Gatal Parah dan Ruam Saat Hamil? Bisa Jadi PUPPP
:strip_icc():format(webp)/hb-article/77UttsgTioux-5SYhzy2q/original/th7so0b056l2gbznzrm1hy6br3gfrb9o.png)
PUPPP pada kehamilan menjadi salah satu keluhan kulit yang cukup sering membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Meski terasa mengganggu karena gatalnya bisa cukup intens, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Lalu, apa saja yang Mama bisa lakukan untuk mengatasi kondisi ini? Berikut adalah penjelasannya.
Apa Itu PUPPP pada Kehamilan?
PUPPP merupakan singkatan dari Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy. Dalam bahasa sederhana, PUPPP adalah kondisi ruam kulit yang terasa sangat gatal dan muncul khusus pada masa kehamilan. PUPPP juga dikenal dengan istilah polymorphic eruption of pregnancy.
PUPPP pada ibu hamil paling sering muncul pada trimester ketiga kehamilan dan umumnya dialami oleh ibu hamil pertama atau Mama yang mengandung lebih dari satu janin. Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, PUPPP di trimester 3 bukanlah penyakit menular dan tidak berkaitan dengan infeksi.
Artikel lainnya: 7 Masalah Kulit Ibu Hamil yang Sering Terjadi & Penyebabnya
Ciri-Ciri dan Gejala PUPPP
Berikut adalah ciri-ciri PUPPP pada ibu hamil:
- Ruam kemerahan yang terasa sangat gatal.
- Ruam biasanya muncul pertama kali di area perut, terutama di sekitar stretch mark.
- Ruam dapat menyebar ke bagian tubuh lain (lengan, paha, bokong).
- Kulit di area ruam tampak meradang atau terasa panas.
- Biasanya tidak muncul di wajah, telapak tangan, atau telapak kaki.
- Intensitas gatal saat hamil bisa ringan hingga berat atau parah dan mengganggu aktivitas.
Beberapa gejala ruam PUPPP pada ibu hamil yang sering dirasakan Mama antara lain:
- Muncul bentol atau bercak merah kecil yang sangat gatal.
- Kulit terasa panas dan meradang di area ruam.
- Rasa gatal yang bisa mengganggu tidur.
- Tidak nyaman saat bergerak atau mengenakan pakaian yang menekan kulit.
- Gatal bisa semakin parah saat malam hari.
- Gejala biasanya membaik setelah melahirkan.
Penyebab PUPPP pada Ibu Hamil
Hingga kini, penyebab pasti PUPPP belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan peregangan kulit yang terjadi dengan cepat selama kehamilan, terutama pada trimester akhir. Peregangan ini dapat memicu reaksi peradangan pada lapisan kulit.
Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga diduga berperan dalam memicu sensitivitas kulit. Faktor lain yang sering dikaitkan dengan PUPPP adalah kehamilan pertama dan kehamilan kembar, karena peregangan kulit cenderung lebih besar.
Artikel lainnya: Jangan Salah Pilih! Bahan Skincare Berbahaya untuk Ibu Hamil
Apakah PUPPP Berbahaya untuk Ibu dan Janin?
Mama mungkin bertanya, PUPPP berbahaya atau tidak? Kabar baiknya, PUPPP umumnya tidak berbahaya bagi Mama maupun janin. Kondisi ini tidak meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan tidak memengaruhi tumbuh kembang bayi di dalam kandungan.
Meski demikian, rasa gatal yang intens dapat memengaruhi kualitas tidur dan kenyamanan Mama. Oleh karena itu, penanganan difokuskan untuk meredakan gejala agar Mama tetap merasa nyaman hingga waktu persalinan tiba.
Diagnosis PUPPP Saat Hamil
Diagnosis PUPPP biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter atau bidan. Dokter akan melihat pola ruam, lokasi kemunculannya, serta menanyakan keluhan yang Mama rasakan. Pada banyak kasus, pemeriksaan tambahan tidak diperlukan karena PUPPP memiliki ciri yang cukup khas.
Namun, jika dokter mencurigai kondisi lain yang memiliki gejala serupa, seperti gangguan kulit akibat autoimun atau gangguan fungsi hati, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau pemeriksaan kulit dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Artikel lainnya: Bolehkah Konsumsi Obat Gatal Saat Hamil? Ini Penjelasannya
Cara Mengatasi PUPPP Saat Hamil
Penanganan PUPPP bertujuan untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan pada kulit. Ada beberapa cara yang dapat membantu Mama merasa lebih nyaman.
