Artikel/Pasca Kehamilan/Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil

Daftar Imunisasi Penting dan Wajib untuk si Kecil

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 11 Februari 2026
Ditinjau oleh dr. Venny Beauty
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Imunisasi penting untuk melindungi bayi dari infeksi serius. Simak daftar vaksin wajib, waktu pemberian sesuai usia, serta tips agar proses imunisasi lebih nyaman untuk si Kecil.
daftar-imunisasi-penting-dan-wajib-untuk-si-kecil

Imunisasi wajib bayi merupakan salah satu langkah paling penting dalam menjaga kesehatan anak sejak awal kehidupan.

Melalui imunisasi, bayi mendapatkan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Sayangnya, masih ada orang tua yang ragu atau menunda pemberian vaksin, padahal mengikuti urutan imunisasi bayi sesuai rekomendasi medis sangat krusial untuk membangun sistem kekebalan tubuh secara optimal.

Oleh karena itu, memahami daftar imunisasi bayi, jadwal pemberian, manfaat, serta risiko jika dilewatkan menjadi bekal penting bagi setiap orang tua. Berikut sederet daftar imunisasi yang perlu diberikan untuk bayi:

1. Vaksin Hepatitis B

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, vaksin Hepatitis B diberikan segera setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu 24 jam pertama, kemudian dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Manfaat vaksin ini adalah melindungi bayi dari infeksi virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati. Jika vaksin ini dilewatkan, risiko penularan dari Mama atau lingkungan sekitar menjadi jauh lebih tinggi.

2. Vaksin Polio

Vaksin Polio diberikan dalam bentuk tetes (OPV) dan suntik (IPV) sejak bayi baru lahir hingga usia 18 bulan. Polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Tanpa imunisasi, bayi sangat rentan tertular virus polio yang masih berisiko muncul kembali.

3. Vaksin BCG

Vaksin BCG biasanya diberikan saat bayi berusia 0–1 bulan. Vaksin ini berfungsi melindungi bayi dari tuberkulosis (TBC) berat, seperti TBC meningitis. Jika imunisasi BCG tidak diberikan, risiko bayi mengalami komplikasi TBC yang serius akan meningkat.

4. Vaksin DPT

Vaksin DPT diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudian booster pada 18 bulan dan usia sekolah. Vaksin ini melindungi dari difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Melewatkan vaksin DPT dapat menyebabkan bayi rentan terkena infeksi yang berpotensi fatal.

5. Vaksin Hib

Vaksin Hib diberikan bersamaan dengan DPT. Manfaatnya adalah mencegah infeksi Haemophilus influenzae tipe b yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia. Tanpa vaksin ini, risiko infeksi serius pada otak dan paru-paru meningkat.

6. Vaksin PCV

PCV diberikan mulai usia 2 bulan. Vaksin ini melindungi dari infeksi pneumokokus yang dapat menyebabkan radang paru, infeksi telinga, dan meningitis. Jika dilewatkan, bayi lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan berat.

7. Vaksin Rotavirus

Vaksin Rotavirus diberikan pada usia 2 dan 4 bulan. Fungsinya mencegah diare berat akibat rotavirus yang dapat menyebabkan dehidrasi parah. Melewatkan vaksin ini meningkatkan risiko rawat inap akibat diare.

8. Vaksin Campak

Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan. Campak sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan radang otak. Tanpa imunisasi, risiko wabah campak meningkat.

9. Vaksin MR

Vaksin MR melindungi dari campak dan rubella, diberikan pada usia 9 bulan dan booster di usia selanjutnya. Rubella sangat berbahaya jika menular pada ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.

10. Vaksin MMR

Vaksin MMR diberikan pada usia 15–18 bulan untuk melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. Gondongan pada anak dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pendengaran.

11. Vaksin Influenza

Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. Manfaatnya mencegah flu berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi.

12. Vaksin Hepatitis A

Vaksin ini diberikan saat si kecil mulai menginjak usia 12 bulan. Hepatitis A menyerang hati dan mudah menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

13. Vaksin Varisela

Vaksin varisela alias cacar air dapat diberikan pada bayi usia 12–18 bulan. Cacar air dapat menimbulkan komplikasi berat jika terjadi pada bayi.

14. Vaksin Tifoid

Vaksin tifoid untuk mencegah tifus diberikan mulai usia 2 tahun. Penyakit tifoid atau tifus dapat menyebabkan demam tinggi berkepanjangan dan gangguan pencernaan serius.

15. Vaksin Japanese Encephalitis

Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan pada bayi, terutama di daerah endemis. Japanese Encephalitis dapat menyebabkan radang otak dan kematian.

Untuk membantu Mama memantau jadwal imunisasi dan kesehatan si kecil, yuk download aplikasi Hallobumil agar semua informasi penting tersimpan rapi di satu tempat.

Ingin berbagi cerita dan bertanya langsung dengan sesama orang tua? Gabung ke komunitas Hallobumil untuk mendapatkan dukungan dari Mama lainnya.

Agar persiapan kehamilan dan tumbuh kembang anak makin optimal, manfaatkan juga health tools Hallobumil untuk menghitung HPL dengan mudah dan akurat.

Jangan lewatkan berbagai kelas dan edukasi menarik seputar kehamilan serta parenting dengan mengikuti event Hallobumil yang dirancang khusus untuk menemani perjalanan Mama dan Si Kecil.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
2
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image