Kaki Kram Saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e7-D2Keqs7pwDKFptgTHg/original/ug61mwmoyhw3msg11o102zmfgo2gpweu.png)
Masalah kaki kram saat hamil merupakan keluhan yang sangat umum dirasakan, terutama saat usia kandungan semakin besar. Meskipun terasa menyakitkan, kondisi ini biasanya tidak berbahaya bagi janin.
Ada beberapa cara mengatasi kaki kram saat hamil agar Mama bisa beristirahat lebih tenang. Ketahui juga penyebab kaki kram saat hamil supaya tidak panik dan bahkan bisa melakukan pencegahan. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Kaki Kram pada Ibu Hamil
Rasa kaku dan nyeri mendadak ini tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kaki kram saat hamil, di antaranya:
1. Kelelahan otot pada kaki
Meningkatnya berat badan seiring bertumbuhnya janin memberikan beban ekstra pada otot kaki. Otot-otot ini harus bekerja lebih keras untuk menopang tubuh saat berdiri maupun berjalan.
Kelelahan yang menumpuk sepanjang hari sering kali memicu kaki kram saat hamil. Istirahat yang cukup sangat diperlukan agar serat otot Mama dapat pulih kembali.
2. Tekanan pada saraf dan pembuluh darah
Rahim yang semakin membesar secara alami akan memberikan tekanan pada area panggul. Tekanan ini dapat menghimpit saraf-saraf tertentu yang menuju ke arah kaki.
Akibatnya, sinyal saraf terganggu dan memicu otot untuk berkontraksi secara tiba-tiba. Kondisi ini adalah perubahan fisiologis yang wajar terjadi pada banyak ibu hamil.
Artikel lainnya: Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil & Cara Mengatasinya
3. Perubahan keseimbangan hormon
Selama masa kehamilan, tubuh Mama memproduksi hormon progesteron dalam jumlah yang jauh lebih besar. Hormon ini membantu merelaksasi otot rahim namun juga memengaruhi cara kerja otot tubuh lainnya.
Perubahan ini terkadang membuat otot kaki menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami tegang. Hal ini merupakan bagian dari proses tubuh dalam beradaptasi dengan kehamilan.
4. Kekurangan asupan mineral penting
Janin mengambil nutrisi seperti kalsium dan magnesium langsung dari cadangan tubuh Mama. Jika asupan harian tidak mencukupi, keseimbangan mineral dalam darah akan terganggu.
Mineral ini sangat penting untuk membantu otot berkontraksi dan berelaksasi dengan normal. Tanpa mineral yang cukup, otot akan lebih mudah menjadi kaku, nyeri, atau mengalami kaki kram saat hamil.
Artikel lainnya: Manfaat Magnesium untuk Ibu Hamil dan Dosisnya
5. Kondisi tubuh yang dehidrasi
Air berperan penting dalam mengangkut elektrolit yang mengatur fungsi otot ke seluruh tubuh. Saat tubuh Mama kekurangan cairan, konsentrasi elektrolit di dalam sel-sel otot menjadi tidak stabil.
Hal ini memicu otot untuk menegang dengan sendirinya tanpa bisa dikendalikan. Minum air yang cukup adalah kunci utama agar sistem tubuh berjalan lancar.
6. Sirkulasi darah yang melambat
Aliran darah dari kaki kembali ke jantung menjadi lebih lambat karena terhambat oleh beban perut. Darah yang mengumpul di area kaki dapat menyebabkan penumpukan cairan dan memicu kaki kram saat hamil.
Melakukan gerakan ringan secara rutin dapat membantu mendorong darah kembali bersirkulasi dengan baik. Kelancaran sirkulasi sangat berperan dalam mencegah rasa tidak nyaman pada kaki.
Kapan Kram Kaki Biasanya Terjadi?
Kram kaki paling sering muncul pada trimester kedua dan mencapai puncaknya di trimester ketiga. Gejala kaki kram pada ibu hamil ini biasanya dirasakan pada malam hari saat tubuh sedang beristirahat atau ketika Mama baru saja meregangkan kaki saat bangun tidur.
Artikel lainnya: 15 Keluhan Ibu Hamil pada Trimester Kedua
Cara Mengatasi Kram Kaki Saat Hamil
Jika rasa nyeri tiba-tiba datang, jangan panik. Berikut adalah beberapa cara mengatasi kaki kram saat hamil yang bisa langsung dipraktikkan:
1. Lakukan peregangan otot
Segera luruskan kaki dan tarik telapak kaki ke arah tubuh (ke arah tulang kering). Meski awalnya terasa nyeri, gerakan ini akan membantu melemaskan otot yang kaku.
2. Pijatan lembut
Mama bisa memijat area yang kram secara perlahan untuk membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.
3. Kompres hangat
Gunakan handuk hangat atau botol berisi air hangat pada bagian yang sakit. Rasa hangat membantu otot menjadi lebih rileks.
4. Bergerak aktif secara perlahan
Cobalah untuk bangun dan berjalan kaki pelan di dalam ruangan selama beberapa menit. Gerakan ringan dapat membantu mengembalikan sirkulasi darah ke posisi normal.
5. Cukupi cairan tubuh
Segera minum air putih setelah kram mereda. Ini penting untuk memastikan otot mendapatkan hidrasi yang cukup agar tidak kram kembali.
Artikel lainnya: Manfaat Minum Air Putih pada Trimester Ketiga
Tips Mencegah Kaki Kram Saat Hamil
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Mama bisa meminimalkan risiko kram dengan langkah berikut:
- Rutin melakukan peregangan kaki sebelum tidur di malam hari.
- Konsumsi makanan kaya kalsium dan magnesium seperti pisang, kacang-kacangan, dan susu.
- Gunakan sepatu yang nyaman dengan ukuran yang pas dan hindari pemakaian hak tinggi.
- Hindari menyilangkan kaki saat duduk dalam waktu yang lama.
- Pastikan tubuh tetap aktif bergerak dengan olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga hamil.
Artikel lainnya: Kram Perut Saat Hamil? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya
Kapan Harus ke Dokter?
Walaupun kram kaki saat hamil adalah hal yang cukup wajar, Mama harus waspada jika nyeri tidak kunjung hilang. Segera hubungi dokter jika kram disertai dengan bengkak yang parah, kemerahan, terasa panas saat disentuh, atau jika salah satu kaki terasa jauh lebih sakit daripada kaki lainnya.
Kaki kram saat hamil memang mengganggu, tapi bisa diredakan dengan rutin peregangan dan menjaga asupan nutrisi. Jika nyeri terasa tidak wajar, segera konsultasi ke dokter ya agar kehamilan tetap nyaman hingga persalinan nanti.
Mau tips atau tempat curhat seputar kehamilan? Yuk, gabung Komunitas Hallobumil untuk sharing tips seputar kehamilan dengan para Mama lainnya!
Jangan lupa juga untuk segera download aplikasi Hallobumil agar Mama bisa memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih praktis dan manfaatkan juga health tools hitung HPL agar persiapan kehamilan semakin matang.
Mama juga bisa bertukar cerita, dapat berbagai tips bermanfaat, hingga ikut event Hallobumil yang seru bersama ribuan Mama lainnya!





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