- Mandi menggunakan air sejuk atau mandi dengan campuran oatmeal untuk menenangkan kulit.
- Menggunakan pelembap tanpa pewangi secara rutin.
- Mengenakan pakaian longgar berbahan katun untuk mengurangi gesekan pada kulit yang sensitif.
Jika keluhan terasa cukup berat, dokter dapat meresepkan krim atau salep kortikosteroid ringan yang aman digunakan selama kehamilan. Dalam beberapa kasus, antihistamin tertentu juga dapat diberikan untuk membantu meredakan gatal, tentunya dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Artikel lainnya: 6 Rekomendasi Obat Gatal Ibu Hamil yang Aman
Cara Mencegah PUPPP Saat Hamil
Tidak ada cara yang benar-benar terbukti dapat mencegah PUPPP sepenuhnya. Namun, Mama dapat melakukan beberapa langkah untuk menjaga kesehatan kulit selama kehamilan.
- Menjaga kelembapan kulit dengan pelembap yang aman untuk ibu hamil.
- Menghindari mandi air panas terlalu lama.
- Mencukupi kebutuhan cairan harian dapat membantu menjaga kondisi kulit.
- Menjaga kenaikan berat badan sesuai anjuran dokter.
Artikel lainnya: 10 Rekomendasi Moisturizer yang Aman untuk Bumil
Perbedaan PUPPP dengan Masalah Kulit Lain Saat Hamil
Perbedaan PUPPP dan alergi kehamilan sering dibahas. Tidak semua rasa gatal atau ruam saat hamil disebabkan oleh PUPPP. Ada beberapa kondisi lain yang memiliki gejala mirip, tetapi penanganannya berbeda. PUPPP biasanya muncul di sekitar stretch mark dan tidak disertai gangguan organ dalam.
Sebaliknya, kondisi seperti kolestasis kehamilan dapat menyebabkan gatal tanpa ruam dan berkaitan dengan fungsi hati. Ada pula pemphigoid gestationis, kondisi kulit yang lebih jarang dan memerlukan perhatian khusus.
Karena itu, penting bagi Mama untuk tidak mendiagnosis sendiri dan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Apakah PUPPP Bisa Hilang Setelah Melahirkan?
PUPPP umumnya akan membaik dan menghilang dengan sendirinya setelah Mama melahirkan. Dalam banyak kasus, ruam dan rasa gatal akan berkurang secara bertahap dalam beberapa hari hingga minggu setelah persalinan.
Lantas, apakah bekas PUPPP bisa hilang? Kondisi ini jarang meninggalkan bekas permanen pada kulit. Setelah hormon kehamilan kembali stabil dan kulit tidak lagi mengalami peregangan, keluhan biasanya tidak muncul kembali.
Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter?
Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika gatal dan ruam merah saat hamil mengganggu aktivitas atau tidur, jika ruam muncul pada awal kehamilan, atau jika disertai gejala lain seperti demam atau perubahan warna kulit yang mencurigakan.
Mengalami PUPPP selama kehamilan memang bisa terasa tidak nyaman, tetapi Mama tidak perlu merasa khawatir berlebihan.
Kondisi ini umum terjadi, tidak berbahaya, dan biasanya akan hilang setelah persalinan. Dengan perawatan yang tepat dan dukungan tenaga kesehatan, Mama dapat tetap menjalani kehamilan dengan nyaman.
Untuk menemani perjalanan kehamilan Mama dengan informasi terpercaya dan dukungan sesama Mama, unduh aplikasi Hallobumil sekarang juga.
Mama juga bisa bergabung dengan komunitas Hallobumil, tempat berbagi pengalaman, tips, dan dukungan hangat bersama para Mama lainnya.
Agar persiapan persalinan makin matang, jangan lupa manfaatkan health tools hitung HPL di Hallobumil. Dengan perkiraan hari lahir yang akurat, Mama bisa lebih siap secara fisik dan mental. Karena setiap Mama berhak menjalani kehamilan dengan rasa tenang, aman, dan penuh dukungan.
Yang tak kalah seru, ikuti berbagai event Hallobumil bersama para ahli, mulai dari dokter kandungan hingga dermatolog. Mama bisa bertanya langsung, belajar lebih dalam, dan merasa lebih tenang menjalani masa kehamilan.





:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)
