diberikan mulai usia 2 tahun. Penyakit tifoid atau tifus dapat menyebabkan demam tinggi berkepanjangan dan gangguan pencernaan serius.
15. Vaksin Japanese Encephalitis
Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan pada bayi, terutama di daerah endemis. Japanese Encephalitis dapat menyebabkan radang otak dan kematian.
Untuk membantu Mama memantau jadwal imunisasi dan kesehatan si kecil, yuk download aplikasi Hallobumil agar semua informasi penting tersimpan rapi di satu tempat.
Ingin berbagi cerita dan bertanya langsung dengan sesama orang tua? Gabung ke komunitas Hallobumil untuk mendapatkan dukungan dari Mama lainnya.
Agar persiapan kehamilan dan tumbuh kembang anak makin optimal, manfaatkan juga health tools Hallobumil untuk menghitung HPL dengan mudah dan akurat.
Jangan lewatkan berbagai kelas dan edukasi menarik seputar kehamilan serta parenting dengan mengikuti event Hallobumil yang dirancang khusus untuk menemani perjalanan Mama dan Si Kecil.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
