:strip_icc():format(webp)/hb-article/OIfp9ON9w6viWTwCu9-Cf/original/0stretch-marks-di-saat-hamil.jpg)
Wanita hamil sebagian besar akan mendapatkan stretch marks pada bagian-bagian tertentu tubuhnya selama melalui masa kehamilannya. Dalam dunia medis stretch marks disebut dengan striae gravidarum. Beberapa wanita akan mendapat stretch marks di bagian perut.
Beberapa wanita hamil lain akan mengalami stretch marks di daerah dada, lengan atas, pinggang, paha bagian dalam dan bokong. Biasanya stretch marks ini akan timbul ketika tubuh wanita menjadi semakin bertambah besar selama kehamilan. Stretch marks dapat berwarna merah, kecoklatan atau keunguan. Setelah persalinan stretch marks tersebut akan menjadi berwarna keputihan atau keabuan.
Stretch marks dalam kehamilan disebabkan terutama disebabkan karena peregangan kulit dan pengaruh hormon. Namun, stretch marks dapat juga disebabkan oleh beberapa hal lain selain karena peregangan kulit yang disebabkan oleh kehamilan, yaitu:
1. Peningkatan berat badan yang bermakna, olahraga dengan angkat beban dan usia remaja dalam pertumbuhan dapat menyebabkan peregangan kulit yang menyebabkan timbulnya stretch marks.
2. Penggunaan krim kortikosteroid ataupun obat minum kortikosteroid dalam jangka waktu lama.
3. Penyakit gangguan hormon, seperti Cushing’s syndrome dan penyakit kelenjar adrenal.
Beberapa faktor yang mendukung terjadinya stretch marks adalah:
1. Wanita
2. Faktor keturunan adanya anggota keluarga yang mengalami stretch marks
3. Kehamilan
4. Berat badan berlebih atau peningkatan berat badan yang bermakna dalam waktu singkat
5. Pengobatan dengan kortikosteroid jangka panjang
Sebenarnya stretch marks dalam kehamilan bukanlah suatu kondisi medis yang berbahaya. Seringkali stretch marks ini juga lama kelamaan akan menghilang dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Penanganan yang ada saat ini memang dapat membantu menyamarkan stretch marks namun tidak dapat menghilangkan seluruhnya.
Pembentukan stretch marks memang tidak dapat dicegah dengan pemberian krim, minyak atau losion pada kulit. Cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya stretch marks adalah dengan menjaga berat badan agar tidak berlebihan, terutama pada saat hamil.




:strip_icc():format(webp)/hb-article/TmBwmXyvvc5fBmDgsYa09/original/0kram-saat-hamil-ini-solusinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/e9NZTASpd1tc42Z4Gx9iu/original/0makanan-pantangan-ibu-hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/43Mtw78Lk1CKWAEEeYQRf/original/0kenaikan-berat-badan-selama-hamil-yang-normal.jpg)