Artikel/Kehamilan/9 Cara Mencegah Terjadinya Stillbirth

9 Cara Mencegah Terjadinya Stillbirth

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 15 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Stillbirth atau lahir mati adalah kondisi ketika bayi meninggal di dalam rahim pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Bagaimana cara mencegah terjadinya stillbirth?
9-cara-mencegah-terjadinya-stillbirth

dr. Marlene Abigail

Stillbirth atau lahir mati adalah istilah untuk bayi yang meninggal di dalam rahim pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Sebagian besar stillbirth terjadi saat bayi masih di dalam kandungan lalu lahir dalam kondisi meninggal, dan sebagian kecil terjadi selama proses persalinan.

Kondisi ini tentu sangat tidak diinginkan oleh setiap ibu hamil. Oleh karena itu, mari simak apa yang dapat Mama lakukan untuk mencegahnya.

Apa Penyebab Stillbirth?
Tidak semua kasus stillbirth dapat diketahui penyebabnya. Namun, beberapa kondisi kehamilan di bawah ini berisiko mengakibatkan stillbirth:

  • Pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth restriction.
  • Masalah pada plasenta dan tali pusat.
  • Kelainan kromosom pada janin.
  • Infeksi dalam kehamilan, seperti E. coli, streptokokus grup B, listeria, sifilis, malaria, HIV, cytomegalovirus (CMV), virus parvo, dan virus Zika.

Apa Faktor Risiko Stillbirth?
Faktor risiko stillbirth adalah sebagai berikut:

  • Obesitas sebelum hamil (indeks massa tubuh ≥ 30 kg/m2).
  • Merokok aktif maupun pasif.
  • Minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Tidak rutin memeriksakan kandungan.
  • Hamil di atas usia 35 tahun atau di bawah usia 15 tahun.
  • Kencing manis.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kehamilan kembar.
  • Riwayat stillbirth, kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, atau preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan pertama atau kehamilan ketiga dan lebih.
  • Bayi berjenis kelamin laki-laki.
  • Usia kehamilan di atas 41 minggu.
  • Kehamilan hasil dari program bayi tabung.
  • Kondisi medis ibu, seperti penyakit lupus, penyakit ginjal, hipertiroid yang tidak terobati, atau antiphospholipid syndrome.

Memiliki faktor-faktor risiko di atas tidak berarti Mama pasti akan mengalami stillbirth. Ada upaya pencegahan yang bisa Mama lakukan.

Bagaimana Cara Mencegah Stillbirth?
Pada sebagian kasus, stillbirth tidak bisa dicegah karena berhubungan dengan kelainan kromosom pada janin. Selain itu, belum semua penyebab stillbirth dapat dipahami hingga kini.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat memperbesar atau mengubah risiko terjadinya stillbirth. Mengobservasi ketat faktor risiko ini bisa mencegah stillbirth.

Berikut beberapa upaya yang dapat Mama lakukan untuk mencegah bayi meninggal dalam kandungan:

1. Memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan dan mengikuti arahan dokter.

2. Berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kram perut atau perdarahan.

3. Jika Mama mengalami obesitas sebelum hamil, berkonsultasi dengan dokter tentang pola makan dan olahraga agar kenaikan berat badan saat hamil terkontrol.

4. Tidak merokok dan hindari asap rokok, tidak minum alkohol, serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

5. Tidur dengan posisi miring, dan hindari berbaring dalam posisi telentang. Jika Mama terbangun dengan posisi telentang, tidak perlu panik, Mama hanya perlu mengganti posisi menjadi miring kembali.

6. Lindungi diri Mama dari infeksi dengan menghindari orang sakit, rajin mencuci tangan, serta menggunakan masker jika terpaksa berada dekat dengan orang sakit.

7. Berbicara dengan dokter jika sakit dan obati penyakit infeksi yang Mama alami sejak sebelum hamil (apabila ada).

8. Hindari makanan mentah atau kurang matang untuk mencegah infeksi dari makanan. Pastikan semua makanan yang Mama konsumsi sudah dipasteurisasi, atau sudah dimasak dengan sempurna.

9. Menghitung gerakan janin setiap hari. Mulailah menghitung dan mencatat gerakan janin mulai usia kehamilan 26 minggu, perhatikan pola gerakannya, serta kapan waktunya janin aktif. Mama bisa melakukannya dengan bersantai sejenak dan menghitung gerakan janin dalam waktu 2 jam.

Jika sudah didapatkan 10 gerakan dalam 2 jam, Mama bisa berhenti. Namun, jika belum ada 10 gerakan dalam 2 jam, Mama dapat menunggu beberapa jam dan mencoba lagi. Jika masih belum ditemukan 10 gerakan dalam 2 jam, berkonsultasilah dengan dokter.

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
1
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Nikmati Perjalanan Kehamilan Bersama Bumil Lainnya

Gabung dan temui teman, tips, dan cerita inspiratif di komunitas Hallobumil untuk lewati masa hamil dengan penuh dukungan
image